
"kamu masih marah?" Tanya Arya
"Aku kan sudah bilang,ini rumah sakit, tolong jangan bahas ini lagi" Tegas Vika
Operasi Diandra dan pak Abraham pun berjalan lancar, kini mereka telah keluar dari ruang operasi. Kondisi Diandra masih tertidur karena pasca operasi.
Pak Abraham kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap menunggu sadar.
Sedangkan Diandra juga sudah berada di ruang rawat.
Mereka semua mengucap syukur akhirnya operasi berjalan dengan lancar
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Tanpa terasa waktu telah berlalu, pagi telah menyambut mereka.
Bu Ratna baru saja sampai bersama dengan Ibunya. Dan langsung menghampiri Pak Abraham, Pak Abraham sudah sadar sejak tadi malam, dan kini sedang berbincang dengan Pak Jeremy
"Pah, ini mama sudah bawa Ibu kesini, eh ada Pak Jeremy" Ucap Bu Ratna sambil menyalami pak Jeremy
"halo Bu Ratna, apa kabar, halo Bu" Pak Jeremy juga menyalami ibu Bu Ratna
"Ya Allah nak nak....kamu kenapa bisa seperti ini."
"ibu, Abraham minta maaf Bu" Pak Abraham memeluk nenek Diandra
"Apakah kalian bisa meninggalkan kami, aku ingin berbicara berdua dengan ibu" Ucap Pak Abraham
Kini pak Abraham sedang berbincang dengan ibu dari Bu Ratna. Cukup lama mereka berbincang.
Tanpa terasa waktu semakin sore, Pak Abraham kini meminta sang istri untuk menemui Danira dan Diandra.
"Pah, Diandra baru saja dioperasi. Ada orang baik yang mau mendonorkan jantungnya untuk Diandra pa, Dan Danira....dia akan tinggal dirumah kita, papa mau bertemu Danira sekarang?" Tanya Bu Ratna
"boleh ma"
Kini pak Abraham sedang bersama dengan Danira, Erland, Jihan dan Bu Ratna
"Sayang...kamu akan pulang besok kan? janji sama papa ya kamu harus selalu menyayangi papa, mungkin kamu masih belum mengingat papa, tapi jika kamu nanti ingat papa. Tolong maafkan papa ya sayang, papa boleh peluk kamu" Pak Abraham memeluk Danira, Danira benar benar merindukan pelukan dari sang ayah.
Setelah puas Pak Abraham melihat kedua anaknya dan cucunya, entah kenapa Pak Abraham meminta sang istri untuk menemaninya tidur bersama dalam satu ranjang ruang rawat rumah sakit.
Bu Ratna mau tak mau harus menuruti suaminya, lagipula Bu Ratna juga sudah lama merindukan suaminya yang seperti ini.
-
Malam telah berlalu, kini pagi mulai menyambut.
Bu Ratna mulai terbangun dari tidurnya.
"ekhmm udah pagi ternyata hah...Pah bangun ..kita berjemur dulu yuk...Pah ....papa....papa!" Bu Ratna beranjak dari tidurnya dan langsung panik ketika melihat suaminya pucat dan tak merespon sama sekali.
"Suster! papa....pahh bangun pa papaaaa!" Teriak Bu Ratna, lalu suster pun datang.
"Ratna ada apa?" nenek Diandra yang baru datang.
"ibu...Mas Abraham Buu....dia....dia tidak bangun" Bu Ratna histeris dipelukan ibunya.
__ADS_1
"Maaf Bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Suami ibu...Dia kami nyatakan meninggal. Sekali lagi kami minta maaf" Ucap sang dokter.
"tidaaaakkk! tidak mungkiiinn! papaa....dokter bohong kan, kemaren suami saya baik baik saja, kenapa sekarang dokter mengatakan hal seperti itu, cepat periksa kembali suami saya cepat dok!" Bu Ratna histeris lalu pingsan.
-
Kini upacara pemakaman Pak Abraham telah selesai dilaksanakan. Bu Ratna yang masih syok dan belum bisa menerima terus saja menangis dan terkadang juga pingsan, sedangkan Danira hanya terdiam dan termenung menyaksikan semuanya.
"Mah, jangan seperti ini, mama masih punya Diandra dan Danira, satu lagi..cucu mama. Hans mohon ma....mama yang kuat ya"
"benar Ratna, jangan buat ibu sedih, ibu janji ibu akan tinggal bersama kamu dan menemani kamu"
"Bu, kenapa? kenapa semuanya terjadi kepada Ratna Bu? Ratna salah apa? kenapa keluarga Ratna menjadi seperti ini?"
"Ratna, ini bukan salah kamu....ini sudah takdir nak"
"ehmm Bu Ratna, say turut berduka cita atas meninggalnya Pak Abraham, tapi Bu Ratna harus tetap strong (kuat) karena Diandra pasti sangat sedih jika dia sadar dan melihat ibunya seperti ini" Ucap Bu Rosa
"Benar Bu....kamu semua peduli dengan Bu Ratna, Jadi Bu Ratna jangan merasa sendiri ya" ibu Jihan ikut menguatkan.
"Danira, ayo kita pulang nak" Ucap nenek Diandra
Kini mereka sudah kembali ke tempat masing masing.
Hans masih setia menunggu Diandra di rumah sakit, Hans tidak tau bagaimana menjelaskan kepada Diandra jika nanti Diandra bertanya dimana ayahnya
Hans pun tertidur lelap di kasur Diandra sambil memegang erat tangan Diandra.
-
"Mah, mama mau makan sesuatu biar Danira masakan?"
"Danira....kamu sudah ingat nak?" Bu Ratna yang tiba tiba merasa bahagia
"iya mah, tapi belum semua...oh ya besok kita jenguk kak Diandra ya mah aku kangen" Ucap Danira
"iya sayang, tapi mama khawatir jika besok kakak kamu menanyakan tentang papa"
"mah, untuk sementara bagaimana jika kita menyembunyikan hal ini dulu sampai kondisi kak Diandra pulih?"
"kamu benar nak, mama setuju. Pasti Hans juga akan setuju"
Danira lalu mengangguk paham
Malam telah berlalu, kini esok telah menyambut para insan.
Diandra mulai mengeryitkan matanya, Lalu melihat disamping ada Hans memegang tangannya. Diandra mengusap kepala Hans hingga Hans merasa ada yang mengelus kepalanya.
"sayang...kamu sudah bangun...terimakasih sayang terimakasih" Hans sangat senang sambil menciumi Diandra.
"Mas, aku haus"
"haus? sebentar ya aku ambilkan minum"
Hans lalu mengambil minum dan diberikan kepada Diandra
"Anak kita...dia diamana mas anak kita dimana" Diandra tiba tiba histeris
__ADS_1
"Sayang kamu tenang dulu ya...dia ada kok sedang diruang bayi, kalo kamu sudah pulih nanti aku akan meminta suster untuk membawa bayi Kita kemari"
"Mas tapi dia baik baik saja kan?"
"Iya sayang dia sangat sehat, kamu tau dia sangat mirip dengan aku....I Love you sayang" Hans kembali mencium mesra Diandra
-
Bu Ratna dan Danira kini sudah sampai dirumah sakit untuk menjenguk Diandra
"Sayang..."
"mama....Danira" Mereka saling berpelukan"
"Sayang, mama seneng banget akhirnya kamu sadar, dan kita bisa berkumpul bersama" Ucap Bu Ratna
"iya mah, Diandra juga seneng banget, ada orang baik yang rela donorin jantungnya buat Diandra tapi sayang banget orangnya ngga mau disebutkan padahal Diandra mau berterimakasih sama dia, Kata mas Hans sih dia itu emang udah ikut program gitu jadi kalau semisal dia udah ngga ada dia bakal donorin jantungnya ke orang yang membutuhkan gitu" Ucap Diandra
"wah orang nya baik banget ya kak....oh ya mana keponakan aku...aku mau lihat" Ucap Danira
"Danira, kamu sudah pulih?" Tanya Hans
"emm ada beberapa ingatan yang belum aku ingat sih, terutama mas Hans aku sedikit lupa mengenai orang yang baru aku kenal" Ucap Danira
"nggak apa apa, pelan pelan aja nanti kamu pasti akan ingat semua...Mas tolong ambilkan Setya dong" Ucap Diandra
Hans lalu menggendong Setya dan memberikan kepada Diandra, setelah itu Diandra memberikan kepada Danira.
"ih kamu ganteng banget sih keponakan Tante....Tante pengen bawa kamu pulang deh, soalnya gemesin banget" Ucap Danira sambil menggendong baby Setya yang sangat gemoy
"tentu saja dia ganteng, papa nya aja juga setampan ini" Ucap Hans dengan pd nya
"Tapi bener juga Lo, wajahnya mas Hans banget" Ucap Danira
"Ngga semua juga lihat tuh matanya kan mirip aku....terus bibirnya juga mirip aku kok" Ucap Diandra kesal karena semua orang mengatakan kalau baby Setya itu mirip papanya
"Kamu kenapa kesel gitu sih, ya itu berarti kamu itu cinta banget sama aku....Dan semuanya jelas jika dia memang anak aku....hah, nak kamu cepet gede ya biar kita bisa main bareng...papa bakal ajarkan kamu bela diri, motor dan lainnya" Ucap Hans sambil mengelus dahi baby Setya
"ih jangan cepet gede dong, aku masih gemes tau, pokoknya anak aku jangan cepet gede!" Diandra kesal
"Hadeh yang papanya pengen anaknya cepet gede, mamahnya ga pengen anaknya cepet gede....pusing deh mama...sini baby Setya sama Oma yuk" Bu Ratna mengambil alih baby Setya sambil menimang
"mah, gimana kondisi papa?" Diandra yang tiba tiba menanyakan hal itu.
Hans, Bu Ratna, dan Danira bingung harus mengatakan apa.
Danira lalu terpikirkan ide agar Diandra melupakan pertanyaannya
"aw kepalaku sakit...akhh....mah sakit banget" Danira berpura pura sakit kepala
"ha...kalau begitu, mama antar Danira pulang saja, sepertinya Danira masih belum pulih, sayang anak papa kamu sama papa ya" Hans membantu Danira berakting sambil mengambil alih baby Setya
"ah...sayang kamu kamu kenapa? yaudah kita pulang istirahat yuk...Diandra maaf ya...mama ngga bisa lama lama soalnya...."
"iya mah gapapa kok, Diandra seneng udah dijengukin mama....kalo gitu mama antar Danira pulang ya kasihan Danira pasti...hah Diandra paham kok ma" Ucap Diandra
...ππππππππ...
__ADS_1