Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Hans pulang


__ADS_3

Kurang lebih tiga hari Diandra dirawat dirumah sakit, akhirnya dia diperbolehkan pulang, Diandra harus banyak istirahat agar kondisinya cepat pulih.


Untuk masalah toko, Diandra sudah tidak mengurusnya, Diandra hanya mengawasi saja, semua urusan diserahkan kepada Jihan dan Vika.


-


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Tanpa terasa sudah satu bulan lebih berlalu. Diandra yang hanya dirumah sangat bosan.


"aduhh ini udah satu bulan lebih, tapi kenapa mas Hans malah jarang ngabarin aku sih, harusnya kan dia udah pulang. Apa jangan jangan mas Hans kepincut cewek disana lagi." Diandra terus mengoceh tidak jelas.


Bu Rosa yang melihat Diandra lalu menghampirinya.


"sayang, kamu sedang apa sih?" Tanya Bu Rosa


"ini ma, mas Hans kenapa beberapa hari ini jarang ngehubungi aku sih kan harusnya ini waktunya mas Hans pulang" Kesal Diandra


"ya udah sabar aja, mungkin dia sibuk. Oh ya nanti malam ikut mama yuk, mama mau ajak kamu ke restoran yang baru buka." Ajak Bu Rosa


"cuma kita aja ma?"


"emm enggak nanti Arya sama papa ikut juga" Jawab Bu Rosa


"tapi ma...."


"udah ga ada tapi tapi an ya. Nanti malam kamu dandan yang cantik. Nih mama baru buat baju keluaran terbaru dari butik mama, dipake ya" Ucap Bu Rosa


"iya ma" Jawab Diandra lemas.


"udah ah jangan cemberut gitu, mama tinggal dulu ya" Ucap Bu Rosa


...🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚...


Malam pun tiba, Pak Jeremy, Bu Rosa dan Arya sudah siap untuk pergi makan malam bersama, mereka sedang menunggu Diandra.


"ma, Diandra masih lama?" Ucap pak Jeremy


"masih dong pa, tadi Diandra itu dandannya biasa, jadi mama suruh dia buat dandan lagi" Ucap Bu Rosa


Tak lama kemudian, Diandra akhirnya selesai dan menghampiri mereka.


Arya begitu ternganga saat melihat Diandra yang mengenakan gaun selutut dengan lengan balon panjang transparan berwarna peach membuat Diandra semakin cantik dengan riasan yang tidak begitu menor.


"aduuhh menantu mama ini cantik banget sih, ya kan pa?" Puji Bu Rosa


"iya ma, ehkmm ekhmmm kita berangkat sekarang?" Pak Jeremy yang melihat Arya tidak berkedip menatap Diandra lalu berpura pura serak.


"ah iya, emm ayo kita berangkat sekarang." Ucap Arya yang gelagapan

__ADS_1


"Diandra kamu duduk didepan ya sama Arya" Ucap Bu Rosa


"jangan! biar papa yang duduk didepan, Diandra kamu duduk dibelakang sama mama ya" Ucap pak Jeremy sambil masuk ke mobil


Arya mulai melajukan mobilnya menuju ke tempat tujuan, tak butuh waktu lama akhirnya mereka sudah sampai di restoran yang cukup mewah.


"Pah kita duduk disana ya" Ucap Bu Rosa


Mereka duduk dan memesan makanan kepada pelayan.


Setelah menunggu, akhirnya pesanan mereka telah sampai, mereka langsung menikmati hidangan mereka.


Saat mereka sedang asyik menikmati makanan mereka, tiba tiba lampu di restoran tersebut mati. Membuat Diandra begitu panik, namun Bu Rosa mencoba menenangkan Diandra.


Hingga lampu pun menyala kembali, saat lampu menyala, Diandra sangat terkejut karena di dalam restoran yang terdapat sebuah panggung, ada seorang lelaki yang menghadap ke belakang membawa sebuket bunga.


"pria itu, kenapa mirip dengan mas Hans" Ucap Diandra yang setengah yakin


Lelaki tersebut kemudian berbalik badan, dan benar saja Diandra yang awalnya tidak percaya kini tidak dapat berkata apa apa, dia mematung di tempat karena melihat orang yang sangat ia rindukan kini ada didepan mata.


Yang membuat Diandra terharu adalah, Hans yang dulu memakai kursi roda, kini dia sudah bisa berdiri sempurna dan berjalan normal menghampiri bangku mereka.


Hans berjalan mendekati Diandra sambil membawa sebuket bunga, saat sudah dekat dengan diandra, Hans lalu membuka sebuah kotak kecil berwarna biru pekat yang sangat elegan dan berlutut didepan Diandra


"Diandra Putri Sanjaya. Di malam ini, di tempat ini dan dihadapan seluruh pengunjung di tempat ini, Saya Hans Anderson Fernandez Ingin melamar kamu, mau kah kamu menerima saya, hidup bersama saya, menemani hari hari saya sepanjang waktu, dan menjadi ibu dari anak anakku? bersediakah kamu?" Hans melamar Diandra disaksikan oleh banyak orang yang ada disana, bahkan tak sedikit dari mereka yang merekam momen romantis tersebut.


Diandra hanya diam tidak dapat berkata apa apa, dirinya begitu terharu melihat bagaimana Hans begitu mencintainya dengan tulus.


"iya....aku mauuu" Ucap Diandra dengan haru lalu memeluk Hans dengan erat. Keduanya berpelukan dengan erat disaksikan oleh para sahabat Hans dan Diandra yang memang sudah merencanakan ini semua.


"Trimakasih, I Love You Diandra" Ucap Hans


"I Love you too" Ucap Diandra


Saat Hans akan memeluk Diandra, Diandra menjauh dari Hans membuat Hans bingung


"kenapa sih?" Hans heran


"kamu nyebelin, katanya satu bulan, tapi ini lebih dari satu bulan tau" Kesal Diandra


"astaga sayangg....Kan cuma lebih lima hari Aja" Bujuk Hans lalu memeluk erat Diandra.


Arya yang melihat momen tersebut lalu pergi begitu saja entah kemana. Vika yang melihat Arya pergi mencoba menyusul Arya.


Bryan yang ingin mengobrol dengan Vika dibuat kesal karena Vika terus saja menjauhinya.


Sedangkan Hans dan Riko, entah apa yang membuat Jihan tiba tiba terbawa suasana sampai memeluk lengan Riko. Riko yang merasakan tangan lembut Jihan hanya bisa diam ditempat dan menikmatinya.


Erland yang menyaksikan semua ini hanya bisa mendengus kesal, karena saat ini dirinya tidak memiliki pasangan.

__ADS_1


"hah seharusnya aku bawa wanitaku kemari." Kesal Erland


"Mereka romantis banget sih, kapan ya aku dilamar kaya gitu, didepan banyak orang, dikasih surprise, hah sempurna sekali hidup kamu sekarang Diandra. Selamat untuk kamu." Ucap Jihan yang malah semakin erat memeluk lengan Riko, hingga membuat Riko tersenyum.


Karena melihat Riko yang tidak seperti biasanya, Erland sampai menutup mulutnya karena tidak percaya.


"heh heh coba Lo cubit gue, gue ga mimpi kan?" Erland menepuk bahu Bryan.


Bryan dengan sekuat tenaga mencubit lengan Erland hingga Erland mengerang kesakitan.


"akhh sakit woii, gila lu ya hah!" Teriak Erland membuat semua mata tertuju pada mereka, tanoa terkecuali Jihan yang kaget saat tau dirinya memeluk Riko.


"ah maaf, aku, aku ga sengaja tadi aku terbawa suasana" Jihan meminta maaf


"tidak apa apa" Ucap Riko dengan seutas senyum


"wah wahh sepertinya gue harus sering sering ke kantor Hans nih, supaya gue dapet cewek juga" Ucap Erland


"heh cewek lu tu udah banyak, Lo tinggal milih , lagian lu dari dulu jadi playboy kapan tobatnya sih?" Kesal Bryan


"apaan sih, Lo iri kan karena sampe sekarang Lo ga bisa ngajak ngobrol mantan Lo, dasar Lo cowok lemah, lihat dong Riko, setelah gue kasih petuah tuh sekarang dia sudah sedikit ga kaku lagi" Ucap Erland dengan bangga


"terserah, yang pasti gue ga kaya Lo" Ucap Bryan


mereka menyaksikan pertengkaran Bryan dan Erland yang tiada henti.


Jihan dan Riko saling melirik lalu membuang pandangan dan saling salah tingkah, Hans dan Diandra yang masih dengan kemesraan mereka dan orang tua Hans malah kembali seperti saat masih pacaran dulu.


Kini tersisa Bryan dan Erland yang akhirnya selesai bertengkar.


Bahkan semua yang ada disana merasa heran dengan keduanya.


"hei kalian, cepat kemari, nanti mereka semua mengira kalian itu jeruk makan jeruk" Teriak Hans


Karena menyadari hal itu, Erland dan Bryan bergegas duduk karena sangat malu.


"kalian ini benar benar ya, loh dimana Arya?" Tanya Hans


"Vika juga ga ada" Sambung Jihan


"mereka kemana ya?" Tanya Diandra


"entahlah sayang, mungkin mereka ada urusan masing masing, sudahlah kita nikmati malam ini ya" Hans menenangkan Diandra. Mereka melepas rindu mereka.


Tak hanya Diandra dan Hans, Jihan dan Riko pun juga saling salah tingkah namun sama sama belum bisa menyatakan perasaan.


"Astaga hukuman macam apa ini, kenapa kalian semua berpasangan, sedangkan aku, aku dan Bryan......." Ucap Erland lalu melihat ke arah Bryan yang sedang makan.


"Apa sih, heh gue ini normal ya" Ucap Bryan yang membuat semua yang ada di sana tertawa bersama

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2