Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Pelakor semakin menjadi


__ADS_3

"hah, dasar pelakor awas saja ya, kalau kamu masih menggangu suami aku, akan aku buat kamu menyesal" Diandra menggerutu


Di mobil lain, Sonya tak kalah kesalnya dengan Diandra.


"aaaaaaahhh kurang ajar! Bisa bisa nya aku dipermalukan oleh dia, tunggu saja ya, aku akan buat perhitungan!" Ucap Sonya


-


Sementara itu di kantor Erland, Erland sedang pusing karena kedua orang tuanya selalu menyuruh Erland untuk segera menikah


"iya iya pah, Erland akan kenalkan calon istri Erland ke papa ya, udah dulu ya pa, Erland mau kerja dulu pa dahh" Erland menutup sambungan telepon dengan frustasi


"akhh sial! Sebentar lagi papa akan pulang, aku harus mencari wanita agar aku bisa menyewanya...hah menyebalkan" Ucap Erland


-


Sementara itu, dirumah Vika, Bryan mencuri waktu dari kantornya untuk kerumah Vika


"hei Bryan kamu tidak ke kantor?" Tanya ayah Vika


"emm ke kantor om, ini waktu istirahat, lagipula pekerjaan juga tidak banyak" Ucap Bryan


"hahaha kamu benar, lagipula kamu kan pemilik perusahaannya jadi untuk apa ijin kan hahaha" Goda ayah Vika


"oh ya om apa Vika dirumah?" Tanya Bryan


"oh ada sebentar ya om panggil dulu..Vika...lihat deh ada siapa" Ucap ayah Vika


"Siapa sih pa...Bryan ngapain kamu kesini ga ada kerjaan aja" kesal Vika


"apa apaan sih kamu, Bryan kesini itu mau nemuin kamu ya kan Bryan" Ucap ayah Vika


"iya om, kalau boleh saya mau ajak Vika keluar om" Bryan meminta ijin kepada ayah Vika


"oh silahkan cepat Vika, lagipula kamu dirumah tidak ada pekerjaan apa apa kan" Ayah vika memaksa.


Dengan terpaksa Vika lalu menuruti ayahnya untuk bersama Bryan.


"Mau kemana sih!" Vika kesal


"kamu maunya kemana?" Tanya Bryan


"Aku maunya pulang".Ucap Vika


"astaga kita baru saja mau jalan, baiklah aku yang akan menentukan" Ucap Bryan


-


Di kantor Hans, Erland sedang menelfon Hans untuk menjalankan rencananya membantu Bryan menjelaskan kepada Vika atas kesalahpahamannya.


Hans pun setuju, tak lupa Hans menghubungi Diandra agar dia mau ikut dan menenangkan jika nanti Vika tidak bisa menerima penjelasan mereka.


"Arya, kamu ikut tidak?" Ajak Hans


"tidak Hans, hari ini aku mau nge gym saja" Ucap Arya


"baiklah, sampai jumpa" Ucap Hans


Hans lalu menuju ke tempat yang sudah mereka janjikan, tak lama Hans telah sampai dan disambut oleh Erland

__ADS_1


"wiihh cepet banget ya ternyata" Ucap Erland


"dimana mereka?" Tanya Hans


"Mereka belum datang kita tunggu saja" Jawab Erland


Saat Erland dan Hans sedang berbincang, salah seorang pengunjung wanita yang berada disitu memperhatikan mereka lalu menghubungi seseorang.


"halo, Sonya lihat lah mantan kamu Hans, dia ada di cafe seruni. Cepat kemari" Ucap salah satu wanita tersebut melalui sambungan telepon


"wah wah ternyata, ini kesempatanku untuk mendekatimu lagi, dan aku akan hancurkan pernikahan kalian, Sonya Teressa dilawan!" Ucap Sonya dengan bangga lalu mempersiapkan diri memakai baju yang sangat seksi


-


Akhirnya Bryan dan Vika pun datang, Bryan dan Vika lalu duduk bersama Hans dan Erland


"loh kok ada suami Diandra sih, ada apa ya?" Ucap Vika


"hei bro apa kabar?" Tanya Erland


"baik, oh ya begini Vika. Aku sengaja membawa mereka supaya kamu tidak salah paham, duduk dan aku pesankan ya untuk kamu" Ucap Bryan


Bryan dan Vika selesai memesan, sambil menunggu pesanan, Erland memulai pembicaraan mereka.


"Vika, kamu tau kan kenapa Bryan mengajak kita kesini. Sebenarnya ada yang perlu kamu tau, begini biar Bryan menjelaskan kejadian sebenarnya." Ucap Erland kepada Vika.


Bryan lalu menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada Vika, bahwa dirinya saat itu hanya dijebak oleh Grace.


Setelah mendengarkan Bryan Vika lalu terdiam dan tak berkata apa apa. Dia tidak tau harus bagaimana, karena Hans dan Erland sudah bercerita bagaimana mereka mengenal Bryan dan bagaimana sikap Bryan terhadap wanita yang sudah dia cintai.


"aku....aku butuh waktu. Aku akan berpindah tempat, aku butuh sendiri" Ucap Vika lalu berpindah tempat untuk menyendiri


Tak lama kemudian, Diandra datang


"sayang, dia bilang dia butuh waktu sendiri, lihat dia ada disana" Ucap Hans


"tidak bisa, dia bilang sendiri. Tapi aku yakin dia butuh teman curhat. Biar aku yang datang menghampiri" Diandra lalu datang menghampiri Vika yang sedang sendiri


Selang beberapa waktu, Sonya telah sampai di cafe yang terdapat Hans disana.


"nah itu dia, aku harus memakai banyak parfum agar wangi, dan oh ya bedak...hmm lipstik, ha kurang lipstiknya....emm sudah aku akan menggoda kamu Hans dan akan kubuat kamu jatuh cinta lagi dengan aku hhaahha" Ucap Sonya dengan sombong


Sonya lalu duduk disamping Hans dan merangkul lengan Hans secara tiba tiba membuat Erland dan Bryan ikut terkejut.


"Apa apaan ini! Kamu gila ya!" Ucap Hans dengan nada tinggi


"iihh coba deh kita itu sepertinya memang berjodoh, nyatanya kita dipertemukan lagi heheehe" Ucap Sonya


"hei, kamu gak tau malu ya. Hans sudah punya istri" Ucap Erland


"Sebaiknya kamu pulang saja, daripada kamu menyesal" Sambung Bryan


"Saya bilang lepaskan!" Teriak Hans yang membuat Diandra dan Vika terkejut.


Vika yang melihat wanita ular tersebut merasa sangat geram, lalu dia menghampiri wanita ular tersebut.


"hei kamu wanita jal""g ya!" Vika menghampiri Sonya lalu menumpahkan jus jambu yang dia pesan ke rambut Sonya


Hans pun akhirnya bisa lepas dari Sonya dan berdiri menjauh.

__ADS_1


"hei, kamu gak waras ha! Sinting kamu!" Kesal Sonya


"hoho....sinting kamu bilang! Kamu ngaca dong, siapa yang gila disini. Dasar pelakor, perebut suami orang, tidak tau malu, berani beraninya kamu menggoda suami sahabat aku ha!" Vika geram


"hahaha...dengar ya, sahabat kamu yang merebut Hans dari aku! Kalian semua sama saja!" Ucap Sonya


"ooo berani ya kamu sini!" Vika yang kesal lalu menjambak Sonya dengan sekuat tenaga.


Sonya pun tak mau kalah dirinya juga menjambak Vika. Sehingga terjadi aksi Jambak menjambak antara Vika dan Sonya yang dilihat banyak pengunjung di cafe.


Di waktu yang bersamaan, Jihan dan Riko juga datang ke cafe tersebut.


"ada apa sih kok ribut ribut?" Jihan penasaran


"sepertinya ada sesuatu...Loh tuan Hans ada disini dan...astaga lihatlah Vika sedang berkelahi dengan Sonya" Ucap Riko.


"hah! Sonya? Mantan pacar Hans yang jadi pelakor itu? ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus ikut turun tangan!" Jihan ikut membela Vika dengan menarik rambut Sonya


"Ohh jadi ini pelakornya, Rasakan kamu!" Jihan yang ikut menuangkan minuman, entah milik siapa


"Jihan, Vika sudah jangan!" Ucap Diandra agar sahabatnya menghentikan itu.


Hans lalu merangkul Diandra dan menjauhkan Diandra agar tidak terkena imbas dari perkelahian mereka


"Sayang sudahlah, kita nikmati saja pertunjukannya seru kan" Ucap Hans


Bryan, Erland, dan Riko yang menyaksikan hanya bisa diam, mereka sangat terkejut melihat Vika dan Jihan yang ternyata sangat berani melawan Sonya.


"astaga luntur?" Ucap Jihan yang tak sengaja memegang wajah Sonya hingga riasan Sonya luntur.


"wah Jihan, kita hapus saja riasannya agar tau wajah dia tanpa riasan bagaimana" Ucap Vika dengan licik.


"benar, Sini kamu pelakor!" Jihan lalu mengambil tissue dan mengelapkan tissue ke wajah Sonya, Vika pun membekap Sonya agar tidak bisa bergerak


Para pengunjung yang ada disitu hanya bisa tertawa menyaksikan aksi mereka.


Erland dengan jahilnya merekam momen dimana Sonya dihapus riasannya secara paksa oleh Vika dan Jihan


"hahahah lihat wajahmu, astaga kamu ternyata biasa saja saat tidak memakai riasan, hahaha ini model terkenal itu? Sepertinya sudah cukup ini menjadi bukti kalau kamu memakai orang dalam ahhahaa" Erland terkekeh


Jihan dengan ganasnya menghapus riasan Sonya, sedangkan Vika sekuat tenaga mendekap Sonya agar tidak dapat bergerak


"Rasakan! ini akibatnya jika kamu berani menggoda suami orang, apalagi kamu berususan dengan Diandra sama saja kamu cari mati!" Ucap Vika


"aaaaa....hentikan! kalian semua gilaaa! tolong aaaa" Sonya yang sudah tidak bisa apa apa dan hanya bisa berteriak sambil mengumpat


"nah sudah, lihatlah wajahnya tanpa riasan. Sungguh jelek sekali" Ejek Jihan


"astaga ini wajah asli model terkenal? terkenal darimana, aku saja tidak kenal!" Kesal Vika


Para pengunjung melihat wajah asli Sonya yang terkesan berbeda saat dia di foto dan menggunakan riasan


Tak sedikit dari mereka yang menertawakan Sonya.


Karena merasa malu, Sonya lalu pergi begitu saja.


"huuu dasar pelakor!" Ucap para pengunjung secara bersamaan


Hans, Diandra, Riko, Bryan dan Erland yang melihat aksi Jihan dan Vika hanya bisa geleng geleng.

__ADS_1


"wah wah lihatlah kalian sangat hebat" Erland mengacungkan jempol kepada Vika dan Jihan


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2