
"apa? Hah....dokter saya mohon selamatkan suami saya dok saya mohon"
"Iya Bu, akan kamu usahakan, ibu yang tenang dan selalu doakan suaminya ya Bu"
Bu Ratna sangat sedih karena suaminya harus mengalami koma, dia belum tau kondisi Diandra juga sedang kritis. Namun Hans sengaja tidak memberitahu karena Hans tau jika Bu Ratna pasti akan sangat terpukul jika mengetahui kondisi Diandra, apalagi suaminya dan Danira juga sedang dirawat.
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
"Hans, kamu mau beri nama anak kamu siapa?" Tanya Bu Rosa
"Sesuai dengan keinginan Diandra mah, aku akan berikan nama anak ku Arsetya Handra Fernandez, Handra itu gabungan dari namaku dan Diandra"
"Arsetya, nama yang bagus" Ucap pak Jeremy
"Pah, Diandra akan kembali bersamaku kan" Ucap Hans pilu
"Berdoalah karena hanya tuhan lah yang bisa mengatur semuanya" Ucap pak Jeremy.
-
Hari esok pun telah tiba, Hans masih tetap setia menunggu istrinya yang masih terbaring tak berdaya.
Sedangkan Pak Abraham yang mulai sadar namun dengan kondisi yang sangat lemah.
"Pah, papa semalam tidak makan apa apa, mama belikan sesuatu ya pah" Bujuk Bu Ratna
"Tidak...Bagaimana kondisi Danira?" Tanya pak Abraham
"Danira sudah siuman pa, tetapi...."
"Tapi apa?" Pak Abraham terkejut.
"Danira lupa ingatan, dokter bilang karena benturan yang cukup keras membuat nya menjadi amnesia pa" ucap Bu Ratna
"Antar papa kesana"
"Pah, bahkan dalam keadaaan seperti ini, papa masih tetap dengan ego papa?"
"Papa ingin melihat Danira, Papa ingin minta maaf" Pak Abraham menangis.
"apa? papa serius?" Bu Rosa terkejut
"iya ma, Papa serius"
"yasudah mari mama antar ya, tapi jangan buat Danira mengingat semakin keras ya pa, dokter bilang biarkan dia ingat dengan sendirinya, walaupun butuh waktu" Ucap Bu Ratna sendu
Bu Ratna mengantar pak Abraham dibantu suster dengan menggunakan kursi roda.
Saat memasuki ruang rawat inap Danira, Danira terlihat sendiri dan termenung, sedangkan Erland menunggu Danira diluar.
__ADS_1
Awalnya Erland hendak melarang pak Abraham bertemu dengan Danira, namun diyakinkan oleh Bu Ratna, sehingga mau tidak mau Erland harus menurutinya
"Danira...." Ucap pak Abraham
"Anda siapa? apa betul nama saya Danira, ibu ini juga memanggil saya Danira, dan...tadi ada pria yang juga memanggil saya Danira?" Danira yang masih bingung.
"Apa kamu tidak ingat nak? ini papa?"
"Maaf, saya bahkan tidak ingat saya ini siapa, tolong anda keluar, saya ingin sendiri" Ucap Danira yang panik.
"Pah, kita keluar ya, kasihan Danira pa"
"Tapi mah, papa ingin sekali meminta maaf kepada Danira ma"
"pa, tunggu Danira sembuh ya"
"tidak ma! papa tidak punya waktu lagi" Ucap pak Abraham sambil menangis
"Papa ngga boleh bicara sembarangan, papa pasti segera sembuh dan kita akan membangun keluarga kita kembali pa" Ucap Bu Ratna
"Danira, papa harap kamu segera ingat papa, Papa minta maaf nak" Ucap pak Abraham lalu pergi bersama Bu Ratna
"Nak Erland terimaksih ya, sudah mau menjaga Danira" Ucap Bu Ratna
"Siapa dia ma?" Tanya pak Abraham
"kenalkan pa, namnya nak Erland dia ini tunangannya Danira, mereka sudah bertunangan diam diam tanpa sepengetahuan papa, mereka terpaksa melakukan ini karena pasti papa akan melarang jika tau" Ucap Bu Ratna
"Pah, udah Jangan bicara seperti itu" Ucap Bu Ratna
"oh ya ma, Papa ingin bertemu Diandra, Papa ingin sekali menebus kesalahan papa kepada Diandra" Ucap Pak Abraham
"Iya pa, nanti mama telfon Diandra agar dia kesini ya" Bu Ratna belum tau tentang kondisi Diandra.
Erland yang sudah tau kondisi Diandra pun sangat bingung harus berkata apa.
"Tunggu, Apa anda hanya berpura pura atau sedang merencanakan sesuatu, Karena ini tidak mungkin. Anda bisa secepat ini berubah hanya dalam satu malam" Ucap Erland
"Iya, saya juga tidak menyangka jika saya akan mengalami hal seperti ini, mungkin ini adalah cara Tuhan agar saya bisa memperbaiki diri saya.
Saat saya tidak sadarkan diri, Saya berada di alam bawah sadar saya, Saya melihat hal yang begitu mengerikan, Dan saya teringat bagaimana saya memperlakukan istri dan anak anak saya. Saya sangat menyesali perbuatan saya, andai bisa saya putar waktu, saya akan memperbaiki diri saya" Ucap pak Abraham yang penuh penyesalan, terlihat dari matanya yang sangat pilu.
Erland yang melihatnya pun menjadi yakin jika pak Abraham benar benar sudah berubah.
"Baiklah saya harus mengatakan sesuatu, Tante Ratna, kita sebentar lagi menjadi keluarga, Saya akan menikahi Danira setelah dia ingat kembali, Dan karena kita keluarga maka, saya harus jujur kepada tante, Peristiwa kecelakaan kemarin, Membuat Diandra syok dan terpaksa dilarikan kerumah sakit, Dan sekarang Kondisinya kritis setelah melahirkan anaknya, Bayi mereka terpaksa harus berada di NICU karena kekurangan nutrisi" Ucap Arya yang seketika membuat Pak Abraham dan Bu Ratna menjadi terkejut, bagai disambar petir, keduanya benar benar sangat terpukul mendengar penuturan dari Erland.
"Ya Allah, Diandra.... Astaga" Bu Ratna terhuyung, dengan sigap Erland memegangi Bu Ratna
"Tante baik baik saja?" Erland khawatir
__ADS_1
"Mana...mana Diandra, aku mau melihat anakku!"
"Mah, papa juga khawatir ayo kita bersama sama, nak Erland bisa kamu beritahu dimana Diandra dirawat?" Tanya pak Abraham
"Diandra dirawat dirumah sakit ini, mari saya antar" Erland sambil memegangi Bu Ratna dan pak Abraham yang mendorong kursi rodanya.
"Ya Allah nak, Kamu kenapa bisa seperti ini? Mama ngga bisa nak lihat kamu seperti ini" Hans dan Kedua orang tua Hans hanya bisa terdiam saat Bu Ratna menangisi Diandra, namun mereka menjadi terkejut ketika pak Abraham datang
"Mau apa anda kemari ha!" Hans begitu emosi.
"Hans, Papa ingin menebus kesalahan papa, tolong ijinkan papa untuk melihat Diandra"
"Tidak! anda bahkan tidak pantas disebut sebagai ayah, anda tidak memiliki hati nurani, Sekarang lihatlah, akibat perbuatan anda! lihat baik baik!" Hans sangat emosi sambil menunjuk ke ruang rawat Diandra
"Papa minta maaf, maafkan papa, Hans...papa menyesal papa sungguh sungguh menyesal Hans, Papa ingin menebus semua kesalahan yang pernah papa lakukan kepada Diandra. Papa mohon Hans, maafkan papa, biarkan papa melihat Diandra" Ucap pak Abraham dengan sendu.
Hans tetap dengan pendiriannya tidak mengijinkan mertuanya untuk menemui istrinya, namun pak Abraham dengan susah payah meyakinkan Hans, Akhirnya Bu Ratna menejelaskan kepada Hans, Begitupun Erland
"Baiklah, tapi awas saja jika anda macam macam dengan istri saya, saya tidak akan memberikan anda ampun!" Tegas Hans
Akhirnya pak Abraham memasuki ruang ICU dengan memakai pakaian steril.
"Nak, Ini papa, kamu tidak ingin melihat papa? Papa ingin minta maaf nak dengan kamu. Papa tau papa salah, Itu sebabnya papa akan menebus semuanya, tapi kamu harus segera sadar nak, papa benar benar tidak sanggup, Ini adalah ujian yang sangat berat bagi papa nak, Adik kamu amnesia, dan sekarang, kamu malah seperti ini" Cukup lama pak Abraham mencoba berbicara dengan Diandra.
Setelah itu pak Abraham keluar.
"Nak Hans, Apa boleh papa melihat cucu papa?"
"Haeshh ayo aku awasi" Kesal Hans
Hans dan pak Abraham serta Bu Ratna berjalan menuju ruang NICU dimana Bayi mereka sedang dirawat.
"Halo cucu kakek, Ini kakek nak, Kakek minta maaf karena kakek sering memarahi mama kamu dan selalu memperlakukan mama kamu dengan buruk, Kamu cepat besar ya supaya kamu bisa melawan kakek yang sudah menyakiti ibu kamu" ucap pak Abraham sambil menangis.
"Namanya Arsetya, Kalian bisa memanggilnya Setya" Sambung Hans
"Nama yang sangat bagus, Kakek minta maaf nak, Kakek selama ini telah berbuat dosa, Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang berbakti ya nak, dan selalu sayangi kedua orang tua kamu, Kakek titip jagakan mama kamu ya, Jaga dia dan sayangilah dia."
"Pah, udah ya, papa istirahat yuk" Ajak Bu Ratna
"Mah, bisa papa bicara berdua dengan Hans?" Tanya Pak Abraham
"Tapi pah"
"Mah, sekali ini saja, ada hal penting yang harus papa sampaikan kepada Hans"
"Yasudah, Hans mama titip papa ya"
"Baik mah, Mama tenang saja, nanti Hans yang akan mengantar papa" Ucap Hans
__ADS_1
...ππππππππ...