Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Erland kewalahan menghadapi Diandra


__ADS_3

"Oke, sekarang aku akan mengajarkan bagaimana cara bermain"


"Aku bisa sendiri aku sudah liat di tutorial, sekarang mas Erland tinggal lihat saja" Diandra memulai aksinya memukul bola golf. Benar saja, bola yang Diandra lempar sangat jauh.


"Waaahhh hebat, hebat....sepertinya anak mu ini akan dominan Hans" Ucap Erland dengan bangga.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


"Sekarang aku mau mas Erland yang ambil bolanya"


"loh kenapa aku? kan nanti sudah ada petugasnya"


"tapi aku maunya mas Erland yang ambil bolanya, ngga mau petugas"


Erland menghela napas lalu menaiki mobil golf untuk mengambil dan mengukur bolanya.


Diandra melakukan lemparan sekali lagi dan lemparannya cukup jauh. Diandra ingin Erland mengambil lagi tapi kali ini Diandra tidak mau Erland naik mobil golf, Diandra ingin Erland berlari untuk mengambilnya.


Berkali kali mereka melakukan itu sampai Erland akan menyerah. Kakinya terasa sangat panas karena kelelahan berlari, Diandra tidak mau Erland mengambil bola dengan mobil golf, Erland harus berlari.


"Ih mas Erland lemah banget sih cuma kaya gitu aja nyerah" Kesal Diandra


"Diandra, gimana ngga nyerah, bayangin aku udah bolak balik seribu kali ambilin bolanya, padahal kan bolanya ada banyak"


"Ooo jadi ngga mau nih, kepaksa gitu?"


"enggak kok nggak terpaksa beneran, mau main lagi?" Tanya Erland


"Hmm aku udah bosen, Kita cari makan aja yuk, aku laper nih" Ucap Diandra


Erland bernapas lega kali ini, Akhirnya Erland dan Diandra berganti baju dan mereka pun kini sedang menaiki mobil Erland.


"Mau makan apa?" Tanya Erland


"hmm aku bakso, tapi yang dipinggir jalan "


"Hah...seriusan, duh bakso yang direstoran juga enak kok, aku punya rekomendasi yang enak"


"ngga mau....aku maunya bakso dipinggir jalan terus kita makan disana" Tegas Diandra yang membuat Erland lagi lagi harus menurutinya, karena jika tidak maka Diandra akan terus mengomel.


Setelah menempuh perjalanan, akhrinya mereka sampai di tempat gerobak bakso yang berada di pinggir jalan.


"Di, kita serius mau makan disini?" Erland kurang yakin


"Iya dong ayo turun, aku udah laper banget nih" Ajak Diandra kepada Erland


Erland hanya bisa menuruti apa keinginan Diandra walaupun sebenarnya dia terpaksa.


"Pak baksonya dua porsi ya, minumnya Teh anget Sama....mas kamu mau minum apa?"


"eh jus jeruk aja"


"waduh ngga ada jus jeruk, adanya es jeruk mau?" Tawar bapak penjual bakso

__ADS_1


"duh udah mas Erland itu aja kan sama, sama sama jeruk".


"Yaudah deh satu ya pak pake es tapi dikit aja" Ucap Erland


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan mereka telah datang. Diandra sangat senang menyambut baksonya, sedangkan Erland terlihat tertekan karena ini adalah pertama kalinya Erland makan di tempat seperti.


Terlebih lagi banyak wanita yang selalu melihat ke arah Erland, Mereka juga bersikap seolah mencari perhatian Erland.


Namun Erland tak menghiraukan hal itu, dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


Diandra makan dengan sangat lahap membuat Erland penasaran, Erland pun mencicipi satu sendok baksonya.


Betapa terkejutnya Erland ternyata baksonya benar benar enak, Erland yang tadinya tidak selera entah kenapa menjadi sangat berselera karena rasanya yang enak.


Setelah selesai menikmati baksonya, Erland dan Diandra lalu kembali ke mobil menuju kantor Hans untuk mengantar Diandra.


Pada saat di mobil, Diandra melihat gantungan kunci yang menurutnya sangat familiar.


"Gantungan ini....mas Erland dapat darimana?"


"oh ini pemberian, kenapa?"


Tidak apa apa, hanya saja mirip dengan yang aku berikan untuk adikku, sudahlah yang punya gantungan seperti ini banyak.


Erland mengangguk paham.


-


Sesampainya di kantor Hans


"Sayang....gimana mainnya, seru?" Tanya Hans


"ngga seru, soalnya mas Erland lemah banget, jadi males deh" Kesal Diandra sambil melirik Erland


Hans dan Erland saling pandang dan hanya saling memberi isyarat.


"Kamu udah makan?" Tanya Hans


"udah tadi makan bakso dipinggir jalan sama mas Erland"


"Dipinggir jalan, Erland?" Hans terbelalak


"iya, udah jangan nanya Mulu, aku ngantuk ..."


"iya iya oke, aku antar tidur ya, Erland tunggu sebentar aku mau antar Diandra dulu"


Hans lalu mengantar Diandra menuju kamar yang berada di dalam ruangannya. Tak butuh waktu lama, Diandra pun tertidur pulas.


Hans lalu keluar untuk menemui Erland, Arya dan Bryan pun juga ternyata berada disana.


"Diandra sudah tidur?" Tanya Erland


"udah kok" Jawab Hans

__ADS_1


"Wah Hans, aku rasa anak kamu itu akan mirip dengan kamu. Lihatlah Erland, dia ternyata juga kena imbasnya, Kita semua sudah kena imbas ngidamnya Diandra" Ucap Bryan


"Kalian juga mengalaminya, astaga.....aku pikir hanya aku, ternyata menghadapi orang hamil itu lebih sulit ya" Ucap Erland


"Bukan hanya kita, bahkan Vika, Riko dan Jihan juga sudah kena, Hans kamu jangan kaget jika nanti sifat anak kamu mirip denganmu" Sambung Arya Yang membuat mereka berempat tertawa puas.


"Erland, apa ini juga Diandra yang melakukan?, kamu buat story foto Diandra dengan caption, Menemani bumil cantik istrinya Hans?" Ejek Arya


"apa? astaga kenapa aku tidak tau.....akhh Hans aku menyerah, kenapa sih istri kamu sewaktu hamil kelakuannya aneh banget" Kesal Erland


_


Di Apartemen Erland, Danira yang sudah menyimpan kontak Erland pun membuka ponselnya dan melihat story Erlan, Alangkah terkejutnya Danira ketika melihat story Erland yang terdapat foto Diandra beserta caption nya.


"Ini....Kaka Diandra, Benar ini kakak....Jangan jangan Erland mengenal kakak.....Kakak aku rindu....Apa aku harus mengakui semuanya? Tapi apa Erland mau membantuku?" Danira menebak.


-


Di Luar negri, tepatnya Di Belanda. Riko, Jihan,Dirga, dan sepupu Riko yaitu Karin sedang makan siang bersama di sebuah restoran yang tak jauh dari sekolah Dirga


"Dirga apa ada kamu butuhkan? katakan saja sekarang apa yang kamu inginkan karena aku adalah kakak kamu juga sekarang" Ucap Riko


"hmm aku rasa tidak, Oh ya kak apa kakak udah kasih tau ibu?" Tanya Dirga


"belum, kakak takut ibu syok dan ngga setuju" Jawa Jihan


"Aku rasa itu tidak mungkin, karena ibu pasti mengerti jika kalian jujur" Ucap Dirga


Setelah mereka menikmati makan siang, Dirga kembali ke sekolahnya, sedangkan Riko, Jihan dan Karin mulai berkemas kemas karena hari ini mereka akan pulang ke Tanah air.


"Kamu sudah siap?" Tanya Riko yang dibalas anggukan oleh Jihan


Kini mereka sudah ada di dalam pesawat, Karin duduk di kursi lain, sedangkan Riko dan Jihan duduk bersebalahan.


"Kamu mau minum?" Tanya Riko


"enggak aku mau tidur aja, tapi....mumpung kita hanya berdua, apa kamu bisa menceritakan tentang bagaimana kehidupan kamu sebenarnya?" Tanya Jihan


"Oke, aku juga sudah berjanji sama kamu kalau aku akan menceritakan tentang diriku peda kamu setelah kita resmi menikah"


Riko lalu menceritakan semuanya kepada Jihan, Sangat lama Riko bercerita kepada Jihan.


"Aku mengerti sekarang, Pasti ini berat untuk kamu....Lihat aku, sekarang kamu punya aku....Aku yang akan selalu mendukung kamu" Jihan menguatkan Riko dengan memegang kedua pipi Riko.


Riko yang merasa senang pun langsung mencium bi** Jihan. Karena terlalu mendadak, Jihan segera mencoba melepas ciuman Riko.


"ih malu tau ini di pesawat, wahh sekarang kamu sudah mulai berani ya, apa Hans yang mengajarkan semua ini, kalian sama" Ucap jihan


"Jihan, aku minta maaf ya pernikahan kita tidak seperti yang kamu impikan"


"udah gapapa kok, sekarang tujuan kita adalah menjelaskan kepada ibu dan meyakinkan kedua orang tua kamu" Jihan meyakinkan Riko.


"Terimakasih, I Love you Jihan" Riko memeluk erat Jihan

__ADS_1


"I Love you too Pak suami" Jawab Jihan dengan menyelip di pelukan Riko, Jihan pun tertidur di pesawat di pelukan Riko.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2