Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Pesta pria tampan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Erland dan Bryan akhirnya sampai dirumah milik Erland.


"waaahh gilasih ni rumah udah gua tinggal lama masih aja kaya dulu"


Ucap Erland kagum dengan rumahnya.


"land lu panggil penjaga rumah Lo dong buat bawain barang lu, tadi di bandara kan udah gua bantuin, masa disini gua juga."


Kesal Bryan.


"iya udah, biarin aja nanti juga diambil, oh ya kita kedalem yuk, udah lama banget kan lu ga main kesini."


Ajak Erland.


"iya juga sih terakhir gua main kerumah Lo pas gua mau berangkat ke Amrik"


Sahut Bryan.


"hahaha bener banget, coba lu hubung Arya sama Hans, suruh mereka buat kesini nanti malam kita partyyy"


"udah, gua udah kasih tau mereka kemaren mereka setuju kok"


Ucap Bryan.


"wiih mantab akhirnya kita kembali seperti dulu dengan personil lengkap."


Bryan membantu Erland untuk menyiapkan pesta kecil-kecilan yang mereka adakan nanti malam.


-


Tak terasa malam hari telah tiba, Bryan yang memang sudah berada di rumah Erland sejak pagi sudah bersiap.


Sedangkan Hans dan Arya datang bersama, sepulang kantor mereka sudah bersiap di kantor dan tak perlu pulang kerumah.



Hans dengan pakaian santainya.



Arya juga dengan pakaian santai.



Erland.



Bryan


"wiiihh gila makin keren aja Lo"


Sambut Erland kepada Arya.


"apa kabar, gimana disana betah ga lu?"


Tanya Arya kepada Erland.


"ck, betah lah cewenya cantik-cantik disana, oh ya Hans wiihh Lu makin kesini setelah punya bini jadi tambah berkarisma nih"

__ADS_1


Goda Erland kepada Hans.


"wiiihhh gilasih ini personil lengkap semua, ternyata kalian banyak berubah ya,"


Ucap Bryan yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"Yah tapi tetep gua sih yang paling ganteng"


Erland dengan PD nya mengatakan kepada mereka.


"ayooo kita mulai pestanya."


Teriak Bryan kepada mereka semua.


Mereka berempat bersenang-menikmati pesta mereka. Mereka meminum minuman yang sudah disiapkan, namun hanya Hans yang tidak meminumnya.


"hei Hans, ayolah sedikit saja"


Tawar Erland kepada Hans.


"ck, sedikit tapi nanti ketahuan istri ku."


Sahut Hans dengan kesal.


"hahahaha suami-suami takut istri kamu ya, kaya kita gini dong bebas ya nggak"


ledek Bryan.


"tau nih, suami takut sama istri ya gini nih,"


Arya ikut meledek Hans.


ucap Hans sambil meminum jus jeruknya.


"hahaha iya-iya bro gua ngerti kok, Sabar aja gua yakin lu bakal sembuh kok, apalagi yang rawat istri sendiri ya kan"


Goda Erland.


"oh ya bro, gua udah dapet dokter yang bisa nyembuhin lu, tapi lu harus ke luar negri, soalnya dokter nya dari luar dan alat-alat yang digunakan lebih canggih pastinya."


Bryan memberikan saran kepada Hans.


"benarkah? apa kamu yakin dia dokter terbaik?"


Tanya Hans yang kurang yakin.


"gua jamin 100% deh soalnya bokapnya temen gua udah buktiin sendiri selama 5 tahun ga bisa jalan akhirnya dia sekarang udah bisa berjalan normal lagi."


Bryan meyakinkan Hans.


"Hans, ga ada salahnya kita coba kan aku setuju sih sama Bryan, kita bisa kok atur semua buat lu, asal lu sembuh kita akan lakuin apa aja."


Arya yang ikut setuju dengan pendapat Bryan.


"nah ini ni yang gua suka, kalian emang the best deh pokoknya, Hans, gini aja untuk urusan lu berobat ke luar negri biar jadi urusan Bryan, dia kan yang tau. Nah kalo untuk masalah perusahaan dan masalah markas gua dan Arya dibantu Riko yang akan menangani. Gimana lu setuju?"


Tanya Erland.


"yah jika itu yang terbaik, aku setuju aja sih. Aku akan bicarakan ini dengan istri ku."

__ADS_1


Sahut Hans.


"okedeh sip kalo gitu, oh ya Hans gua penasaran istri ku kek gimana sih lu punya fotonya kan?


Tanya Bryan dengan penasaran.


"ck, nanti kalian juga bakal tau"


Ucap Hans dengan senyum licik.


"hadeh pake disembunyiin segala sih, jadi penasaran gua sama istri lu, lebih cantikan mana sama Sony......"


Belum sempat Erland melanjutkan pembicaraan dirinya sudah ditatap tajam oleh Arya dan Bryan.


"hahahaha nggak maksud gua tu ga gitu kok Hans."


Lanjut Erland.


"yang pasti dia jauh lebih segalanya dari Sonya."


Sahut hans dengan senyum terkagum.


"wah wah jadi gsabr ni ketemu sama ipar gua"


Ucap Arya.


Malam menunjukan pukul 12 malam, keempat pria tampan tersebut masih asyik menikmati pesta mereka.


Arya dan Erland hanya meminum sedikit alkohol dan mereka sudah sering minum jadi tidak begitu berpengaruh.


Hans yang sama sekali tidak minum alkohol karena dirinya harus bisa menjaga tubuhnya, agar segera pulih. Selain itu, jika dia mabuk maka Diandra pasti akan sangat marah padanya.


Sedangkan Bryan yang mabuk berat karena terlalu banyak minum sambil terus berkata,


"Maafin aku, ayo kita kembali seperti dulu lagi, aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi, maaf"


Hanya kalimat itu yang terus dikatakan oleh Bryan.


"land, aku rasa Bryan biar tidur dirumah mu saja, dia sepertinya mabuk berat"


Saran Hans.


"yah, biar dia tidur disini, sepertinya Bryan punya masalah yang serius dengan pacarnya."


Sahut Erland.


"kalau begitu aku dan Hans pamit dulu, Hans masih ada istri yang menunggu dirumah, sedangkan aku masih ada orang tua kedua yang sudah menungguku."


pamit Bryan sambil melirik Hans.


Hans dan Arya pergi meninggalkan kediaman Erland.


Sedangkan dirumah Erland, terlihat Bryan yang masih mengatakan kalimat yang sama.


"astaga.....kamu ini kenapa sih bikin susah aja deh, kenapa sih sebenarnya, hah masalah apa lagi ini"


ucap Erland dengan frustasi.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2