Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Riko dapat nomor Jihan


__ADS_3

Hans menuju ke ruang kerjanya, dirinya meraih laptop lalu berkutat dengan laptopnya.


Sementara itu, Diandra terdiam di kamarnya ia tak tau harus mengatakan apa kepada temannya karena dia sudah berjanji akan bertemu mereka.


"gimana nih aku ngga enak sama Jihan dan Vika, aku telfon mereka aja deh"


(sambungan telepon)


"halo di, kenapa?"


Tanya Jihan di sambungan telepon.


"halo Jihan maaf ya aku sepertinya ga bisa Dateng hari ini"


Ucap Diandra.


"loh kenapa di, apa ada masalah?"


Heran Jihan kepada Diandra.


"engga kok ga ada apa-apa, tolong nanti sampaikan permintaan maaf ku ke Vika ya, sudah dulu ya nanti kalau ada perkembangan kita bahas di grup aja ya....byee"


"yaudah deh kalo gitu, bye"


(Sambungan telepon tertutup)


Sementara itu di ruang kerja Hans, dengan memakai kacamata, Hans terlihat sangat serius dengan laptopnya.


Diandra yang mulai mencari Hans lalu mengetuk pintu ruang kerja Hans, kemudian masuk sambil membawa susu dan roti.


"Maas ini sarapannya, kenapa ngga sarapan sih tadi?"


Tanya Diandra dengan heran.


"taroh disitu, aku lagi sibuk!"


Ketus Hans.


"Maas tapi mas harus sarapan dong, aku siapin aja gimana"


Tawar Diandra yang mencoba membujuk Hans.


"haishh ganggu banget sih kamu ini ha! ga lihat ya aku lagi ngapain"


Kesal Hans.


"mas aku cuma nyuruh kamu sarapan kenapa kamu bentak aku sih, kalo mas ga mau sarapan ya udah, ini aku taruh sarapan disini kalo mas butuh apa-apa aku ada dikamar."


Kesal Diandra kepada Hans yang kemudian pergi meninggalkan Hans.


"ck dasar,"


Ucap Hans dengan kesal.


Karena merasa lapar, hans lalu mengambil roti dan mulai memakannya, setelah rotinya habis ia lalu meminum susunya.


Susu yang diminum Hans pun adalah susu khusus yang membantu agar tulang Hans semakin kuat.


(Dicafe tempat Jihan bekerja, Jihan dan Vika sedang bertemu)


"Jihan, kenapa sih Diandra tiba-tiba ga bisa gitu, biasanya kalo ga bisa dia ngabarin ya ga dadakan deh"


"aku juga ga tau vik, mungkin ada urusan mendadak kali, yaudah kita bahas berdua aja, tapi jangan lama-lama nanti dimarahin bos aku lagi"


"iyaa kita bahas rencana dulu aja ya konsepnya biar nanti sama Diandra aja"

__ADS_1


"okedeh"


saat Vika dan Jihan sedang serius membicarakan mengenai rencana bisnis mereka, tiba-tiba saja bos Jihan memanggilnya.


"aduuh Vik, bos aku manggil lagi, bentar yah"


ijin Jihan kepada Vika.


"iyadeh sana nanti dimarahin lagi"


Jihan lalu berlari menghampiri bos nya.


"iya pak saya disini, ada apa ya pak?"


Tanya Jihan kepada bosnya.


"kamu ini gimana sih, kemaren kamu yang mengantarkan makanan di apartemen itu kan"


"i iya pak saya yang mengantar."


"aduuhh kamu ini gimana sih, kenapa ga dikasih ke orangnya?"


"pak kemaren saya udah coba untuk kasih ke pelanggan, tapi pas sampe disana eh malah dia ga keluar-keluar, padahal saya udah pencet tombol berkali-kali tapi orangnya tetep ngga ada pak, karena lama banget ga keluar jadi saya taruh diluar aja deh"


Jihan mencoba menjelaskan kepada bosnya.


"kamu ini gimana sihhh hadeh, kan bisa makanannya dititipin ke receptionist kan, kenapa ditaruh didepan pintu sih, tau nggak gara-gara kamu naruh makanannya didepan pintu, petugas kebersihan nya ngira kalo itu sampah trus dibawa sama petugasnya."


Kesal bos Jihan.


"aduuh pak saya minta maaf, saya, saya ngga tau kalo bakalan jadi kaya gitu"


Jihan meminta maaf kepada bosnya.


"permisi....anda pemilik restaurant ini?"


Tanya seorang pria yang baru datang, yang tak lain adalah Riko.


"ah iya, anda pak Riko kan?"


Karena mendengar nama Riko, Jihan menoleh kebelakang, betapa terkejutnya Jihan saat melihat kalau Riko yang datang adalah Riko yang ia kenal.


"p pak Riko, anda?"


"ah pak Riko begini, untuk masalah kemarin saya akan mengganti rugi pak, tapi pak Riko tetap menjadi pelanggan disini kan pak, saya mohon maafkan kesalahan pegawai saya pak, heh kamu Jihan! buruan minta maaf sama pak Riko."


Karena keduanya bertemu lagi mereka saling heran, terutama Jihan, ternyata Riko pelanggan tetap tersebut yang dimaksud adalah Riko yang ia kenal.


"ah iya, pak maafkan kesalahan saya ya pak, saya janji ga akan ulangi lagi kok pak."


Jihan meminta maaf kepada Riko.


"oke saya anggap semua ini murni kesalahan, oh ya untuk mengantisipasi kejadian kemaren agar tidak terulang, sepertinya saya butuh nomor telepon kamu, supaya saya atau kamu bisa saling menghubungi, jadi tidak akan ada kesalahan seperti kemaren lagi"


Ucap Riko sambil mengambil ponsel di saku celananya.


"wah pak Riko baik sekali, iya boleh pak kalau begitu, Jihan ayo kamu kasih nomor kamu ke pak Riko."


Bujuk bos Jihan.


dengan terpaksa Jihan menyebutkan nomor telfonnya kepada Riko.


"oke, sudah masuk, kamu simpan nomor saya, baik saya rasa sudah cukup, dan masalah ini saya bisa melupakannya, saya permisi"


Ucap Riko sambil melirik Jihan.

__ADS_1


"baik pak Riko, terimakasih, hati-hati dijalan pak....Jihan liat, Untung pak Riko orang baik, dia ngga minta aneh-aneh buat ganti rugi, awas aja ya kali kamu bikin kesalahan lagi, saya pecat kamu, sana kembali bekerja!"


Bentak bos Jihan.


"iya-iya pak saya minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi"


Ucap Jihan sambil berjalan menemui Vika.


"kenapa han, ada masalah apa sih, oh ya tadi ada pak Riko Dateng kesini loh"


"udah tau, dia mau komplain karena kemaren makanan pesanannya ga ada"


sahut Jihan dengan lemas.


"hah komplain, kok bisa sih?"


Tanya Vika dengan heran.


"udahlah panjang ceritanya, nanti aku ceritain, sampe disini aja yah rencana kita, aku udah disuruh kerja nih"


"iya gapapa yaudah kalo gitu, aku pulang duluan yah, semangat kerja bestie"


Vika pamit kepada Jihan.


-


Dikantor Hans, Riko sedang melamun melihat ponselnya tertera nama kontak -jihan- yang terus ia pandangi.


Tanpa disadari Riko, Arya ternyata dari tadi memperhatikan Riko, karena sudah puas memperhatikan Riko, Arya memukul meja hingga Riko tersontak kaget.


"astaga pak Arya, anda disini rupanya?"


Tanya Riko yang baru tersadar dari lamunannya.


"Udah dari tadi kaleee, lagian kamu aneh banget, ga biasanya ngalamun gitu, mana liatin hp gitu lagi, kenapa sih?


Tanya Arya dengan heran.


"ah itu, bukan apa-apa pak, oh ya pak Arya tidak datang dengan tuan Hans?"


"engga, aku mau jemput dia tapi katanya dia mau berangkat sendiri"


"begitu ya, mungkin tuan Hans terapi dahulu baru kesini."


"yah katanya juga gitu tadi, dia mau terapi dulu trus malah saya yang disuruh buat ngurusin ini"


Kesal Arya yang membanting sebuah berkas ke meja.


"apa ini pak?"


tanya Riko dengan heran.


"oh ini hasil perkembangan perusahaan, oh ya Riko, tolong nanti kamu urus surat kepindahan saya ya."


"ah iya untuk masalah itu tuan Hans sudah memberitahu saya, nanti akan segera saya urus pak."


"yasuda kalau begitu, kamu bisa pergi."


"baik pak Arya saya permisi."


Setelah kepergian Riko, Arya mulai untuk bekerja.


ya, untuk saat ini Arya akan menetap di sini karena dirinya ingin membantu Hans.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2