
"oke, cepat pergi kekamar dan tidur, besok kamu harus bekerja mengerti!" Tegas Erland lalu meninggalkan Danira
"huftt selamat, untung ga ketahuan, astaga aku harus mencari uang tambahan lagi, hah aku harus jadi wanita club....cih ini semua karena papa ...oke Danira semangat. Kamu harus bisa buktikan kepada papa kamu kalau kamu bukan wanita manja dan kamu bisa mandiri tanpa harus menikah dengan si tua Bangka itu" Ucap Danira dengan penuh semangat
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Malam yang panjang telah berlalu, kini pagi yang cerah telah menyambut dunia.
Hans dan Diandra yang masih tertidur karena pertarungan semalam.
Hans mengerjapkan matanya dan mulai membuka mata. Saat Hans membuka mata, begitu senangnya Hans saat melihat wanita cantik yang terlihat menggemaskan sedang memeluk dada bidangnya.
"Hah, pagi yang indah....Tidak sia sia aku menahan selama satu bulan, akhirnya aku bisa memiliki kamu seutuhnya sayang, Ucap Hans sambil membelai wajah cantik Diandra."
Karena merasa ada yang memegang pipinya, Diandra mulai terbangun dan membuka matanya.
"morning sayang....kiss dulu" Goda Hans
"iiihh kamu ga puas apa semalam, dasar cowok mesum" Kesal Diandra
"ya kan mesumnya sama istri sendiri gapapa dong"
"udah kamu mandi duluan sama nanti telat ke kantornya"
"kita mandi bareng aja" Ucap Hans
Diandra melotot kepada Hans.
"udah deh ini udah pagi, kamu harus berangkat ke kantor. Sayang ku, suami aku yang tertaaaampan ini, buruan mandi ya nanti telat ke kantor" Ucap Diandra dengan manja membuat Hans gemas lalu mencubit hidung Diandra.
"aww sakit"
"ya kamu habisnya gemesin banget jadi pengen....."
"apaan sih, mas kamu itu baru sembuh nanti........" Diandra terdiam sejenak lalu berkata dalam hati "baru sembuh aja udah full power ini, gimana kalo udah normal....astaga ternyata pak suami ku cukup kuat juga ya" Diandra terkekeh membuat Hans bingung.
"nanti apa sayang?" Tanya Hans
"ah udahlah kalo kamu ga mau mandi biar aku yang mandi duluan." Saat Diandra akan bangun tiba tiba Diandra merasa kesakitan di are ke****annya
"kenapa?" Hans khawatir
"pake nanya lagi, ulah kamu semalam lah" Kesal Diandra
"tuh kan dibilangin juga, kita mandi bareng aja" Saran Hans
"ya sudah...tapi awas ya kalau mas Hans macem macem lagi, aku jewer telinga mas Hans sampe putus" Ancam Diandra
"iya iya, bawel banget sih istri aku yang paling cantik ini hmm" Goda Hans lalu menggendong Diandra ala bridal style menuju ke kamar mandi
Hans dan Diandra sedang melakukan ritual mandi mereka secara bersamaan di kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai, Diandra kemudian memakai jubah mandinya, dan Hans yang memakai handuknya. Hans keluar dengan menggendong Diandra dan meletakkan Diandra dengan romantis di kursi riasnya.
Diandra yang sedang mengeringkan rambut di kursinya merasa heran karena Hans yang duduk Jongkok didepannya terus menatapnya dengan senyuman.
"Mas, kamu katanya ada meeting hari ini, kalo kamu ga siap siap nanti klien kamu nungguin, aku udah siapin bajunya di lemari" Ucap Diandra
"Bentar aja, aku sedang memandang seorang wanita yang sangat aku cintai" Ucap Hans dengan bangga
"Udah deh sana, aku mau keringin rambut ni" Kesal Diandra.
"iya iya" Ucap Hans sambil mencubit pipi Diandra dan berdiri.
Saat Diandra sedang asyik mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, Hans lalu memanggil Diandra.
"Sayaaaang, liat deh celana aku kok gak muat sih, ini celananya yang kekecilan apa badan aku yang makin berisi sih" Ucap Hans dengan hanya memakai celana panjang kantornya tanpa memakai baju membuat Diandra yang menoleh terkejut lalu menutup mata.
"Duh, mas kamu kenapa ga pake baju sih" Kesal Diandra sambil menutup matanya.
"apaan sih orang semalem kamu udah liat semua, aku juga udah liat semua kok" Ucap Hans yang membuat Diandra malu lalu melempar hand cream ke arah Hans.
"udah, jangan dibahas lagi....kamu itu sekarang berisi jadi baju kamu yang lama udah ga muat. Sini aku carikan baju yang masih muat"
"hah, ya gimana aku ga berisi sekarang, aku yang biasanya seminggu sekali ngegym, tapi karena aku lumpuh jadi seperti ini. Ditambah aku punya istri yang pintar merawat aku, jadi tambah berisi lah aku" Ucap Hans dengan kesal.
"Maas, mau gimanapun keadaan kamu, fisik kamu, aku ga peduli. Aku itu tulus sayang sama kamu. Ga ada yang lain" Diandra mendekati Hans dan mencoba merayu Hans dengan menggenggam kedua tangan Hans.
"Yakin nih, meskipun aku nanti udah tua dan ga seganteng sekarang ini, kamu masih mau bersama aku kan?" Hans memastikan
Hans dan Diandra saling berpelukan dengan mesra.
Setelah mendapatkan baju yang dirasa muat, Hans lalu memakai baju tersebut. Diandra juga sudah ganti baju dan rambutnya sudah kering.
Mereka lalu turun ke meja makan untuk sarapan. Saat mereka turun Hans pun tak henti hentinya bersikap romantis dengan menuntun Diandra, membuat mbok Jum yang melihat pun heran.
"Tuan Hans sangat beruntung bisa memiliki non Diandra, selain cantik, hatinya baik pula, terimakasih Ya Allah engkau pertemukan tuan Hans dengan seseorang yang tepat. Mbok Jum selalu berdoa agar kalian selalu bahagia dan bersama hingga maut memisahkan" Batin mbok Jum
"Pagi mbok Jum...." Sapa Diandra
"pagi non Diandra.....akhirnya non Diandra dan tuan Hans kembali ke rumah ini selama satu bulan lebih mbok Jum bingung tau non disini mau ngapain ya, bersih bersih udah kerjaan lainnya udah tapi kaya ada yang kurang gitu"
"mbok Jum bisa aja." Ucap Diandra
Hans dan Diandra duduk dan menikmati sarapan mereka. Setelah selesai makan, Hans lalu berpamitan dengan istrinya.
"Sayang aku berangkat kerja ya" Ucap Hans sambil memeluk Diandra dan mencium kening Diandra
"Iya mas Hati hati" Ucap Diandra sambil mencium tangan Hans
Mbok Jum yang menghampiri Diandra dan membersihkan sarapan mereka.
"udah non, istirahat saja biar mbok yang kerja. Oh ya tuan Hans apa ga capek ya non, baru pulang dari luar negri langsung kerja" Ucap mbok Jum sambil membereskan piring
__ADS_1
"iya mbok, aku juga udah larang tapi kata mas Hans meeting kali ini penting"
-
Hans bukan ke kantor, melainkan ke markasnya. Disana sudah ada Arya, Erland, dan Bryan yang tengah menunggu Hans.
"bagaimana?" Tanya Hans yang baru sampai
"Hans, kali ini aku rasa mereka tidak akan menyerang dengan perlawanan" Ucap Bryan
"maksudnya" Tanya Hans
"Aku rasa mereka akan memainkan trik lama" Sambung Erland
"iya Hans, mereka tidak menyerang kita dengan perlawanan, melainkan dengan orang terdekat kita" Jelas Arya
"brengsek!! jika mereka berani mengganggu orang terdekatku! tidak ada ampun bagi merek!" Hans murka
"tenanglah Hans, selama identitas Diandra masih aman, aku rasa kita bisa tenang, lalu apa rencana kamu selanjutnya?" Tanya Erland
"Sebaiknya Kita bicarakan diruang bawah tanah, disana kedap suara." Ucap Hans kepada ketiga temannya
Mereka berempat pergi ke ruang bawah tanah untuk membicarakan rencana Hans selanjutnya.
-
Sementara itu, Riko yang memang sedang tidak sibuk dikantor. Dirinya mengunjungi cafe tempat Jihan bekerja.
"hai...Jihan, apa kabar?" Sapa Riko.
"hai juga Riko, aku baik baik saja. Emm kamu tidak ke kantor?" Tanya Jihan.
"iya ke kantor kok tapi masih nanti hari ini sedikit free(bebas) jadi yah aku bisa ke kantor kapan saja" Ucap Riko.
"oh ya kamu bilang mau kerumah nona Diandra? Bagaimana jika aku antar kamu" Ajak Riko.
"ngga usah repot repot, lagipula aku masih nanti siang, aku ijinnya siang soalnya"
"oh tidak masalah, aku akan menunggu kamu sampai selesai, lagipula aku sudah terbiasa menunggu" Ucap Riko sambil duduk.
"duh kenapa malah nyindir sih, hah bagaimana ini, tenang Jihan relaks, santai" Ucap jihan dalam hati
"kenapa kamu diam?"
"enggak enggak kalo gitu mau pesan apa sekalian biar aku catat"
"aku mau white coffe satu dan sandwich satu"
"yaudah kalo begitu, aku kerja dulu ya. Tunggu sebentar" Jihan pergi terburu buru meninggalkan Riko karena jantungnya mulai berdetak tidak normal.
πππππππππ
__ADS_1