Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Manusia atau Iblis?


__ADS_3

Sedangkan di perjalanan lain, Arya sedang mengantar Vika


"mas Arya, kenapa mas Arya begitu panik mengenai Diandra, dan mas Arya juga sangat khawatir tadi" Tanya Vika


"ohh itu karena, karena Hans yang sudah memberi kepercayaan agar aku menjaga Diandra."


"oh gitu ya"


"nah, sudah sampai, segera pulang ya nanti jika Diandra sudah sadar akan aku kabari kamu lagi"


"baik mas Arya, kalo gitu aku pamit dulu ya"


Arya lalu melajukan kembali mobilnya untuk kembali ke rumah sakit.


-


(Dirumah sakit)


"Jeng, apa nak Hans sudah tau kondisi Diandra?" Tanya Bu Ratna


"belum jeng, kami sepakat untuk tidak memberitahu Hans agar dia tidak panik dan kepikiran Diandra. Lagipula saat ini Diandra sudah lebih baik, kita hanya menunggu Dinadra siuman saja" Ucap Bu Rosa


"iya...hah andai saja suami saya bisa menerima Diandra, pasti Diandra akan sangat senang sekali, tetapi suami saya terlalu egois, dia hanya mementingkan kesenangannya dan hartanya, dia bahkan sampai rela mengorbankan anak anaknya, Danira pun juga ikut menjadi korban. Dia dipaksa oleh suami saya agar mau menikah dengan orang yang bahkan usianya lebih tua dari suami saya


Karena tidak tahan dengan sikap papanya, Danira kabur dan sekarang saya tidak tau Danira dimana"


”sabar ya jeng, kita berdoa saja yah, tapi kalau boleh tau nih jeng, Danira itu bukannya anak kesayangan pak Abraham ya?" Tanya Bu Rosa


"iya suami saya memang membedakan antara Diandra dan Danira. Suami saya lebih menyayangi Danira, Tapi memang pada dasarnya dia itu gila harta, maka dia sampai tega mengorbankan putrinya


Danira itu sebenarnya anak baik, dia juga sayang dengan Diandra, tapi sejak kecil Danira terpaksa harus menjauhi Dinadra karena desakan dari suami saya."


"ohh begitu ya, pantas saja Danira itu sedikit manja, ternyata pak Abraham itu terlalu memanjakan tanpa kasih sayang ya, ternyata supaya Danira mau melakukan sesuatu untuk keinginan pribadinya." Kesal Bu Rosa


Saat mereka asyik mengobrol, Tiba-tiba hp bu Ratna berdering, Pak Abraham sedari tadi menelfon Bu Ratna


"jeng saya angkat telfon dari suami saya sebentar ya" Bu Ratna meminta ijin


"oh ya silahkan jeng"


"haloo, pa" Ucap Bu Ratna di sambungan telepon


"mama ini kemana aja sih, dirumah ga ada, papa laper ni!" Pak Abraham memarahi Bu Ratna


"pah, mama di rumah sakit, Diandra kambuh pa" Ucap Bu Rosa


"hah dasar! yasudah kalau begitu" pak Abraham menutup panggilan telfon


"jeng, ada apa?" Bu Rosa khawatir


"gapapa kok jeng, suami saya nyari saya, tapi saya sudah kasih tau kalo Diandra kambuh" Ucap Bu Ratna

__ADS_1


"iya jeng sabar"


Tak lama kemudian arya datang.


"loh Arya kamu kesini lagi, kenapa tidak pulang?" tanya Bu Rosa


"engga tante, Arya disini saja lagipula rumah sepi"


”iya juga sih, Oh ya arya kamu belum cerita sama Tante kenapa Diandra bisa seperti itu?" Tanya Bu Rosa


"aku juga ga tau Tante, tadi kita berlima sedang makan siang, tiba-tiba saja, Diandra merasakan sakit di dadanya jadi Arya langsung bawa Diandra ke rumah sakit"


"oh begitu ya, trus Hans gimana?" tanya Bu Rosa


"kata Riko, dari tadi Hans nelfon Dinadra, mungkin Hans memiliki firasat, tapi Riko sudah mengatasi semua kok, kita tunggu Diandra siuman saja"


-


Kini hari mulai malam, namun Diandra belum juga sadar.


hp Bu Ratna yang selalu berbunyi membuat Bu Ratna kesal lali mengangkat telfon


"mama ini sudah berani ya melawan papa! ini sudah jam berapa ha! kenapa tidak pulang! kalau mama tidak pulang sekarang juga, maka papa terpaksa harus menjemput paksa mama!" Teriak pak Abraham di panggilan telepon Sampai terdengar oleh Arya dan kedua oranng tua Hans


"pa, ini anak kita dirumah sakit pa, mama ga bisa pulang sekarang"


"kalo mama tidak pulang juga! papa terpaksa harus memakai cara papa!"


"baik pa, mama akan segera pulang ".Tangis Bu Ratna


"tidak usah jeng, saya naik taksi saja"


"gimana kalau Arya yang antar Tante, soalnya ini sudah malam, Arya tidak tega"


"bener jeng, biar diantar Arya jeng" Bu Rosa meyakinkan


"yasudah, kalau tidak merepotkan nak Arya"


Arya lalu mengantar Bu Ratna sampai kerumah.


"makasih ya nak Arya, nak Arya langsung pulang dan istirahat ya" ucap Bu Ratna


"baik Tante"


Saat Arya akan melajukan mobilnya, Arya mendengar teriakan dan terdengar tamparan yang cukup keras di rumah pak Abraham, tanpa aba aba Arya langsung masuk ke rumah dan betapa terkejutnya Arya, saat melihat Bu Ratna sudah terkapar dilantai sambil memegang pipinya


"apa apaan ini? ini namanya kekerasan, anda bisa saya tuntut!" Bentak Arya kepada pak Abraham


"siapa kamu berani beraninya masuk kerumah saya ha!" Teriak pak Abraham


"anda ini manusia atau Iblis sih, anda tau tidak saat ini anak anda sedang berada dirumah sakit, bu Rosa sebagai ibunya sudah sepatutnya dia menemani anaknya, tapi anda malah memarahi bahkan melakukan kekerasan kepada istri anda sendiri" Kesal Arya

__ADS_1


"kamu itu tidak tau apa apa, sebaiknya kamu pergi sekarang atau saya akan..."


"akan apa? anda jangan macam macam dengan saya ya, kalau anda masih ingin bergerak bebas" Ancam Arya


"dasar kamu..." Pak Abraham mencoba memukul Arya, namun karena Arya jago bela diri, dia bisa menangkis tangan pak Abraham dan membekapnya hingga tersungkur.


"bukankah saya sudah peringatkan anda untuk tidak macam macam dengan saya! Dengar ya, jika anda berani melukai Bu Rosa lagi, saya tidak akan segan segan mematahkan tangan anda" Ancam Arya


"akhh sakittt, mama kenapa diam saja cepat bantu papa"


"nak Arya sudah cukup, sebaiknya nak Arya pulang ya" Bu Ratna memohon kepad Arya


Arya lalu melepaskan cengkramannya.


"ingat itu baik baik, kamu itu dari luar saja manusia, tapi dalam kamu itu iblis" kesal Arya lalu meninggalkan rumah pak Abraham


"akhhh sial!" Teriak pak Abraham yang begitu emosi


Arya pergi meninggalkan kediaman pak Abraham sambil menggerutu.


"gila ya, baru kali ini aku melihat ada seorang ayah dan suami yang berperilaku iblis, hah berarti selama ini dia juga memperlakukan Diandra seperti itu, kurang ajar! Dasar iblis tua sialan, akan ku buat perhitungan!" kesal Arya lalu membanting stir mobil dengan emosi


Arya lalu melajukan mobilnya, saat diperjalanan hp Arya terus berbunyi.


"akhh sial, siapa sih yang nelfon dari tadi" Arya kesal lalu memasang earphone call di telinganya


"halo, siapa?"


"apanya yang siapa? ini aku Hans"


"oh maaf aku sedang dimobil, ada apa?" Tanya Arya


"kamu dimana, apa kamu sedang bersama Diandra?" Tanya Hans


"astaga bagimana ini, apa yang harus aku katakan, Riko bilang jangan beri tahu Hans tapi aku alasan apa ya?" batin Arya bingung


"hei, Arya aku sedang berbicara dengan kamu ya" kesal Hans


"iya iya denger kok ga usah teriak teriak juga lagi, ini aku lagi diperjalanan. Diandra mungkin sedang bersama teman temannya kamu tahu sendiri kan gimana antusiasnya dia mau bikin toko kue" Ucap Arya


"aku sudah coba hubungi Vika dan Jihan tapi mereka tidak mengangkat telfon ku, sialan!" Hans begitu emosi


"ya mungkin mereka sedang fokus, sudahlah Hans kamu fokus saja dengan kesembuhan kamu, setelah sembuh nanti kan bisa cepat pulang dan bertemu Diandra" Ucap Arya lalu mematikan ponselnya


"akhh dasar! kenapa dimatikan sih!" Kesal Hans yang membanting hpnya


"kenapa Hans?" Tanya Bryan


"aku menghbungi mereka tapi mereka bilang sedang tidak bersama Diandra, si Arya malah maematikan panggilan begitu saja" Hans frustasi.


"sudahlah, mungkin mereka memang sedang sibuk, kita coba lagi besok, oh ya hari ini jadwal kamu untuk terapi untuk jamnya nanti aku kabari" Ucap Bryan

__ADS_1


"baiklah" Ucap Hans


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2