Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Tinggal sementara di rumah mertua.


__ADS_3

Hari semakin sore, Dikediaman pak Jeremy datanglah sebuah mobil berwarna hitam yang baru masuk dari gerbang.


Diandra dan Bu Rosa turun dari mobil tersebut.


"Diandra...mama seneng banget bisa hangout bareng kamu, ke salon, belanja bareng, pokonya mama seneng banget, berasa muda lagi mama, hahahaha". Ucap Bu Rosa kepada Diandra.


"iya ma, Diandra juga seneeeeng banget, karena ini pertama kali Diandra bisa jalan-jalan dan memanjakan diri seperti tadi, bahkan saat keluarga Diandra jalan-jalan, Diandra hanya dirumah, karena khawatir nanti Diandra akan merepotkan". Ucap sendu Diandra.


"sayaaang, udah ya kamu ga usah mikirin masa lalu, yang lebih penting sekarang, kamu itu sudah menjadi bagian dari keluarga Fernandez, yang artinya sekarang kamu sudah tidak perlu lagi memikirkan mereka, biarkan saja. Sekarang mama akan memperlakukan kamu seperti putri mama sendiri, dari dulu mama tuh pengeeen banget punya anak cewek, yah tapi sepertinya ini sudah takdir." Ucap Bu Rosa.


"makasih ya ma, aku seneng banget bisa punya mertua sebaik dan secantik mama" Ucap Diandra.


"suuut cukup! kita masuk yuk istirahat sebentar, kaki mama rasanya mau copot, hah efek umur kali ya.". Ucap Bu Rosa kepada Diandra yang dibalas senyuman oleh Diandra.


"hadeh akhirnya bisa istirahat juga." Ucap Bu Rosa sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


"mah, aku buatkan teh mau?". Tawar Diandra kepada Bu Rosa.


"eh eh eh ga usah sayang, biar dibuatkan Minul saja ya...minullll". Bu Rosa memanggil Minul.


"iya nyonya ada apa?" Minul berlari mendatangi Bu Rosa


"kamu buatkan saya teh hangat gula nya sedikit, dan buatkan teh herbal untuk Diandra." Titah Bu Rosa kepada Minul.


"siap nyonya laksanakan". Ucap Minul dengan semangat.


Pak Jeremy yang mendengar suara sang istri lalu menghampiri mereka.


"kalian sudah pulang? bagaimana jalan-jalannya? menyenangkan?" Tanya Pak Jeremy.


"ya iyalah pa...emangnya cuma papa yang bisa jalan jalan? mama juga bisa, trus tadi orang-orang pada liatin mama deh pa, pasti mereka ngira kita seumuran, ya kan di?" Ucap Bu Rosa dengan bangga.


"hahahahaha mama yakin mereka liatin mama, mereka itu pasti lihat Diandra, kan cantik, terus kok jalannya sama ibu ibu tua" Ejek pak Jeremy kepada Bu Rosa.


"oooo jadi maksud papa mama udah tua gitu ha!" Kesal Bu Rosa kepada pak Jeremy sambil melemparkan sebuah majalah, namun malah kena Arya.


"auuww akhh apa ini? hah kenapa Tante lempar Arya pake majalah sih". Kesal Arya yang baru datang.


"yah Tante ga sengaja, salahin tu om kamu. Jangan nyalahin Tante dong, salah siapa ngejek Tante." Kesal Bu Rosa.


Arya hanya bisa menghela napas nya. Dan lagi-lagi Arya terkesima dengan Diandra.

__ADS_1


"woii sadar Arya! dia istri sepupu Lo, hah gak gak gua harus bisa!" Batin Arya.


"ini nyonya, non Diandra minumannya....., heh kok jidat mas ganteng merah sih, aduuh kenapa lagi mas? Bikin Minul khawatir terus nih mas ganteng" ,ucap Minul kepada Arya.


"apaan sih sana!" kesal Arya yang dibalas bibir manyun oleh Minul.


"Oh ya Diandra, tadi aku sudah bicara dengan Hans, dia bilang sebaiknya kamu tinggal disini demi keamanan kamu" Ucap Arya.


"keamanan?" Diandra terlihat bingung


"maksud aku, ya kan selama Hans ngga ada kamu cuma sama mbok Jum dan beberapa pekerja disana kan, ya daripada Hans tidak tenang, sebaiknya kamu tinggal sementara disini sampai Hans pulang." Arya menjelaskan kepada Diandra.


"tapi aku...."


"iya sayang Arya bener, sebaiknya kamu tinggal disini ya supaya mama dan papa bisa langsung mengontrol kamu, dan Hans juga jadi tenang disana" Bu Rosa meyakinkan Diandra.


"ya kalau itu memang yang terbaik, Diandra mau kok ma"


"syukurlah sayang, mama seneng kamu tinggal disini, akhirnya mama bisa punya temen curhat, pokonya mama akan buat kamu ga bosen disini." Ucap Bu Rosa.


"jadi selama ini mama ga seneng sama papa" goda pak Jeremy


"kamar lama Hans." Sambung pak Jeremy


"iih papa nih mama mau bilang itu, iya sayang kamu tidur di kamar Hans aja, supaya kamu bisa lihat-lihat gimana Hans waktu kecil. Pokoknya kamu cari tau semua tentang Hans dikamar itu, gapapa kita janji ga akan kasih tau Hans kok." Ucap Bu Rosa.


"iyadeh ma" Ucap Diandra.


-


Malam semakin larut, setelah selesai makan malam bersama keluarga pak Jeremy, Diandra lalu ke kamar lama Hans.


"waah, mas hans seleranya dari dulu ga berubah ya, tetep artistik....itu apa ya?" Diandra melihat sebuah kotak persegi panjang yang berada diatas nakas.


Dibukanya kotak tersebut, dan betapa terkejutnya Diandra saat ia membuka ternyata itu adalah foto masa kecil Hans.


"hahaha kamu dari kecil memang tampan mas" Saat Diandra melihat foto hans yang berusia 12 tahun, Diandra sedikit mengingat sesuatu.


"Hans 12 tahun .....kenapa aku tidak asing ya dengan wajah ini? Tapi dimana" Diandra mencoba mengingat lalu dia menemukan sebuah gelang hitam yang sangat dia kenal.


"gelang ini.....ini...."

__ADS_1


(flashback masa kecil Diandra dan Hans)


Dirumah sakit, sebuah daerah yang jauh dari kota, Terlihat anak kecil cantik yang sedang menggambar disebuah taman.


Saking cantiknya Hans kecil sampai tidak fokus berjalan.


"aduhh sakit." Ucap Hans kecil sambil memegang kakinya yang luka.


"Hans, kamu kenapa nak, aduuh kenapa bisa jatuh sih" Ucap ibu Hans.


Saat Hans menengok ke gadis kecil tadi, tiba-tiba saja gadis itu menghilang.


"kemana ya dia...kenapa tidak ada?" Batin Hans.


"sayang....Kita ke kamar ya," Ucap Bu Rosa sambil menggendong Hans.


Hans dirawat dirumah sakit tersebut karena alergi nya kambuh, Hans tidak bisa makan makanan laut, setiap dia makan, pasti Hans akan sesak dan sekujur tubuhnya gatal.


Di sore hari, Hans yang sedang bermain di taman bersama anak sebayanya yang juga dirawat disana.


Ada seorang anak lelaki yang menyerang Hans dengan tiba-tiba hingga membuat Hans terjatuh lalu menangis.


"haaa...kembalikan itu punyaku, itu pemberian kakekku." Hans kecil merengek.


"hei anak gendut jelek! kembalikan itu padanya, kalau tidak aku akan kempeskan perut kamu" Ucap diandra kecil yang juga sedang dirawat disana.


"apa kamu bilang!"


"ya aku bilang kamu gendut jelek, karena kamu itu nakal, denger ya aku kenal semua dokter dan perawat disini, aku akan panggil mereka untuk mengempeskan perut kamu." Ucap Diandra kecil yang membuat anak nakal tersebut akhirnya menyerahkan mainannya kepada Hans.


"trimakasih gadis kecil kamu sudah membantu aku" Ucap Hans sambil berusaha berdiri.


Tanpa berkata apapun Diandra kecil pergi begitu saja.


Membuat Hans bingung.


"kenapa sih dia, kan aku mau ucapin terimakasih, sebaiknya aku tulis surat untuk dia sebagai ucapan terimakasih." Ucap Hans kecil.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


karena kemaren aku cuma up satu episode, kali ini aku akan crazy up sampe 3 episode ya.... terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2