Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Riko dan Jihan kawin lari


__ADS_3

"Vika, sebaiknya aku antar kamu pulang saja nanti mobil kamu biar aku yang urus" Ucap Arya


"Boleh kok, terimaksih"


Arya lalu mengantar Vika kerumahnya dengan mobilnya, Setelah sampai, Vika lalu turun sambil menggendong Qila.


"Mas Arya terimaksih ya, maaf sudah merepotkan" Ucap Vika


"tidak apa apa, cepat masuk nanti Qila bangun" Ucap Arya.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Hari hari telah berlalu, kini Riko sedang menunggu Jihan di depan rumah.


"Nak kalian mau kemana sih?" Tanya ibu Jihan


"Maaf ya Bu jika mendadak, saya ada hadiah liburan dari bos saya, daripada hangus lebih baik saya ajak Jihan saja, tapi ibu tenang saja ada sepupu saya kok, sebentar....Karin...." Panggil Riko


"Halo Jihan, Tante...kenalkan saya Karin, saya adalah sepupu dari Riko. Saya ikut kok Tante, jadi aman" Ucap karin


"Yasudah kalau begitu, hati hati ya. Jihan jaga diri baik baik ya" Ucap ibu Jihan


"Iya Bu, Jihan pamit ya"


Singkat cerita kini Riko, Jihan dan Karin sudah sampai di Belanda.


"waahh ini Belanda. Cantik banget" Jihan kagum


"Oh ya Jihan kamu sekamar sama aku, biar Riko sendiri


"siap kak" Balas Jihan


Seharian, mereka berkeliling liburan menyusuri Negara Kincir angin tersebut. Hari sudah malam, Jihan yang saking semangatnya sampai tertidur pulas, Sedangkan Karin belum tidur, dia masih sibuk merencanakan sesuatu dengan Riko.


-


Pagi hari, Jihan terbangun dari tidurnya.


"Kak karin kemana ya?"


Jihan mencoba menelfon Karin namun tidak ada balasan. Saat Jihan bangkit dari kausrnya, Didepan Jihan terdapat meja yang lengkap dengan sarapan, ditengah sarapan terselip sebuah surat yang bertuliskan agar Jihan segera mandi dan bersiap Jam 9 pagi akan ada yang menjemput Jihan di depan. Tanpa berkata apapun, Jihan lalu menurutinya, Kemudian Jihan bersiap untuk keluar, benar saja. Saat Jihan keluar, sudah ada mobil beserta sopir yang sudah menunggu dirinya, sopir tersebut sudah tau Jihan, namun Jihan belum tau, Agar Jihan percaya akhrinya Sopir tersebut menelfon Riko.


Jihan lalu masuk ke dalam mobil dengan bingung karena dia tidak tau akan diarahkan kemana. Jihan sedikit takut karena dirinya sendiri didalam mobil dan berada di luar negri.


Tak butuh waktu lama, Jihan sudah sampai di sebuah bangunan yang terlihat klasik. Jihan langsung diarahkan oleh beberapa wanita yang memakai pakaian pelayan.

__ADS_1


Jihan hanya menurut sambil bingung, Saat berada di sebuah ruangan, Jihan sangat terkejut saat para pelayan tersebut memintanya berganti pakaian. Jihan yang masih terkejutpun hanya bisa pasrah, Setelah berganti baju, Jihan lalu didandani oleh beberapa perias.


"Jihan...."


"kak kariinn" Ucap Jihan lalu berlari memeluk Karin


"sudah siap? ayo sekarang ikut aku" Karin mengajak Jihan untuk ke sebuah tempat yang sudah didekor mirip dengan konsep pernikahan.


Jihan semakin terkejut ternyata adiknya sudah disana, dan ada orang tua Hans juga disana


ditengah kebingungan, Riko pun muncul dengan pakaian putih sederhananya.


"Jihan, Ayo" Ajak Riko


"Ada apa ini?" Jihan kebingungan saat duduk dengan bangku kecil didepan mereka.


"Mari kita mulai, apa kedua calon mempelai sudah siap" Ucap pria yang seperti penghulu.


"Tunggu dulu, ini ada apa sih" Jihan bingung


"Jihan, kita akan menikah disini, aku sudah membawa penghulu kemari, Nanti aku jelaskan, Kita ikuti dulu prosesi ini" Ucap Riko.


Penghulu lalu mengucapkan Ijab Qabul. Setelah semua para saksi menyatakan telah sah. Jihan pun langsung bertanya kepada Riko.


"maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini karena aku tidak mau kehilangan kamu, Jadi....Aku aku sengaja mempersiapkan semua ini, Tapi kamu tenang saja, kita masih akan mengadakan resepsi, Aku yang akan menjelaskan kepada ibu" Ucap Riko


"Kamu kenapa sih aku....aku....sudah lah lagipula kita sudah sah, tapi pasti ibu benar benar marah" Ucap Jihan


"Aku mengerti, itu sebabnya aku yang akan mengatakan ini dan menjelaskan kepada ibu. Kamu tenang ya, semua akan baik baik saja"


"Jihan, Tante sudah mengenal Riko sangat lama, Tante sudah menganggap Riko seperti anak sendiri, percayalah Jihan. Riko itu baik" Ucap ibu Hans


-


Hari telah berlalu, Dirga adiknya Jihan kini kembali lagi ke kost an nya yang berada di Belanda, ya..Dirga mendapatkan beasiswa sekolah Di Belanda dan semua biayanya di tanggung oleh Riko, namun mengatasnamakan perusahaan Hans agar Jihan mau menerimanya.


kini malam tiba, Riko dan Jihan sekarang sudah berstatus suami istri sah. Mereka kini berada dalam satu kamar.


Riko telah selesai mandi, sedangkan Jihan masih seperti tidak percaya jika dia kini sudah menjadi istri sah Riko.


"Kenapa? kamu tidak suka dengan semua ini, apa kamu menyesal menikah denganku?" Tanya Riko dengan rambut yang sedikit basah membuat Jihan semakin merasa malu.


"Bukan, bukan begitu, Aku....Aku hanya....maluu" Jihan sambil menutup wajahnya dengan selimut.


"Malu kenapa? Bukankah kita sudah bebas, apa kamu..." Riko sambil membuka selimut Jihan dan mulai mendekatkan wajahnya ke Jihan.

__ADS_1


Jihan dengan sigap langsung bangun dari kasur.


"Aaaa aku....aku tidur bersama ka Karin saja..." Jihan berlari menuju ke kamar Karin.


Karin yang bingung dengan Jihan hanya bisa menasehatinya.


"Jihan, kalian sudah sah jadi tidak apa apa"


"Tapi kak, aku masih belum siap...aku....aku benar benar tidak mau melakukannya dengan terpaksa."


"yaudah tidak apa apa, tidur lah disini. Selamat malam" Ucap Karin


-


Tak terasa sudah saatnya Riko, Jihan dan Karin pulang ke tanah air.


Sedangkan di rumah Hans, Hans dibuat pusing dengan tingkah aneh Diandra.


"Pokoknya aku mau main Golf sekarang!"


"Sayang tapi ini bukan hari libur" Ucap Hans


"Ya kamu kerja aja, aku sendiri"


"nggak...aku ga mau kamu sendiri, Oke gini aja aku akan meminta bantuan Erland."


Hans lalu menelfon Erland untuk meminta bantuan agar dia bisa menemani Diandra bermain golf.


Erland pun setuju dan mereka sudah berjanjian untuk pergi ke golf. Hans mengantar Diandra ke tempat golf, Disana Erland sudah menunggu Diandra.


Hans pamit untuk bekerja dan menitipkan Diandra kepada Erland.


"jagain istri gue, awas kalau kamu aneh aneh, aku akan...."


"Weh wehh tenang bro tenang. Aku ini punya prinsip kok tenang aja, Lagipula aku sudah menganggap Diandra sebagai adik sendiri. Sudahlah, kamu bekerja yang baik, aku akan menuruti permintaan bumil satu itu" Ucap Erland


Hans lalu pergi ke kantornya meninggalkan Diandra bersama Erland.


"Oke, sekarang aku akan mengajarkan bagaimana cara bermain"


"Aku bisa sendiri aku sudah liat di tutorial, sekarang mas Erland tinggal lihat saja" Diandra memulai aksinya memukul bola golf. Benar saja, bola yang Diandra lempar sangat jauh.


"Waaahhh hebat, hebat....sepertinya anak mu ini akan dominan Hans" Ucap Erland dengan bangga.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2