Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Kamu mungkin lupa aku, tapi tidak untuk kenangan kita


__ADS_3

"Pah, udah ya, papa istirahat yuk" Ajak Bu Ratna


"Mah, bisa papa bicara berdua dengan Hans?" Tanya Pak Abraham


"Tapi pah"


"Mah, sekali ini saja, ada hal penting yang harus papa sampaikan kepada Hans"


"Yasudah, Hans mama titip papa ya"


"Baik mah, Mama tenang saja, nanti Hans yang akan mengantar papa" Ucap Hans


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


"Hans, Papa ini bukan seorang ayah yang baik, Selama ini Diandra hidup penuh dengan kesengsaraan karena ulah papa, Untuk menggantikan semuanya, bisakah kamu menuruti permintaan papa?"


"Maksud papa?" Hans yang tidak mengerti


"Hans, tolong rahasiakan semua ini kepada semua orang, Biarkan semua ini menjadi rahasia kita. Tolong Hans" pak Abraham memohon


"Baiklah, katakan apa permintaan papa"


"Papa akan mendonorkan jantung papa untuk Diandra, Papa sangat menyesal karena selama Diandra lahir sampai sekarang dia selalu menderita. Maka dari itu, papa sebagai seorang ayah, papa tidak mau melihat Diandra terus menderita. Tolong Hans kamu mau kan?"


"Pah, Apa papa yakin? bagaimana dengan mama Ratna? apa papa yakin jika mama Ratna akan siap menerima semua ini?" Ucap Hans


"Entahlah Hans, tapi papa rasa ini keputusan terbaik, Papa akan sangat senang jika keluarga papa kembali seperti semula, dengan kepergian papa, Papa berharap mereka akan selalu bahagia. Lagipula papa sedikit tenang karena Diandra sudah punya kamu yang akan selalu menjaga Diandra, Danira juga sepertinya sudah menemukan lelaki yang tepat. Dan untuk Ratna....istriku...dia berhak bahagia tanpa harus mengikuti apa yang aku mau dan dia tidak perlu lagi merasa tertekan" Ucap pak Abraham sendu


"Pah, aku sangat mencintai Diandra. Tapi apa papa yakin dengan semua ini?" Hans kembali meyakinkan


"Hans, papa sudah yakin. Ini adalah permintaan terakhir papa. Papa sudah melihat cucu papa. Sekarang papa ingin cucu papa merasakan kasih sayang seorang ibu. Papa mohon ya Hans"


"Hah......baiklah jika itu mau papa, Aku tidak pernah memaksa papa melakukan semua ini, papa sendiri yang mau. Dan terimakasih karena papa mau berjuang untuk Diandra dan mau mengakui kesalahan papa" Ucap Hans sambil memeluk pak Abraham


"Iya Hans andaikan papa bisa memutar waktu, Papa akan memperbaiki semuanya, tapi semua sudah terlambat Hans. Papa menyerah, papa tidak sanggup lagi mengingat bagaimana kesalahan papa kepada mereka. Papa tidak sanggup, Hans tolong jaga Diandra dan mama Ratna ya. Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan atau menyakiti Diandra" Pinta pak Abraham


"Iya pah, tanpa papa meminta pun, Hans akan selalu menjaga Diandra dan tidak akan pernah meninggalkan Diandra walau hanya sebentar" Hans meyakinkan


"Terimakasih Hans, Hans tolong antar papa ke Erland, Papa ingin berbicara sesuatu kepada Erland" Ucap pak Abraham


"baik pa, ayo aku antar." Hans lalu mengantar pak Abraham menemui Erland

__ADS_1


Setelah bertemu Erland, Pak Abraham pun langsung mengajak Erland untuk berbicara. Pak Abraham berbicara hampir sama dengan yang ia bicarakan dengan Hans.


Setelah keluar, Erland merasa aneh karena pak Abraham tiba tiba saja mengatakan hal yang menurut Erland sangat aneh dan tak biasanya.


Setelah itu Erland mengantar pak Abraham ke ruang rawatnya, Disana sudah ada Bu Ratna yang sudah menunggu pak Abraham.


"Papa...udah selesai, kok sama nak Erland? tapi bukannya sama Hans?" Ucap Bu Ratna


"iya mah, tadi kebetulan ketemu Erland, Erland bilang dia akan segera menikahi Danira. Papa rasa itu bukan hal yang buruk" Ucap pak Abraham


"Oh ya nak Erland serius? Tapi kan Danira, dia masih belum ingat sepenuhnya?" Ucap Bu Ratna


"Saya akan berusaha agar Danira segera mengingat dan setelah itu saya langsung menikahinya" Ucap Erland dengan yakin


"Nak Erland, Tolong jaga anak om, tunggu kalian kan sudah bertunangan, Sekarang kamu bisa panggil papa"


"Iya pa.. Erland akan menjaga Danira, Kalau begitu papa istirahat ya, Erland mau lihat kondisi Danira dulu" Ucap Erland


Erland lalu pergi meninggalkan pak Abraham dan Bu Ratna menuju ruang rawat Danira.


-


"Hai, kenapa tidak dimakan? apa rasanya tidak enak? kamu mau makan yang lain?" Erland yang tiba tiba datang langsung menghampiri Danira


Danira yang terkejut pun lalu menjatuhkan sendoknya, Erland dengan sigap menangkap sendok sehingga tidak jatuh dilantai.


"Kamu lagi..." Danira yang heran karena Erland selalu saja menemui dirinya


"iya...aku lagi? kenapa? Kamu mau aku suapi?" Erland berusaha meluluhkan kembali Danira


"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kamu ini tidak punya kerjaan ya? kenapa sih gangguin aku terus?" Danira kesal.


"Hmm punya kok. Dan aku bisa kapan saja keluar masuk atau bahkan meliburkan semua karyawanku" Ucap Erland dengan sombong


"cih sombong....itu apa?" Danira melihat sebuah kotak yang dibawa oleh Erland, Erland memang sengaja membeli martabak telor spesial kesukaan Danira.


"Oh ini... Ini makanan kesukaan orang yang spesial, seperti namanya kan martabak spesial pake telor dua...Dia suka sekali dengan makanan ini" Erland menggoda Danira


"oh...yaudah kenapa ngga dikasih ke orang yang spesial aja sih? kenapa malah gangguin aku?" Danira yang kesal karena dia ingin memakan martabak yang dibawa Erland


"Kenapa? kamu seperti cemburu begitu?"

__ADS_1


"Aku ngga cemburu tau...Lagipula kan kita tidak saling mengenal, sudahlah kamu pergi sana" Usir Danira


"Kalau aku ngga mau gimana? Lagipula orang yang spesial itu dia sedang tidak mood, jadi aku kesini saja"


"kamu ini benar benar ya!"


"oke, kalau begitu sebaiknya martabak ini aku buang saja lah"


"tunggu....kamu ini mentang mentang punya uang main buang aja makanan. Kamu ngga tau ya kalau diluar sana tu masih banyak orang yang ngga bisa makan. Main buang aja" Danira menghentikan Erland


"Ya lagian ngga ada yang mau martabaknya, aku udah kenyang trus mau diapain?"


"Ya kan...aku....aku juga mau" Ucap Danira pelan namun masih terdengar Erland


"apa? kamu mau ini?" Erland bertanya kepada Danira dan dibalas anggukan oleh Danira.


"Kenapa ngga bilang dari tadi sih. Nih aku bantu beresin makannnya" Erland memberesi makanan Danira dan menyiapkan martabaknya untuk Danira.


"Terimakasih" Ucap Danira dengan tersenyum lalu dengan lahap memakan martabak kesukaannya


"Enak?" Tanya Erland yang dibalas anggukan oleh Danira.


"Tidak ada yang berubah, kamu masih sama. Bahkan cara makan kamu tetap sama. Kamu mungkin tidak ingat aku, tapi aku yakin jika kamu masih ingat kenangan kita. Aku akan berusaha agar kamu segera ingat aku. Setelah itu kita akan menikah dan kita hidup bersama selamanya, aku akan menjadikan kamu sebagai ratu dikehidupanku" Ucap Erland dalam hati sambil terus tersenyum melihat Danira yang memakan martabaknya dengan lahap


"Kamu mau" Danira menawarkan kepada Erland, Erland langsung membuka mulutnya


Danira yang salah tingkah lalu mengambil kembali martabaknya karena dia tidak mungkin menyuapi Erland dengan bekas gigitannya.


Saat Danira akan mengambil martabak yang utuh, Erland dengan sigap meraih tangan Danira yang masih memegang martabak bekas gigitannya dan memasukan ke mulutnya


"Kamu! itu kan bekas gigitan ku" Danira malu


"Memangnya kenapa?" Tanya Erland sambil mengunyah.


Danira hanya terdiam dan menjadi malu, Erland yang melihat Danira sontak saja tersenyum bahagia.


Saat melihat Erland tersenyum, entah kenapa Danira merasa senang.


"Kamu siapa sebenarnya? kenapa aku seperti tidak asing dengan kamu? dan momen ini...kenapa aku merasa seperti sudah pernah melakukannya" Batin Danira yang berusaha mengingat.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’• ...

__ADS_1


__ADS_2