Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Qila Hilang


__ADS_3

Qila kita pulang sekarang"


"loh om ganteng mana?"


"Udah ayok" Vika memaksa Qila masuk kedalam mobil


Arya hanya bisa melihat kepergian Vika dengan penuh kekecewaan


"Vika, aku harus bagaimana? bagaimana aku harus buktikan sama kamu kalau aku benar benar tulus mencintai kamu, rasa sayangku kepada Diandra itu hanya sebagai Kakak dan adik, tapi kamu....kamu Yang selalu ada untuk aku, hanya bersama kamu aku bisa menjadi diriku sendiri" Batin Arya


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Keesokan Harinya, Vika dibuat sangat kesal karena Qila yang terus merengek saat sudah sampai di depan sekolah.


"Tante pokoknya Qila ngga mau masuk kelas kalau nanti ngga dijemput om ganteng!"


"Qila cukup ya! Tante udah pusing kamu malah bikin Tante tambah pusing, ngga ada om ganteng mulai sekarang! Dia bukan siapa siapa kita, namanya om Arya, Tante tegaskan sekali lagi, ya kamu mau masuk kelas atau enggak, Tante akan antar ke kelas, kalau kamu membantah maka besok Tante akan antar kamu pulang kerumah papa mamah kamu!" Vika kali ini sudah benar benar tidak memiliki kesabaran sekarang.


Vika terpaksa menggendong Qila masuk ke kelasnya, walaupun Qila terus menangis tapi Vika tetap meninggalkannya.


"Hah, Qila ada ada aja....bisa bisanya dia nangis cuma gara gara Mas Arya. Sepertinya aku harus mulai menjauh dari mas Arya, sudah cukup selama ini aku selalu jadi pelampiasan, Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Batin Vika sambil menyetir mobilnya menuju Toko.


Sesampainya di Toko, Vika malah bingung karena biasanya Jihan yang sudah sampai terlebih dulu.


"Loh Jihan kemana sih, Biasanya dia yang berangkat duluan....Tasya ..Jihan kemana?"


"emm Bu Jihan dari tadi belum datang Bu, Oh ya apa Bu Vika mau saya buatkan kopi atau minuman lain?" Ucap Tasya


"aku ingin air putih saja ya"


"oke Bu." Balas Tasya


-


Sedangkan dirumah Jihan, sudah ada Hans, Diandra, Riko dan Arya.


"Begini Tante kedatangan kamu disini, ingin menyampaikan sesuatu sama Tante, tapi Diandra mohon sama Tante, Tante harus mendengarkan kami sampai selesai ya" Ucap diandra

__ADS_1


"Memangnya ada apa sih Diandra kenapa sampai ramai ramai seperti ini?" Tanya ibu Jihan


"ehmm begini saya yang akan menjelaskan semuanya" Hans lalu menjelaskan kepada ibu Jihan bahwa Jihan dan Riko telah menikah secara diam diam diluar negri dan alasan kenapa orang tua Riko tidak menyetujui hubungan mereka.


"Apa! Jihan....Kamu kenapa ngga bilang sama ibuk, jujur ibu kecewa sama kamu Jihan, ibu malu.....Hah....tapi ibu juga tidak boleh egois, karena selama ini kamu adalah tulang punggung keluarga setelah ayah kamu meninggal. Ibu Kecewa sama kamu tapi ibu juga harus menerima semua ini, Jika kamu memang bahagia nak. Maafkan ibu sayang, ibu belum bisa jadi ibu yang baik untuk kamu"


"Bu, jangan ngomong gitu dong. Jihan bangga tau punya ibu yang hebat seperti ibu. Jihan janji sama ibu, Jihan akan menyelesaikan semua ini" Jihan meyakinkan ibunya.


"Iya, ibu tau.....Nak Riko ibu minta sama nak Riko, tolong jaga Jihan baik baik ya, Jihan adalah anak yang kuat, tapi sekuat kuatnya Jihan, dia butuh pelindung, Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kalian" Pinta ibu Jihan kepada Riko.


"Iya Bu, Riko janji, Riko akan memperjuangkan Jihan, Riko akan berusaha untuk meyakinkan kedua orang tua Riko, Riko tidak akan pernah meninggalkan Jihan ataupun menyerah demi Jihan" Riko sambil memegang tangan ibu Jihan


Semua yang ada di sana merasa terharu termasuk Arya. Jihan Riko memeluk ibu Riko, sedangkan Diandra dan Hans saling berpelukan, hanya Arya yang diam sedari tadi karena memikirkan nasibnya kini.


"Hah, gini amat nasib jomblo. Yang lain pelukan, aku cuma bisa liatin" Ucap Arya dengan kesal.


"Makanya dong cepetan cari istri, ga usah pacaran langsung nikahin aja" Seru Hans


"Yaampun nak Arya ganteng ganteng gini belum punya pasangan ya? Memangnya tipe nak Arya seperti apa?" Tanya Ibu Jihan


"Ya saya sih ngga mikirin tipe nya gimana, asl saya cocok aja udah Bu" Ucap Arya


"Jihan, apa apaan sih kamu!" Ibu Jihan memarahi Jihan


"ya kan bener Bu, dulu kan mas Arya suka sama....Dian....dra...." Jihan mulai merendahkan nada bicaranya karena diberi isyarat oleh Riko


"Udah, lagipula itu kan sudah berlalu, sekarang nak Arya pasti sudah bisa bangkit kan, Nak Arya ibu yakin kamu akan segera dapat jodoh, Siapa tau jodoh nak Arya ngga jauh jauh" Ucap ibu Jihan


"Ya memang tidak jauh Bu, tapi sedang diusahakan" Ucap Arya pelan


"hah! diusahakan? memangnya siapa?" Hans terbelalak


" Ngga usah ngegas juga, bukan Diandra kok tenang aja" Ucap Arya


"Yaudah Bu Jihan pamit kerja dulu ya, pasti Vika nungguin dari tadi"


mendengar kata Vika, Arya langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"oke baiklah, ya aku rasa ini sudah cukup. Jihan kamu mau ke toko kan, apa mau sekalian semobil denganku?" Tawar Arya


"Engga mau, sekarang kan aku udah punya suami, jadi aku diantar sama suami aku dong" Ucap Jihan manja membuat Riko malu namun Riko tetaplah kaku jika didepan banyak orang


"Diandra sama aku, udah deh langsung ke kantor aja kenapa sih ribet banget" Kesal Hans


Mereka lalu pergi dari rumah Jihan menuju ke toko Kue dan Cafe.


"Haloo Vika, udah lama nunggu ya" Ucap Jihan


"iya Lo kemana aja sih? loh Riko, Hans,......Arya? kenapa kalian bisa bareng sih" Vika bingung


"Jadi gini Vik, tadi itu kita semua......" Diandra menjelaskan kepada Vika.


"oh gitu ya Jihan, dasar bestie ngga setia. Malah udah nikah duluan, diem diem lagi. Tapi It's okey lah, asal kamu seneng aku juga ikutan seneng, tapi Setelah masalah kalian selesai pokoknya harus ngadain resepsi!" Tegas Vika


"hahaha iya iya nanti ya kalau semua udah beres, pokonya kamu doain aja, nanti aku doakan supaya kamu juga cepet nyusul" Ucap Jihan


Saat mereka sedang asyik bergurau, Vika mendapat telefon jika keponakannya kabur dari sekolah, Karena panik, Vika hampir saja ambruk, untung Jihan dengan sigap menangkap Vika.


"kenapa sih?" Jihan bingung sambil menuntun Vika untuk duduk.


"Qila, Qila kabur dari sekolah, tadi gurunya nelfon, sekarang aku mau cari Qila." Saat Vika berdiri, Vika langsung ditarik oleh Arya


"apa kamu akan mencari Qila dengan kondisi seperti ini? Jangan gegabah, bisa bisa malah kamu yang kenapa napa, ayo kita cari sama sama, kita berpencar. Vika aku akan setir mobilnya, kamu harus tetap tenang dan jangan panik oke" Ucap Arya lalu mereka berpencar mencari Qila, Hans dengan Diandra, Riko dengan Jihan, sedangkan Arya dengan Vika.


Disaat mereka sedang sibuk mencari Qila, Bryan datang ke toko.


"Eh Mas Bryan, mau cari Bu Vika ya?" Ucap salah satu pegawai


"heem iya, dia kemana?" Tanya Bryan


"Aduh baru aja keluar tadi denger denger katanya, keponakan Bu Vika hilang, trus tadi juga ada pak Hans, pak Arya dan Pak Riko, mereka semua sedang berpencar mencari keponakannya bu Vika"


"oh ya, serius kamu! yasudah saya permisi" Bryan yang baru saja datang pun juga ikut panik karena Bryan juga sudah mengenal Qila.


Tasya yang melihat hanya bisa termenung, dirinya begitu sakit saat harus mencintai orang yang bahkan tidak pernah menganggapnya.

__ADS_1


"Tasya, udah kamu jangan cengeng, ingat posisi kamu sekarang, kamu bukan level mereka" Batin Tasya sambil melanjutkan pekerjaannya.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2