Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Kebahagiaan sesungguhnya


__ADS_3

"jangan seperti itu Bu, lagipula sebentar lagi ibu akan menjadi ibunya Riko juga kan" Ucap Riko


"maksudnya?" Jihan terbelalak


Riko hanya mengangkat bahunya lalu membawa barang barang Jihan dan ibunya ke dalam mobil.


Mereka pun kini akan tinggal satu atap bersama Riko di apartemen Riko.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Setelah menempuh perjalanan, me


ereka akhirnya sampai di apartemen milik Riko.


Apartemen Riko merupakan apartemen berjenis duplex, Yang memiliki dua lantai, dimana lantai pertama digunakan untuk aktivitas seperti dapur, ruang makan, ruang tamu, Sedangkan lantai kedua biasanya hanya diisi oleh dua kamar saja.


"Wahh kak Riko, apartemennya besar ya, ini sih seperti rumah" Dirga kagum


"hahahaha semoga kalian betah tinggal disini Ucap Riko


"emm nak Riko, apa benar kami tidak merepotkan?" Tanya ibu Jihan


"tentu tidak Bu, justru saya senang karena apartemen saya tidak sepi, oh ya lantai atas ada dua kamar, Dirga kita akan tidur sekamar, lalu ibu dan Jihan tidur di kamar sebelah. Jika ingin memasak, atau menonton tv ada disini " Ucap Riko sambil menunjukkan apartemennya kepada mereka


Jihan, Riko, Dirga serta ibu Jihan akhirnya bisa istirahat dengan tenang.


Dikamar, Jihan terlihat gelisah karena memikirkan Riko, lalu Jihan mengirim pesan kepada Riko.


"Aku tidak bisa tidur my bear, apa kamu sudah tidur?" Isi pesan Jihan kepada Riko.


Riko yang sebenarnya sudah tidur tiba tiba terbangun karena ponselnya berbunyi, Riko memang sangat sensitif dengan suara, karena dia sudah terbiasa akan seperti ini, terkadang Hans menelfonnya tengah malam pun Riko tetap mendengar ponselnya.


"Aku belum tidur, ada apa?" Jawab pesan Riko


"aku masih kepikiran Diandra, tadi dia sangat ketakutan" ~Jihan


"Tidak perlu khawatir, tuan Hans pasti akan segera mengatasinya kamu tenang saja, sekarang tidurlah, bukankah besok kamu harus membeli perlengkapan toko?" ~Riko


"Kirimkan aku foto kamu dengan gaya imut lalu aku akan segera tidur" ~Jihan


Riko sangat kebingungan karena permintaan Jihan begitu aneh, dirinya harus berpose imut seperti apa.


Riko melihat sekilas Dirga, memastikan apakah Dirga benar benar sudah tidur.


Setelah dirasa aman, Riko lalu mengambil foto sebanyak banyaknya, pertama dengan gaya dua jari di sebelah pipi dan tersenyum, kedua gaya datar, ketiga gaya senyum biasa dengan jempol lalu dikirimkan ketiga foto tersebut untuk Jihan


"Astaga, ini tidak imut sama sekali, aku tidak suka, lakukan dengan gaya imut!" ~Jihan


Karena tidak tau bagaimana gaya imut, Riko langsung mencari di internet, dan Riko melihat gaya imut dengan bibir dimanyunkan dengan mata tertutup.

__ADS_1


"Astaga apa aku benar benar harus melakukan ini? Kenapa ini lebih berat dibandingkan perintah dari tuan Hans" Batin Riko


Dengan terpaksa Riko berpose dengan bibir manyun, mata tertutup dan tangan mengepal bergaya kucing, lalu mengirim kepada Jihan.


"yaampun kenapa ini terlalu imut, emm ternyata pacarku setampan ini ya" Jihan berkata dalam hati sambil tersenyum pelan agar tak membangunkan ibunya


"Bagus sekali, kamu sangat imut, aku menyukainya, Selamat malam my bear. Mimpi yang indah...Love youβ™₯️β™₯️" ~ Jihan


Riko tersenyum dengan salah tingkah, rasanya seperti dihujani bunga setaman, Riko begitu berbunga bunga.


"Baiklah tidur yang baik my sweety, love you too" ~Riko


Jihan dan Riko akhirnya tertidur di tempat yang sama namun berbeda kamar.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


-


Malam telah berlalu, pagi tengah menyambut para insan.


Diandra terbangun dari tidurnya, sebelum membangunkan Hans, Diandra terlebih dahulu menyiapkan pakaian serta perlengkapan kantor Hans.


Setelah selesai, kemudian Diandra membangunkan Hans.


"Mas, ayo bangun...." Diandra menggoyangkan tubuh Hans dengan kencang, karena Hans terus saja beralasan agar tak bangun, Diandra terpaksa menarik tangan Hans.


Hans akhirnya bangun.


"ga ada lima menit, ayo cepat aku sudah siapkan bajunya, mandilah lalu sarapan, aku akan menyiapkan ya" Diandra mengelus rambut Hans


Hans menuruti Diandra, akhrinya Hans mandi dan bersiap.


Setelah selesai bersiap, Hans lalu menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama Diandra.


"Mas, nanti aku, Jihan dan Vika akan berbelanja untuk perlengkapan toko, boleh kan" Diandra meminta ijin kepada Hans


"ya boleh dong sayang, tapi kamu ingat, harus jaga diri ya"


"iya suamiku yang bawel" Diandra mencubit pipi Hans, Hans dengan jahilnya menangkap tangan Diandra lalu menggigitnya


"ihh sakit tau, jahil banget sih" Diandra kesal.


"Salah siapa kamu cubit pipi aku" Jawab Hans sambil tersenyum


-


Sementara itu di apartemen Riko, Riko tengah bersiap untuk berangkat ke kantor juga, Dirga juga sedang bersiap berangkat ke sekolahnya.


"oh ya Gilang, sepatu kamu hanya satu?" Tanya Riko.

__ADS_1


"emm sebenarnya ada dua, satu lagi sepatu futsal kak" Ucap Dirga


"berapa ukuran sepatu kamu?" Tanya Riko


"emm aku sudah lupa kak, sepatu ini sudah dari kelas satu SMA, sebntar aku lepas dulu sepatunya......ohh ukurannya 43 kak" Ucap Dirga


"kalau begitu sama dengan ukuran ku" Ucap Riko.


Saat Riko sedang berbicara dengan Dirga, Jihan mengetuk pintu kamar Riko.


"ayo kita sarapan, ibu sudah menyiapkan sarapan" Ucap Jihan


"baiklah, ayo Dirga" Ajak Riko.


"Wah nak Riko, tampan sekali. Ayo ibu ambilkan sarapan, maaf ya ibu hanya memasak tumis brokoli dan nugget, soalnya ibu lihat di kulkas hanya ada ini, Ibu dan Jihan mau belanja tapi kita tidak tau bagaimana membuka pintu" Ucap ibu Jihan


"akhh aku lupa, kuncinya menggunakan kata sandi, aku akan mengirim kata sandi kepada kalian melalui chat, tolong disimpan dan jangan beritahu siapapun ya" Ucap Riko.


"ah terimakasih ya nak, maaf ya ibu lancang mengambil bahan makanan dikulkas, dan ibu juga membuang sayur yang sudah basi" ibu Jihan meminta maaf


"astaga, ibu aku yang seharusnya minta maaf, aku jadi merepotkan ibu, terimakasih juga karena ibu aku akhirnya bisa merasakan sarapan di rumah" Ucap Riko.


"yasudah sini aku ambilkan nasi" Jihan mengambilkan nasi untuk Riko


"segini cukup?" Tanya Jihan


"cukup" ucap Riko


Riko lalu memakan masakan ibu Jihan, Riko melihat keharmonisan antara Jihan, ibunya dan juga adikya.


Entah kenapa Riko begitu terharu melihat mereka yang sangat harmonis.


"kamu kenapa?" Tanya Jihan


"tidak, tidak apa apa aku hanya rindu dengan keluargaku" Ucap Riko sendu.


Jihan lalu memberi isyarat kepada ibu dan adiknya.


"oh ya kak Riko, masakan ibu itu enak enak kan, nah kak Riko segera pulang kerja ya, tidak usah membeli makanan atau makan diluar, ibu nanti akan memasak sesuatu untuk kita, ini makanan keluarga kita Lo kak" Dirga mencoba memecahkan suasana


"benarkah, yausdah aku usahakan nanti supaya pulang sore" Ucap Riko


"iya nak Riko, ibu akan masakan makanan yang spesial untuk nak Riko"


Riko begitu menikmati suasana sarapan bersama keluarga Jihan, meskipun sederhana tetapi kebersamaan dan kehangatan keluarga itu begitu terasa.


Riko begitu bahagia karena dia telah menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya, ketulusan dan kehangatan yang selama ini ia dambakan dalam keluarga akhirnya bisa ia rasakan.


"Jihan, secepatnya aku akan menceritakan mengenai diriku, aku janji aku tidak akan mengecewakan kamu" Ucap Riko

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2