
"Hans, aku rasa kamu harus berhati hati dalam berkata, kamu harus ingat saat ini status Diandra sebagai istri kamu masih disembunyikan. Mereka semua tidak ada yang tau kalau kamu sudah menikah" Tegas Bryan
"benar Hans, kita harus menutup informasi tentang Diandra sampai keadaan sudah normal dan musuh kita benar benar sudah kita basmi" Ucap Erland
"hah....entahlah aku sangat ingin menunjukan pada dunia jika Diandra adalah istriku" Ucap Hans dengan senyum
"hadeh tuh kan bunglon. Tadi marah marah gajelas, sekarang senyum ingat istri" ejek Bryan
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Setelah seharian bermain golf, Hans, Erland dan Bryan akhirnya pulang kerumah.
Hans pulang kerumahnya, namun saat dirinya akan menutup kembali pintu rumahnya, Hans terkejut karena Diandra berada di belakanganya.
"astaga! Sayang kamu ngagetin aku deh" Ucap Hans
"oh ya, habis dari mana?" Dinadra mengintrogasi Hans
"aku?...ah aku tentu saja pulang dari kantor sayang" Ucap Hans gelagapan
"hmm memangnya meeting apa ya?" Tanya Diandra
"ya meeting tentang perusahaan dong sayang"
"Tapi kenapa kamu sendirian, biasanya pak Riko yang bantuin"
"yah tentu saja Riko juga membantu aku"
"oh ya, tapi tadi pak Riko kesini nganterin Jihan, dan sepertinya dia banyak waktu"
"akhh sialan! kenapa kamu kesini sih Riko! awas kamu ya!!" Batin Hans
"kok diem? Kenapa? Kamu itu ya baru sembuh, baru pulang dari luar negri, bukannya istirahat malah keluyuran, kamu kemana sebenernya!"
"sayang jangan marah marah ya, aku ga mau kamu sakit oke...gini ya tadi itu memang rencananya ada meeting, tapi tiba tiba klien aku ngebatalin gitu aja"
"ohoo trus kalo dibatalin kenapa ga pulang?"
"ya karena Erland dan Bryan mengajak aku untuk bermain golf, sayang semenjak aku lumpuh kan aku tidak bisa melakukan hobi dan kebiasaan aku. Jadi aku sangat bersemangat saat mereka mengajakku bermain golf.
Maaf aku ga bilang sama kamu, soalnya kalau aku bilang ke kamu, pasti kamu ga ngebolehin" Hans membujuk Diandra dengan berbohong dan dengan wajah memelas membuat Diandra tidak tega.
"maaas, aku gak akan ngelarang kamu nglakuin apapun kok, aku..aku cuma mau kamu itu jujur aja, lagian kamu itu harus banyak istirahat supaya kamu itu benar benar pilih, Maafin aku ya aku udah marahin kamu. Pasti kamu sangat tertekan ya selama ini harus diam saja tidak bisa melakukan apa apa" Ucap Diandra dengan menangis membuat Hans tidak tega karena telah membohonginya
"sayang jangan jangis dong udah ya cup cup" Ucap Hans sambil memeluk dan mencium pucuk rambut Dinadra
"maafin aku sayang,aku terpaksa bohong sama kamu, aku tidak mau kamu tau tentang sisi lain dari aku, aku tidak ingin kamu melihat diriku yang berbeda, Aku tidak mau nanti kamu akan takut dengan aku." Batin Hans sambil mengeratkan pelukannya kepada Diandra
"Mas, aku tadi buat brownies coklat, soalnya Jihan sama Vika kesini. Kamu mau cobain nggak?" Diandra menawarkan kepada Hans
"waah kamu tau aja aku baru pulang kerja pengen ngemil sesuatu." Ucap Hans
"kalo gitu kamu mandi dulu nanti aku ambilkan brownies nya di kulkas" Ucap Diandra
"siap tuan putri" Ucap Hans sambil membungkukkan badan sehingga membuat Diandra terkekeh
-
Sementara itu Arya sedang menyendiri di sebuah taman yang cukup ramai.
Entah kebetulan atau tidak, Vika yang baru saja pulang dari mansion Hans dan Diandra kebetulan mampir ke taman karena keponakannya nenelfonnya untuk membelikan donat yang berada di taman biasanya.
"duh, ini kalo ngga karena aku sayang sama ponakan, males banget harus kesini hah sabar" Vika lalu turun dan mencari tukang donat
Saat Vika sedang bingung mencari donat, Vika melihat Arya yang sedang menyendiri, lalu Vika menghampiri Arya.
__ADS_1
"Mas Arya, kenapa ada disini?" Tanya Vika menghampiri Arya
"loh Vika, kamu disini juga, ngapain?"
"emm aku mau beli donat, katanya donat gula disini enak, keponakan aku suka, dia minta dibeliin. Tapi aku ga tau dimana penjualnya" Ucap Vika
"oh aku tau dimana itu, mau kuantarkan?" Arya menawarkan bantuan kepada Vika
"boleh boleh, trimakasih ya mas Arya" Ucap Vika
Arya lalu mengantarkan Vika membeli donat gula.
"pak saya mau donat gulanya 5 porsi ya" Ucap Vika
" saya juga 4 porsi" sambung Arya
"loh mas Arya beli juga ya"
"iya sekalian, untuk Diandra dan om Tante" ucap Arya
"ini neng 5 porsi dan ini 4 porsinya mas, ini mau dibayar jadi satu sama pacarnya ya?" Tanya penjual donat
"ah engga pak dia bukan pacar saya, kita hanya teman kok" Ucap Vika
Arya lalu membayar donatnya dan Vika pun juga sudah membayar donatnya, mereka lalu pergi.
"Mas Arya kok tau ada penjual donat gula disini?" Tanya Vika
"iyalah tau soalnya....."
"kenapa?" Sambung Vika
"Aku dan Diandra pernah kesini, dan Diandra suka dengan donat gula disini" Batin Arya
"tidak apa apa, oh ya kamu bilang yang mau dibelikan donat itu keponakan kamu, berarti kamu bukan anak tunggal?" Tanya Arya
"ohh, aku pikir anak tunggal, soalnya waktu itu papa kamu sangat...."
"aduh mas Arya masalah itu, aku minta maaf ya. Aku bener bener malu sama sikap papa yang terlalu berlebihan dengan aku. Mas Arya ga marah kan?" Tanya Vika
"ya engga lah, buat apa marah lagipula papa kamu itu pasti sangat khawatir dengan anak perempuan satu satunya" Ucap Arya
"ya tapi aku yah ga tau lah, pusing juga."
"bagaimana dengan bisnis kalian?" Tanya Arya
"ya untuk saat ini baru tahap pembangunan, sebentar lagi juga selesai mas Arya nanti datang ya ke acara grand opening kita pokoknya nanti ajak temen temen ma Arya untuk main ke toko kue dan cafe nya ya" Ajak Vika
"ohh jadi konsepnya toko kue tapi ada cafe nya juga" Tanya Arya
"hehehe duh udah aku kasih bocoran lagi, yaudah buat mas Arya aku kasih tau aja bocorannya. Jadi rencana kita itu kita mau buka toko kue dan cafe Jadi ga cuma kue aja tapi ada menu lainnya juga dan nanti cafe nya ada yang outdoor sama indor gitu" Vika menejlaskan
"wahh keren juga idenya bagus bagus" Puji Arya
"itu ide Diandra sih sebenarnya, kita udah ngrencanain sejak kita masih SMA dulu kita pengen banget buka usaha bareng yah akhirnya terwujud sekarang"
"kalian hebat ya, yasudah kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu hati hati di jalan" Pamit Arya
"iya mas Arya juga hati hati di jalan" Sambung Vika lalu memasuki mobilnya
-
Arya melajukan mobilnya menuju mansion Hans. Dirinya berniat meminta maaf kepada Hans karena sikapnya tadi siang.
Hans lalu membunyikan bel rumah Hans dan dibuka oleh mbok Jum
__ADS_1
"eh tuan Arya" Sapa mbok Jum
"halo mbok Jum, apa kabar. Hans ada dirumah?" Tanya Arya
"oh ada ada tuan Hans sedang ada di lantai atas mari masuk biar saya panggilkan tuan Hans" Ucap mbok Jum
"terimakasih ya mbok"
Arya menunggu Hans diruang tamu, tak lama kemudian Hans sudah datang.
"hei, Arya tumben kesini, ada apa?" Tanya Hans
"emm aku, aku ingin minta maaf soal tadi siang, aku...aku hanya sedang banyak fikiran" Arya meminta maaf.
"sudahlah lupakan saja, lagipula aku juga mengerti pasti kamu kewalahan kan, Aku berterimakasih karena kamu sudah mau aku repotkan" Ucap Hans
"apaan sih, kaya sama siapa aja....nih aku bawakan donat gula untuk kamu dan Diandra, Diandra suka sekali donat gula ini" Ucap Arya
"kok kamu tau kalau Diandra suka dengan donat gula ini? aku yang suaminya bahkan tidak tau" Hans heran
"ya kan selama kamu di luar negri, Diandra itu aku yang jagain" Ucap Arya santai
"hahaha iya iya percaya kok, yaudah kamu mau minum apa, oh ya Diandra baru buat brownies coklat enak banget Lo, sebentar ya....Mbok Jum Diandra sayang sini deh." Teriak Hans
"iya tuan ada apa?" Tanya mbok Jum
"Tolong buatkan Arya minum, tanyakan dia mau apa" Ucap Hans
"kenapa mas?" Tanya Diandra
"ini ada Arya coba liat dia bawa donat gula" Ucap Hans sambil menenteng donat gula
"waaah makasih, tau aja aku suka donat gula, wiih belinya juga ditempat yang biasanya nih, mas Arya terimakasih ya." Ucap Diandra dengan senang
"sayang, sekalian kamu sajikan brownies buatan kamu, biar Arya coba" Ucap Hans
"oh iya, mas Arya harus cobain brownies buatan aku, sebentar ya aku siapin dulu" Ucap Diandra
Diandra menyiapkan brownies untuk dihidangkan kepada Arya.
"wahh sepertinya enak nih, aku akan coba" Arya lalu mencicipi brownies Diandra
"gimana rasanya?" Tanya Diandra
"wahh ini sih enak banget" Puji Arya
"tuh kan bener, istri aku tuh emang jago ya" Ucap Hans sambil mengelus rambut Diandra
Arya tak bergeming saat melihat kemesraan Hans dan Diandra
"oh ya masih ada nggak sayang brownies nya, sekalian kamu bungkusin buat papa sama Mama, biar nanti dibawakan sama Arya" Ucap Hans
"masih dong, sebentar ya aku siapkan dulu" Diandra pergi ke dapur untuk membungkus brownies yang akan diberikan untuk mertuanya
Setelah cukup lama, Arya akhirnya pamit pulang
"buru buru banget sih" Ucap Hans
"iya, udah mau petang juga, kalau gitu Hans Diandra aku pamit pulang dulu ya" Pamit Arya
"iya hati hati, sampaikan salam kami untuk papa dan mama" Ucap Hans
"pasti" balas Arya
Setelah Arya keluar mansion, Diandra dan Hans lalu masuk kerumah
__ADS_1
...ππππππππ...