Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Baby Shower Diandra


__ADS_3

"Kalian akan menjalani hubungan tanpa restu?"


"Baiklah, berikan aku satu alasan mengapa papa tidak setuju dengan hubungan kami?"


"Hah.....entahlah...Papa rasa papa tidak ada alasan, hah....akhirnya papa senang. Papa sangat puas melihat perubahan kamu yang sekarang ini."


"maksud papa?" Tanya Erland


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


"Erland selama ini kamu selalu bergonta ganti wanita, apa kamu pikir papa tidak tau kenapa kamu seperti ini, jujur papa awalnya sangat takut saat kamu bilang ingin serius dengan hubungan kamu kali ini, tapi setelah papa lihat, ternyata kamu memang sudah berubah, berkat Juminten akhrinya kamu bisa percaya, mengerti dan memahami apa itu cinta"


"jadi papa? papa merestui hubungan kami?" Erland yang masih belum percaya


"hmm" balas ayah Erland


"Pa, makasih pah. Erland pikir papa tidak akan merestui hubungan kami. Pa Erland janji Erland akan menjaga Juminten dengan baik. Juminten sini"


"om, terimakasih sudah merestui hubungan kami, saya janji saya akan selalu mengawasi mas Erland."


"Yah asal kalian segera menikah saja" Ucap papa Erland membuat Erland dan Danira terkejut.


Karena malam semakin larut, Erland mengantar Danira ke apartemen nya.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, Riko dan Jihan akhirnya mendapat restu dari kedua orang tua Riko meskipun orang tua Riko belum sepenuhnya menerima Jihan, Sedangkan Arya dan Vika akhirnya resmi jadian tak lama setelah Arya diundang perjamuan makan dirumah kakak Vika.


Kini usia kehamilan Diandra sudah memasuki bulan ketiga. Mereka tengah mengadakan acara baby shower di mansion Hans.


Banyak tamu yang datang adalah keluarga dan teman dekat.


Diandra sangat cantik dengan dress panjang berwarna hijau tosca yang cantik. Hans juga memakai jas senada dengan Diandra.


Kareba dresscode kali ini berwarna tosca.


"Sayang mama udah ngga sabar nih mau tau jenis kelaminnya" Ucap Bu Rosa


"Iya ma, Diandra juga, loh mama..kok Dateng sendiri, papa mana?" Diandra yang melihat ibunya datang


"iya sayang papa kamu diluar kota berangkat kemaren, mungkin nanti malam baru pulang, Nak ini mama bawakan obat khusus dari keluarga kita untuk kamu, diminum ya supaya tambah vitamin" Ucap Bu Ratna dengan memberikan sekotak obat tradisional dari keluarga Bu Ratna


Banyak teman mereka, bahkan karyawan mereka yang hadir disana. Tasya juga turut hadir karena memang diundang oleh Diandra.


"Wah acara orang kaya tu gede banget ya...Mana makanannya banyak banget, enak enak lagi." Tanya kagum


"iya yah...mana banyak cowok ganteng disini" Ucap karyawan lain


Tasya melihat Bryan sedang berbicara serius dengan rekan kerjanya. Saat ini Tasya semakin merasa tidak pantas karena disekelilingnya adalah orang yang terpandang semua.


"Hah Tasya Tasya, jangan mimpi kamu, sudahlah lebih baik aku menghindar mulai sekarang, paling aku hanya kagum dengan mas Bryan, dan mungkin beberapa hari lagi aku akan segera melupakan perasaan ku kepada Mas Bryan


Erland baru saja tiba, namun kali ini Erland berbeda, dirinya membawa wanita cantik yang tidak seperti wanita yang biasanya dia sewa.

__ADS_1


"Halo pak Erland apa kabar? Siapa wanita ini apakah ini..."


"Dia kekasih saya! Saya permisi dulu, ayo sayang" Erland membawa Danira masuk


sejak memasuki rumah Hans, Danira mulai merasa tidak enak, dia masih hafal jika ini adalah rumah Hans, Danira sedikit cemas karena takut ayahnya akan datang kesana


"aku pulang aja ya, sepertinya disini banyak teman kamu, aku takut kamu malu"


"Apaan sih, malu apanya udah jangan aneh aneh tetap disamping ku oke"


Erland langsung menemui Hans namun Danira sengaja menutup wajahnya dengan rambutnya untuk menghindari samarannya.


Namun ketika Diandra mendatangi mereka, Diandra sangat hafal bagaimana sang adik, Diandra langsung menghafali jika itu adalah Danira.


"Danira!"


Danira yang kaget pun langsung menaikan wajahnya karena terkejut.


"kamu...kamu kemana aja sih, mama sama kakak khawatir nyariin kamu tau" Diandra langsung memeluk Danira


Erland sangat bingung karena Juminten yang dia kenal adalah Juminten seorang yang berasal dari kampung dan kabur ke kota karena mau dijodohkan oleh ayahnya


"tunggu, Danira...apa...apa maksud dari semua ini. Diandra ini Juminten, pembantu dirumah ku, dia itu kabur dari kampung Karena mau dijodohkan" Ucap Erland yang membuat Hans dan Diandra terkejut.


"Apaan sih, dia ini Danira. Adik kandung Diandra yang kabur karena tidak mau dijodohkan sama papa nya yang gila harta itu" Ucap Hans


"Tapi....Juminten..maksudku Danira, bisa kamu jelaskan semuanya?" Erland yang masih belum paham


"Yaampun Danira, kenapa ngga bilang sih. Kan kakak bisa bantuin kamu, sekarang papa ngga ada disini kamu tenang aja ya, kita ketemu mama yuk" Ajak Diandra


"Gila ya, dunia sempit banget sih. Cewe yang aku suka dan bahkan ingin aku ajak nikah itu adik Diandra istri kamu...hah memang jodoh tu ngga ada yang tau" Erland pasrah


"Diandra sering cerita kok tentang Danira, awalnya Danira memang gadis manja dan menyebalkan tapi seiring berjalan waktu dan dia mulai dewasa, Danira itu gadis baik kok" Hans meyakinkan Erland


"Ya aku juga sudah melihatnya, dia bahkan melakukan pekerjaan rumah dengan baik" Sambung Erland.


Kini mereka semua sedang berada di acara tersebut. Danira yang selalu menempel dengan sang ibu, Riko dan Jihan yang sangat bahagia, Vika dan Arya yang merupakan pasangan baru jadian, Bryan bersama dengan Erland karena memang Bryan belum memiliki pasangan


"Lo kenapa sih ngg cari cewek, liat deh mantan Lo aja udah jadian sama temen lo sendiri" Ejek Erland


"apaan sih, gue lagi menikmati kehidupan gue. Emangnya Lo"


"lah gue kan udah punya pacar, ya meskipun awalnya bohongan tapi sekarang kan beneran, gue pacaran sama Juminten eh Danira, Tapi panggilan Danira itu terlalu biasa, sepertinya Juminten itu panggilan sayang yang bagus" Erland sambil tersenyum membuat Bryan kesal.


Acara pun dimulai, kini Diandra dan Hans sedang membuka kotak yang berisi tulisan boy dan girl. Karena sudah banyak kotak yang mereka buka, akhirnya Diandra membuka kotak terakhir yang hanya berisi tulisan boy berwarna biru.


"Boy, wiihh anak kalian laki laki" Ucap pembawa acara tersebut


Diandra dan Hans tersenyum, seakan akan acara tersebut penuh dengan kehangatan. Tanpa terasa acara sudah akan berakhir, para tamu sudah pulang satu per satu.


"Hans aku duluan ya, soalnya aku harus berangkat ke luar kota nanti sore" Bryan pamit.


"oke hati hati" Ucap Hans

__ADS_1


"Sayang kamu pulang sama mama ya" Ucap Bu Ratna kepada Danira


"Mah, Danira ngga ma kalo harus pulang kerumah, Danira ngga mau sama papa yang terus paksan Danira"


"terus sekarang kamu tinggal dimana?"


"Aku aku tinggal di...."


"apartemen saya Tante" Sambung Erland yang menghampiri mereka


"apa! kalian tinggal serumah?"


"mah, engga serumah juga, Mas Erland punya apartemen, trus aku tinggal disana, tapi mas Erland tinggal dirumahnya kok" Tegas Danira


"yaudah, mama kira kalain serumah, Nak Erland anak mama ini sangat manja, tapi dia ini penyayang, Tante harap kamu tidak akan mengecewakan Danira ya" Bu Ratna memohon kepada Erland


"tante tenang saja, saya akan menjaga Danira dengan baik. Untuk masalah Om Abraham, saya akan berusaha agar dia membatalkan rencananya untuk menikahkan Danira dengan rekan bisnisnya" Erland meyakinkan Bu Ratna


Mereka sudah pulang kerumah masing masing.


Namun saat di perjalanan, Mobil Bryan tiba tiba kempes ban. Bryan langsung keluar untuk memeriksa, tetapi Bryan sangat terkejut bahwa ternyata itu adalah jebakan, tiba tiba ada sejumlah lima orang yang menyerangnya.


Bryan refleks juga melawan mereka. Di waktu yang bersamaan, Tasya yang juga pulang dari acara Diandra pun dengan menaiki motornya melihat seperti orang yang tidak asing.


"hah itu mas Bryan, tapi dia sedang diserang. Kalo gitu aku harus bantuin" Tasya lalu ikut menyerang para gerombolan yang menyerang mereka


"Tasya! kamu ngapain cepat pergi ini bahaya!"


"tenang mas, saya sudah ahlinya kok. Mari kita lawan sama sama" Ucap Tasya


Bryan dan Tasya bekerja sama untuk melawan mereka. Akhirnya tak butuh waktu lama, mereka berhasil dilumpuhkan.


"wuuu dasar preman jelek, pergi pergi....huuu" Tasya mengejek para preman yang berlari meninggalkan mereka.


"Syukurlah, kamu tidak apa apa?" Tanya Bryan


"emm tidak apa apa kok, mas Bryan sendiri gimana ada yang luka?" Tanya Tasya


"tidak kok saya baik baik saja. Oh ya terimakasih ya kamu sudah membantu saya, Saya benar benar terlalu sering dibantu kamu" Ucap Bryan


"gapapa kok mas Bryan santai aja. Trus mobilnya gimana?"


"yah ban nya kempes, terpaksa deh harus telfon montir" Bryan lalu menelfon montir


"emm daripada nungguin taksi disini mending mas Bryan saya antar, tapi naik motor saya mau nggak, soalnya tadi katanya lagi buru buru, kalo naik taksi nanti kan bisa kena macet juga"


"kamu benar, tapi apa kamu tidak keberatan jika..."


"enggak kok mas Bryan tenang aja yuk naik"


Bryan akhrinya menaiki motor dengan dibonceng Tasya. Bryan entah kenapa merasa ada yang aneh dengan jantungnya. Sama halnya dengan Tasya yang juga merasa aneh.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2