
Karena merasa malu, Sonya lalu pergi begitu saja.
"huuu dasar pelakor!" Ucap para pengunjung secara bersamaan
Hans, Diandra, Riko, Bryan dan Erland yang melihat aksi Jihan dan Vika hanya bisa geleng geleng.
"wah wah lihatlah kalian sangat hebat" Erland mengacungkan jempol kepada Vika dan Jihan
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
"Wah kalian benar benar hebat, aku rasa aku harus memberikan Hadiah untuk kalian" Puji Hans
"tapi Jihan, kamu kenapa bisa kebetulan datang bersama Riko?" Diandra heran
"emm itu aku....aku" Jihan gugup
"Kamu baru saja jadian, dan kami sedang berkencan" Sambung Riko tanpa malu, membuat Hans, Erland,dan Bryan melongo
Pasalnya Riko adalah tipe orang yang pendiam dan terkesan pemalu, apalagi masalah wanita, dia sangat pemalu, tapi kali ini Riko dengan tegas menyatakan jika mereka telah jadian.
"ha! kok bisa" Vika heran
(Falshback Riko dan Jihan)
Malam hari, saat Jihan membantu sang ibu berjualan pecel lele dipinggir jalan, Riko datang.
"Eh nak Riko, mau pesan apa?" Sapa ibu Jihan
"emm saya datang kesini untuk membicarakan sesuatu dengan Jihan, apakah boleh?" Tanya Riko
"oh Jihan, sebentar ya, Jihan sini nak" Panggil Ibu Jihan
"iya Bu, ada apa loh pak Riko silahkan duduk mau pesan apa?" Ucap Jihan
"tidak, emm bisa kita berbicara sebentar" Tanya Riko
"emm yasudah, tapi jangan lama lama ya" Ucap Jihan
"Jihan, bagaimana apa kamu mau menerima ku?" Riko langsung menanyakan inti kedatangannya
"apa! oh aku...." Jihan gugup
"Jihan, aku berjanji, aku akan menjadikan kamu wanita satu satunya, karena aku belum pernah jatuh cinta dengan siapapun, hanya kamu. Kamu yang bisa membuat aku jatuh cinta Jihan" Riko memegang tangan Jihan
"Hah....Iya, sebenarnya aku juga suka dengan kamu, tapi aku merasa aku tidak pantas untuk bersama kamu"
"suuuuutt....kamu tidak pantas bicara seperti itu, aku mencintai kamu apa adanya, aku tidak peduli bagaimana kondisi kamu, keluarga kamu, yang aku tau, kamu itu berasal dari keluarga baik baik, maka dari itu aku menyukai kamu Jihan" Riko bersungguh sungguh membuat Jihan terharu.
"iya, aku mau, aku mau jadi pacar kamu" Ucap Jihan sambil terharu
"benarkah? Yeesss wooohoo, kita jadian?" Riko yang masih tidak percaya, dan dibalas anggukan oleh Jihan
__ADS_1
Riko dengan refleks lalu menggendong Jihan dan memutarkan tubuh Jihan saking senangnya. Membuat seluruh pembeli di warung Jihan heran, begitupun ibu Jihan
"Bu, terimakasih karena telah melahirkan wanita yang cantik dan merawatnya, saya janji saya akan menjaga Jihan dengan baik, terimakasih" Riko menyalami ibu Jihan
Ibu Jihan yang bingung lalu melirik Jihan.
"semuanya dengar, hari ini saya dan Jihan sudah resmi berpacaran, Maka dari itu semua makanan yang sudah kalian pesan, Saya akan bayar semuanya" Ucap Riko dengan lantang
"waahhh keren....Woooo asyik gratis. Terimaksih ya, semoga kalian langgeng sampai menikah nanti" Ucap salah satu pelanggan
"tentu, terimakasih, ayo kalian pesan lagi biar saya yang bayar semuanya" Ucap Riko.
(Flashback off)
Mereka semua yang semula berdiri, lalu duduk saat Jihan bercerita.
"oooo begitu" Ucap mereka kompak secara bersamaan
"Wah Riko, ternyata kamu telah mengikuti saran yang aku berikan ya....hahaha sudah jelas kan sekarang aku ini memang penakluk wanita" Ucap Erland dengan bangga.
"Dasar cowok playboy, kamu itu harusnya sama si Sonya ulet bulu itu" Kesal Vika
"Vika, kalau kamu kesal dengan Bryan, sebaiknya jangan bawa masalah kamu ke orang lain, buktinya tadi kamu begitu garang melawan Sonya, dan sekarang kamu sangat sensitif, lagipula Bryan sahabat ku ini kan sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf, kamu juga sudah dengar kan kalau kamu hanya salah paham dengan Bryan" Erland membela Bryan.
"Maaf, sepertinya aku butuh waktu, untuk masalah ini aku rasa aku dan Bryan akan menyelesaikan sendiri, dan terimakasih karena kalian telah peduli dengan kamui. Diandra aku pergi dulu ya, Jihan selamat ya. Akhirnya kamu mendapatkan pria yang tepat, Riko, berjanjilah kamu akan menjaga Jihan dan tidak akan menyakitinya, Kalau bisa segera nikahi Jihan" Ucap Vika lalu pergi meninggalkan cafe tersebut
"wah wah, dia terlihat seperti gadis manja, tapi ternyata dia juga bisa tegas ya. Bryan, sekarang aku mengerti kenapa kamu belum bisa melupakannya sampai sekarang, dengarkan aku, apapun keputusan Vika nanti aku harap kamu bisa menerimanya" Ucap Erland
"astaga Hans, bulu kuduk ku berdiri, aku sangat merinding mendengar kamu berkata seperti itu" Bryan yang geli
"Apa ini sikap asli tuan Hans?" Jihan berbisik kepada Riko
"sebenarnya tidak, tetapi dia akan seperti ini saat bersama nona Diandra" Riko menegaskan
"hei, kalian pasangan baru! Ayolah kalian harus mentraktir kita, hari ini kan kalian kencan pertama" Ucap Erland
"Baik, silahkan pak Erland pesan apa saja" Ucap Riko
"bwuahahahaha ternyata benar ya, kalau cinta itu bisa membuat lupa segalanya, hei kamu pikir aku ini siapa? Aku ini Selandia Atmawijaya, Pebisnis muda yang tampan dan sukses, mana mungkin aku meminta hal seperti itu, ada ada saja hahahaha" Erland terkekeh membuat Riko menjadi malu
"Yasudah, Jihan selamat berkencan ya, pak Riko aku harap pak Riko tidak akan menyakiti Jihan, jika sampai itu terjadi maka pak Riko akan berurusan dengan aku!" Tegas Diandra
Hans dan Diandra lalu pergi meninggalkan mereka. Begitupun Bryan dan Arya. Kini hanya tersisa Riko dan Jihan
"ekhmm, Jihan kamu mau pesan apa?" Tanya Riko
"emmmm aku ikut aja sama kaya kamu" Jawab Jihan
"oke, mbak saya mau pesen ya dua spaghetti carbonara dan dua lecy tea" Riko memesan kepada pelayan
"Kita kan sudah jadian, trus kayanya kita harus buat panggilan deh, kalo nama itu kesannya gimana gitu" Ucap Jihan yang membuat Riko semakin salah tingkah
__ADS_1
"ahaha tapi panggilan apa?" Tanya Riko
"hmm karena kamu orangnya kaku dan dingin, aku mau panggil kamu my bear" Ucap Jihan
"kenapa?" Riko penasaran
"ya kan bear itu beruang, kamu mirip sama beruang kutub yang dingin dan kaku, jadi panggilan sayang aku ke kamu itu my bear" Ucap Jihan
"yah lumayan juga, kalau kamu apa ya...my sweet?" Ucap Riko
"artinya?" Jihan penasaran
"yaa sweet itu manis sama kaya kamu" Ucap Riko sedikit malu
"aku suka, ternyata kamu bisa romantis juga ya....my bear ku" Goda Jihan yang membuat Riko salah tingkah namun harus tetap menjaga image nya
"oh ya Jihan"
"kok Jihan sih" Jihan kesal
"ah maaf my sweety, emm boleh aku minta sesuatu dari kamu?" Tanya Riko
"apa?"
"kamu kan akan membuka toko dengan nona Diandra dan Vika, apa tidak sebaiknya kamu resign sekarang saja dari tempat kerja kamu?"
"memangnya kenapa, kamu malu punya pacar seorang pelayan restoran?" Jihan cemberut
"bukan begitu, maksud aku sebaiknya kamu istirahat saja, lagipula setiap malam kamu kan harus berjualan dengan ibu, kasihan juga ibu kalau harus malam malam berjualan apalagi sekarang kondisi ibu kan juga...."
"kalo aku ga kerja dobel, gimana aku sekolahin adek aku, Kamu kan tau Dirga itu mau lulus SMA, dia itu harus kuliah. Aku ga mau Dirga bernasib sama seperti aku, aku akan sekolahkan dia sampai dia sarjana bagaimanapun caranya" Ucap Jihan
"Jihan, aku mengerti...tapi sekarang kamu punya aku"
"kita itu masih pacaran, dan aku belum berhak atas kamu, lagipula aku masih mampu kok, kalau memang kamu malu ya gapapa kamu bisa cari yang lain"
"kamu kenapa ngomong kaya gini sih, kita baru aja jadian Lo, Jihan begini maksud aku itu aku ngga mau kalau sampai kamu sakit, dan ibu juga sekarang kalau kamu sakit, bagaimana kamu akan membiayai adik kamu? Sekarang kalau kamu memang ingin Dirga sekolah tinggi, aku akan Carikan beasiswa untuk Dirga, Perusahaan tuan Hans juga bekerja sama dengan beberapa kampus di negara ini" Saran Riko
"kamu benar, tapi aku takut kalau Durga ikut beasiswa nanti dia akan dilecehkan oleh teman temannya" Jihan khawatir
"masalah itu kamu tenang saja, aku jamin tidak akan ada seorang pun yang berani melecehkan Dirga" Janji Riko.
"Maafin aku, aku udah salah paham sama kamu" Jihan meminta maaf
"gapapa kok, udah jangan cemberut dong my sweetyku" Riko membujuk Jihan
"hahahaha kamu itu lucu tau kalo lagi kaya gini" Goda Jihan
"oh ya masa?" Riko tak mau kalah
Riko dan Jihan pun tertawa bersama dan menikmati kencan pertama mereka setelah resmi jadian.
__ADS_1
...ππππππππππ...