
Ditengah perjalanan pun Hans dan Diandra pun terlihat heran dengan Jihan dan Riko yang terlihat seperti kedua anak kecil yang baru berkelahi.
Dengan berbisik, Diandra bicara pelan kepada suaminya,
"Mas mereka kenapa sih kok dari tadi kaya orang pacaran habis berantem gitu?"
"tau, ngga usah mikirin mereka, oh ya tadi kamu cape ngga belanja seharian? belanja apa aja?"
"hahaha aku tadi belanja sesuatu buat mama, nanti mas juga tau kok"
"tapi kok dikit belanjaanya, kamu ngga beli sesuatu gitu....astaga kenapa aku bisa lupa sih, aku ngga ngasih kamu kredit card, kamu kenapa ngga nelfon aku sih tadi kamu bayar pake apa?"
"Maas aku masih punya uang kok, tapi cuma beli kado aja buat mama, lagian aku juga lagi gapengen beli sesuatu kok, tapi tadi aku Vika sama Jihan kita main" di mall yang di apa tu namanya zona bermain itu seru banget, mas lain kali kesitu yuk"
Hans yang begitu bahagia karena kesederhanaan istrinya lalu membelai lembut rambut sang istri.
"sayang, maaf ya aku belom bisa nyenengin kamu, karena kondisi aku yang seperti ini"
"suuutttt Maas udah ah jangan dibahas lagi, mas pasti sembuh kok aku yakin deh mas harus semangat sembuh supaya kita bisa jalan-jalan bareng oke"
Hans lalu memeluk Diandra, tanpa disadari Jihan dan Riko yang memperhatikan mereka merasa salah tingkah, Jihan dengan pikirannya sendiri Riko pun juga demikian, hingga tanpa sadar Riko hampir menabrak kucing yang berada didepan.
ciiiiitt...Riko mengerem secara mendadak membuat Diandra dan Hans terkejut. Jihan pun tak kalah terkejut karena kepala nya terbentur dashboard depan mobil.
"aduuuhh anda kenapa sih kok mendadak rem nya sakit tau, kamu sengaja ya"
Kesal Jihan kepada Riko.
"apaan sih ngga liat tuh ada kucing didepan mau nyebrang, tuan nona kalian tidak apa-apa kan maafkan saya, saya tidak menyadari kalau ada kucing didepan."
"iya pak Riko tidak apa-apa, ya kan mas"
Ucap Diandra kepada suaminya yang hampir memarahi Riko, namun segera ditahan Diandra.
__ADS_1
"hah, Riko lain kali fokus dong, kalau istri saya sampe terkejut gimana ha"
Kesal Hans.
"Maas udah deh ngga usah marahin pak Riko, ngga sengaja juga kan"
"di, kamu beneran gapapa kan, kaget ngga?"
Khawatir Jihan kepada Diandra.
"udah ngga apa-apa kok yuk jalan"
Riko pun melakukan mobil dan kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan, Diandra yang sangat lelah akhirnya tertidur di bahu suaminya, karena sadar Diandra tertidur, Hans pun memindahkan tubuh Diandra dengan memeluk dan memposisikan Diandra kedalam pelukannya agar Diandra merasa nyaman.
Jihan yang melihatnya pun merasa terharu sekaligus senang.
"di, kesabaran kamu selama ini akhirnya membuahkan hasil ya di, selamat ya kamu telah menemukan sosok yang sayang sama kamu selayaknya seorang ayah yang menyayangi putrinya, selama ini kamu selalu berharap kalau kamu ingin disayang oleh ayah kamu, dan sekarang tuhan menggantikannya dengan pria yang kini menjadi suami kamu di, aku selalu berdoa agar kamu selalu bahagia ya di"
Ucap Jihan di dalam hati.
"kenapa, kamu kangen sama pacar kamu?"
"apaan sih aku ngga punya pacar, aku cuma seneng aja karena akhirnya sahabat aku udah nemuin pasangan hidupnya"
"ciih, ngga punya pacar ngakunya, padahal....."
"hah kamu ngomong apa tadi aku denger ya"
"hei kalian berdua ribut mulu, ngga lihat istri saya lagi tidur ha, awas aja kalo sampe istri saya kebangun saya nikahin kalian berdua"
Ancam Hans kepada Jihan dan Riko.
Jihan yang mendengarnya hanya melongo dan diam karena takut, begitupun dengan Riko.
__ADS_1
"maaf tuan"
Ucap Riko sambil melirik tajam Jihan. Jihan pun membalas lirikan dengan dengusan kesal sambil membuang muka.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di mansion Hans. Diandra yang tertidur pulas membuat Hans tidak tega untuk membangunkannya.
Rasanya ingin sekali Hans menggendong sang istri, namun karena kondisinya dia hanya bisa memendam rasa kekecewaannya.
Jihan yang sadar dengan hal itu pun lalu menawarkan untuk menggendong Diandra.
"tuan, kalo boleh bisakah saya bantu tuan untuk menggendong Diandra?"
Hans terdiam sesaat.
"baiklah, tolong bantu gendong Diandra kekamar dan jangan sampai dia bangun."
Dibantu oleh Riko akhirnya Diandra digendong oleh Jihan dengan mudahnya berada di punggung Jihan, dengan sedikit berat namun bisa diatasi akhirnya Jihan membawa Diandra masuk kekamarnya lalu menidurkannya.
Hans yang turun dibantu oleh Riko hanya bisa mengepalkan tangannya.
Hans berkata dalam hatinya,
"maafkan aku sayang, karena kondisi aku yang seperti ini, lagi-lagi aku tidak berguna, maaf, maaf kan aku, aku janji aku akan segera sembuh untuk kamu, tunggu aku ya"
Riko mendorong Hans untuk masuk ke dalam rumah. Jihan yang sudah selesai menggendong Diandra untuk memindahkan ke kasur dibantu oleh mbok Jum akhirnya keluar dari kamar Hans.
"tuan, Diandra sudah saya antar kan dikamar dan sekarang dia sudah tidur pulas, saya permisi dulu tuan mau pulang"
"tunggu, trimakasih sudah membantu saya, kamu pulang diantar Riko, Riko....kamu antarkan Jihan pulang sampai kerumahnya"
dengan terpaksa Riko akhirnya mengiyakan perintah dari Hans.
"baik tuan, saya akan antarkan nona Jihan sampai kerumah"
__ADS_1
Lirik Riko kepada Jihan.
...ππππππππππππ...