
Sementara itu, Arya sedang berada di rooftop restaurant tersebut.
Vika yang membuntuti dari belakang lalu menutup pintu rooftop tersebut.
"Mas Arya" Panggil Vika
"loh, Vika ngapain kamu disini?" Tanya Arya
"aku.....aku tadi liat mas Arya pergi, trus aku susulin aja deh, kenapa mas Arya malah pergi padahal kan itu momen romantis Hans dan Diandra" Ucap Vika
"oh itu, gapapa, cuma lagi pengen sendiri aja" Ucap Arya
"jadi aku ganggu ya, yaudah deh aku permisi dulu" Ucap Vika
"tunggu! Bukan begitu maksud aku itu..."
"iya, gapapa kok. Mas Arya santai aja, kalo mas Arya mau cerita, gapapa kok aku siap jadi peserta yang baik, daaan aku janji gak akan bilang siapa siapa" Ucap Vika sambil memberikan dua jari dan bergerak seolah mengunci bibirnya membuat Arya terkekeh.
Arya lalu menceritakan seluruh isi hatinya kepada Vika.
Waktu telah berlalu, malam semakin larut.
"sayang, kita pulang ya kerumah kita" Ucap Hans menggoda Diandra
"duh kamu ini baru pulang main rebut Diandra aja, dasar kamu ini!" Kesal Bu Rosa.
"udahlah ma, biarin aja. Lagian mereka pasti saling kangen kan" pak Jeremy membela Hans.
"Hans, Lo butuh obat kuat nggak hari ini?" Goda Erland
"gila ya lu, gue udah kuat jadi ga perlu kek gitu" Ucap hans membuat Diandra dan Jihan bingung
"obat kuat untuk apa?" Diandra bertanya dengan polosnya membuat semua orang tertawa kecuali Jihan.
"ya kan kaki Hans sekarang udah pulih mungkin buat nguatin kakinya di" Jihan yang juga tidak mengerti membuat suasana menjadi sangat lucu
"astaga....obat kuat itu adalah .....hah Diandra nanti kamu juga akan tau untuk apa dan kamu Jihan, sebaiknya kamu tanya Riko apa itu obat kuat" Bryan yang terkekeh
Saking senangnya, mereka lalu pergi meninggalkan restoran tersebut tanpa memikirkan Arya dan Vika.
"Ma, aku antar kerumah papa dan mama dulu ya, aku pinjam mobil papa dulu, soalnya aku kan tadi sama Bryan"Ucap hans
"iya terserah kamu aja" Ucap pak Jeremy
Mereka pulang ke rumah masing masing, Hans dan Diandra akhirnya telah kembali di mansion mereka.
"Sayang aku mandi dulu ya capek banget habis pulang langsung kasih surprise buat kamu" Ucap Hans
"iya, buruan mandi sana aku mau ganti baju" Ucap Diandra
"kamu ga mau mandiin aku lagi?" Goda Hans
"iihh apaan sih, kan sekarang udah bisa sendiri" Kesal Diandra
"pakai baju yang spesial ya sayang malam ini" Teriak Hans
-
Sementara itu dirumah pak Jeremy, Bu Rosa terlihat bingung.
"pah, kok mama kaya ada yang kurang ya?"
"apa sih ma? Diandra? kan dia sudah pulang dirumahnya bersama Hans"
"bukan pa, bukan. Tapi.....astaga papaah Arya, kita melupakan Arya" Bu Rosa yang tersadar telah melupakan Arya
__ADS_1
"oh iya, kenapa papa tidak sadar ya tadi, yasudah coba mama telfon Arya dan suruh dia segera pulang"
Bu Rosa lalu menelfon Arya
-
(Sambungan telepon)
"halo Tante" Jawab Arya dalam panggilan
"Arya, kamu dimana kita sudah pulang semua, kamu cepat pulang ya Tante tunggu dirumah" Ucap Bu Rosa lalu menutup telfonnya
"kenapa?" Tanya Vika.
"Tante Rosa, dia bilang mereka semua sudah pulang, astaga ini sudah malam, saking asyiknya kita ngobrol aku sampai lupa waktu"
"Iya, aku juga ga sadar tadi" Yasudah ayo kita pulang
Saat Vika membuka pintu rooftop, entah kenapa pintunya tidak bisa dibuka.
"kenapa?" Tanya Arya
"pintunya macet"
"sini biar aku coba"
Arya sekuat tenaga membuka pintu tersebut namun tidak bisa juga.
"apa jangan jangan kita....kita terkunci" Vika terbelalak
"hah, sepertinya begitu, ini juga sudah tengah malam. Hah Bagaimana ini. Apa kamu baik baik saja?" Arya melihat Vika yang kedinginan
"ah iya, aku baik baik saja kok"
Arya lalu melepaskan jasnya dan memberikan kepada Vika
"Trimakasih" Ucap Vika lalu mengenakan jas Arya.
Mereka sampai heran karena saking lamanya mereka bercerita, Arya mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Vika, namun tidak memberitahu siapa wanita yang Arya maksud
-
(Di mansion Hans)
Diandra yang sudah berganti pakaian terlihat begitu cantik dengan dress pendek yang sedikit transparan serta rambut yang digerai.
Diandra lalu memoles sedikit lipstik di bibir indahnya dan tidak lupa memakai lotion dan parfum.
Hans yang baru keluar dari kamar mandi pun dibuat terpesona oleh Diandra, handuk yang Hans gunakan untuk mengeringkan rambutnya sampai terjatuh saking terpesonanya dengan kecantikan istrinya.
"ih mas Hans, itu handuknya jatuh"
"ah iya, Sayang.....hari ini kamu sangat....." Hans mendekati Diandra dan merangkul pinggang kecil Diandra dengan satu tangan dan satu tangannya lagi mengangkat dagu Diandra.
Perlahan Hans melu**t Bibir mungil Diandra dengan lembut, membuat Diandra tak bisa menolak karena mereka saling menikmati.
Lamanya mereka berciu**n, membuat Diandra kesulitan bernafas lalu memukul dada Hans dan memberi isyarat agar Hans melepaskan.
"enghhh engghh" Diandra mencoba menghentikan Hans.
"ada apa?" Tanya Hans yang melihat Diandra memegang dadanya
"huft....mas Hans jangan brutal dong kan aku ga bisa nafas jadinya." Kesal Diandra
"hahahaha kamu ini polos sekali sayang, baiklah akan aku lakukan dengan lembut. Sayang...kamu percaya aku kan?" Hans mengelus wajah Diandra dan dibalas anggukan oleh Diandra.
__ADS_1
Hans kembali mel***at bibir Diandra sambil menggendong Diandra menuju atas ranjang.
Hans yang sangat mendominasi kali ini. Akhirnya mereka telah menjalankan kewajiban suami istri yang memang sudah lama Hans inginkan.
Dimalam yang dingin, membuat gairah Hans semakin menjadi membuat Diandra kewalahan.
(selebihnya silahkan para readers berimajinasi sendiri ya, karena ini karya kontrak jadi harus di sensorπ)
-
Sementara itu ditempat lain, Arya dan Vika yang terkunci di rooftop hanya bisa menunggu esok tiba, karena ponsel mereka berdua ternyata sama sama kehabisan baterai.
Vika yang mulai mengantuk pun hanya bisa menguap dan menahan kantuknya, karena dirinya tidak tau harus tidur dengan posisi seperti apa.
"kamu mengantuk?" Tanya Arya
"iya nih sedikit, hoaaammm hah andai aja ada tenda disini mana langitnya cantik banget malam ini" Ucap Vika yang sedikit kedinginan.
"Vika, kamu tau tidak kenapa aku begitu menyukai wanita yang sudah milik orang itu. Dia berbeda dari wanita lain yang pernah aku temui. Dia istimewa, dan...." Saat Arya menengok ke arah Vika, Vika pun tertidur dengan kepala menyamping yang terlihat tidak nyaman.
"Astaga dia sudah tidur ternyata, eh eh" Arya menarik tubuh Vika yang terhuyung.
Arya lalu memberikan bahunya untuk Vika.
"andai saja yang disini Diandra.. Astaga Arya tolong kamu sadar!" Batin Arya yang kemudian juga mengantuk lalu tertidur.
-
Dirumah Jihan, Jihan tidak bisa tidur karena teringat Ucapan Riko.
"iihhh kenapa sih, hah ga tau ah pusing....astaga sepertinya aku harus minum obat tidur, bisa gila aku jika terus memikirkan hal itu." Ucap Jihan frustasi.
Sedangkan Riko yang terus tersenyum melihat ponsel yang terdapat foto Jihan yang dia ambil secara diam diam.
-
Sementara itu, Erland yang baru saja pulang karena dia mampir ke club terlebih dahulu.
Saat Erland masuk kerumah, Erland terkejut melihat Danira yang juga terlihat baru masuk dalam rumah membuat Erland dan Danira berteriak.
"aaaaa" Erland dan Danira teriak bersamaan lalu Erland menutup mulut Danira dan mengajaknya bersembunyi di dapur.
"heh kamu gila ya, malam malam begini ngagetin saya kamu!" Ucap Erland
"maaf tuan Erland, saya juga ga tau kalo tuan Erland juga disitu."
"lagian kamu malem malem bukannya tidur malah....apa ini bawa tas besar, kamu mau kabur?" Tanya Erland
"engga kok aku ga akan kabur, kan aku sudah janji aku akan bekerja disini sampai gajiku cukup."
"trus kamu malam malam seperti ini habis dari mana?" Tanya Erland lagi.
"ehhh aku...aku....aku habis dari rumah temen aku mau minta bantuan, eh dia ga bisa bantuin ternyata ya udah deh" Danira asal bicara.
"kenapa harus malam malam sih, memangnya kamu butuh apa?" Tanya Erland
"emm saya tidak punya baju, masa saya pinjem bajunya Siti terus. Mau beli tapi ga punya uang. Makanya saya pinjem uang temen saya" Ucap Danira
"oh oke, siapa nama kamu?" Erland yang lupa nama samaran Danira
"nama saya Dan.....eh Juminten maksudnya."
"oke, cepat pergi kekamar dan tidur, besok kamu harus bekerja mengerti!" Tegas Erland lalu meninggalkan Danira
"huftt selamat, untung ga ketahuan, astaga aku harus mencari uang tambahan lagi, hah aku harus jadi wanita club....cih ini semua karena papa ...oke Danira semangat. Kamu harus bisa buktikan kepada papa kamu kalau kamu bukan wanita manja dan kamu bisa mandiri tanpa harus menikah dengan si tua Bangka itu" Ucap Danira dengan penuh semangat
__ADS_1
ππππππππ
Hai readers, Riko bilang apa ya sama Jihan kok sampe ga bisa tidur gitu sih ππ