
"selamat malam ya, salam untuk ibu, kamu tidak usah memikirkan perkataan papa tadi, dia hanya sedang emosi saja, aku janji sama kamu, aku akan memperjuangkan hubungan kita apapun yang terjadi, Entah itu tanpa restu. Aku akan tetap menikahi kamu" Ucap Riko kepada Jihan
Keduanya saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain, akhrinya Jihan dan Riko berpisah, kini Jihan masuk kedalam rumah barunya. Dan langsung menuju kamar untuk beristirahat.
"Jihan, gimana tadi?" Tanya ibu Jihan
"lancar kok Bu, jihan capek banget Bu mau langsung istirahat dulu" Jihan berbohong
"yaudah kalau begitu" Ucap ibu Jihan.
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Jihan kini sedang memikirkan bagaimana hubungannya dengan Riko, Jihan tau Riko memang serius kepadanya, tetapi orang tua Riko tidak setuju dengan hubungan mereka.
"Bagaimana ini, menikah tanpa restu rasanya sangat aneh, ibu pasti juga tidak akan setuju jika orang tua Riko belum memberikan restu." Ucap sendu Jihan.
Sedangkan di apartemen, Riko sedang menelfon beberapa orang.
"baiklah, besok jangan sampai lupa, aku ingin semua berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun" Riko berbicara di telepon
"Jihan, maaf aku terpaksa harus melakukan hal yang tidak kamu inginkan jika memang ini yang terjadi, aku benar benar sangat mencintai kamu Jihan, aku tidak ingin kehilangan kamu" Batin Riko.
-
Dirumah Erland, Papa Erland sangat suka dengan sosok Danira, entah kenapa papa Erland merasa jika Danira sangat cocok untuk Erland.
"Pa, aku antar Danira pulang ya" Ucap Erland
"baiklah hati hati ya, Danira besok kamu datanglah kemari, ada hal yang ingin om sampaikan. Datang saja sendiri tidak usah bersama Erland"
"pah tapi...."
"sudahlah kamu diam saja, cepat antar Danira pulang"
"Baik pa"
Diperjalanan, Erland terus saja berkutat dengan pikirannya, karena tidak mau ambil pusing, Erland lalu memberanikan bertanya kepada Danira
"Siapa kamu sebenarnya?"
"hah maksud tuan apa?"
Erland langsung menghentikan mobilnya dan mulai menatap tajam ke arah Danira.
"katakan siapa kamu sebenarnya, kita bertemu pertama kali di pesawat, kamu tidak terlihat seperti orang biasa saat itu, Lalu aku menemukan kamu sedang berlari dikejar, dan pakaian kamu juga terlihat bagus. Lalu kamu berasal dari mana saja aku tidak tau. Sekarang katakan apa yang kamu sembunyikan" Ucap Erland sambil mendekat ke arah Danira
"emm tuan saya mohon maaf, apa saya membuat kesalahan?" Tanya Danira
"tidak justru akting kamu sangat bagus dan terlihat natural, kamu seperti sudah terbiasa ya, Sekarang kamu sudah masuk di kehidupanku, jadi aku harus tau siapa kamu sebenarnya!" Erland semakin mendekat ke arah Danira.
Danira dengan sigap langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil sambil berlari
__ADS_1
"hei Juminten tunggu! kemari kamu!" Ucap Erland sambil mengejar Danira, Saat akan mengejar tiba-tiba ada sebuah sepeda yang akan menyerempet Danira, Erland dengan sigap langsung menarik Danira hingga keduanya terjatuh.
"Auww akhh" pekik Erland yang kesakitan
"tuan, apa tuan terluka, astaga tangan tuan berdarah." Danira panik.
"Sudah lupakan, aku tidak apa apa"
"Apa di mobil ada kotak p3k?" Tanya Danira
"iya ada" Jawab Erland
"baiklah tunggu sebentar" Danira langsung mengambil kotak p3k nya dan segera mengobati luka Erland
"Nah selesai, tuan terimaksih ya sudah menolong saya"
"kamu kenapa ceroboh sekali sih, bagaimana jika tadi kamu hampir tertabrak ha!"
"iya saya minta maaf"
"Ayo masuk mobil dan kuantar pulang"
Danira lalu menurut dan mereka pun kini melanjutkan perjalanan mereka menuju apartemen.
"Tuan terimakasih ya, sudah mengantar saya pulang"
"its okay, oh ya apa ada yang kamu butuhkan selama di apartemen? apa uangnya habis?"
"boleh juga, oke aku parkirkan mobil sekalian" Erland lalu memarkirkan mobilnya lalu masuk bersama Danira.
"Begini tuan apartemennya, maaf ya aku sedikit mengisi kulkasnya" Erland langsung membuka kulkasnya
"Apa ini? Kamu tidak membelanjakan uangku? Apa uangnya kurang?"
"emm tuan, saya hanya beli untuk keperluan saya, dan saya rasa itu cukup" Ucap Danira
"hah sudahlah terserah kamu, apa kamu yang mengganti dan merapikan semua ini?" Erland terkejut karena apartemennya kini berubah menjadi warna pink kesukaan Danira.
"Maaf tuan, tetapi jika saya tinggal sendiri, saya harus menyesuaikan tempat agar seperti rumah saya, dengan begitu saya akan merasa betah." Danira menjelaskan.
"Hah yasudah tapi setelah ini kamu harus membersihkan semuanya" Ucap Erland
"baik tuan, emm apa tangan tuan masih sakit?" Tanya Danira
"Sedikit tapi akhh...." Erland mengerang kesakitan karena entah kenapa tangannya terasa sangat nyeri.
"aduh duduk dulu, maaf tuan Erland kalau boleh, saya pegang tangannya untuk mengecek lukanya?"
"cepat lakukan"
"Yaampun ini tangannya bengkak, Aduh bagaimana ya, emm tuan maaf tapi kalau saya boleh menyarankan, sebaiknya tuan Erland tidur disini saja, saya yang akan tidur di sofa, tuan tidur saja dikamar, karena luka tuan Erland bengkak." Usul Danira
__ADS_1
"hah yaudah akhh sial!" Pekik Erland
"Saya ke apotik dulu ya tuan, mau cari obat untuk tuan" Ucap Danira
"Tunggu, ini sudah malam biar saya antar kamu" Ucap Erland
"tidak perlu tuan, dekat kok dari sini"
"jangan membantah, aku cuma ngga mau kamu kenapa Napa karena saya masih butuh kamu, ingat!" Tegas Erland
Kini Erland dan Danira sedang berada di sebuah apotik, setelah mendapat obatnya Danira dan Erland lalu berjalan ke supermarket yang jaraknya dekat. Setelah mendapatkan semua, mereka lalu kembali ke apartemen
"Tuan bisa berganti pakaian. Aku hanya punya kaos polos dan celana training, semoga ini muat" Danira memberikan bajunya kepada Erland
Erland langsung mengganti bajunya, saat Erland sudah berganti baju, Danira tertawa puas melihat Erland yang terlihat lucu dengan pakaian kecil itu.
"Jangan tertawa, cepat segera obati aku sudah mengantuk sekali" Ucap Erland
Danira lalu mengobati Erland.
"tuan sudah selesai, selamat malam" Ucap Danira
"iya, selamat malam" Ucap Erland kaku.
Kini Danira sudah memakai pakaian tidurnya dan segera tidur di sofa. Malam pun semakin larut, Erland tidak bisa tidur bukan karena tangannya, tapi dia terus saja memikirkan Danira.
"hah wanita itu, apa dia sudah tidur ya?" Erland menerka.
Karena penasaran Erland lalu menemui Danira, entah kenapa hati Erland berdegup sangat kencang ketika melihat Danira. Apalagi Danira sangat cantik ketika tidur.
Ketika Erland menatap Danira, Tiba tiba Danira mengigau.
"Tidak! aku tidak mau, kakak tolong aku....Aku mohon jangan paksa aku, aku tidak mau, kakak tolong aku" Danira mengigau dengan keringat yang bercucuran.
Erland panik lalu menepuk Danira agar segera bangun. Danira langsung tersadar dan bangun dengan nafas yang berat, Erland lalu mengambilkan air.
"minumlah"
"terimakasih"
"Ada apa? apa terjadi? kamu bermimpi buruk?" Tanya Erland
Danira tidak menjawab pertanyaan Erland, namun tangan Danira sangat dingin, dan tubuhnya juga gemetar.
Erland tanpa sadar lalu memeluk Danira.
"Tenang, tidak apa apa, ada aku disini" Ucap Erland secara tiba tiba
Danira begitu nyaman dipelukan Erland, hingga Danira tertidur. Erland menepuk bahu Danira dan entah kenapa dia sangat mengantuk, mereka berdua lalu tertidur dengan posisi duduk sambil berpelukan.
...πππππππππππ...
__ADS_1