
"hahaha kamu tau saja apa yang om mau, oke kita kesana"
"tapi pa..." sambung Erland
"diam kamu! sudah menurut saja" Ucap ayah Erland.
Erland hanya bisa pasrah karena dia takut jika resto yang direkomendasikan oleh Danira adalah resto yang biasa.
"Duhh gimana nih, kalo Juminten ketahuan, mana pilih restorannya yang indonesia lagi, papa suka nggak ya" Batin Erland yang cemas karena takut kebohongannya akan terbongkar
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
"Dimana restorannya?" Tanya papa Erland
"Belok kiri pak, nah om itu restorannya" Ucap Danira.
Papa Erland dan Erland sangat terkejut ketika melihat bangunan restoran yang sangat klasik namun mewah.
"wah dia bisa tau tempat sebagus ini, aku jadi penasaran siapa dia sebenarnya" batin Arya
"ayo kita turun" Ucap papa Erland
Erland lalu menarik Danira dan berkata,
"hei Juminten kamu yakin kan disini enak, dan kenapa kamu bisa tau tempat seperti ini" Tanya Erland dengan berbisik ke Danira
"Hei Erland apa yang kamu lakukan? Cepat papa sudah lapar, kamu apakah Danira?" Ucap papa Erland
"Ah enggak kok pa, sayang, ayo kita masuk" Erland berakting.
Singkatnya, papa Erland, Erland dan Danira sudah memesan makanan mereka, papa Erland sangat senang sekali dengan makanan yang ada di restoran tersebut.
"wah Danira, makanannya sangat enak sekali, Om sangat suka dengan makanannya kamu pintar sekali memilih restoran" Ucap papa Erland
"seleramu bagus juga, kerja bagus aku sangat suka. Lakukan tugasmu dengan baik dan akan ku bayar dua kali lipat" Bisik Erland kepada Danira
Danira hanya bisa mengangguk, dirinya sangat senang karena ini adalah pertama kali dirinya dipuji oleh seseorang tapi entah kenapa ada perasaan sedih ketika Erland mengatakan jika dirinya akan dibayar, seolah olah dirinya hanya sebuah barang yang bisa diperjualbelikan dan diperlakukan seenaknya.
"Maaf om, saya permisi ke toilet dulu" Ijin Danira
"Erland, kali ini papa suka, papa setuju jika kamu segera menikahi dia" Ucap papa Erland yang membuat Erland tersedak
"uhuk uhukk papa ngomong apa sih, kita kan belum lama pacaran pa, kita masih ingin lebih lama untuk saling mengenal" Ucap Erland
"ya terserah kamu, tapi papa mau Danira yang menjadi menantu papa" Ucap papa Erland
"aduhh kenapa malah jadi seperti ini sih, kenapa papa malah suka Danira, ya bagus sih setidaknya papa tidak akan menjodohkan ku, tapi bagaimana jika papa tahu kalau aku ini berbohong" Batin Erland.
-
Sementara itu, Diandra yang baru pulang dari rumah sakit saat ini sudah berada dirumahnya ditemani oleh Bu Rosa dan Bu Ratna, sedangkan Hans saat ini sudah mulai bekerja di kantor.
"Mah, Diandra ke toko ya mau cek kondisi"
__ADS_1
"ish kamu ini, kamu kan baru pulang dari rumah sakit, sebaiknya istirahat dulu, mama ngga mau kamu kenapa napa" Ucap Bu Ratna
"benar sayang kata mama kamu, sebaiknya kamu istirahat dulu, baru setelah kamu sembuh nanti kamu bisa kapan saja kesana" Sambung Bu Rosa
"Huft tapi bosen banget ma, udah dirumah sakit ngga ngapa-ngapain, sekarang dirumah sendiri juga ngga ngapa-ngapain" Ucap Diandra dengan manyun
"Udah sekarang kamu istirahat, biar mama dan mama kamu siapkan camilan untuk kamu, oh ya di...Kamu sudah siapkan kamar untuk calon bayi kalian belum?" Tanya Bu Rosa
"emm belum sih ma, rencananya aku sama mas Hans siapinnya setelah acara baby shower, kan udah tau tuh jenis kelaminnya" Ucap Diandra
"wahhh ada baby shower, bagus deh kalo gitu, mama akan undang teman-teman mama sekalian duhh pasti seru deh" Ucap Bu Rosa
"Iya terserah mama, tapi sebenarnya Diandra tu pengennya dirayain sederhana aja ma, kecil-kecilan gitu, soalnya nanti masih ada acara tujuh bulanan juga" Ucap Diandra
"Udah gapapa mama setuju kok, lagian nih ya sekalian tu Hans publikasikan kamu sebagai istrinya di depan semua orang, ya kan jeng" Ucap Bu Rosa
"iya jeng, gapapa sayang pasti Hans sudah merencanakan ini lama, dia kan juga merasa senang karena akan menjadi ayah" Ucap Bu Ratna
-
Sedangkan di toko Diandra, terlihat Jihan sedang sibuk dengan kegiatannya membuat kue. Namun entah kenapa hari ini Jihan tidak fokus membuat Vika yang memperhatikan Jihan lalu menghampirinya.
"Jihan, kenapa sih kok ngelamun? tuh si Tasya nanya" Ucap Vika
"Ngga apa apa kok, eh tadi Tasya nanya apa?" Jihan tersadar dari lamunannya
"emm saya mau tanya stok kue tiramisu kita masih ada?" Tanya Tasya
"oh tiramisu, sepertinya habis karena aku hanya buat tiga saja" Jawab Jihan
"Jihan, udah sekarang Lo cuci tangan istirahat, gue tunggu di ruang kerja" Ucap Vika
Jihan lalu menuruti perintah Vika dan segera menghampiri Vika keruangan kerja mereka.
"hah capek banget" Seru Jihan
"Jihan, kamu tu sebenernya kenapa sih, ada masalah?" Tanya Vika
"yah sedikit"
"tentang apa? Riko?" Vika menebak
"yah begitulah, Riko ngelamar aku tadi malam" Ucap Jihan
"Hah serius.....Trus trus gimana kamu terima nggak?" Tanya Vika
"ya, aku belum kasih jawaban, soalnya aku mau Riko ngelamar aku didepan orang tuanya, sampe sekarang aku belum dikenalin sama orang tuanya Riko" Ucap Jihan
"wah bener-bener ya si Riko, kenapa sih dia tu belum ngenalin kamu ke orang tuanya, trus kamu masih tinggal di apartemen Riko?" Tanya Vika
"rencana sih besok mau pindah, aku sama ibu udah dapet rumah, dan aku juga udah bayar sewanya, tinggal nempatin aja. Sekalian mau pamit sama Riko, dan yah ngga tau lah gimana nasib percintaan aku, padahal tinggal selangkah lagi aku dilamar, yah tapi kita lihat saja" Ucap Jihan
"Yaudah aku doain supaya semua lancar, dan kalo Riko belum juga ngenalin kamu ke orang tuanya, udah deh sebaiknya kamu sama Riko udahan, aku ngga mau kalo kamu cuma dimainin sama dia"
__ADS_1
"iya Vik, aku juga rencananya begitu" Sambung Jihan.
"Yaudah, sekarang kamu pulang aja deh mending, tenangin pikiran. Masalah toko udah biar aku sendiri yang ngurus ya. Udah sekarang kamu siap-siap pulang dah tinggal nunggu ayang kamu pulang" Ejek Vika
"iya, Vik. aku saranin kamu cepetan dapet gebetan deh biar kemana mana ngga sendiri" Ejek Jihan lalu berlari dan kabur meningalkan Vika
"heh dasar, untung temen sendiri. Kalo nggak udah aku hajar" Ucap Vika kesal
-
Sementara itu di apartemen, Jihan dan sang ibu sedang beberes untuk memberesi pakaian mereka untuk pindah rumah.
"Bu, besok kita pindah. Malam ini kita masak buat Riko ya Bu, sebagai ucapan terimakasih "
"iya Jihan, ibu juga berpikir begitu, nanti ibu akan masakan untuk Riko ya"
Hari mulai sore, kini Riko telah sampai di apartemennya, Riko sangat terkejut saat masuk apartemen melihat begitu banyak makanan yang sudah tersedia.
"Eh nak Riko sudah pulang. Cuci tangan dulu setelah itu kita makan ya" Ucap ibu Jihan
Riko lalu mencuci tangan, sedangkan Jihan menyiapkan hidangan untuk Riko.
Kini mereka menikmati masakan ibu Jihan.
"hmm enak Bu masakannya, masakan ibu memang tidak pernah gagal, oh ya Bu. Kenapa tumben sekali masak banyak?" Tanya Riko.
"iya, ibu sengaja masak banyak, karena ini adalah hari terakhir aku sama ibu tinggal disini, besok pagi aku dan ibu akan pindah ke rumah kami yang baru , aku sudah menyewa rumah, dan tinggal menempati" Ucap Jihan
"loh kenapa ngga bilang aku sih, memangnya dimana rumahnya, kamu sama ibu nyaman nggak disana?" Tanya Riko
"nyaman kok, ya meskipun ngga terlalu besar, tapi cukup lah untuk aku sama ibu. Riko, aku minta maaf ya kalo selama aku tinggal disini aku nyusahin kamu"
"kamu ngomong apa sih, ngga ada yang nyusahin, justru aku senang karena kamu dan ibu disini, setiap hari aku makan masakan ibu yang enak, dan kamu juga membantu aku membereskan rumah, apakah kalian tidak betah disini?" Tanya Riko.
"Riko, kan aku udah bilang. Selama kita ini belum menikah, kita tu ngga seharusnya tinggal serumah. Aku ngga mau kalau sampai orang berpikir yang aneh tentang kita" Tegas Jihan
"Jihan udah, kita lagi makan, jangan banyak bicara kalo lagi makan" Sambung ibu Jihan
setelah selesai menikmati masakan ibu Jihan, kini Riko sudah mandi dan sedang berada di ruang tamu. Riko menghampiri Jihan yang sedang asyik menonton televisi
"Jihan, aku perlu bicara"
"ada apa?"
"besok, aku akan memperkenalkan kamu kepada kedua orang tuaku. Dan aku harap apapun yang mereka katakan, aku mohon kamu jangan pernah memikirkannya mengerti?" Tegas Riko
"Kenapa memangnya?" Tanya Jihan
"besok kamu akan tau, tapi kamu harus percaya sama aku, apapun yang mereka katakan, itu semua tidak akan pernah mengubah keputusan aku"
"oke, janji ya besok kita ketemu orang tua kamu?"
"iya janji."
__ADS_1
...πππππππππ...