
"tapi aku tidak akan menyerah, aku akan yakinkan kamu. Tunggulah aku akan memperkenalkan kamu kepada kedua orang tuaku" Ucap Riko.
"kamu bilang seperti itu udah berapa kali sih, aku tu capek denger kamu bilang hal yang sama terus. Kamu ngga capek?" Tanya Jihan
"Jihan, aku sayang sama kamu, aku....oke dua hari lagi. Kita akan kerumah orang tuaku" Ucap Riko.
"janji?"
"iya aku janji, sini..." Riko langsung memeluk Jihan dengan erat.
-
Dirumah Erland, Danira sedang asyik menatap langit malam yang tak berbintang, Erland yang melihat Danira langsung mendekati Danira.
"ngapain diluar, ngga takut dingin....tidur sana" Ucap Erland
"eh, tuan....emm aku cuma heran aja, bulannya sendiri, biasanya sama bintang tapi dia masih tetap bersinar walaupun bintangnya tidak ada"
"yah, seperti itulah kehidupan. Terkadang kita harus bisa bertahan tanpa orang lain"
"hah....aku sangat rindu dengan kakakku" Ucap Danira
"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Erland
"Apa maksud tuan?"
"kamu sangat berbeda dengan pembantu lainnya, kamu pasti menyembunyikan sesuatu kan, dan kemarin teman kamu memanggil kamu Danira, bukan Juminten"
"ah iya itu.....dia hanya becanda saja. Kalau begitu saya permisi dulu tuan"
"tunggu....." Erland menggenggam tangan Danira.
"iya tuan ada yang ingin tuan katakan?"
"Bisakah kamu membantu saya?"
"membantu tuan? bukankah pekerjaan saya memang pembantu disini?"
"bukan itu, tetapi bantuan yang lain, sebentar lagi papa saya akan pulang ke Indonesia. Dia ingin saya segera memiliki pasangan. Dan jika saya menyewa wanita luar, maka ayah saya akan tau semuanya. Jadi saya mau kamu menjadi pacar saya"
"pacar? tuan tapi...."
"jangan geer kamu, hanya pacar pura-pura saja kok"
"tapi...bagaimana jika papa tuan tau kalau saya ini hanya seorang pembantu disini?"
"tenang saja, kamu harus menyembulkan identitas kamu. Jangan bilang kamu seorang pembantu, tetapi katakanlah kalau kamu itu putri seorang pengusaha, sudah itu saja, untuk masalah lainnya aku akan mengajari kamu secepatnya, mengenai table manner dan lainnya"
"Baik tuan"
"hah sudah cepat kamu tidur, besok setelah saya pulang kantor kita akan berlatih"
"saya mengerti, kalau begitu permisi tuan"
-
Sedangkan Arya terus merasa gelisah karena memikirkan Vika, entah kenapa hatinya terasa aneh saat Vika bersikap dingin padanya.
"hah ada apa denganku.....Ahh lupakan Arya...sekarang kamu harus fokus untuk melupakan Diandra sudah itu saja"
Arya lalu membuka ponselnya dan melihat sosial media, Arya sangat terkejut ketika melihat beranda terdapat foto Vika. Vika memang cantik, dia juga sangat fashionable.
__ADS_1
"Vika, kenapa kamu terlihat cantik...." Tanpa sadar, Arya menekan tombol like di foto terbaru Vika.
-
Vika yang berada dirumahnya dan saat itu juga kebetulan membuka sosmed nya merasa terkejut, dengan notifikasi yang memunculkan jika Arya menyukai fotonya.
"Mas Arya, tumben sekali dia bermain sosmed. Hah....aku curhat di grup aja lah".
_Putri Tidur : "hai semua apa kabar, aku mau tanya nih sama kalian, kalian pernah menyukai seseorang tapi seseorang itu mencintai orang lain tidak?"
_username001: "wah itu kisahku. Aku mencintai seseorang tapi dia sudah punya kekasih ternyata"
_username002 : "benar benar menyedihkan. Tapi aku rasa sebaiknya kamu lupakan perasaan itu dengan cepat"
Vika adalah sang pemilik username Putri Tidur yang selama ini menjadi teman curhat online Arya yang menyamar menjadi macan kecil. Tetapi mereka sama sekali tidak tau.
-
Dirumah sakit. Diandra terus merengek meminta rujak cingur padahal hari sudah malam.
"Sayang, kenapa aneh banget sih, kan ini malem sayang" Hans membujuk
"lihat papa kamu, dia ngga mau beliin kita" Rengek Diandra yang seolah mengadu pada calon bayinya
"Yaudah, aku telfon Bryan dulu" Hans
lalu menelfon Bryan untuk membantunya mencari rujak cingur di malam hari.
"udah?" Tanya Diandra
"bentar ya lagi dicariin" Ucap Hans
"ihh kali cuma mas Bryan yang nyari lama, kamu juga nyari dong" Rengek Diandra
"aku bisa sendiri kok, udah deh buruan" Ucap Diandra.
Hans dengan terpaksa meninggalkan Diandra sendirian. Bryan kini sedang membantu Hans mencari rujak cingur untuk Diandra.
"hah, jika Hans bukan sahabatku aku tidak akan rela sampai malam malam seperti ini, hah dan ini permintaan Diandra juga. Istrinya Hans yang ngidam tapi aku juga harus repot" Gerutu Bryan didalam mobil.
Bryan terus mencari penjual rujak cingur dimalam hari. Begitupun Hans juga sama bingungnya.
Karena kesal tak mendapatkan penjual rujak cingur, Bryan pun istirahat sebentar di sebuah minimarket.
Bryan masuk minimarket dan mengambil minuman, lalu menuju kasir. Sementara di kasur, terlihat seorang wanita yang sedang kesusahan karena uangnya kurang.
"maaf mbak, tapi sistem kami tidak bisa hutang"
"mbak tapi saya butuh ini untuk nenek saya, ini KTP saya bisa mbak pegang besok akan saya ganti ya"
"tidak perlu! Berapa kurangnya sekalian punya saya" Ucap Bryan.
"terimakasih mas"
Setelah selesai membayar, Bryan langsung pergi, tapi wanita tadi membuntutinya.
"Mas maaf, tunggu"
"ada apa?" Tanya Bryan
"Mas terimakasih ya sudah membantu saya, boleh ngga mas saya minta alamat atau nomor telefon nya nanti biar saya kembalikan uangnya"
__ADS_1
"tidak perlu, saya ikhlas membantu kok"
"jangan mas, saya ngga enak, kita aja belum kenal masa mas mau sih bayarin saya"
"Siapa nama kamu?" Tanya Bryan.
"Nama saya Tasya mas"
"saya Bryan, yasudah kalau kamu mau mengganti tapi saya tidak perlu uangnya saya hanya mau kamu tolong carikan saya penjual rujak cingur yang masih buka disekitar sini" Ucap Bryan
"oh, kalo itu saya tau mas" Ucap Tasya
"benarkah syukurlah, kalau begitu cepat antar saya kesana"
Tasya dan Bryan lalu menuju ke tempat penjual rujak cingur yang masih buka.
"nah ini tempatnya, buka 24 jam kalo disini" Ucap Tasya
"syukurlah kalau begitu, oh ya maaf ya saya jadi ngajak kamu, tapi tenang saja setelah saya membeli rujaknya saya antar kamu pulang"
"iya mas aduh saya namanya siapa tadi....ah mas Bryan sini biar saya belikan saja mas mau berapa porsi?" Tanya Tasya
"emm satu Porsi saja"
Tasya lalu memesan rujak cingur dibungkus, setelah beberapa menit, akhrinya Tasya kembali dengan membawa rujak cingurnya dan masuk ke mobil Bryan
"gimana udah dapet?" Tanya Bryan
"dapet dong ini ..dan kembaliannya ini" Ucap Tasya
"Trimakasih ya sekarang saya akan antar kamu pulang. Tapi saya telfon teman saya dulu ya"
"Hallo Hans aku sudah beli rujak cingurnya, kamu dirumah sakit langsung saja kasihan Diandra nungguin kamu" Ucap Bryan melalui telefon.
"maaf mas tadi nyebut nama Diandra?" Tanya Tasya
"hmm iya kenapa?
"saya tidak asing dengan nama itu, seperti nama bos saya"
"oh ya, kamu bekerja dimana?" Tanya Bryan.
"Saya bekerja di Toko Joy cafe and bakery "
"Joy cafe and bakery? yang berada di jalan Garuda?" Tanya Bryan.
"loh kok mas Bryan tau?"
"ya tau lah, Pemiliknya ada tiga orang kan, Diandra, Vika dan Jihan"
"iya betul, wahh kebetulan kalo gitu, mas Bryan kan udah tau tempat kerja aku, nah lain kali kalo mas Bryan mampir, aku janji deh bakal balikin uangnya" Ucap Tasya
"Hahahaha kamu ini udahlah lagian kan kamu udah mau nganterin saya untuk kemari, kalau ngga ada kamu aku ngga tau deh mau cari ini kemana lagi"
"iya mas, sama sama. Oh ya ini yang ngidam Bu Diandra ya?"
"iya, makanya aku disuruh sama Hans buat cariin, oh ya rumah kamu sebelah mana?"
"oh itu mas pagar putih itu....nah betul...mas Bryan mau mampir, tapi rumah saya kecil dan sederhana" Ucap Tasya
"ah tidak perlu Tasya aku harus segera ke rumah sakit untuk memberikan ini" Pamit Bryan
__ADS_1
"hati-hati mas Bryan, salam untuk Bu Diandra semoga cepat sembuh" Ucap Tasya
...ππππππππ...