Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Diandra ngambek


__ADS_3

"eheemm ekhmmm disini ada orang" Ucap Arya.


"ahhaha aku lupa kalo masih ada kamu, trus gimana kondisi kamu?" Tanya Hans yang sedikit khawatir terhadap Arya.


"hmm yah masih sedikit nyeri dan perih lukanya , tapi sudah biasalah." Ucap Arya kepada Hans.


"Ini tidak begitu perih, lebih perih saat aku tau jika wanita yang Kusuka ternyata sudah punya suami dan itu sepupuku sendiri....hah sangat menyedihkan" Batin Arya.


"Yaudah sayang aku mau suruh mbok Jum buat beresin kamar tamu dulu ya." Diandra pamit kepada Hans.


"iya sayang" ucap Hans lembut kepada Diandra.


"oh ya mana obatnya?" tanya Hans kepada Arya.


"hah astaga aku lupa, obatnya tertinggal di mobil Vika." Ucap Arya yang lupa.


"hah, yasudah nanti biar aku suruh penjaga disini untuk membelikan salep luka untuk kamu, kalau obatnya kamu minum obat penguat tulang punyaku saja" Saran Hans kepada Arya.


"oh ya, karena kita disini bagaimana jika kita keruang kerja kamu, ada sesuatu yang akan aku tunjukkan mengenai rencana markas kita" Ucap Arya kepada Hans


"oke, ayo kita bahas." Ajak Hans ke ruang kerjanya.


Diruang kerja Hans, terdapat rak buku, bukan sembarang rak, tak tersebut dapat dibuka, didalamnya terdapat ruangan lagi, didalam ruangan tersebut terdapat berbagai macam senjata lengkap.


"wah wah ini keren sekali....masih terjaga dengan rapi ya," Kagum Arya.


"


"apa yang ingin kamu bahas, cepatlah istriku nanti mencari kita."


"haissh astaga sabar, ini mengenai musuh bebuyutan kita, Ketua mafia ' The cobra' telah kembali di Indonesia, Jadi aku merubah rencana kita, aku menyuruh mereka untuk berhenti beraktifitas di sekitar markas, Agar mereka berpikir jika kita sudah tidak beroperasi lagi." Arya menjelaskan kepada Hans.


"cihh, sialan!! Kenapa disaat aku ingin pergi berobat, mereka malah datang! Hah aku sangat tidak tenang memikirkan Diandra." Ucap Hans khawatir.


"ada bagusnya dia kembali disini, mereka tidak akan bisa menemukanmu kan? dengan begitu, pengobatan mu tidak akan terganggu dan kamu segeralah pulang, Untuk masalah Diandra, kamu tenang saja aku akan meminta bantuan kepada Erland." Ucap Arya.


"yah, aku sedikit lebih tenang jika ada kalian yang mengawasi Diandra, jujur saja aku sedikit khawatir dengan keselamatannya."


"Hans, berpikirlah! kamu harus sembuh agar bisa menjaganya, bukankah saat ini status Diandra sebagai istri sah kamu masih tersembunyi? Aku akan menutup akses informasi mengenai Diandra dan Erland akan membantuku memperketat pengamanan." Ucap Arya dengan tegas.


"Hah, aku senang kamu sudah mulai berubah, kamu tidak mengandalkan orang lain lagi, aku harap kamu semakin baik kedepannya. Sepertinya wanita yang kamu sukai itu sedikit berpengaruh ya." Goda Hans.


"cih tidak juga, aku hanya ingin kamu tidak khawatir." Ucap Arya.


"Hans, wanita yang aku suka itu istri kamu....tapi kamu benar, Diandra memang berpengaruh untukku." Batin Arya.


Sementara itu, Diandra yang sudah selesai pun mencari keberadaan mereka.


"duuh, kemana sih mereka berdua kebiasaan deh. Bener kata mama, kalo mereka udah ketemu udah lupa semuanya"

__ADS_1


"aku rasa ini sudah cukup, aku ayo kita keluar, nanti Diandra cemas" Ucap Hans.


Hans dan Arya keluar dari ruang kerja Hans.


"iiihh kalian ini benar benar ya. Iniii yang suka ngajakin pergi tiba-tiba, ......... trusss ini nih suami yang pergi ga bilang-bilang" Diandra marah kepada Arya dan Hans sambil menjewer telinga mereka secara bergantian.


"adudududh aww akhh haishh" Arya kesakitan dijewer Diandra.


"AW sayang sakit, udah ya jangan marah dong kan cuma dirumah aja." Hans yang mencoba membujuk istrinya agar tak marah.


"hadeh, kukira cuma mama dan Tante Rosa, tambah satu bebanku. Hah kenapa?" Arya terlihat pasrah.


"sudah, mas Arya kamu silahkan kekamar karena kamarnya sudah siap, dan.....kamu mas Hans aku ga mau tidur sekamar sama kamu! kamu tidur aja sama mas Arya suapaya kalian puas." Kesal Diandra lalu meninggalkan mereka.


"hah, sepertinya aku harus bekerja lebih keras malam ini" Ucap Hans.


"hah! maksudnya?" Arya kebingungan


"kamu tau nggak, selama aku lumpuh aku gabisa begituan Sama Diandra, aku bermesraan di kasur saja sudah sangat bersyukur, hah kali ini sepertinya akan sulit membujuknya lagi." Ucap Hans dengan frustasi.


"jadi....kamu dan Diandra?"


"yah kami belum melakukan itu"


"ahahaha aku, aku mengerti."


"Jadi Diandra masih tersegel, hah astaga aku memikirkan apa hah sudahlah sebaiknya aku tidur." Batin Arya.


dengan hati-hati, Hans mencoba tidur disamping Diandra.


Karen Diandra sangat sensitif, jadi dia merasakan seperti ada seseorang yang mencoba tidur disampingnya.


"Aaaaa....iiihh mas Hans aku pikir siapa" Diandra terkejut.


"maaf sayang, habisnya kamu ngambek, nanti kalo aku minta pasti kamu gamau." Ucap Hans.


"yaudah kamu tidur dikasur, aku di sofa" Ucap Diandra lalu mencoba beranjak dari kasurnya, namun dicegah oleh Hans.


Hans menarik tangan Diandra hingga tubuh Diandra tepat berada di pelukan Hans.


"Maas, udah deh" Diandra kesal.


"sayang.....aku minta maaf ya, aku janji lain kali tidak akan seperti itu lagi ya hmmm." Hans merayu Diandra dengan memeluk erat tubuh Diandra sambil menciumi leher dan menggigit telinga Diandra.


"iihh geli tau, mas udah deh aku ngantuk" Diandra yang masih kesal.


"yaudah kamu tidur aja". Goda Hans.


"ck ya mana bisa aku tidur kalo kamu kaya gini pengap panas tau..."

__ADS_1


"oh ya, panas...." Hans mencoba menggoda Diandra.


Tanpa mereka sadari, ada sesuatu yang men****s dibawah sana.


skip skip


*******************


(sensor dulu ya bestie soalnya karya kontrak nih hehehe)


Perkembangan Hans cukup baik, selama ini Diandra selalu merawat Hans dengan sabar dan penuh cinta.


(Dirumah Jihan)


"nak Riko mau masuk dulu?" Ajak ibu Jihan kepada Riko.


"tidak usah Bu, ini sudah malam, saya pamit pulang dulu ya."


"iya nak Riko, hati - hati nak" Ucap ibu Jihan.


Saat Riko berjalan ia lalu berbalik membuat Jihan dan ibunya bingung.


"kenapa, ada yang ketinggalan ?" Tanya Jihan.


"tidak, emmm jihan. Saya boleh minta bantuan tidak?" Ucap Riko.


"bantuan apa?" Tanya Jihan.


"besok saya diundang ke pernikahan teman kuliah saya, tapi saya belum punya pasangan, jadi....kamu mau tidak temani saya?"


Jihan terdiam sambil melirik ibunya, ibu Jihan yang paham langsung mengangguk.


"emm tapi aku kan harus bekerja"


"tenang saja, aku yang akan urus semuanya, boleh tidak Bu saya ajak Jihan?"


"kenapa kamu tanya ke ibu nak, kalau ibu terserah Jihan." Jawab ibu Jihan.


"Karena pak Riko sudah membantu saya, jadi....saya mau pak" Ucap Jihan.


Bagaikan hujan bunga, Riko begitu senang saat Jihan mau pergi bersamanya.


"terimakasih, saya akan jemput kamu jam 11 siang ya, mari Bu, saya pamit dulu sampai jumpa besok Jihan"


Riko langsung masuk ke mobil dengan perasaan senang. Sedangkan Jihan hanya malu karena sang ibu terus menggodanya.


"haduuh anak ibu kenapa malu -mali sih?" Goda ibu Jihan.


"ibu apaan sih, udah Jihan ngantuk capek mau tidur dulu" Ucap jihan yang lalu masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2