Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Diandra akhirnya sadar


__ADS_3

"sudahlah, mungkin mereka memang sedang sibuk, kita coba lagi besok, oh ya hari ini jadwal kamu untuk terapi untuk jamnya nanti aku kabari" Ucap Bryan


"baiklah" Ucap Hans


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Hari semakin malam, Arya dan kedua orang tua Hans masih setia menunggu Diandra.


"Tante, sebaiknya om dan tante pulang, biar Diandra Arya yang jaga, Arya janji Arya tidak akan macam macam kok, Arya akan diluar, nanti jika Diandra sadar biar Arya langsung hubungi om dan tante" Saran Arya


"kamu yakin Arya? kamu bisa memegang omongan kamu?" Tegas pak Jeremy


"iya om Arya Janji, kalau ada apa apa Arya segera hubungi om dan tante" Arya meyakinkan


"yasudah pa, lagipula kan Arya sepupunya Hans, mama percaya kok sama Arya" Ucap Bu Rosa


"tapi papa tidak percaya! masalahnya mereka bukan muhrim, Diandra sudah bersuami, Arya ingat kata kata om, jangan pernah melakukan kesalahan atau kamu akan menyesal!" Tegas pak Jeremy


"pa, ga usah berlebihan deh, niat arya itu baik, dia mau jaga Diandra karena Arya itu punya tanggungjawab kepada Hans untuk menjaga Dinadra. Kenapa papa malah marahin Arya sih, yaudah Arya Tante permisi dulu ya. Sebaiknya kamu telfon Riko untuk menemani kamu disini Tante mau pulang dulu ya, ingat segera hubungi om dan tante kalau Diandra sudah sadar." Ucap Bu Rosa lalu menggandeng pak Jeremy


-


Saat diparkiran, Bu Rosa terus mengomel kepada pak Jeremy


"pah, papa kenapa sih? Arya itu cuma melakukan apa yang Hans minta untuk jagain Diandra"


"ma, masalahnya Hans tidak disini, Arya itu belum punya kekasih, papa takut jika suatu saat Arya tidak bisa mengontrol perasaannya, apalagi Arya dan Diandra kan sering bersama saat Hans tidak ada"


"udahlah ngomong sama papa bikin pusing, udah ayo pulang mama capek mau istirahat" Kesal Bu Rosa.


-


Kini tinggal Arya seorang yang menemani Diandra di rumah sakit, Arya terus menatap Diandra dari kaca luar ruangan Diandra dirawat.


Melihat Diandra terbaring lemah, entah kenapa hati Arya begitu sakit.


"Diandra, aku bahkan tidak bisa melihat kamu seperti ini, cepat sadarlah. Agar aku bisa mengatakan kepada Hans kalau kamu baik baik saja. Maaf kan aku Diandra, aku tidak bisa begitu saja melupakan persaaanku kepadamu. Aku sudah terlanjur mencintai kamu, Aku harap kamu tidak marah ya. Aku janji aku akan secepatnya melupakan rasa cinta ini" Ucap Arya


Tak lama kemudian datanglah Riko dengan membawa sebuah paper bag besar.


"selamat malam pak Arya, ini saya bawakan baju ganti dan selimut, sebaiknya pak Arya membersihkan diri" Ucap Riko


"terimakasih Riko, tolong jaga Diandra sebentar ya" Ucap Arya sambil menghapus air matanya


Riko yang melihatnya pun heran, seorang Arya Valentino yang dikenal sulit jatuh cinta dengan wanita, kini malah menangis karena Diandra


"Kenapa akhir akhir ini aku merasa ada yang aneh dari pak Arya, kenapa aku merasa kalau dia menyukai nona Diandra. Hah tidak mungkin, aku harap ini semua hanya dugaanku saja" Batin Riko.


Tak lama kemudian Arya datang dan sudah berganti pakaian.

__ADS_1


"Riko terimakasih ya, kamu sudah repot repot" Ucap Arya


"itu sudah tugas saya pak, oh ya kenapa nona Diandra belum sadar juga ya?" Riko penasaran


"saya juga tidak tau Riko, entahlah saya selalu berdoa agar Diandra cepat sadar" Ucap Arya sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.


Lagi lagi Riko dibuat aneh dengan sikap Arya terhadap Diandra, karena sama sama lelaki, Riko bisa tau bagaimana seseorang saat sedang mencintai seseorang atau tidak.


"ya Tuhan, Aku harap pak Arya bisa mengontrol semua ini, jika memang benar dugaanku, entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya" Batin Riko yang lalu duduk agak jauh dengan Arya


-


Sementara itu dirumah Pak Abraham, Bu Ratna tidak bisa tidur dan menangis sesenggukan dibalik selimut memikirkan Diandra.


Karena merasa terganggu, pak Abraham pun terbangun


"haishh mama ini kenapa sih, bisa tidur nggak! papa capek tau mau istirahat, kalo mama masih nangis terus cepat keluar dan tidur di luar" Ucap pak Abraham dengan emosi


"papa itu bener bener sudah ga punya hati ya! mama kecewa sama papa, selama ini mama sudah sabar ya menghadapi papa, tapi kali ini maaf pa, mama tidak bisa! Mulai malam ini mama akan pergi dari rumah ini mencari Danira." Ucap Bu Ratna


"oohhh kamu berani melangkahkan kaki dari rumah ini, lihat saja apa yang akan papa lakukan, semoga mama tidak menyesal" Ancam pak Abraham


Bu Ratna hanya bisa pasrah, dirinya lalu bangkit dari tempat tidur dan memilih tidur di lantai kamarnya


"cih, kamu itu hanya wanita miskin yang saya nikahi, saya juga heran kenapa dulu saya begitu mencintai kamu...hah sudahlah semua sudah terjadi, jika kamu tidak ingin keluarga kamu terkena masalah, sebaiknya kamu jangan buat masalah dengan saya!" Tegas pak Abraham


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


"huaaaa sudah pagi, jam berapa ini astaga sudah jam enam, tapi kenapa Diandra belum sadar juga" Saat Arya akan berdiri Tiba-tiba terdengar bunyi di dalam ruangan Diandra.


Arya yang panik langsung berteriak dan berlari mencari dokter. Karena merasa mendengar suara teriakan, Riko terbangun dan begitu bangun dokter dan beberapa perawat pun datang dan masuk ke ruang rawat Diandra.


"pak Arya, ada apa ini?" Tanya Riko.


"saya juga tidak tau Riko, Diandra....hah...entahlah akhhhh" Arya lalu memukul tembok dan dicegah oleh Riko.


"tenang, kita berdoa saja untuk nona Diandra." Riko menenangkan Arya


"astaga pak Arya saja sampai seperti ini terhadap nona Diandra, saya tidak bisa membayangkan bagaimana tuan Hans yang melalui semua ini, Ya tuhan. Tolong selamatkan lah nona Diandra." Batin Riko.


Dokter akhirnya keluar dari ruang rawat Diandra.


"dokter, bagaimana keadaan Diandra dok?" Arya panik.


"anda tenang, saat ini kondisi pasien baik baik saja, pasien sudah siuman, silahkan anda bisa menemui istri anda didalam, tetapi jika pasien merasa ingin batuk, tolong segera pencet tombol agar para perawat bisa membantu" Ucap dokter.


"terimakasih dok" Ucap Arya lalu masuk kedalam tanpa memperdulikan Riko.


Riko yang berada diluar pun dibuat terkejut karena sikap Arya kepada Diandra.

__ADS_1


Didalam ruang rawat Diandra, Arya mulai duduk di kursi sebelah Diandra.


"hai, sudah agak baikan?" Tanya Arya yang dibalas anggukan oleh Diandra.


"aku haus." Ucap Diandra


"baiklah minum ini" Arya mengambilkan minum untuk Diandra


Diluar ruangan, Riko langsung menghubungi orang tua Hans dan mengabari jika Dinadra sudah siuman, tak berapa lama kemudian datanglah Erland


"Riko, bagaimana kondisi Diandra?" Tanya Erland


"alhamdulilah, nona Diandra sudah sadar."


"syukurlah, lalu dimana Arya?" Tanya Erland


"ah pak Arya ada didalam"


"oke, saya masuk dulu ya"


"baik pak Erland"


"Arya, kamu ini....sudah seperti suami Diandra saja. Halo Diandra selamat pagi, bagaimana kondisi kamu?" Tanya Erland


"sudah mendingan kok, oh ya apa mas Hans menanyakan aku? pasti dia sangat khawatir bagaimana ini?" Diandra panik


"tenang saja Diandra, tadi malam aku sudah mengabari Bryan supaya dia tidak memberitahukan kondisi kamu. Dan kamu tenang saja Hans belum tau kok jika kamu dirawat disini" Ucap Erland


"sykurlah, Mana hp aku. Aku mau hubungi mas Hans" Ucap Diandra


"sebaiknya nanti saja Diandra, kamu istirahat dulu saja" Ucap Arya


"benar, lagipula Hans sedang ada jadwal terapi hari ini, tadi Bryan yang memberi tahu" Sambung Erland


"oh ya Erland, perusahaan bagaimana?" Tanya Arya


"udah Lo tenang aja, semua aman kok, tapi nanti Lo harus urus sendiri karena gue ada urusan" Ucap Erland


"Lo mau kemana?" Tanya Arya


"ada lah pokoknya oh ya, lu semalem tidur disini? waaahh lu kayanya terlalu berlebihan deh sama Diandra. Bro sebaiknya Lo jangan terlalu sering bersama Diandra deh, gue takutnya Lo itu......"


"cih Lo ngomong apa sih, udah Lo buruan pergi sana!" Usir Arya


Erland lalu pergi meninggalkan mereka.


Tak lama kemudian orang tua Hans pun datang.


Mereka sangat senang akhirnya Diandra sudah siuman.

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2