
Pagi hari di mansion Hans, Seperti biasa Diandra memandikan dan mempersiapkan sang suami. Hans yang sudah tampan pun siap untuk ke tempat terapi di temani dengan Sopir mereka, Pak Anton.
"Sayang, kamu yakin mau pergi sama temen kamu, ngga mau aku temenin aja?"
Bujuk Hans kepada istrinya.
"Maas beneran deh gapapa, mas fokus terapinya aja yah. Pak Anton saya titip jagain suami saya ya"
Ucap Diandra kepada pak Anton.
"baik non, mari tuan kita berangkat"
Setelah sang suami pergi menuju tempat terapi, Diandra mulai dengan kegiatan mandinya.
Selesai mandi Diandra selalu membereskan kamar tidurnya, meskipun mbok Jum sudah mengingatkan agar dirinya tidak perlu melakukan pekerjaan rumah, namun keras kepala Diandra tidak dapat dibantah.
"Mbok, saya mau pergi ke mall ya sama temen-temen saya, kalo ada apa-apa dirumah nanti mbok Jum segera hubungi saya ya mbok"
Ucap Diandra kepada mbok Jum.
"iya non, hati-hati ya non dan selamat bersenang-senang ya non, oh ya non Diandra kan ngga pernah belanja shoping gitu, non kan cuma dirumah, memperbaiki taman dan gitu-gitu aja kan non, mbok saranin non belanja sepuasnya deh non"
Ucap mbok Jum kepada Diandra.
"hahahaha mbook ni apa-apaan sih, aku masih ada uang sendiri kok bi, udah ya mau berangkat dulu si Vika mbok udah sampe di depan"
"iya non hati-hati ya non,"
Vika yang membawa mobil pribadinya telah tiba didepan rumah Diandra bersama dengan Jihan. Dan mereka pun menuju ke Mall untuk berbelanja.
Setelah sampai di mall, Vika memarkirkan mobilnya di basemant. Lali mereka bertiga masuk ke dalam mall yang begitu luas.
"waaahh sekarang beda banget yah, aku udah lama banget ngga jalan-jalan ke mall, kalopun ke mall paling aku cuma disuruh nunggu diluar."
Ucap Diandra yang sedikit mengingat kenangan saat bersama kedua orang tuanya, dimana setiap belanja di mall, ayahnya selalu menunggu diluar mall dengan alasan kesehatannya. Karena sang ibu tidak tega akhirnya ibunya segera belanja dan menemani Diandra. Berbeda dengan sang adik Danira menikmati belanja dengan sang ayah.
"udaaahh yuk kita belanja, let's gooo!!"
Seru Vika yang bersemangat untuk belanja, tetapi Jihan hanya diam tanpa berkutik sekali pun.
"loh kamu kenapa, ayoo dong masuk kita belanja"
Tanya Vika kepada Jihan.
"Diandra, Vika kalian masuk aja berdua aku tunggu diluar aja ya, ini mall pasti barangnya mahal-mahal, gaji aku bisa habis nih kalo sampe aku masuk trus kepincut barang yang ada didalam"
"iiihh jihaaannn kamu tuh ya ngga pernah berubah, kamu itu kalo mau beli apapun itu kamu bisa ambil aja, kan mama sama papa aku pernah bilang kalo kita itu harus saling membantu satu sama lain, aku yang ngga begitu pinter matemika dan selalu ceroboh tapi kalau selalu bantuin aku, dan sekarang giliran dong aku bantu kamu dengan belikan apa yang kamu mau, ngga ada alasan pokoknya harus masuk titik!"
__ADS_1
Tegas Vika kepada Jihan.
"iya Jihan, ayok masuk"
Ajak Diandra kepada Jihan dan Vika.
Setelah melihat-lihat dan membeli barang akhirnya mereka pun merasa lapar dan mereka pun kin berada di food court.
"wiiih banyak banget makanannya aku jadi bingung ni mau makan apa, Jihan Vika kalian mau apa?"
tanya Vika kepada kedua sahabatnya tersebut.
"eemmm aku mau ......eh telfon aku bunyi sebentar yah, Hallo mas Hans kenapa?"
Hans tiba-tiba menelfon Diandra yang berada di mall.
"kamu dimana?"
Tanya Hans melalui sambungan telepon.
"Loh kan aku di mall mas mas Hans lupa"
Jawab Diandra.
"Maksud aku posisi kamu dimana?"
tanya Hans lagi.
tuttt tuut....Tut.. sambungan telepon mati
"ihh kok dimatiin sih aneh banget deh"
Kesal Diandra.
"suami kamu ya di, kangen ya baru ditinggal sebentar"
goda Vika.
"di jadi semalam gimana ni, katanya udah saling ngungkapin perasaan ya cieee ciee mulai suka nih sama suaminya sendiri hahahaha"
Goda Jihan.
"isshh apaan sih kalian berdua aku laper nih kita makan ayam geprek yuk"
"okee"
Setelah memilih tempat duduk, ketiganya menunggu makanan mereka, disaat mereka menunggu makanan mereka tiba-tiba saja Hans datang bersama dengan Riko.
__ADS_1
"loh di, itukan suami kamu"
Tunjuk Vika.
Hans yang datang bersama Riko pun langsung menghampiri ketiganya.
"Maas kok kesini, terapinya udah selesai?"
tanya Diandra.
"udah sayang, makanya aku kesini soalnya dirumah pasti ngga ada kamu jadi aku susulin deh".
Mereka yang melihat kemesraan Diandra dan Hans hanya bisa mendengus kesal.
"loh kok ada pak Riko juga disini, halo pak Riko apa kabar, masih inget kita kan pak heehe"
Ucap Vika sambil mencolek Jihan.
"halo pak Riko apa kabar?"
Sapa Jihan dengan malu-malu.
"iya baik, terimakasih."
Balas Riko dengan cueknya.
mereka berlima pun makan dengan pesanan masing-masing.
Setelah selesai, makan tiba-tiba Vika ingin menonton film.
"oh ya aku pengen nonton film deh, gimana kalo kita nonton bareng-bareng pasti seru."
Ajak Vika kepada mereka semua.
"ide bagus, saya setuju mau kan sayang kita nonton?"
ajak Hans kepada Diandra.
"iya aku mau kok"
Jawab Diandra sambil mengangguk.
Setelah mereka membeli tiket kemudian mereka menonton film tersebut, Vika duduk bersebelahan dengan Jihan yang sebelahnya lagi ada Riko. Sedangkan Hans dan Diandra duduk di kursi tepat di depan mereka.
Film yang mereka tonton adalah film horor, karena Vika sering menonton film horor, maka dirinya sudah terbiasa.
Berbeda dengan Jihan dan Diandra yang terlihat sangat ketakutan saat melihat adegan seram, Diandra secara spontan langsung memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada kekar suaminya karena saking takutnya.
__ADS_1
Sedangkan Jihan, dirinya yang juga tanpa sadar memeluk lengan Riko sambil berteriak.
...πππππππππππππ...