Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Ada apa dengan Hans?


__ADS_3

Malam semakin larut namun Diandra tidak bisa tidur karena masih memikirkan suaminya.


"aduuh mas Hans kenapa belum pulang sih, udah jam segini juga masih aja belum pulang, aku telfon aja kali."


Diandra beranjak dari kasur lalu mengambil ponsel dan mulai menghubungi suaminya


tuut...tuut


tuuut...Tut..


Tut..Tut..Tut...


Tut..tutt.


"aduh mas Hans kemana sih kok ga diangkat dari tadi"


(di markas Hans)


"loh kenapa ngga diangkat sih, dari tadi telfon bunyi ga diangkat"


Kesal Arya terhadap Hans.


"ngga penting, udah kita lanjutkan saja pembicaraan kita"


Ucap Hans sambil mematikan daya ponselnya agar Diandra tidak nenelfonnya lagi.


(kembali ke Mansion Hans)


"loh loh, kok malah ga aktif sih handphone nya, Huft....Maas kamu sebenarnya kenapa? pergi ga ngabarin, pulang larut, ditelfon ga bisa, aku khawatir mas"


Diandra merasa sangat khawatir kepada suaminya karena perubahan sikap suaminya yang secara tiba-tiba. Dia selalu berkutat dengan pikirnya, mencari tahu apa kesalahan yang ia lakukan hingga membuat Hans menjadi berubah.


Karena masih merasa cemas, Diandra pergi menuju dapur untuk mengambil air putih agar sedikit menghilangkan kecemasannya.


"hah aku tunggu mas Hans di sofa aja lah sambil nonton tv, siapa tau bentar lagi mas Hans udah pulang".


Diandra menyalakan tv nya dan menontonnya serta mengganti canel, Tak terasa hampir satu jam Diandra menonton tv hingga rasa kantuknya pun mulai datang. Tanpa disadari Diandra tertidur di sofa dengan tv menyala.


Jam sudah menunjukan pukul 03.00 Terdengar suara mobil mulai memasuki halaman mansion Hans, mobil tersebut milik Arya yang mengantar Hans untuk kembali ke rumah.


Arya membantu Hans untuk turun dari mobil lalu mendorong kursi roda hingga masuk pintu depan.


"Sudah sampai sini saja, kamu cepat kembali ke rumah papa, nanti mereka khawatir"


Ucap Hans kepada Arya.


"yakin, ngga mau dianter ke dalam?"


Tawar Arya kepada Hans.


Tanpa berkata sepatah katapun, Hans masuk kedalam rumah lalu menutup pintu.


Karena sudah paham dengan sifat hans, Arya kemudian pergi dari mansion menuju rumah pak Jeremy.

__ADS_1


Saat Hans akan menuju kamarnya, ia melihat tv masih menyala kemudian mendekat, betapa terkejutnya Hans saat melihat Diandra tertidur di sofa tanpa selimut.


"Diandra....kenapa dia disini? apa dia menungguku? haishh sudahlah lagian aku sudah menyuruh Riko agar menyampaikan kepadanya untuk segera tidur, kalau dia tidur disini bukan salahku"


Batin Hans dengan kesal lalu pergi ke kamarnya.


Dikamar, Hans merasa hatinya tidak tenang karena Diandra, ia lalu meraih selimut dan membawanya kepada Diandra, dengan menggunakan kursi rodanya, Hans menuju sofa untuk menyelimuti Diandra lalu mematikan tv.


Ditatapnya Diandra dengan perasaan berkecamuk, dirinya senang karena saat ini Diandra adalah gadis yang ia cari selama ini, namun ia juga kesal karena ternyata alasan Diandra menikah dengannya hanya untuk sang ayah dan yang membuat Hans lebih marah lagi adalah saat ayahnya mengajarkan bahwa Hans itu cacat namun Diandra hanya diam.


"Diandra, kamu..aku tidak mengerti kenapa kamu sama dengan wanita diluar sana"


Ucap Hans sambil mengelus pelan pucuk rambut Diandra.


Karena Hans sudah mulai mengantuk akhirnya Hans pergi ke kamar untuk tidur.


-


Tak terasa pagi telah tiba setelah melalui malam yang panjang, Diandra terbangun dari tidurnya.


"wuuuaaa (sambil mengucek mata), loh kok aku disini, selimut ini?, astaga...semalam aku ketiduran disini, pasti mas Hans yang kasi selimut, tapi kenapa ga bangunin aku sih.."


Ucap Diandra dengan terburu-buru bangun lalu berjalan menuju ke kamarnya.


Dilihatnya Hans yang masih tertidur pulas, ia tidak tega membangunkannya namun ia harus membangunkan Hans, karena setiap pagi sebelum mandi Hans harus belajar berdiri dan berjalan sedikit demi sedikit.


Dengan pelan Diandra mulai membangunkan suaminya.


Diandra mencoba membangunkan Hans.


Karena merasa ada yang memegangnya Hans lalu terbangun.


"ck, kamu kenapa sih pagi-pagi udah berisik."


Kesal Hans kepada Diandra karena telah mengganggu tidurnya.


"Maas mumpung ini masih pagi, ayo kita latihan lagi"


Diandra mencoba membujuk Hans agar segera bangun.


"berisik ya kamu, aku masih ngantuk semalem aku pulang larut, sana pergi aku mau tidur lagi"


Diandra yang tidak putus asa lalu menyibak selimut dan terpaksa menarik tubuh Hans agar bangun.


"Maas ayolah, kamu bisa tidur lagi setelah mandi tapi kita latihan dulu"


Ucap Diandra sambil berusaha payah menarik tubuh Hans agar bangun.


Karena kesal, Hans lalu mendorong tubuh Diandra hingga Diandra terjatuh.


"kamu tuli ya! ngga denger aku ngomong apa ha! jangan coba-coba buat maksa saya ya kamu!"


Bentak Hans kepada Diandra, karena merasa Hans telah berubah, Diandra memberanikan diri untuk mencoba mengatakan isi hatinya.

__ADS_1


"Maas aku ga tau kenapa kamu bisa berubah-ubah seperti ini, dulu kamu ketus sama aku, trus berubah jadi baik, dan sekarang kamu kejam sama aku, mas...aku ga peduli mau sebenci apa kamu sama aku, tapi aku mohon demi kesembuhan mas Hans, mas harus ikutin apa yang aku suruh"


"Sekarang mas bangun dan kita bersiap untuk latihan aku akan mempersiapkan semuanya mas tunggu disini"


Ucap Diandra panjang lebar.


Hans yang terdiam tidak dapat berkata, Karen kali ini Diandra mulai membentaknya.


"ck dasar, seharusnya aku yang marah kenapa jadi dia, haishh sudahlah"


setelah selesai mempersiapkan semuanya, Diandra kembali ke kamar untuk membawa Hans ke taman belakang guna melakukan latihan pada kakinya.


"Mas sekarang coba berdiri sendiri"


Ucap Diandra kepada Hans.


Hans tanpa berbicara lalu dengan sekuat tenaga mencoba berdiri.


Setelah berhasil berdiri, Diandra lalu menyuruh Hans untuk berjalan kearahnya.


Dengan langkah sedikit tertatih-tatih Hans mulai berjalan dengan keseimbangan yang belum begitu bagus.


karena merasakan sakit di bagian kaki, Hans hampir saja terjatuh, beruntung dengan sigap Diandra merangkul hans agar tidak jatuh.


"Maas gapapa? sakit ya kakinya, kita istirahat dulu ya, aku ambilkan teh nya"


Diandra pergi kedapur untuk mengambil teh herbal yang sudah ia siapkan untuknya.


Teh yang diminum setiap pagi oleh Hans adalah teh herbal yang diimport dari luar yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan otot, yang dapat membantu proses penyembuhan Hans.


Setelah selesai latihan, seperti biasa Diandra memandikan Hans dan mendandaninya.


"sudah selesai, mas aku mau ijin hari ini ketemu sama Jihan dan Vika boleh nggak?"


"mau ngapain?"


Tanya Hans kepada Diandra.


"itu aku mau bahas mengenai bisnis kita, rencananya aku mau buat bisnis kecil-kecilan gitu."


"memangnya uang yang saya kasih ke kamu itu kurang, kamu takut aku ga bisa sembuh dan ga bisa kerja buat nafkahin kamu"


Ketus Hans kepada Diandra.


"Maas bukan begitu, aku cuma..."


"tetap dirumah!"


sahut Hans lalu pergi dengan kursi rodanya.


Diandra hanya bisa terdiam sambil masih berpikir ada apa dengan perubahan Hans terhadap dirinya.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2