Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Sonya depresi


__ADS_3

"Sayang aku berangkat ke kantor ya, ingat hubungi aku jika ada sesuatu" Hans berpamitan kepada Diandra.


"iya Maas, hati hati...."


Hans berangkat ke kantornya, giliran diandra yang harus bersiap.


-


Dikantor Hans, para karyawan sedang membicarakan mengenai berita viral Sonya yang membuat masalah di pesta semalam.


Tak sedikit dari mereka yang menertawakan Sonya.


"Lihat deh si ulet bulu, untung ya pak Hans ngga jadiin dia istri, dari dulu sejak dia jadi pacar pak Hans aku tu gasuka banget sama dia, dia itu sombong banget, beda sama Bu Diandra"


"Pokoknya nih Bu Diandra Ter the best"


Para karyawan malah memuji Diandra


"Hans, berita semalam viral! lihatlah...Model Sonya Larasati Dianggap gila karena Sang mantan telah menikah" Ucap Bryan yang langsung datang ke kantor Hans


"aku sudah tau, aku sudah mengeceknya tadi malam" Ucap Hans datar.


"Bryan, kamu disini..kebetulan ada yang ingin aku bahas, lihatlah" Arya yang baru datang lalu menunjukan sebuah foto kepada Bryan


"bukankah dia....dia itu adalah adik dari Robert?" Tanya Bryan


"benar, kenapa dia bisa dimakam kakakmu? apa mereka ada hubungan?" Tanya Arya


"entahlah, tapi aku merasa jika kematian kakakku memang ada hubungannya dengan Robert, pemimpin mafia 'The cobra'" Ucap Bryan


Hans yang hanya diam melihat Arya dan tidak berkata sepatah katapun.


"Hans, bagaimana dengan kasus kecelakaan kamu setahun yang lalu?" Tanya Erland


"entahlah, tapi aku sangat yakin jika itu memang Robert pelakunya, lagipula menjebloskan dia ke penjara itu tidak cukup, aku ingin dia menerima penderitaannya" Ucap Hans


"kamu benar Hans, aku sangat yakin jika kematian kakakku memang ada hubungannya dengan mereka!" Ucap Bryan.


"permisi...Tuan Hans, saya sudah mengatur pertemuan dengan Sonya, tetapi kondisinya benar benar sangat memprihatinkan." Ucap Riko


"Kenapa dengan wanita itu?" Tanya Bryan


(flashback Sonya)


"Akhhh sial kepalaku...akhhh" Sonya pingsan


Lalu sang manajer membawanya ke rumah sakit.


Setelah beberapa jam pingsan, Sonya lalu siuman.


"akhh, Heniii...Henn kemariii" Sonya memanggil Heni yang merupakan asisten sekaligus manajernya


"kamu sudah sadar, ada apa? apa yang terjadi?" Tanya Heni

__ADS_1


"Berikan ponselku!" Ucap Sonya lalu Heni memberikan ponselnya


Sonya membuka sosial media, alangkah terkejutnya Sonya karena berita nya sudah mulai viral


"sial!! ini benar benar kacau!...Semua ini karena Diandra!! wanita sialan itu yang merebut Hans, tidak..tidak akan kubiarkan!" Sonya begitu emosi


"tenanglah dan beristirahatlah, besok akan aku carikan solusinya" Ucap Heni


Keesokan harinya, Heni membuka pesan dari agensi Sonya, bahwa mereka telah kecewa dengan kasus Sonya. Gara gara Sonya perusahaan rugi besar.


Semua produk yang menjadikan Sonya sebagai Brand Ambassador mereka telah menghentikan Sonya sebagai brand ambassador mereka.


Bahkan beberapa endorse yang mengantri untuk diiklankan oleh Sonya pun tiba tiba mengundurkan diri.


Heni tidak tau harus berkata apa kepada Sonya karena saat ini Karir Sonya benar benar sudah berada diujung tanduk.


"Heni, cepat kamu hubungi agensi, dan suruh mereka untuk melakukan jumpa pers." Sonya menyuruh Heni


"aku...aku tidak bisa!" Ucap Heni


"kenapa tidak bisa ha! cepat, berikan ponselku, biar aku yang menghubungi sendiri!" Sonya beberapa kali menelfon sang Presdir di agensinya namun tidak dijawab.


Pada saat dirinya membuka chat, betapa terkejutnya Sonya ketika melihat beberapa pesan yang memintanya untuk segera mengundurkan diri


"apa apaan ini....katakan apa yang terjadi!" Teriak Sonya


"tenanglah aku akan menjelaskan semua ini!" Ucap Heni.


Kemudian Heni memanggil dokter, dan dibiuskan suntikan kepada Sonya agar Sonya tenang.


(flashback off)


"maksud kamu, wanita itu depresi?" Bryan menerka.


"saya juga tidak tau, karena pada saat saya menemui manajernya, dia tidak bilang apa apa, hanya mengatakan itu saja" Ucap Riko


"wah wah menurutku dia itu depresi, bagaimana tidak? Sekarang karirnya pasti sudah hancur, kita tau sendiri kan Sonya itu ambisinya seperti apa...Aku yakin dia pasti tidak bisa menerima kondisi ini" Ucap Bryan


"jam berapa aku bertemu dia?" Tanya Hans


"sekitar jam 2 siang tuan dirumah sakit Citra Saras" Ucap Riko.


"baiklah kamu lanjutkan pekerjaan kamu"Ucap Hans


"Hans, kamu yakin datang sendiri? perlu kamu temani?" Tawar Bryan.


"aku tidak bisa, hari ini aku sibuk" Ucap Arya lalu meninggalkan Hans dan Bryan


"dasar, Hans kamu jangan datang sendiri, aku takut nanti media malah menganggap yang tidak tidak." Ucap Bryan


"kamu benar, nanti jam 2 kita kesana"


-

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat, kini Hans dan Bryan sudah berada di rumah sakit dimana Sonya dirawat


"permisi...apakah saya bisa bertemu Sonya" Ucap Hans kepada Heni


"Hans, untunglah kamu disini, dari semalam Sonya histeris memanggil kamu, dokter sampai membiuskan beberapa obat bius ke Sonya" Ucap Heni


"antar aku ke dia"


kini Hans, Bryan dan Heni berada di ruang rawat Sonya


"astaga Hans, baru sehari dia dirawat, kondisinya sangat buruk sekali, apakah ini yang dinamakan karma?" Tanya Bryan


Sonya lalu bangun dan betapa bahagianya Sonya ketika melihat Hans ada disitu, Hans langsung menjauh dari Sonya


"Jangan mendekat! Dengar katakan dengan jujur kenapa kamu bisa sampai seperti itu tadi malam, aku yakin, pasti kamu sedang merencanakan sesuatu kan" Ucap Hans


"Hans, aku mohon kita kembali bersama lagi ya Hans aku mohon"


"cepat katakan! apa kamu ingin menyakiti istriku?" Tanya Hans


"cih, wanita itu lagi! Iya! Aku awalnya memang berniat ingin memberikan obat itu kepada Diandra, tapi entah kenapa aku jadi yang kena. Ini semua karena Arya, Hans aku sampai rela melakukan ini karena aku itu mencintai kamu!" Ucap Sonya


"cinta? hah dasar! Untung saja kamu tidak menyakiti istriku, jika sampai hal itu terjadi, aku tidak akan segan segan untuk menghabisi mu!" Ancam Hans


"habisi aku? habisi aku sekarang Hans cepat, habisi aku! Tidak ada gunanya lagi aku hidup! karirku sudah hancur, kamu sudah menjadi suami wanita itu, dan sekarang aku tidak punya apa apa, aku tidak bisa hidup seperti ini, lebih baik aku mati!!


Semua orang hanya menyukai wanita si**n itu, Hahahahaha Hans, kamu tau tidak saudara kamu itu, dia juga menyukai istri kamu hahahaahaha ini lucu sekali bukan hahahahahaha" Sonya mendadak aneh


"apa maksudmu?" Tanya Hans


"hmm hahahahahaha kamu tidak tau ternyata, Kamu pikir semalam kenapa aku bisa senekat itu? tentu saja karena Arya...Aku tau dia menyukai istri kamu lalu aku mengajaknya bekerja sama! tetapi Arya sialan itu malah menukar minuman ku. Dia malah memberikan obatnya kepadaku!" Sonya kesal dan menjadi aneh


"Arya, menyukai Diandra?" Hans kurang yakin


"ahahahahaa kamu itu benar benar bodoh Hans, hah....hidupku benar benar sudah hancur, Aku gagal menjadi istri seorang Presdir yang kaya! Sekarang karirku sudah hancur! Hahhhhaha uang...karir...itu merupakan bagian hidupku...Aku tidak peduli cinta tapi aku mau karir dan uang, aku ingin menjadi nyonya besar hahahahaha ahhahahahaa" Sonya semakin histeris


"Hans, aku rasa dia benar benar depresi, sebaiknya kita pergi dari sini" Ucap Bryan


Hans dan Bryan lalu pergi, dan masuk kedalam mobil.


"hah, benar benar menakutkan, wanita itu benar benar dibutakan oleh harta. Dia sampai rela melakukan hal seperti itu hanya untuk uang, astaga Hans Hans, kenapa dulu kamu bisa bersama wanita itu sih" Bryan yang heran


"entahlah, lagipula jika aku tidak mengalami kecelakaan pun, aku sudah berniat memutuskan hubungan dengannya" Ucap Hans


"semua sudah terjadi Hans, aku sangat iri dengan Kamu, kamu bisa bersama dengan wanita yang memang sudah dari dulu kamu cari, sedangkan aku? hah...sangat menyedihkan, Vika menolak kembali bersama denganku" Ucap Bryan


"Bryan, apa kamu percaya yang dikatakan oleh Sonya barusan? dia bilang Arya...."


"astaga Hans, Sonya itu wanita gila, sudahlah lagipula dia sedang depresi kan. Jangan berpikir yang tidak tidak ya" Ucap Bryan yang sebenarnya dari dulu Bryan dan Erland sudah curiga dengan Arya


"Ayo kita kembali ke kantor" Hans melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit tersebut


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2