
Vika lalu menoleh dan diam sejenak, dan tersadar saat Arya menjetikan jarinya ke depan wajah Vika.
"cletek.....hei kok malah bengong, gimana mau nggak aku antar, sekalian aku mau ngomong sesuatu ke kamu" Ucap Arya.
"ah iya emmm boleh boleh". Ucap Vika gelagapan.
"tapi panas pake motor, kamu mau?" Ucap Arya.
"gapapa sih lagian saya juga ga masalah kok, untung saya pake celana". Ucap Vika sambil tertawa
Vika lalu membonceng Arya.
-
Mereka telah sampai di sebuah cafe.
"bisa turunnya?" tanya Arya.
"bisa kok". Jawab Vika
Arya dan Vika duduk dan memesan makanan serta minuman.
setelah selesai memesan, Arya memulai pembicaraan mereka.
"oh ya Vika, kamu dan Diandra itu sudah lama berteman?" Tanya Arya
"iya, kami sudah berteman sejak SMA, saya Diandra dan Jihan selalu bertiga, kemana mana selalu bersama bahkan kami juga sudah tau bagaimana kehidupan pribadi masing-masing" Vika menjelaskan.
"begitu ya, saat kamu bersama Diandra, apa kamu pernah tau dulu Diandra dekat dengan siapa sebelum menjadi istri Hans." Tanya Arya.
"kalo setau saya sih, Diandra itu belum pernah dekat dengan lelaki manapun, tapi yang deketin dia banyak. Yah karena Diandra itu anaknya polos jadi dia ga peduli deh" Vika menjelaskan
"ah...begitu rupanya, jadi Hans itu cinta pertama Diandra" ucap Arya.
"bisa dibilang begitu, selama saya bersama Diandra, dia itu tidak pernah neko-neko, dia itu apa adanya, jangankan pacaran, dia main aja kalo nggak aku ajak dia, ga pernah main" Ucap Vika
"hahahaha lucu sekali, bukankah gadis seumuran kalian waktu itu sedang asyiknya main-main ya" Tanya Arya.
"ya harusnya iya, tapi Diandra itu dari dulu emang tidak dibolehkan sama kedua orang tuanya untuk beraktifitas yang berlebihan, mengingat Diandra itu ......" Vika tidak melanjutkan pembicaraannya.
"kenapa?" Arya penasaran
"aduh gimana ya, tapi Diandra ga mau orang lain tau kondisi dia, dia ga mau ngrepotin orang" Ucap Vika sendu.
"iya aku tau tentang kondisi Diandra." Ucap Arya.
__ADS_1
Tak lama kemudian pesanan mereka telah sampai.
"silahkan dimakan" ucap Arya
"iya, oh ya kenapa daritadi mas Arya nanyain tentang Diandra?"
Arya yang sambil makan langsung tersedak.
"uhuukk..uhukkk....akhh" Arya tersedak lalu minum
"minum dulu mas, aduh kenapa bisa tersedak sih" Vika terlihat cemas.
"hah, udah tidak apa-apa, emm gimana kalo aku kamu aja, ga usah terlalu formal manggilnya" Ucap arya.
"emmm iyadeh kamu gapapa?" Tanya Vika malu-malu.
"iya gapapa, Vika maaf kalau aku lancang, tapi bagaimana hubungan kamu dengan Bryan?" Arya mengalihkan pembicaraan
Vika seketika langsung menghentikan aktifitas makannya.
"emm maaf tapi, bisa nggak kita ga usah bahas masalah itu?" Vika yang terlihat tidak nyaman.
"ah iya, maaf aku, aku ga bermaksud untuk.."
"its okay, aku cuma males aja bahas itu lagi."
"emm kalo menurut aku sih ga salah, soalnya kan hati orang kita nggak tau, lagipula kita juga ga bisa atur hati mau suka sama siapa, tapi kita bisa kok atur hati supaya kita bisa melupakan seseorang.
Cinta itu memang sedikit rumit, tapi menurut aku cinta itu lucu" Ucap Vika
"lucu bagaimana?" Arya penasaran
"ya lucu aja, kadang kita bisa cinta sama orang yang salah. Dan itu juga bukan kemauan kita, Kalo aku bisa minta, mungkin aku akan meminta jangan jatuh cinta dengan orang yang salah, tapi itu ga bisa. Cinta datang dengan sendirinya." Ucap Vika
"yah kamu benar, dan cinta itu unik, dia bisa membuat bahagia dan bisa juga membuat sedih" Ucap Arya.
"kamu pernah jatuh cinta?" Tanya Vika.
"hah...ya pernah, aku jatuh cinta dengan seseorang yang aku sendiri sudah tau kalau dia tidak akan bisa aku miliki" Ucap Arya
"kok bisa?" Tanya Vika
"ya karena dia sudah dimiliki orang lain, dan orang yang aku cinta itu mencintai orang lain" Jawab Arya.
"tapi dia tau kamu cinta sama dia?" Tanya Vika
__ADS_1
"enggak, hanya aku yang tau perasaanku" Ucap Arya
"kamu cinta bertepuk sebelah tangan ya, hah ternyata kisah cinta kita berbeda tapi sama-sama menyakitkan" Ucap Vika dengan menghela napas.
"Vika, aku mengenal Bryan sudah lama, aku tau bagaimana sifatnya. Dia memang agak nakal, tetapi jika urusan hati, dia tidak pernah main-main. Saran aku kalian bicarakan baik-baik hubungan kalian, dan jika memang sudah tidak bisa bersama ya tidak apa-apa tapi setidaknya semua jelas dan kalian tidak saling salah paham seperti ini dan saling membenci." Tegas Arya.
Vika yang melihat ketegasan Arya entah kenapa merasa begitu kagum.
"hah, wanita yang dicintai sama mas Arya itu beruntung sekali ya, bisa dicintai dengan orang yang begitu tulus, andai saja Bryan seperti mas Arya, hah sudahlah" Batin Vika.
Vika dan Arya lalu menikmati makanan mereka.
"hah kenyang, kamu mau pesan lagi?" Arya menawarkan kepada Vika.
"ngga usah kok mas, aku sudah kenyang. Oh ya bukankah ini sudah masuk jam kerja ya, sebaiknya mas Arya segera kembali ke kantor, biar saya naik taksi saja"
"jangan, saya yang ajak kamu kesini, jadi saya yang harus antar kamu"
"tapi kan jarak kerumah saya jauh, sebaiknya saya naik taksi saja"
"tidak ada alasan kali ini, biar bagaimanapun kamu ini teman Diandra, sudah sepatutnya aku juga menjaga kamu" Tegas Arya yang lagi-lagi membuat Vika menjadi kagum
"emmm yasudah kalau begitu". Vika pasrah.
Arya lalu mengantar Vika Pulang kerumahnya dengan sepeda motornya, sepeda motor itu memang milik Hans, tetapi Hans sudah memberikannya kepada Arya karena dari kecil, jika Arya menyukai apapun yang dimiliki Hans, maka Hans akan memberikan cuma-cuma kepada Arya.
Diperjalanan, Arya dan Vika awalnya hanya diam, hingga akhirnya Arya mengatakan kepada Vika agar berpegangan.
"Vika, kamu pegang aku yang kuat, aku akan ngebut dan kamu teriaklah dan luapkan seluruh keluh kesal di hati kamu." Ucap Arya.
"Tapi...aku takut". Vika yang ketakutan sambil menutup mata.
"tenang saja, kamu pegang aku yang kuat aku hitung sampai tiga, aku akan ngebut setelah itu teriaklah sekencang kencangnya.....oke...satu....dua....tiiiigga!" Teriak Arya.
Vika spontan langsung berteriak sekencang-kencangnya, Arya yang merasakan teriakan Vika seketika tau apa yang dirasakan oleh Vika.
"sudah puas?" Tanya Arya lalu mengurangi kecepatan motornya.
"hah lega juga ya ternyata." Ucap Vika.
"Ini adalah cara termurah dan paling menyenangkan agar kita bisa meluapkan isi hati" Ucap Arya.
"ya, kamu benar". Kata Vika
πππππππππππ
__ADS_1
Duuh Author bingung nih Vika nanti sama siapa ya? menurut para readers yang tercinta ini, Vika lebih baik sama Arya atau Balikan sama Bryan ya??