Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Hangout bersama mertua


__ADS_3

"silahkan duduk Diandra"


"baik pa..."


"Diandra, kamu tau kan Hans itu seperti apa? kamu bisa lihat kan bagaimana Hans itu sangat membenci penghianatan. Papa harap apapun yang terjadi, kamu akan tetap bersama dengan Hans, meskipun ada yang mencoba mendekati kamu siapapun itu, berjanjilah untuk tetap bersama Hans." Ucap Pak Jeremy kepada Diandra.


"iya pa....Diandra ngerti kok, Diandra sudah sangat bersyukur pa, dengan kondisi Diandra yang seperti ini, mas Hans masih mau menerima Diandra. Justru yang Diandra takutkan adalah jika suatu saat nanti mas Hans sudah sembuh, bagaimana jika maa Hans akan mencari wanita yang lebih baik dari Diandra pa? secara kan kami menikah awalnya bukan karena cinta"


"Diandra....papa sangat mengenal Hans, jika dia sudah yakin dan percaya kepada seseorang, dia tidak akan pernah mengkhianati janjinya. Tetapi sekali dia dikecewakan, maka akan sangat sulit baginya untuk memaafkan. Kamu tau kan apa yang papa maksud?" Pak Jeremy meyakinkan Diandra.


"mengerti pa, terimakasih papa sudah menjadi mertua yang baik untuk Diandra, selama ini Diandra berharap jika papa Diandra bisa seperti papa Jeremy, meskipun bukan papa kandung, tapi papa memperlakukan Diandra layaknya anak sendiri. Diandra sangat bersyukur pa bisa mengenal keluarga ini, Diandra akan selalu mengingat kebaikan keluarga ini bahkan sampai Diandra tidak ada nanti." Ucap Diandra dengan senyum.


"Jangan bicara seperti itu, kamu dan Hans akan selalu bersama, menua bersama, dan kamu akan selalu disisi Hans."


"iya pa bahkan jika suatu saat jantung Diandra sudah tidak berdetak lagi, Diandra akan selalu disisi mas Hans."


"hah...sudah cukup berbicara seperti itu, sekarang papa sudah tenang, akhirnya Hans menemukan wanita yang pantas untuk mendampingi hidupnya." Ucap pak Jeremy.


Saat pak Jeremy dan Diandra asyik mengobrol, Bu Rosa lalu datang menghampiri mereka.


"aduuuhh papa main rebut Diandra aja, yuk sayang kita berangkat sekarang, pah mama mau hangout sama Diandra yah mumpung ga ada Hans, mama bisa sepuasnya bersama Diandra."


"hah astaga mama ini sudah tua, masih aja seperti anak muda kelakuannya." Tegur pak Jeremy kepada istrinya.


"eiiitss papa....umur boleh tua tapi jiwa harus tetep muda dong pa...udah kelamaan ayo sayang kita berangkat, ga usah dengerin papa."


"kita pergi dulu ya pa, assalamualaikum" Ucap Diandra sambil menyalami pak Jeremy


"waalaikumasalam, ya ya terserah kalian." balas salam pak Jeremy.


Bu Rosa dan Diandra pergi menuju ke butik terlebih dahulu untuk mengecek kondisi butik Bu Rosa. Setelah itu mereka lanjut ke Mall untuk berbelanja.


"sayang coba deh liat, tas nya bagus ya kamu suka nggak?" Tanya Bu Rosa.


"emm bagus kok ma."


"oke, kita ambil ini buat kamu"


"loh loh ma, tapi harganya...."


"hah udaaah gapapa, sekali kali kamu habisin uang suami kamu, pokoknya apa yang kamu mau silahkan kamu beli sepuasnya."


"tapi ma,"


"udaaah ayo kamu belanja aja apa yang kamu butuhkan."


Diandra lalu melihat sebuah blouse yang cantik dan dia teringat sang ibu.

__ADS_1


"mah kita kesana yuk, liat deh blouse nya cantik ya" Diandra menunjuk blouse tersebut lalu menghampirinya.


"sayang, kamu yakin mau beli ini? ini kan untuk orang tua?" Tanya Bu Rosa.


"iya ma, ini memang untuk mama Ratna, trus aku juga mau beli sesuatu untuk Danira dan papa boleh kan ma?."


"astaga kamu ini, masih aja mikirin keluarga kamu, padahal mereka aja ga peduli sama kamu"


"bukan ga peduli ma, mama dan Danira itu sayang kok sama aku, cuma mereka takut aja sama papa."


"hah! Mama ngga habis pikir sama papa kamu itu sebenarnya manusia apa bukan sih?"


"ma, ga boleh gitu, papa Abraham kan juga papa kandung Diandra."


"ya terserah kamu lah, tapi kamu juga harus beli buat diri kamu sendiri."


"siap ma"


Bu Rosa dan Diandra seharian telah berbelanja. Saat mereka selesai membayar, tiba-tiba dada Diandra terasa sesak lagi.


"ahkkhh" Diandra sambil meringis kesakitan memegang dadanya.


"astaga sayang, kamu kenapa? sakit lagi? yaudah kamu duduk sini ya biar mama telfon seseorang untuk bawakan belanjaan kita yah"


Bu Rosa menelfon supir pribadinya untuk mengambil belanjaannya.


"kamu bawa obatnya?" tanya Bu Rosa


"mbak, saya pesan air putih hangat satu, lalu salad sayur no kolestrol dua, teh hitam satu ya." Bu Rosa memesan kepada pelayan.


"sayang, masih sakit?" Bu Rosa yang khawatir kepada Diandra.


"udah mendingan kok ma, yaudah mulai sekarang mama yang akan mengontrol makanan kamu ya selama Hans tidak ada." Ucap Bu Rosa yang dibalas anggukan oleh Diandra.


-


(Di luar negri)


Entah kenapa Hans sangat gelisah dan selalu memikirkan Diandra. Karena tak tahan, akhirnya Hans menelfon Diandra melalui panggilan video.


tuut...tuuut


(telepon tersambung)


"halo mas? ada apa?" Tanya Diandra melalui panggilan video.


"sayang kamu dimana itu?" Tanya Hans.

__ADS_1


"oh aku lagi di mall sama mama" Ucap Diandra sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah Bu Rosa.


"syukurlah kalo gitu, sayang aku seharian gelisah mikirin kamu? kamu gapapa kan, baik baik aja kan?" Tanya Hans cemas.


"iya gapapa kok liat, aku sehat sehat aja kok, mas gimana disana? perkembangan nya gimana?"


Saat Diandra asyik mengobrol dengan Hans. Bu Rosa yang memperhatikan mereka merasa sangat terharu karena Diandra mencoba kuat didepan Hans agar Hans tidak merasa khawatir.


"Diandra, mama bersyukur Hans menikah dengan kamu, kamu adalah wanita yang tepat sayang, mama selalu berdoa supaya kamu tetap bersama Hans dan selalu disisi Hans." Batin Bu Rosa yang tanpa sadar telah meneteskan air mata.


"mas, kamu mau ngobrol sama mama nggak?" Tanya Diandra.


"boleh deh, aku juga kangen sama mama"


"halo sayang, kamu gimana disana, makan dengan baik kan, istirahat yang cukup, jangan terlalu kelelahan ya, Diandra disini banyak yang jagain kok, kamu fokus kesembuhan kamu ya, mama pastikan saat kamu pulang nanti, Diandra adalah orang pertama yang menyambut kesembuhan kamu." Ucap Bu Rosa yang menitikkan air mata.


"maa...Hans baik-baik aja kok, mama juga jaga kesehatan ya, aku titip Diandra ya ma, jaga dia, jangan sampai dia terluka sedikitpun ma."


"hahaha kamu ini, yasudah kamu lanjut aktivitas kamu, mama mau makan sama Diandra."


"makan apa? kolestrolnya tinggi enggak, berlemak nggak ma?" Hans yang mulai posesif.


"Hans kamu tenang saja, selama kamu disana mama yang akan gantikan kamu mengontrol Diandra."


"yaudah kalo gitu, aku ada jadwal terapi nanti, kalau begitu sudah dulu ya ma, tolong berikan hpnya kepada Diandra." Ucap Hans.


"iya mas...kenapa?"


"sayang sudah dulu ya aku mau siap-siap pergi ke dokter untuk terapi, kamu baik baik disana ya, nurut apa yang mereka katakan oke."


"iya bye love you" Pamit Diandra kepada Hans.


"dah sayang muuahh" Balas Hans.


Diandra mematikan ponselnya.


"sayang, makan dulu ya" Bu Rosa menawarkan makanan kepada Diandra.


"ma, aku pengen banget sekali-kali makan yang enak gitu ma, pengen makan normal seperti orang orang, aku nyusahin ya ma?" Ucap Diandra dengan menangis.


"engga kok sayang, gapapa, mama juga suka makan ini, lagipula ini kan makanan sehat" Ucap Bu Rosa.


"mah, aku takut...." Ucap Diandra.


"takut kenapa sayang?" Tanya Bu Rosa sambil memegang tangan Diandra.


"mah, kalo suatu saat aku ga bisa nemenin mas Hans lagi, mama tolong carikan mas Hans wanita yang benar benar mencintai mas Hans ya mah." Ucap Diandra.

__ADS_1


"Udah kamu ini ngomong apa sih, kamu adalah wanita satu satu nya bagi Hans. Udah ya kita makan trus kerumah mama kamu" Ucap Bu Rosa yang sebenarnya juga takut kalau suatu saat akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2