
"sial! Mereka tau dimana kita! Cepat kita lakukan rencana selanjutnya!" Hans mulai menyuruh para anak buahnya untuk bersiap.
Sedangkan Erland akan memancing musuh agar bisa memperpanjang waktu Hans untuk mempersiapkan semuanya.
"Cih dimana bos kalian! Apa hanya ini kemampuan kalian ha!" Erland mulai melawan satu persatu para anak buah Robert. Tak lama datanglah anak buah Erland untuk membantu.
Erland melihat Robert mulai masuk kedalam markas.
"Sial, dia lolos. Akhh mereka tidak terlalu banyak tapi mereka cukup kuat. Sialan" Erland berkata dalam hati sambil melumpuhkan lawan
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Robert lalu masuk dan mulai menyerang markas, Setelah melalui pertempuran panjang, Kini Robert dan Hans sudah bertatap wajah, Semua anak buah Robert telah dilumpuhkan dan hanya tinggal Robert.
"Apa kamu inginkan, dengar aku tidak ingin ada dendam lagi, sekarang katakan apa maumu sekarang dan segera akhiri semua ini!" Teriak Hans
"Cih, kamu pikir semudah itu....Hans keluargamu telah menghancurkan keluarga Ku, kalian terlalu berkuasa sampai kalian tega kepada kami! Dengar Hans....akulah yang mengatur semua ini, mulai dari kecelakaan dan semua permasalahan kalian hahahahahaha" Robert tertawa puas
"Kamu baj***an!" Erland hendak mengarahkan pistol ke arah Robert namun dihalangi oleh Hans
"Ini semua karena keluargaku, aku yang bertanggungjawab, kalian tidak ada hubungannya dengan semua ini. Biar aku yang menyelesaikan ini" Ucap Hans
"Hans, ini bukan kesalahan kamu. Ini karena memang mereka itu berhati busuk!" Ucap Bryan
"hahahaha Selama ini keluarga ku selalu berjuang agar bisa seperti keluargamu, tapi semua sia-sia, keluargamu sudah mengambil alih semua bisnis dan kerjasama dengan berbagai pihak telah kalian kuasai, kalian terlalu serakah! Kalian membuat Keluargaku frustasi dan bisnis kami hancur perlahan.
Keluargaku lah yang membuat kematian kakekmu, akulah yang membuat kamu kecelakaan, akulah yang membuat semua masalah yang kalian hadapi hahahaha" Ucap Robert
"Sekarang apa kamu sudah puas?" Tanya Hans
"Puas? tentu belum sebelum aku bisa kembali menguasai semuanya. Aku tidak akan puas sebelum menghancurkan seluruh keluargamu setelah itu dirimu. Akulah yang membuat istrimu celaka hahahaha istrimu sangat cantik tapi dia sangat lemah. Hanya aku pancing seperti itu saja dia sudah pingsan bahkan koma" Ucap Robert yang membuat Hans menjadi semakin marah jika menyangkut sang istri
"Brengsek!.....kamu yang telah melakukan itu pada istriku!" Teriak Hans
"Tenanglah Hans, ini bukan apa-apa, bagaimana denganku? seluruh keluargaku telah tiada...aku tidak punya siapa-siapa sekarang. Sekarang bagaimana jika kamu kehilangan orang yang kamu cintai? bukankah sangat menyenangkan?" Ucap Robert.
"Hans kita bunuh saja manusia bi***p ini!" Kesal Edward
"hohoho Edward, kamu anak ingusan. Kalian semua benar benar payah, Kalian semua memiliki banyak kelemahan!" Dorrrrr!!!
Tiba-tiba suara tembakan melesat tepat di kaki Robert
__ADS_1
"Dengar, semua ini adalah karena obsesi keluargamu Robert. Keluargamu yang sudah terobsesi untuk menguasai semuanya. Mereka seperti itu karena kesalahan mereka sendiri, Menyerahkan dan akhiri semua ini" Arya yang tiba tiba datang
"Cih, kalian sama saja! Tapi sayangnya kalian sudah masuk perangkap ku" Tiba-tiba dari belakang muncul sekelompok orang berbaju hitam menutupi seluruh bagian tubuh kecuali mata
"Sialan! Akhh" Ucap Edward
Kini Hans, Arya, Bryan, Erland dan Edward serta beberapa anak buah mereka melakukan perlawanan kembali.
Kali ini kekuatan Hans sudah melemah karena sudah melawan banyak pasukan dari tadi. Saat Hans terjatuh, Saat itulah Arya langsung sigap menolong Hans.
"Hans, mari kita lakukan seperti yang dulu kita lakukan!" Ucap Arya
Hans lalu bekerjasama dengan Arya. Setelah cukup lama melakukan perlawanan. Hampir seluruh anak buah Robert berhasil dilumpuhkan, setelah dirasa aman, Robert lalu menembakkan pistol ke arah Hans dan Arya.
dorrrr!
"Hans Arya awas!" Teriak Bryan
-
Dirumah sakit, Kondisi Diandra semakin menurun, apalagi kini dia tengah mengandung yang sudah pasti akan membuat keadaan semakin memburuk, Jihan, Vika dan kedua orang tua Hans sangat panik dengan kondisi Diandra
"Mama tenang ya kita berdoa saja ya ma supaya Diandra dan kandungannya baik-baik saja ya" Ucap pak Jeremy.
-
"akhhhh" Brukkk.....
Semua yang ada disitu langsung terdiam. Tak lama kemudian Robert mulai menembakkan dirinya sendiri.
"Edward!" Teriak Hans
"Astaga Edward bangun!" Teriak Erland
Saat Robert mengarahkan pistol ke arah Hans dan Arya, Edward dengan sigap melindungi mereka hingga Edward lah yang terkena tembakan.
"Edward bertahanlah, kita kerumah sakit sekarang!" Ucap Hans
"Hans, terimakasih Saya sangat senang bisa bertemu kamu. Titipkan salam saya kepada Diandra. Dan katakan pada bibi saya serta kakak saya, Saya minta maaf. Hans kamu harus bisa berbaikan dengan Arya, aku dengar kamu dan Arya sedang ada masalah, kalian harus berbaikan ya, jangan seperti aku. Tolong sampaikan maafkan kepada kakakku Hans, Lihatlah dia sudah menungguku, kekasihku sudah menungguku Hans akhhh" Edward langsung menutup matanya dan tidak sadarkan diri.
"Hans tanganmu terluka, biar aku yang membawa Edward, Bryan kamu bantu hans" Ucap Arya
__ADS_1
Akhirnya Mereka semua kerumah sakit dengan keadaan yang berantakan.
Hans mulai merasakan nyeri ditangannya karena tembakan yang melesat ditangannya.
"Hans apa kamu baik-baik saja? Wajahmu sangat pucat" Erland khawatir
"entahlah tubuhku sangat lemas sekali, Hah aku ingin Diandra" Ucap Hans
"Hans, sabar dan kamu harus tahan, Diandra sedang menunggu kamu, dia butuh kamu Hans ayo kamu pasti bisa" ucap Bryan
"sepertinya tembakan mereka beracun" Ucap Erland
"Hans dengar! Diandra butuh kamu, kamu harus kuat, bukankah kamu masih ingin memukulku? Dengar aku akan membawa Diandra jika kamu menyerah" Ucap Arya
"cih, Hah....Tubuhku benar-benar sangat sakit, Anakku dan Diandra pasti baik-baik saja kan, semua sudah berakhir, kalian bisa menjaga mereka kan?" Ucap Hans
"dasar bodoh! Aku akan menikahi Diandra jika kamu menyerah, bertahanlah sebentar lagi. Kamu bilang ingin membawa Diandra babymoon ha! Apa aku saja yang membawa Diandra" Arya terus mengajak bicara Hans.
"Arya, aku minta maaf...seharusnya aku tidak menyalahkan kamu, maafkan aku" Ucap Hans yang semakin melemah.
Kini mereka telah sampai dirumah sakit, perawat segera membawa Hans dan Edward untuk ditangani.
"Hans aku mohon bertahanlah demi Diandra" Ucap Arya
Setelah cukup lama dokter menangani akhirnya dokter yang menangani Edward pun keluar.
"dokter bagaimana keadaan teman saya" tanya Bryan
"maaf pak, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi luka tembakan nya tepat di bagian dada dan tembakannya juga beracun, jadi sangat mudah menyebar Bahkan mungkin pasien sudah tidak bisa bertahan saat berada di perjalanan" Ucap dokter yang menangani Edward
"Edward, hah kita baru bertemu. Tidak kusangka akan secepat ini" Ucap Erland
Tak lama kemudian dokter yang menangani Hans pun keluar.
"Dokter bagaimana kondisi Hans dok?" Tanya Arya
"Alhamdulilah, pasien bisa melewati masa kritisnya, pasien sempat mengalami kejang, tapi alhamdulilah sekarang kondisinya sudah membaik, kita tinggal tunggu saja pasien sadar" Ucap dokter yang menangani Hans.
Mereka bersyukur karena Hans akhrinya bisa diselamatkan, tetapi juga sedih karena harus kehilangan Edward
...πππππππππ...
__ADS_1