Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Percayalah padaku Jihan


__ADS_3

"Sayang, apa kamu tau bagaimana keluarga Riko? Keluarga mereka termasuk keluarga terpandang" Ucap Hans


"oh ya? lalu kenapa pak Riko mau bekerja di tempat kamu? dan dia juga jadi asisten pribadi kamu"


"Itu karena dia sendiri yang memintanya sayang. Keluarga Riko adalah keluarga perwira. Kakeknya adalah mantan pensiunan perwira TNI, Ayahnya juga mengikuti jejak kakeknya, hampir seluruh keluarganya mau tidak mau harus mengikuti jejak kakeknya.


Kalau anak laki-laki maka dia harus menjadi perwira lalu anak perempuan mau tidak mau harus menikah juga dengan anggota abdi negara. Keluarga Riko sangat terobsesi, Riko lalu kabur dari rumah setelah lulus SMA, Papa yang kasihan melihat Riko lalu menawarkan bantuan.


Yah papa lalu menyekolahkan Riko sampai lulus kuliah, seperti yang kamu tahu. Riko sangat setia denganku. Dia membalas Budi dengan menjadi asisten pribadiku. Riko sangat setia kepadaku." Ucap Hans panjang lebar.


"oo gitu ceritanya, pantes aja pak Riko itu protektif banget sama kamu. Aku jadi kasihan sama Jihan. Apa dia nanti bisa menghadapi ini semua ya?" Ucap Diandra


"entahlah sayang, semoga saja semua baik baik saja dan berjalan lancar ya" Hans meyakinkan Diandra sambil mengelus pucuk rambut Diandra dengan satu tangannya sedangkan tangan satunya menyetir.


-


Malam telah tiba, Dirumah Erland. Erland sedang melakukan sandiwaranya bersama Danira karena ada sang ayah dirumah.


"Danira, apa om boleh bertanya?" Tanya ayah Erland


"boleh kok om" Jawab Danira


"ah begini, apa om boleh tau kamu kerja sebagai apa dan apa pekerjaan orang tua kamu?"


"pah, ini kita lagi dinner Lo kenapa nanya begitu sih" Sambung Erland


"Emm papa saya punya perusahaan om, Saya masih belajar mengelola perusahaan" Jawab Danira yang membuat Erland terkejut, pasalnya Erland belum pernah mengajari Danira untuk mengatakan hal itu.


"gadis ini benar benar, kenapa aku curiga dengan dia, apa mungkin dia ini.....ah rasanya tidak mungkin, tapi semakin aku melihat wajahnya, entah kenapa dia mirip dengan....duh mirip siapa sih...hah sudahlah, setidaknya papa tidak memaksaku untuk dijodohkan" Batin Erland.


-


Sedangkan Jihan dan Arya Juga sedang berada di restoran menunggu keluarga Arya untuk makan malam bersama.


"duh kok aku jadi gugup ya" Ucap Jihan


"tenang ya, pokoknya apapun yang terjadi, kamu harus percaya aku oke?" Riko meyakinkan Jihan.


"hmm iya aku ngerti kok"

__ADS_1


Tak lama kemudian, kedua orang tua Riko telah datang.


"pah ma, selamat datang, terimaksih sudah repot repot kemari" Sapa Riko


"Tidak masalah, ayo ma duduk" Ucap papa Riko.


"halo om Tante, perkenalkan nama saya Jihan om...Tante" Sapa Jihan


"Oh ini yang namanya Jihan. Ayo duduk" Ucap ibu Riko.


"Papa mau pesan apa?" Tanya Riko kepada sang papa.


Mereka memesan dan berbincang sedikit lalu menikmati hidangannya, setelah selesai menikmati makan malam mereka, papa Riko memulai pembicaraan dengan serius.


"Jihan, apa om boleh bertanya?"


"boleh om silahkan" Jawab Jihan


"bisa kamu ceritakan tentang kehidupan kamu? Cerita apa saja, lagipula bukankah kalian akan segera tunangan"


"emm baik om, jadi saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ayah saya dulu bekerja sebagai pegawai kantor. Tapi saat saya masuk SMA, papa saya sakit parah, hingga akhirnya beliau meninggal, mau tidak mau saya harus membantu ibu saya mencari nafkah karena saya masih punya adik yang harus disekolahkan, singkatnya setelah lulus SMA saya bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran, dan alhamdulilah sekarang saya dan teman-teman saya sudah memiliki bisnis toko roti dan cafe sendiri om" Jihan menjelaskan


"bukan om" Jihan menunduk.


papa Riko langsung berdiri dengan kesal.


"Riko, papa tidak setuju kamu dengan dia. Papa sudah merelakan kamu untuk bekerja dengan keluarga Jeremy, tetapi tidak untuk masalah pernikahan, papa ingin kamu menikah dengan wanita yang masih keluarga abdi negara. Kamu tau kan silsilah keluarga kita. Mulai sekarang segera akhiri hubungan kalian dan batalkan pertunangannya!" Tegas papa Riko.


"pah udah dong, tenang dulu" Ibu Riko menenangkan


"pa....ini hidup Riko, Riko berhak menentukan siapa yang akan menjadi pendamping Riko, dan masalah masa depan, itu huga tergantung Riko pa! Pa tidak semua hal itu harus sesuai dengan keinginan papa. Aku yang menjalaninya jadi aku yang berhak memutuskan. Dengar pa, aku bukan lagi Riko yang lemah yang bisa papa atur.


Apapun yang terjadi, aku akan tetap bertuanngan lalu menikah dengan Jihan, apapun itu! Ayo Jihan kita pergi" Riko menggandeng Jihan untuk pergi dari orang tuanya.


"permisi om, Tante" Ucap jihan terburu buru


"Pah, tenang dong jangan marah marah nanti jantung papa kambuh" Ucap ibu Riko.


"mah, gimana papa ngga marah, sejak kecil Riko selalu membantah papa, Sekarang lihat, dia semakin membangkang, ini semua karena keluarga Jeremy yang sudah membuat Riko seperti ini!" Kesal papa Riko.

__ADS_1


"Pa, mama mohon pa....kali ini saja kita turuti Riko, lagipula mama lihat dia gadis baik"


"Cukup! Mama membela dia?....papa tidak peduli dia gadis seperti apa, yang terpenting adalah silsilah keluarganya harus terpandang, Kuta ini keluarga perwira mah, papa tidak mau sembarangan memilih menantu" Ucap papa Riko yang sangat keras kepala.


Sementara Jihan dan Riko kini sedang berada di dalam mobil, Riko melajukan mobilnya menjauh dari restoran tersebut.


"Riko, kita harus gimana? papa sama Mama kamu ngga setuju?"


"kita akan tetap bertunangan dan segera menikah" Tegas Riko


"tapi kita tidak mendapatkan restu dari orang tua kamu. Pernikahan tanpa restu itu bukan lah impian aku" Ucap Jihan


"Lalu kamu mau apa? menyerah begitu saja, sudahlah kita akan tetap menikah, lagipula itu hanya ambisi papa. Kamu tenang saja ya aku akan tetap menikahi kamu" Riko meyakinkan Jihan


Jihan hanya bisa pasrah karena Riko benar benar keras kepala seperti ayahnya.


"Sudah sampai rumah, sekarang kamu tidur ya, besok acara pertunangan kita. Aku akan datang bersama Keluarga pak Jeremy sebagai saksinya" Ucap Riko secara tiba tiba.


"Kenapa tiba tiba?" Jihan terkejut.


"ya supaya kita segera menikah, aku tidak mau menunggu lama, kata tuan Hans aku harus selangkah lebih cepat" Ucap Riko


"tapi....aku dan ibu belum...."


"sudah kamu tenang saja, aku yang akan mengatur semuanya kamu dan ibu tinggal duduk saja" Riko meyakinkan Jihan


"Yaudah deh terserah kamu"


"selamat malam ya, salam untuk ibu, kamu tidak usah memikirkan perkataan papa tadi, dia hanya sedang emosi saja, aku janji sama kamu, aku akan memperjuangkan hubungan kita apapun yang terjadi, Entah itu tanpa restu. Aku akan tetap menikahi kamu" Ucap Riko kepada Jihan


Keduanya saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain, akhrinya Jihan dan Riko berpisah, kini Jihan masuk kedalam rumah barunya. Dan langsung menuju kamar untuk beristirahat.


"Jihan, gimana tadi?" Tanya ibu Jihan


"lancar kok Bu, jihan capek banget Bu mau langsung istirahat dulu" Jihan berbohong


"yaudah kalau begitu" Ucap ibu Jihan.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2