
Malam pun tiba. Dirumah Erland, Erland sedang bekerja di ruang kerjanya, namun karena mendengar suara berisik di bawah, Erland lalu turun dan memeriksa.
Benar saja, salah wanita yang Erland kencani yang hanya ia jadikan sebagai wanita simpanan pun datang kerumahnya dan membuat gaduh suasana.
"Ada apa ini!" Tegas Erland
"Maaf tuan, wanita ini memaksa masuk malam malam, tuan bilang kalau malam tidak akan menerima tamu kecuali keluarga dan teman dekat saja" Ucap Danira
"sayang, coba lihat pembantu kamu ini, aku mau masuk kedalam tapi dia menghalangi ku" Kesal perempuan tersebut yang bernama Sesha
"tentu saja dia menghalangi, kamu datang malam-malam kesini, dengar bukankah aku sudah bilang kalau aku bosan dengan kamu, sebaiknya kamu pergi dari sini!" Ucap Erland
"tapi, tapi aku.....aku hamil!" Ucap Sesha
"cih, kamu pikir aku ini bodoh apa! dengarkan aku, kamu itu bukan wanita satu satunya yang berbicara seperti itu, dan kamu juga bukan wanita satu satunya dihidupku, tunggu sebentar" Erland lalu kembali keruang kerjanya.
Tak lama kemudian, Erland keluar dengan membawa selembar cek dan dilempar ke arah wanita tersebut.
"Terima ini, sekarang kamu puas kan. Cepat angkat kaki dari rumahku!" Erland mengusir Sesha
"tunggu, tidak....dengar aku tau papa kamu menyuruh kamu segera mencari calon istri, dan sekarang kamu sedang mencari wanita yang akan kamu jadikan sebagai calon istri kan, Daripada kamu bingung mencari bagaimana jika aku saja" Sesha dengan bangga menawarkan diri
"cih, siapa bilang? aku sudah punya calonnya" Ucap Erland
"jangan bohong aku tau kok kamu belum menemukan yang pas kan, nah aku janji aku akan terlihat sangat baik didepan papa kamu" Ucap Sesha
"Aku sudah menemukannya, Dia...dia adalah wanita yang akan menjadi calon istriku, dan dia bukan wanita bayaran seperti kamu" Ucap Erland dengan menarik Danira
"Nggak, ngga mungkin pembantu ini kan" Sesha yang tak percaya
"Kenapa tidak mungkin, buktinya dia tinggal disini, dan dia memang orangnya sederhana, tidak seperti kamu...Benar kan sayang?" Ucap Erland sambil merangku Danira dan Mengedipkan matanya kearah Danira dan mencubit sedikit lengan Danira seolah memberi isyarat.
"ahh i iya tentu, aku aku tidak suka yang berlebihan, lagipula kan calon suami aku ini sudah kaya, jadi aku tidak perlu menunjukan kemewahan ku" Ucap Danira begitu saja. Sesha merasa sangat kesal.
__ADS_1
"Aku tau kamu itu berbohong, lihat saja aku akan buktikan kalau kalian itu hanya pura pura!" Sesha yang kesal lalu pergi dari rumah Erland
"Menyebalkan, bisa bisa nya dia berani masuk ke rumahku" Ucap Erland yang masih merangkul Danira
"Maaf, tuan bisakah tuan....." Ucap Danira sambil memberi isyarat agar Erland melepaskan rangkulannya
"Ah maaf, kamu jangan Ge er ya. Aku melakukan itu karena tadi kan ada wanita itu" Ucap Erland lalu pergi kembali ke ruang kerjanya, saat Erland akan masuk membuka pintu, Danira berteriak kepada Erland
"Tuan mau aku buatkan kopi tidak, atau mie instan mungkin, kalau tidak apakah tuan mau aku bantu lagi" Danira menawarkan kepada Erland
"Hah, baiklah, buatkan aku mie instan dan kopi seperti biasanya lalu antar ke ruang kerja" Ucap Erland
"siap" Jawab Danira
Melihat Danira yang akrab dengan Erland, Erna yang juga pembantu lama disana pun merasa aneh dan sedikit kesal Danira.
"heh dasar anak baru, berani beraninya dia menggoda tuan Erland, dasar anak kemaren
sore. Awas ya kamu!" Ucap Erna dengan kesal
Danira menuju dapur dan mulai memasak dan membuat kopi untuk Erland
"Hmm akan aku buat mie instan terenak, Pasti tuan Erland suka, Ini adalah resep dari kak Diandra,......huuhh kenapa aku sangat rindu dengan kak Diandra, apa kabar kak Diandra ya? Pasti dia sedang bahagia, tentu saja bahagia dia kan sudah menjadi istri sultan, tetapi kan suaminya lumpuh, hah lupakan. Ini semua karena papa!" Kesal Danira
Beberapa menit kemudian, mie instan dan kopi telah selesai dibuat Danira, kemudian Danira mengantar keruang kerja Erland
"permisi tuan, ini mie rebus spesial ala Danira dan juga kopinya" Ucap Danira
"Taruh saja disitu" Ucap Erland
"ishh Tuan, kenapa tidak dimakan sekarang mumpung masih panas, Apa mau aku suapi?" Danira kesal karena Erland tidak segera memakannya
"berisik sekali ya kamu ini!" Ucap Erland lalu menghentikan aktivitasnya dan mulai memakan mie buatan Danira
__ADS_1
"hmm enak juga. Apakah ini mie instan? Tapi tidak seperti mie instan, rasanya sangat luar biasa, pandai juga kamu memasak" Puji Erland kepada Danira
"Aku tidak bisa memasak, itu resep dari kakakku" Ucap Danira
"kamu punya saudara?" Tanya Erland
"iya, aku punya satu kakak perempuan, dia sangat cantik. Tapi dia sudah menikah dan kami sekarang jarang bertemu" Ucap Danira sendu
"apa kalian dekat?" Tanya Erland
"Tidak, kami tidak begitu dekat, Tetapi kami saling percaya kalau kami ini saling menyayangi. Meskipun terkadang aku harus bersikap buruk kepadanya. Ini semua aku lakukan karena terpaksa, aku lakukan ini agar kakakku tidak dimarahi terus oleh papaku" Ucap Danira
"maksudnya?" Tanya Erland
"hah....saya tidak tau saya harus bercerita dengan siapa, karena ini menyangkut masalah keluarga" Ucap Danira sendu
"maaf, aku memang baru mengenal kamu, dan aku juga tidak tau siapa kamu sebenarnya, tapi aku bisa kok menjadi pendengar yang baik, tetapi kalau kamu tidak ingin bercerita ya tidak apa apa, aku tidak akan memaksa" Ucap Erland sambil menghabiskan mie buatan Danira
"hah....jadi aku punya seorang kakak kandung perempuan, tetapi sejak kecil aku dan kakakku tidak begitu akrab, dan aku sering sekali membuatnya susah. Meskipun begitu, tapi kakakku sangat menyayangi aku. Dan aku juga harus berpura pura seolah olah aku membencinya, aku selalu bersikap seenaknya kepada kakakku, itu semua aku lakukan karena aku tidak mau papa ku memarahi kakakku. Tapi kakakku itu hatinya seperti malaikat, dia masih saja bersikap baik kepadaku meskipun aku sering jahat kepadanya"
"Kenapa papa kamu seperti tidak suka dengan kakak kamu?"
"Karena kakakku memiliki penyakit kelainan, itu sebabnya dari dulu papa tidak menyukai kakakku, tapi sejujurnya aku tidak mempedulikan hal itu, aku sangat menyayangi kakakku, Aku menyesal kenapa tidak dari dulu aku melawan ayahku. Kenapa aku harus bersikap jahat kepada kakakku" Ucap Danira yang membuat Erland mengingat sesuatu.
"Kenapa ini tidak asing ya, aku seperti pernah mendengarnya...tapi apa?" batin Erland bingung
"maaf ya tuan, saya jadi curhat." Ucap Danira sambil mengusap air matanya
"tidak apa apa. Lagipula aku ini adalah pendengar yang baik, aku akan mendengarkan siapapun yang ingin bercerita kepadaku" Ucap Erland lalu meminum kopinya
"emm tuan, sudah selesai makannya, kalau begitu saya cuci piring dulu ya, permisi tuan" Danira lalu pergi meninggalkan Erland di ruang kerja
"ahh kenapa kopinya terasa sangat enak ya, padahal kan memang dari dulu kopinya sama, merk-nya juga sama, apa ini karena Juminten yang membuatnya ya....Astaga kenapa aku ini hah ada yang tidak beres denganku....Tapi mendengar cerita Juminten barusan, kenapa aku teringat sesuatu, tapi apa ya?" Erland yang masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Danira.
__ADS_1
Tidak ambil pusing, Erland lalu melanjutkan pekerjaannya.
...πππππππππ...