
(Di mansion Hans)
"assalamualaikum". Diandra membuka pintu sambil mengucap salam.
"waalaikumasalam, sayang kamu udah pulang?"
"iya mas, aku capek banget." Ucap Diandra dengan manja.
"hahaha sini-sini aku beri kamu energi tambahan." Hans lalu memeluk Diandra dengan hangat.
"Maas aku belum mandi tau"
"gapapa ga mandi aja udah cantik banget istri aku."
"ih gombal lagi."
"yaudah mandi dulu ya nanti kita bicara sebentar ya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ke kamu."
"hmm apa?"
"udah mandi aja dulu."
"hmm yaudah deh oke."
Diandra lalu pergi kekamar untuk mandi.
Saat keluar dari kamar mandi, Diandra sudah ditunggu oleh Hans yang berada di kamar.
"udah selesai mandinya?"
"udah mas, kamu mau ngomongin apa sih kok serius banget?"
"sini deh" Hans membawa Diandra ke pangkuannya.
"apa?". Diandra mengalungkan tangannya di leher Hans.
"sayang, kamu mau aku sembuh kan?"
"heem". Ucap Diandra sambil mengangguk.
"Jadi begini, Bryan sudah mengatur jadwal aku untuk proses penyembuhan aku, dia sudah konfirmasi dengan dokter khusus yang akan menangani aku nanti."
__ADS_1
"lalu." Tanya Diandra dengan penasaran.
"hah, sayang Minggu depan aku akan berangkat ke Sydney untuk berobat disana agar aku segera pulih."
Diandra langsung berdiri dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kenapa mendadak sih kasih taunya, kenapa harus diluar negri? kenapa ngga disini aja sih?". Diandra sambil menangis.
Hans menjalankan kursi rodanya mendekati Diandra.
"sayang, kamu nanti ikut aku kok".
"ngga bisa mas, mas kan tau aku sekarang sedang ada rencana bisnis bersama teman-temanku. Mas juga tau kalau itu impian aku, dan semuanya hampir selesai mas, Kenapa sih." Diandra yang kesal lalu duduk di kasurnya sambil menangis.
"sayang, aku minta maaf ya, Aku janji aku akan pulang dengan sembuh, dan aku ga akan lama kok"
"tapi kamu janji ya, kalau sudah sembuh segera pulang."
"hahaha iya sayang, lagipula disana aku bersama dengan Bryan. Oh ya karena kalian belum pernah bertemu, rencananya besok malam aku akan mengajak mereka untuk kesini, nanti aku juga akan kenalkan kamu ke sepupu aku kok. Dan kamu juga bisa ajak teman kamu kesini."
"huwaaaa, kalo nanti mas Hans sembuh pasti banyak cewek disana yang akan ngelirik kamu, trus godain kamu, aku gamauuuuu" Rengek Diandra dengan manja membuat Hans semakin gemas.
"sayang dengarkan aku, hei jangan nangis gitu dong. Aku disana untuk berobat, aku ga akan aneh-aneh kok, makanya aku ajak teman ku kesini agar kalian saling kenal."
"hahaha iya sayangku, cantikku, kesayanganku." Hans memeluk dan mencium Diandra dengan gemas.
(Di rumah pak Jeremy)
"om kamu itu bener-bener ya, udah ninggalin tante, pergi ga bilang-bilang, eh malah keluar kota. Kesel kan Tante jadinya, Arya kamu.....kamu ini Tante ajak ngobrol malah senyam senyum liatin hp Mulu kenapa sih?". Bu Rosa memukul lengan Arya karena kesal.
"aww sakit Tante, lagian biarin aja kali om tu sekali-kali pergi sama temennya. Masa ngebuntutin Tante terus sih."
"ooooh jadi kamu belain om kamu ya, kalian sama saja."
Arya langsung kabur ke kamarnya karena takut akan diamuk oleh tantenya.
"hah, kira-kira si cantik lagi apa ya? aku telfon aja deh
tuuutt....tuuutt..tuuuut.
Loh kok ga diangkat sih, aku chat aja deh. (menunggu 30 detik) Astaga, dia ini benar-benar ya, huft sabar memang cinta itu harus sabar, oke kita tunggu saja besok."
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
( di kantor Hans )
Arya terlihat memutar mutar hpnya.
"kenapa kamu?". Tanya Hans.
"gapapa kok, oh ya nanti malam jadi kan kerumah Lo buat ngenalin ke istri Lo."
"jadi lah, oh ya semalem mama nelfon katanya kamu akhir-akhir ini sering tersenyum sendiri? kenapa kamu, sakit?"
"haishh sudahlah kamu ga akan tau". Kesal Arya.
"ck, seperti anak kecil saja."
-
(Di mansion Hans)
Diandra sedang video call dengan kedua sahabatnya.
"jadi nanti malem ada acara Dirumah kamu?". Tanya Vika.
"iya kalian Dateng ya soalnya nanti ada temen-temennya mas Hans." Ucap Diandra.
"duh, tapi kayanya aku gabisa deh di tau sendiri aku kalo malem bantuin ibu aku." Ucap Jihan.
"Tenang aja Jihan, aku udah bilang sama mas Hans kok untuk makanannya nanti kita sepakat untuk borong semua makanan di warung ibu kamu."
"hah, serius di?". Jihan terbelalak.
"iyaa, aku serius kok, jadi nanti malam ajak juga ibu kamu nanti biar pak Riko yang jemput kalian". Ucap Diandra.
"heh Jihan, kenapa sih pas Diandra nyebut nama pak Riko kamu langsung merah wajahnya?".
"apaan sih Vik, siapa juga yang merah orang ini lagi panas banget kok disini hawanya huuhh panas panas." Jihan beralasan.
"yaudah kalo gitu sampai bertemu nanti malam yah...byee"
"bye di....muaaahh"
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕