Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Ketegangan Arya dan Hans


__ADS_3

"oh ya nek, Hans mau menitipkan sesuatu, mungkin ini bisa membantu mereka, tolong berikan ini kepada pekerja nenek ya" Ucap Hans sambil memberikan seamplop uang yang berisi cukup banyak


"pasti, kamu jaga diri baik baik dan jaga istri kamu ya"


Hans dan Diandra selesai berpamitan dan kini mulai melanjutkan perjalanannya kembali untuk pulang menuju bandara terlebih dahulu.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Hari menjelang petang , Kini Hans dan diandra sudah sampai dirumah mereka.


"Mas kamu masih pegel ya gara gara tadi siang?"


"engga kok sayang, aku udah biasa besok pasti sembuh" Ucap Hans


"yaudah aku ngantuk banget sayang, mau tidur duluan ya" Ucap Diandra


Tiba tiba ponsel Hans berdering.


"halo, ada apa Riko?.....apa? kamu yakin.....baiklah, kapan?....besok....oke trimakasih informasinya" Hans menutup sambungan telepon


"kenapa mas?" Tanya Diandra


"Sonya, dia bunuh diri dan besok pemakaman nya"


"innililahi wa Inna ilaihi Raji'un, Ya Allah Sonya kenapa bisa sih?" Diandra terkejut


"entahlah, mereka bilang Sonya depresi berat. Yah itu karena ulahnya sendiri, besok aku mau kesana, kamu mau ikut?"


"iya aku ikut" ucap Diandra


-


Sementara itu dirumah pak Jeremy, Arya sedang memikirkan nasib Sonya yang begitu tragis.


"Sonya Sonya, segila itukah kamu dengan kepopuleran dan harta, hah....aku tidak menyangka, Mulai sekarang, aku juga harus bisa berubah, aku harus bisa melupakan Diandra dan mencari tambatan hati" Ucap Arya


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Hari esok telah tiba, kini Semua orang sedang berada di pemakaman Sonya.


Setelah semua prosesi selesai, mereka lalu pulang kerumah masing masing.


"Hans, maafin Sonya ya jika selama hidupnya dia ada salah atau membuat kamu kesal, dan Diandra, saya mewakili Sonya ingin meminta maaf kepada kamu, atas perilaku Sonya" Ucap Heny sang asisten Sonya


"iya, aku juga ga nyangka jika Sonya akan senekat ini" Ucap Diandra


Setelah semua nya selesai, Kini Hans, Diandra, Riko, Jihan, Arya, serta Bryan dan Erland menuju ke kantor Hans


"hah hari ini benar benar sangat mengharukan, Aku benar benar tidak menyangka astaga Sonya Sonya, semoga kamu diberi ampunan" Ucap Erland

__ADS_1


"Arya, aku sudah mengirim file untuk presentasi nanti melalui chat, aku lupa membawa flashdisk, boleh aku lihat file nya?" Ucap Hans yang tiba tiba teringat presentasinya


"tentu, ini" Arya memberikan ponselnya kepada Hans. Namun, Arya semalam melihat foto Diandra dan langsung menguncinya dan tidak membuka ponselnya sama sekali.


Hans yang membuka ponsel Arya sangat terkejut saat melihat foto Diandra yang berada di ponsel arya, Hans menggesernya lagi dan ternyata cukup banyak foto yang diambil Arya.


Hans mulai geram dan matanya mulai memerah. Sambil mengepalkan tangannya, Hans mendekati Arya dan menunjukan foto Diandra


"Jelaskan apa ini!" Ucap Hans dengan berat, membuat semua orang yang ada disitu menjadi tegang


"Hans dengar, semuanya ini bisa aku jelaskan, tolong tenang dulu"


"cukup!" Hans membanting ponsel Arya sampai pecah


"mas, kenapa sih" Diandra bingung


"Maaf nona Diandra, tolong menjauhlah" Ucap Riko


Erland dan Bryan lalu saling tatap.


"Hans dengarkan Arya terlebih dahulu, kita bicarakan ini baik baik" Ucap Bryan


Hans yang sudah sangat marah tidak melepaskan tatapannya kepada Arya sedetik pun, Arya yang paham Hans hanya bisa diam dan akan membiarkan Hans melampiaskan kekesalannya padanya


"Riko tolong bawa Jihan dan Diandra keluar" Ucap Arya


"enggak, jelasin dulu ini ada apa sebenarnya?" Diandra yang masih bingung


"Ya, aku memang menyukai Diandra, aku menyukainya Hans, tetapi itu sebelum aku tau jika dia istri kamu! dan setelah aku tau dia istri kamu, aku mulai berusaha untuk melupakannya, tetapi aku butuh waktu Hans, aku hanya bisa mencintainya dalam diam, Aku juga tidak akan merebutnya dari kamu, karena aku tau jika Diandra hanya menyayangi kamu!" Arya menjelaskan semuanya


Namun Hans yang sudah terbakar emosi tidak mendengarkan penjelasan apapun dari Arya, Hans lalu meninju Arya serta memukul Arya berkali kali hingga berdarah.


Arya sebenarnya bisa melawan tetapi dia tidak akan melakukannya.


"brengsek kamu! sialan!" Hans kembali memukul Arya.


Ketika sudah cukup puas, Hans lalu mengobrak abrik seluruh barang yang berada diruangannya.


Sedangkan diluar, Diandra terus bertanya kepada Jihan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, karena ruangan Hans diatur kedap suara.


"Jihan ada apa ini? Aku tau mas Hans ,tadi dia itu marah kan" Ucap Diandra panik


"tenang ya di, sebentar aku telfon Vika dulu" Jihan menelfon Vika untuk membantu menenangkan Diandra


Cukup lama mereka didalam dan tak kunjung keluar, hingga Vika telah tiba


"kenapa? kamu nggak apa apa kan?" Vika panik


"Vik, " Jihan memberi isyarat kepada Diandra

__ADS_1


"kita pulang yuk" Ajak Vika


"enggak, aku mau tau mas Hans kenapa eggakkk!" Diandra kemudian pingsan


"Diandra!" Ucap Vika dan Jihan secara bersamaan


"cepat panggil mereka cepat!" Jihan panik.


Vika menggedor gedor pintu tersebut lalu menelfon Bryan dan memberitahu jika Diandra pingsan


"Hans sudah cukup berhenti sekarang! Hans dengar Diandra pingsan diluar! Istri kamu pingsan!" Bryan berteriak dengan keras agar Hans sadar


Saat mendengar nama Diandra, Hans lalu terdiam.


"Diandra....Sayang...." Ucap Hans lirih


"Iya istri kamu pingsan" Ucap Bryan


Hans lalu berlari menemui Diandra, benar saja Diandra sudah tergelatak di pangkuan Jihan. Hans lalu merebut Diandra dan dipeluknya


"sayang, kamu kenapa? bangun sayang....bangun" Teriak Hans


"Hans cepat kita bawa kerumah sakit" ucap Erland.


Riko, bersama dengan Jihan sedangkan Erland,Bryan bersama dengan Hans yang memangku Diandra


Kini tinggal Vika dan Arya yang berada disana. Vika melihat Arya yang begitu mengenaskan dengan luka lebam disekujur tubuhnya lalu perlahan mendekati Arya yang terlihat menangis


"Mas Arya, mas Arya kenapa? yatuhan kenapa seperti ini, ayo aku bantu berdiri" Vika membantu Arya berdiri


"Tunggu sebentar ya aku ambilkan p3k dulu"


"tunggu tidak perlu, biarkan saja" Arya memegang tangan Vika.


Vika yang merasakan genggaman Arya yang begitu kuat seolah mengerti apa yang sedang Arya alami.


"Tenanglah, menangislah, keluarkan semuanya, keluarkan semua isi hati kamu"


Arya menangis di pelukan Vika. Dan melupakan semua kesedihannya. Vika yang merasa iba lalu menenangkan Arya dengan mengelus pelan punggung Arya


-


Kini mereka telah tiba dirumah sakit, Diandra langsung ditangani petugas medis.


Pertama dokter umum yang memeriksa, kemudian datang lagi dokter untuk memeriksa Diandra. Membuat Hans semakin kacau


"Hans tenang, kalau kamu tidak bisa tenang, bagaimana Diandra bisa berjuang, tenanglah dan berdoa agar Istri kamu tidak apa apa" Ucap Bryan


"benar Hans, Kita berdoa supaya Diandra baik baik saja" Sambung Erland

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2