
"Bryan, apa kamu percaya yang dikatakan oleh Sonya barusan? dia bilang Arya...."
"astaga Hans, Sonya itu wanita gila, sudahlah lagipula dia sedang depresi kan. Jangan berpikir yang tidak tidak ya" Ucap Bryan yang sebenarnya dari dulu Bryan dan Erland sudah curiga dengan Arya
"Ayo kita kembali ke kantor" Hans melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit tersebut
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Siang telah berlalu dan sore mulai datang, yang berarti seluruh karyawan telah pulang dari kantor.
Riko sedang berada di Mall dan sedang memilih sepatu untuk Dirga
"mbak, berikan saya sepatu ukuran 43 yang paling bagus bawakan kemari semuanya" ucap Riko.
"ini pak, ada 5 yang paling bagus disini" Ucap pelayan toko tersebut
"Saya pilih ini, ini, dan ini" Riko memilih tiga jenis sepatu dimana satu sepatu dihargai dengan harga yang cukup mahal
"ini pak terimaksih, selamat berkunjung kembali" Ucap pelayan tersebut
Setelah itu, Riko langsung menuju ke sebuah toko wanita.
"mbak, tolong carikan baju yang bagus untuk ibu ibu usia sekitar 50 Tahun" Ucap Riko
"mari pak ini koleksi baju musim ini, desainya simpel dan elegan sangat cocok dipakai untuk wanita berusia 50 tahun keatas" Ucap pelayan
Riko lalu memilih lima baju dan meminta pelayan untuk membungkusnya.
"ini pak terimakasih" Ucap pelayan dengan ramah.
"Sekarang aku akan mencari untuk Jihan"
Riko terfokus kepada kalung yang sangat cantik.
"mbak, bisa saya lihat kalungnya?"
"oh baik pak, kebetulan kalung ini edisi terbatas dari toko kami, kalung ini sangat elegan dan cocok untuk segala usia" Ucap pelayan tersebut.
"Saya ambil ini" Ucap Riko lalu membayar kalung yang berharga fantastis itu
-
Sementara itu di mansion hans, Hans sudah pulang dari kantor dan sedang menonton televisi bersama Diandra
Diandra sedang asyik menonton, namun Hans yang duduk disamping Diandra hanya melamun sepanjang hari
"Mas lihat deh, lucu banget ihh" Ucap Diandra
"eh apa ada apa?" Hans terkejut
"iih kamu melamun dari tadi?" Tanya Diandra
"engga kok ngga melamun sayang, aku hanya....sayang aku lapar" Ucap Hans
__ADS_1
"astaga kamu ini, yasudah tunggu disini aku ambilkan camilan, nanggung banget jam segini makan" Diandra pergi kedapur untuk mengambil camilan
-
Kembali ke Riko, Riko telah sampai di apartemennya.
Saat Riko membuka pintu, Riko terkejut karena Jihan sudah berada di depan pintu
"Selamat datang...." Ucap Jihan dengan manis
"kamu ini bikin terkejut saja" Ucap Riko lalu menaruh barang belanjaanya di meja tamu.
"ya maaf, lihat deh...ibu masak spesial hari ini"
"apa ini namanya?" tanya Riko
"ish lepas dulu jasnya, trus cuci tangan dan kita makan" Ucap Jihan sambil melepaskan jas Riko
Riko pun menurutinya lalu duduk disamping Jihan
"nah sekarang ini nasi kamu, kamu mau aku ambilkan apa, ini ada ayam cabe ijo, terus ada sambal cumi, dan....Tumis bayam spesial"
"aku...aku mau semuanya" Ucap Riko dengan semangat dan terlihat tergoda dengan masakan Jihan dan ibunya
"nak Riko, tumis bayam ini spesial lo, ada tahu dan jagungnya. Ini makanan kesukaan Jihan dan Dirga" Ucap ibu Jihan
"Benarkah? aku akan mencicipinya bu" Riko mencicipi tumis bayam ibu jihan. Benar saja rasanya sangat enak.
Ibu sering memasak tumis bayam karena memang ini bahan termurah yang ibu ambil bayam hasil tanaman sendiri dan jagung yang ibu tanam"
mendengar penuturan dari Riko, Riko menjadi sedikit terharu.
"kenapa? ada yang kurang?" tanya Jihan kepada Riko
"tidak, ini sangat enak." Ucap Riko
Kini mereka telah selesai makan, Jihan dan ibunya lalu mencuci piring, sedangkan Dirga membersihkan meja bekas makan malam mereka.
Setelah selesai, Riko lalu memberikan beberapa paper bag kepada mereka
"apa ini?" tanya Jihan
"buka saja"
"wahhh ini sepatu....apa....tiga macam?" Dirga yang terlihat kagum
"Baju, banyak sekali bajunya, ini pasti mahal kan, nak Riko, bagaimana kamu akan mengganti semua ini?" Tanya ibu Jihan
"Tidak perlu, anggap saja ini sebagai hadiah karena ibu telah melahirkan dan merawat seorang putri yang sangat cantik ini" Ucap Riko sambil melirik Jihan
"cepat bukalah" Ucap Riko kepada Jihan
"waaahhh kalungnya bagus sekali.....apa ini tidak terlalu berlebihan?" Ucap Jihan
__ADS_1
Riko langsung memakaikan kalung ke leher Jihan.
Kalung berwarna perak dengan liontin berbentuk jaring bulat, terdapat kristal didalamnya terlihat begitu menawan setelah dipakai oleh Jihan
"waahh ini sih aku ga mau pake, aku takut dicolong orang" Ucap Jihan
"tinggal beli lagi kan" Ucap Riko
"iih mentang mentang orang kaya, enak banget kalo ngomong" Ucap Riko.
"nak Riko sekali lagi terimakasih ya, ibu sangat beruntung Jihan mendapatkan pria yang tidak hanya menyayanginya tetapi juga keluarga nya" Ibu Jihan terharu.
-
Di rumah pak Jeremy, Arya sedang memandang foto Diandra.
"aku mohon, bantu aku agar aku bisa menghilangkan rasa Ku kepadamu, aku tidak bisa seperti ini. Apa aku harus bertindak jauh...Ini sudah terlalu jauh...Diandra, aku mohon bantu aku melupakan kamu" Ucap Arya dengan sendu
-
Di mansion Hans, Hans terus memikirkan tentang perkataan Sonya.
Hingga tidur pun Hans masih saja memikirkannya.
"Mas kita honeymoonya kapan?....iih melamun lagi, sebel deh" Diandra kesal
"ah iya sayang maaf, kamu tanya apa tadi? honeymoon...baiklah lusa kita akan berangkat honeymoon" Ucap Hans dengan santai
"lusa? secepat itu? wah wah suamiku ini memang hebat ya" puji Diandra
"apaan sih kamu, biasa aja kali, kita kan honeymoonya ke tempat asal nenek kamu, masih di Indonesia aja kan jadi gampang lah atur semuanya, kecuali kalo keluar negri baru butuh waktu lama" Ucap Hans
"yah aku mengerti, pak suami bucin" Ejek Diandra
"apa kamu bilang? kamu mengatai aku, sini kamu aku beri pelajaran" Hans menggoda Diandra dengan menggelitiki tubuh Diandra
"mas udah ihh iya iya aku menyerah...ampun, maaf ya suamiku yang paling tampan" bujuk Diandra
"hmm sepertinya kurang, aku akan memaafkan kamu jika kamu....kamu aku makan malam ini...roarrrr" ucap Hans dengan gaya seperti macan yang akan menerkam mangsanya.
Diandra lalu menutup dirinya dengan selimut, Hans tidak mau kalah, dirinya masuk kedalam selimut, dan terjadi lah pertempuran antar keduanya. (bayangin sendiri aja ya gimana, ini karya kontrak soalnya heheheππ )
-
Erland tidak bisa tidur karena ayahnya selalu memintanya untuk segera menikah, jika tidak maka ia terpaksa dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya.
Meskipun Erland sering bergonta ganti wanita, namun dirinya tetap tidak mau dijodohkan, Erland masih trauma dengan kejadian ibunya yang meninggalkannya dan ayahnya ketika bangkrut dulu.
"hah....kenapa papa terus mendesak ku, menang banyak wanita dan aku bisa membayar mereka berapapun, tapi aku tidak yakin papa akan setuju begitu saja hah....siapa kira kira..." Erland yang masih bingung memikirkan siapa yang tepat menjadi kekasih bayarannya
...πππππππππππ...
Hai readers tersayang, maaf ya aku ga bisa up banyak, soalnya lagi sakit huu....
__ADS_1