Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Pak Jeremy mulai curiga


__ADS_3

Saat perjalanan pulang, Arya dan Dinadra melihat Vika yang berhenti dijalan sambil terlihat mondar mandir menelfon seseorang.


"itu kan Vika, mas Arya kita temui Vika yuk." Ajak Diandra.


"iya benar, sepertinya mobilnya mogok" Ucap Arya.


Diandra turun lalu memanggil Vika.


"Vikaaaa" Teriak Diandra.


"eh Diandra, astaga untung ada kamu" Ucap Vika.


"ada apa?" Tanya Arya yang keluar dari mobil.


"mobil aku mogok, aku coba hubungi montir langganan tapi ga diangkat, aku telfon mama hpnya gak aktif, papa lagi sibuk. Aku bingung nih harus gimana" Ucap Vika khawatir.


"yaudah kamu pulang bareng Kita aja, mas Arya boleh nggak Vika nebeng kita?" Tanya Diandra.


"boleh ayo silahkan masuk." Ajak Arya.


"waah makasih ya, aku ambil tas ku dulu ya" Vika mengambil tas lalu menyusul Diandra dan Arya masuk kedalam mobil.


"eh eh kamu duduk didepan aja, Vik" Ucap Diandra.


"tapi di?"


"udaaah sini aja" Ucap Diandra yang mendorong paksa Vika masuk ke jok depan disamping Arya.


Arya hanya diam lalu melajukan mobilnya.


"emmm Mas Arya trimakasih ya sudah mau ditebengi saya, oh ya hampir lupa saya, seminggu yang lalu kan motor mas ada di bengkel nah saya lupa ambil, KTP saya masih disana" Ucap Vika.


"iya, Kemaren saya juga kesana niatnya mau ambil, tapi masnya ga percaya, dikira saya mau ambil motor orang lain, soalnya KTPnya kan kamu." Tukas Arya.


Diandra yang melihat Arya dan Vika hanya bisa tersenyum sambil terfikirkan rencana untuk menjodohkan mereka.


"hmmm mereka cocok juga, eh tapi kan masalah Vika sama Bryan belum selesai, nanti takutnya malah mas Bryan sama mas Arya salah paham terus berantem, haduuuhh jangan jangan dulu deh." Batin Vika.


Arya yang memperhatikan Diandra dari cermin lalu berkata,


"kamu ngapain bengong sih?" Tanya Arya.


Vika yang penasaran lalu menengok kebelakang, benar saja Diandra sedang melamun, Lalu dengan hati hati Vika menyadarkan Diandra agar tidak terlalu terkejut.


"malah bengong, hei Diandra." Ucap Vika yang membuat Diandra tersadar.


"ah engga kok, ini aku cuma mikir kok mas Hans belum ngabarin aku." Ucap Dinadra yang membuat mood Arya seketika langsung berubah.


"oh cieee kangen mas suami ni" Goda Vika.

__ADS_1


"apaan sih Vik," Diandra malu-malu.


"ekhmmm, Vika rumah kamu belok mana?" Tanya Arya.


"ah iya maaf mas Arya, jadi lupa, rumah saya nanti belok kanan trus ada pertigaan belok kanan lagi udah." Vika menjelaskan kepada Arya.


Setelah tau arah rumah Vika, tak membutuhkan waktu lama, sampailah mereka kerumah Vika.


"ini rumah saya mas. Sudah disini saja, oh ya mari mampir kerumah saya, ayo di kerumah ku" Ajak Vika.


"hemm lain kali aja ya Vik, udah sore, nanti mama nyariin lagi" Ucap Diandra.


"loh, kamu tinggal dirumah mertua kamu?" Tanya Vika.


"iya soalnya mas Hans yang suruh." Ucap Diandra.


"oo pantes bisa bareng mas Arya, yaudah kalo gitu mas Arya terimakasih ya sudah antar saya, besok motornya biar saya ambil terus nanti biar saya suruh orang untuk mengantar motornya kerumah mas Arya." Ucap Vika.


"kenapa ga bareng aja sekalian sih, ribet tau kalo harus nyari orang, gini aja aku kasih nomor mas Arya ke kamu, nah kalian tinggal diskusiin aja besok jam berapa ambinya" saran Diandra.


"ya aku sih terserah mas Arya aja gimana?" Tanya Vika.


"oh, yasudah kalo gitu besok kita ambil saja berdua." Ucap Arya.


"yasudah kalau begitu, sekali lagi terimakasih ya mas Arya, Diandra aku masuk dulu ya, byee muuahh"


"iya byee muaahh" balas Diandra


"hehehe iya deh sebentar ya" Diandra lalu pindah kedepan.


-


(Dirumah Pak Jeremy)


"Assalamualaikum mah, papa pulang"


"Waalaikumasalam pa" Bu Rosa sambil menyalami dan mengambil tas pak Jeremy.


"Diandra kemana?" . Tanya pak Jeremy


"oh lagi keluar sama Arya."


"sama Arya!" sahut pak Jeremy.


"iiihh papa santai aja lagi, mereka itu mau survei lokasi tempat buat buka tokonya, soalnya Minggu depan udah mau dibangun tokonya." Ucap Bu Rosa.


"oh, ya maksud papa selama Hans tidak disini, mereka jangan sering keluar bersama dong"


"papa nih, kalo ga sama Arya mau sama siapa? sama papa? ya ga mungkin lah, udah deh ga usah berlebihan lagian Hans juga kan yang suruh Arya buat jagain Diandra."

__ADS_1


"mah...maksud papa itu...."


"udah papa mandi deh, bau banget ih" Sahut Bu Rosa.


-


Tak berapa lama kemudian Arya dan Diandra telah sampai di rumah pak Jeremy.


"Assalamualaikum ma, pa" Diandra menyalami kedua mertuanya di ruang tamu.


"Waalaikumasalam, sudah pulang sayang, gimana udah selesai?" Tanya Bu Rosa.


"sudah kok ma, tinggal Diandra diskusikan aja sama temen temen." Ucap Diandra.


"Om Tante Arya masuk kekamar dulu, mau mandi." Pamit Arya.


"loh kamu kenapa bawa boneka ini?" Tanya Bu Rosa.


"oh ini ma, tadi aku sama mas Arya mampir ke taman trus makan bakso deh mas Arya liat ada kakek jualan boneka trus dia borong semua." Ucap Diandra.


"Oh emang Arya sama Hans itu orangnya ga tegaan" Ucap Bu Rosa.


Pak Jeremy hanya diam karena belum bisa mengatakan apapun jika tidak ada bukti.


"yaudah kamu mandi sana, trus siap-siap kita makan malam yah" Ucap Bu Rosa.


"iya ma" Balas Diandra


-


Diruang makan, pak Jeremy dan Arya hanya diam membuat Bu Rosa dan Diandra heran.


"pah, kenapa sih daritadi diem aja?" Tanya Bu Rosa.


"engga kok ma, papa sudah kenyang, maaf ya Diandra papa duluan karena papa sudah kenyang" Pamit pak Jeremy


"kebiasaan deh, gitu tu om kamu Arya, kalo makan suka alesan ga habis lah kenyang lah, hadeh tante jadi pusing."


"gapapa ma namanya juga orang tua, oh ya ma Diandra juga udah selesai makan, mau kekamar dulu ya ma, takut mas Hans nelfon" Ucap Diandra.


"iyaa buruan sana" Ucap Bu Rosa.


"tuh kan Arya, enaknya punya istri tuh gitu, lagi capek capeknya trus ada istri, jadi bikin semangat." Goda Bu Rosa.


"haisshh tante bikin aku ga selera makan Aja, udah aku juga udah kenyang" Kesal Arya.


"lah kok ngambek, hadeh makan sendiri deh. Lagian sih dirusuh cepet nikah malah alesan mulu, dijodohin orang tua kamu baru tau, eh tapi kalo dijodohin bukannya malah semakin bagus ya, aku kan punya temen yang anaknya belum nikah juga, umurnya juga kurang lebih sama dengan Diandra. Aku coba aja deh hubungi besok, aku lihat dulu dia gadis baik baik tidak, kalau cocok aku harus segera jodohkan dengan arya. Kasihan mbak Risa mengeluh terus tentang Arya."


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Arya mau dikenalin sama siapa ya kira kira?


__ADS_2