
"hai sayang...siapa dia" Ucap Hans yang terlihat tidak suka dengan Edward
"oh dia namanya Edward, tadi kakinya luka kena karang, tuh liat aja...trus dia minta tolong sama aku, yaudah aku kasih aja dia obat" Jawab Diandra
"itu benar, saya tadi yang meminta bantuan mas" Ucap Edward
"mas mas....kamu pikir saya mas kamu apa!" ucap Hans dengan kesal sambil membuka botol minum kemudian meminumnya.
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Edward hanya bisa diam, lalu menatap Diandra, Mata Edward begitu dalam menatap Diandra, dirinya begitu terpesona dengan kecantikan Diandra, apalagi Diandra telah membantunya tadi.
Hans yang memperhatikan Edward merasa sangat tidak suka karena istrinya dilihat seperti itu oleh orang lain. Apalagi Diandra memakai dress pantai yang tidak seksi namun begitu cantik.
"ekhmm ekhmm" Hans berpura pura batuk
"ah, kalau begitu saya permisi dulu Diandra dan...."
"Hans, bukan mas, kamu pikir saya tukang parkir apa kamu bilang mas!" Hans sangat kesal
"ah iya Hans, sekali lagi terimakasih ya atas bantuannya. Saya tidak akan melupakan kebaikan kamu." Ucap Edward dengan senyum membuat Hans melotot kearah nya
Tanpa memperhatikan Hans, Edward lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kamu apa apaan sih, ngapain lagi pake nolongin dia segala, itu modus namanya" Hans kesal
"ya kan aku ga tega liat dia kakinya berdarah banyak banget tadi. Lagipula kan kita harus membantu orang yang kesusahan" Ucap Diandra
"ngapain dibantuin, kenal aja juga nggak. Udahlah dia itu modusin kamu" Hans yang masih kesal.
"oh ya, berarti dulu kamu modusin aku dong" Ucap Diandra
"maksudnya?" Tanya Hans
"ya kan dulu waktu kamu dirumah sakit, kamu ngga berani ngelawan anak nakal itu, trus aku kan juga bantuin kamu, dulu kita kan juga belum kenal. Berarti kamu modus ya, padahal aku bantuin kamu karena aku ga tega Lo liat orang butuh pertolongan tapi ga ada yang nolongin....tau gitu dulu aku ngga nolongin kamu ya" Ejek Diandra
"apaan sih, ngapain dibahas lagi sih" Hans semakin kesal.
"ya kan kamu yang bilang sendiri tadi, kalo ngga kenal ga usah dibantuin, nah dulu kan aku ngga kenal sama kamu, mana dulu kamu cengeng banget, ga berani ngelawan lagi" Ejek Diandra
"itu beda sayang, dulu kita masih kecil belum tau apa apa, dia kan udah Segede gitu masa mau minta tolong" Hans membela diri.
"hadehh emang ya kamu itu bener bener ngga mau kalah. Cih, penakut banget sih jadi orang" Diandra menyindir Hans
Hans lalu duduk di ditempat Diandra dan mendekati Diandra.
"kamu bilang apa tadi, kamu mau ngejek aku? baiklah sekarang kamu harus terima hukuman" Hans lalu menc**um bi**r Diandra serta mel***at lembut bi**r Diandra sambil memegang tengkuk Diandra dan tangan satunya merangkul pinggang Diandra
Diandra yang mendapat serangan secara tiba-tiba lalu menjewer telinga Hans dengan sekuat tenaga.
"aww akhh sayang...kamu kenapa jewer aku sih" Hans melepaskan ci****nya dan mengelus elus telinganya yang merah karena jeweran Diandra
__ADS_1
"ya salah kamu sendiri, lagian kamu ini nyebelin banget deh, udah tau ditempat umum malah kek gitu, malu tau diliat orang. Ya memang kita sudah sah, tapi kan ngga pantes kalo di tempat umum" Diandra yang kesal
"hah..yasudah kalau begitu hukumannya......lanjut nanti malam" Hans kembali menggoda Diandra sehingga membuat pipi Diandra merah
"astaga sayangku, istriku, cintaku, kamu ini makin gemes banget deh kalo pipinya merah gini...malu ya" Goda Hans
"iihh Nih makan tu kain!" Diandra menutup kain pantai ke kepala Hans lalu pergi berlari.
Hans dan Diandra sedang bermain kejar kejaran di tepi pantai.
-
Tanpa terasa saking senangnya mereka di pantai, hari pun mulai sore. Hans dan Diandra menikmati indahnya sunset di pantai.
"Mas cepet kamu fotoin aku, sunsetnya bagus banget" Diandra yang sangat bersemangat.
"oke sayang" Hans menjepret Diandra.
Entah berapa kali Hans menjepret Diandra, dan mereka foto berdua, seperti kebanyakan orang pada umumnya, Hans meminta bantuan orang yang lewat untuk memotret mereka.
Bahkan Hans tidak malu mencium bi**r Diandra dan berpose mesra saat sedang difoto oleh orang yang tidak mereka kenal.
"Wah bagus sekali, Terimakasih ya pak, Oh ya ini untuk bapak karena bapak sudah merelakan waktunya untuk memotret kami." Hans mengeluarkan selembar uang ratusan kepada bapak yang telah memotret Hans
"tidak perlu, kita kan memang harus saling tolong menolong, oh ya kalian sangat serasi, pasangan yang romantis dan sangat cocok. Semoga kalian selalu bahagia ya, saya permisi" Ucap bapak tersebut
"tuh kan, bapaknya aja bilang kalo kita itu harus saling tolong menolong, gitu aja ngga tau. Apa jangan jangan Kamu cemburu ya karena dia lebih ganteng dari kamu" Ejek Diandra
Diandra mengejar Hans sambil bergelendotan di tangan Hans, membuat mereka hampir jatuh, untung saja Hans kuat, jadi mereka tidak jatuh.
-
Kini Hans dan Diandra sudah berada di hotel dan berganti pakaian serta bersiap untuk makan malam di sebuah restoran tepi pantai
"Waah bagus banget tempatnya" Diandra kagum
"kamu suka?" Tanya Hans
"iya suka banget, makasih ya mas kamu udah wujudin mimpi aku. Aku itu dulu suka ngebayangin gimana ya rasanya liburan" Ucap Diandra.
Setelah selesai makan malam, kini mereka kembali ke hotel dan melanjutkan kembali liburan mereka.
-
Tak terasa kini mereka sudah dua hari menikmati liburan, saatnya mereka pergi kerumah nenek Diandra untuk melepas rindu.
-
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini mereka telah sampai dirumah nenek Diandra.
"Sayang benar ini kan rumahnya?" Tanya Hans
__ADS_1
"harusnya sih bener mas, tadi kata mama belokan gang kedua. Tapi kita ke arah mana lagi aku ngga tau, soalnya disini susah sinyal." Diandra mengotak atik ponselnya karena tidak ada sinyal sama sekali
"duh sayang, punyaku juga ga ada sinyal disini" Hans juga memeriksa ponselnya
"huft, ya terpaksa deh kita tanya orang sekitar, sebentar ya aku keluar dulu" Diandra bertanya kepada orang yang kebetulan lewat.
"gimana masih jauh?" Tanya Hans
"iya, katanya masih sekitar 15 kilometer lagi mas" Ucap Diandra
"yasudah kita lanjut saja, nanti keburu malam, soalnya ini udah sore" Ucap Hans lalu kembali melanjutkan perjalanan
Namun ketika memasuki kawasan hutan, mobil Hans tiba-tiba mogok.
"ahh sial! kenapa mogok sih" Hans memukul kasar setir mobilnya lalu keluar dan mengecek mobilnya, benar saja mobil yang disewa Hans benar benar mogok
"Sialan! kenapa mereka memberikan mobil jelek seperti ini!" ketika Hans diluar sedang kesal, Diandra lalu keluar menghampiri Hans
"kamu jangan salahin mereka dong, mereka itu udah kasih mobil bagus, tapi kamunya aja yang teledor. Masa kamu ga tau kalau bensin mau habis, terus ga kamu isi? ya mati lah" Diandra yang ikut kesal
"astaga akhh, kenapa aku bisa lupa" Hans yang menyesal
"kamu tu kebiasaan deh, makanya jangan suruh mang Abdul terus buat ngurusin mobil, kamu cuma bisa naiknya aja" Ucap Diandra
"ya maaf sayang, aku aku ga tau kalo bakal kaya gini, begini saja, kamu tunggu didalam aku cari bantuan yah"
"ikuut" rengek Diandra
"hadeh ayuuk kalo gitu" ketika Hans dan Diandra sedang mencari bantuan, lalu terlihat sorot lampu mobil mendekati mereka.
"hai, Diandra Hans, kita bertemu lagi, ada apa kenapa kalian berhenti?" Tanya Edward
"Edward, ih kamu tuh bener bener pas banget datangnya, seperti itu..nah Superman yang datang untuk menolong. Pas banget kamu disini. Jadi mobil kita mogok karena kurang bensin" Ucap Diandra
"trus kalian mau kemana?" Tanya Edward
"Kita mau ke desa Senaru, kamu tau nggak pom bensin di sekitar sini? Tanya Diandra yang lagi lagi membuat Hans kesal karena Diandra terlalu dekat dengan pria lain
"oh, maaf tapi pom nya sangat jauh kalau disini, begini saja desa Senaru itu rumah bibi saya, kebetulan saya juga mau kesana, bagaimana jika kalian naik mobil saya saja, nanti mobilnya bisa diisi bahan bakar besok" Ucap Edward
"tidak perlu!" Ketus Hans yang lalu dicubit Diandra
"maafin suami saya, kalau tidak keberatan boleh nggak kita nebeng"
"ya boleh lah, anggap saja ini balasan karena tadi kamu sudah menolong saya" Ucap Edward
Akhirnya setelah dibujuk Diandra, Hans mau menaiki mobil Edward meskipun dengan terpaksa namun, demi sang istri. Hans tetap menaiki mobil Edward
...πππππππππ...
Maaf ya Author cuma up dikit, soalnya masih sakit. Sebagai gantinya, besok aku bakal crazy up deh pokoknyaπ₯°π₯°
__ADS_1