
Sesampainya di kantor, Hans langsung menarik Riko dan Arya masuk ke ruangannya.
"Apaan sih Hans, pake tarik tarik segala" Kesal Arya
"Oke, gini Riko apa kamu benar benar ingin menikah dengan Jihan?" Tanya Hans
"Benar, tuan"
"Oke, Baguslah sekarang kamu pesan lima tiket pesawat, dan pesanlah hotel. Kamu dan Jihan akan menikah diluar negri, masalah resepsi atau apapun itu pikirkan nanti, yang terpenting kalian sah dulu." Ucap Hans
"apa? tapi..."
"sudahlah Riko, kamu tenang saja, aku yang akan mengatur semuanya. Aku akan meminta kedua orang tuaku untuk menjadi wali sekaligus saksi kamu dan , bawalah dia sebagai saksi pernikahan kalian"
"Tapi tuan, saya tidak yakin jika ibu Jihan mau"
"Kamu tenang saja, masalah itu biar aku yang urus semua, kamu siapkan saja tiket pesawat dan hotelnya." Ucap Hans
"gila ya Hans, bisa bisanya kamu nyuruh Riko kawin lari?" Sambung Arya
"Kalau kamu, kamu kenal Qila, keponakan Vika?" Tanya Hans
"iya aku memang mengenalnya, tapi baru baru ini kok" Jawab Arya
"oke, Keponakan Vika nangis dia mau sama kamu Nanti Vika akan menelfon kamu, aku sudah suruh Vika untuk mengantar keponakannya kesini, kamu harus mau" Ucap Hans
"hah, terserahlah" Ucap Arya santai.
"Hei Arya, aku serius kalau kamu tidak mau awas saja, heii ini menyangkut hubunganku dengan Diandra!" teriak Hans
"Tuan Hans, apa anda yakin?" Riko memastikan.
"Riko, cinta itu butuh perjuangan, Kamu tenang saja, masalah wali dan saksi, nanti biar kedua orang tuaku yang mewakilkan, mereka kan sudah menganggap kamu seperti anak mereka juga dan kamu bawalah sepupu kamu yang selalu mendukung kamu itu, siapa namanya aku lupa"
"Karin?" jawab Riko
"ah iya itu, dia kan sudah menikah, dan kamu bisa kan meminta bantuan dia atau suaminya sebagai saksi kamu" Ucap Hans
"baik tuan, sekali lagi terimakasih, Lagi lagi anda telah membantu saya." Ucap Riko
"Sudahlah lagipula aku sudah menganggap mu saudara sendiri" Hans sambil menepuk pundak Riko.
-
Singkat cerita, Vika telah menghubungi Arya, Kini Vika telah menjemput keponakannya dan langsung mengantar ke kantor Hans
"Yeayyy Qila seneng banget ketemu om ganteng" Ucap Qila yang girang di dalam mobil.
Kini Vika telah sampai di kantor Hans, Qila dan Vika mulai memasuki kantor Hans. Saking semangatnya, Qila sampai berlari.
"Duh Qila jangan lari nanti jatoh" Teriak Vika.
__ADS_1
saat Qila berlari, Qila menabrak seseorang dengan perawakan tinggi putih, ya dia adalah Arya
"Hai cantik, hati hati nanti kamu jatuh, udah pulang sekolah?" Tanya Arya
"om ganteng yeyy Qila seneng banget om" Qila langsung memeluk Arya
"Qila, udah ya om Arya lagi kerja" Ucap Vika
"Gapapa kok, Qila sudah makan siang?" Tanya Arya
"belum om"
"oke, kita makan dulu yuk, om akan ajak kamu ke restoran yang enak, kamu pasti suka" ajak Arya
"ayooo"
"tapi...." Vika menahan mereka
"sudahlah, tidak apa apa kasihan Qila belum makan siang, lagipula aku juga tidak terlalu sibuk" Ucap Arya
Vika lalu ikut bersama Arya dan Qila, mereka masuk ke mobil Arya. Saat Arya akan membukakan pintu untuk Qila, Qila malah membuka pintu sendiri di jok belakang.
"Loh Qila, kamu ngga duduk didepan?" Tanya Vika
"Qila mau nya dibelakang, Tante Vika sama om ganteng di depan" Ucap Qila.
Arya dan Vika saling tatap, lalu Arya memberi isyarat kepada Vika untuk masuk kedalam mobil.
"Kita akan bersenang senang hari ini" Ucap Arya yang membuat Qila sangat senang
Setelah sampai di restoran, Arya langsung membawa Qila dan Vika masuk kedalam restoran.
"wah restorannya lucu banget, Qila suka disini"
"benarkah? Qila suka? kalau begitu om akan ajak Qila kesini sama om lagi ya" Ucap Arya
Vika, Arya dan Qila lalu memesan makanan mereka. Setelah memesan, akhirnya hidangan mereka telah sampai.
"selamat menikmati pak, buk, Wah kalian keluarga harmonis ya, papahnya ganteng mamahnya cantik dan anaknya juga cantik" Ucap pelayan tersebut lalu pergi
Arya dan Vika saling salah tingkah, Mereka tidak berkata apapun selama menikmati hidangan. Qila yang merasa bosan pun akhrinya mulai memulai pembicaraan
"om ganteng, setelah ini kita main game yuk" Ajak Qila
"Qila jangan aneh aneh deh, om Arya nanti masih bekerja" Ucap Vika
"tidak apa apa, lagipula kan aku sudah bilang jika aku bebas hari ini, semua pekerjaanku sudah selesai kok" Ucap Arya
"Tapi kamu pasti kerepotan nanti" Ucap Vika
"tidak, aku justru senang karena aku bisa bermain dengan gadis cantik ini" Arya mencubit gemas pipi gembul Qila.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke Sebuah taman hiburan, Disana Arya, Vika dan Qila pergi ke sebuah wahana permainan.
"Om Qila mau naik bianglala" Ucap Qila
"oke lets goo" Arya lalu menggandeng Qila dan berlari"
"Yey aku naik ini, Om Qila seneng banget bisa naik seperti ini, Biasanya Qila cuma sama Tante, tapi sekarang ada om ganteng, Qila seneng banget, soalnya papa sama Mama Qila tidak pernah mengajak Qila kesini, mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka" Ucap Qila sedih.
"Qila ngga boleh seperti itu, orang tua Qila kan bekerja juga untuk Qila, Biar bagaimanapun orang tua Qila itu sayang sama Qila" Arya menjelaskan
"Mas Arya, kenapa sih kamu itu bijak banget, andai aja kamu itu ngga suka Diandra pasti aku.....akhh Vika kamu kenapa sih udahlah, jangan dipikirkan, Arya itu masih belum melupakan Diandra." Batin Vika.
Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama di taman bermain. Tak sedikit yang melihat mereka merasa senang karena mereka berpikir jika Vika dan Arya adalah sepasang suami istri.
Karena saking lelahnya, Qila sampai tertidur di gendongan belakang Arya.
"Mas Arya, sini biar Qila aku yang gendong "
"Tidak usah nanti dia bangun, tidak apa apa seperti ini, memangnya kamu kuat gendong Qila?"
Vika hanya diam sambil melanjutkan berjalannya di samping Arya.
"Qila ini anak satu satunya kakak kamu ya?" Tanya Arya
"iya, Kakakku dan istrinya sibuk bekerja, Qila sering dititipkan di rumahku, jadi apa apa Qila itu sama aku sejak kecil" Ucap Vika.
"Lalu saat kamu diluar negri?"
"yah, selama aku diluar negri, Qila dulu sering menangis, jadi tiap malam aku harus selalu mengabari dia melalui panggilan Video, sudah berkali kali Qila bergonta ganti suster untuk mengurusnya yah seperti itu lah Qila, Saat aku pulang dia sangat senang, dia bahkan tidak mau pulang kerumahnya" Ucap Vika
"kamu terlihat seperti gadis manja, tapi kamu memiliki jiwa keibuan juga ya" Ucap Arya
"manja, hah ya ya ya aku manja" Ucap Vika
"Gitu aja marah, engga kok aku hanya becanda. Aku seneng lagi kalau bisa bermain dengan anak kecil" Ucap Arya
"kamu masuk duluan di mobil nanti Qila kamu pangku" Ucap Arya.
Vika lalu duduk dan kemudian memangku Qila yang masih tertidur pulas.
"Vika, sebaiknya aku antar kamu pulang saja nanti mobil kamu biar aku yang urus" Ucap Arya
"Boleh kok, terimaksih"
Arya lalu mengantar Vika kerumahnya dengan mobilnya, Setelah sampai, Vika lalu turun sambil menggendong Qila.
"Mas Arya terimaksih ya, maaf sudah merepotkan" Ucap Vika
"tidak apa apa, cepat masuk nanti Qila bangun" Ucap Arya.
...ππππππππππ...
__ADS_1