
Malam telah berlalu, pagi pun telah tiba. Diandra membuka matanya, betapa terkejutnya Diandra saat melihat tangganya digenggam erat oleh Hans, sedangkan Hans tidur dibawah tanpa alas dan selimut.
"mas, mas Hans bangun. Kamu kenapa tidur dibawah?" Diandra membangunkan Hans
Hans yang merasakan ada yang menyentuhnya pun lalu terbangun.
"Emmhh....sayang..kamu sudah bangun, gimana kondisi kamu, masih sakit? apa kita perlu ke dokter?" Hans langsung menghujani pertanyaan kepada Diandra
"aku udah gapapa kok, semalam kamu tidur disini?" Diandra yang cemas
"iya sayang, tapi aku bersyukur kamu tidak apa apa, kamu kenapa sih, mikirin apa? Kan aku sudah bilang jangan banyak fikiran sayang, nanti kamu stress, Dengar....aku paling tidak bisa melihat kamu sakit, jangan sakit lagi ya sayang" Hans mencium kening Diandra dengan mesra.
"mas, aku tiba tiba kepikiran Danira, dia kabur kemana? gimana kondisinya sekarang, dia sudah makan atau belum aku..."
"suuuutt, sudah ya tenang...lagipula Danira itu sudah bukan urusan kamu lagi sayang" Hans menenangkan Diandra
"Mas, biar bagaimanapun Danira itu adik kandung aku, meskipun dia itu sangat manja, tetapi sebenarnya dia adalah seseorang yang tulus. Aku yakin sejahat jahatnya Danira, dia itu masih memiliki hati yang baik" Ucap Diandra dengan penuh keyakinan
"Sayang, apa kamu tidak ingat bagaimana perlakuan keluarga itu kepada kamu?"
"Mas, mama dan Danira itu berbeda, mereka sebenarnya sayang dengan aku, tapi mereka terlalu takut dengan papa.
Mas tau nggak, dulu saat aku lulus sekolah SMA papa sempat mengurung aku di gudang, karena aku sudah terlanjur mendaftar kuliah dan aku sudah diterima di kampus itu, Papa tau aku mendaftar di kampus itu lalu papa sangat marah.
Aku sangat lapar dan haus, kemudian Danira mengetuk jendela gudang dan dia membawakan makanan serta minuman untukku...."
(flashback Diandra dan Danira)
Diandra sangat kelaparan karena terkurung di gudang, tiba tiba ada yang mengetuk jendela gudang, ternyata yang mengetuk adalah Danira
"Danira..." Diandra terkejut.
"Kakak. Cepat ambil ini disini sangat kotor cepatlah aku sudah tidak kuat" Ucap Danira dengan memberikan sekotak nasi, camilan dan beberapa minuman lalu dikemas di plastik besar.
"Trimakasih Danira" Ucap Diandra haru
Danira tidak menjawab apapun lalu segera pergi.
Saat Danira akan pergi, pak Abraham melihat Danira.
"Danira! darimana kamu?" tanya pak Abraham
"emmm engga aku, aku habis cari...ahh aku habis cari tanaman untuk tugasku." Danira berbohong
__ADS_1
"benarkah?" Pak Abraham tidak yakin
"benar pa, tapi tanaman di sini tidak ada yang cocok, sebaiknya aku cari di sekitar perumahan, aku pernah lihat ada yang bagus banget Lo...." Danira kembali berbohong
"yasudah, ingat Danira kamu harus belajar yang rajin, setelah kamu lulus SMA nanti papa akan kuliahan kamu ke luar negri" Ucap pak Abraham
"iya iya pa...aku janji..." Ucap Danira
"Kak, nanti malam aku akan kesini lagi, kakak tidak usah khawatir aku akan bawakan makanan untuk kakak" Danira berbicara dalam hati
(falshback off)
"Yah....apapun itu alasannya, aku sangat tidak suka dengan keluarga kamu. Kenapa tidak ada satupun yang membela kamu!" Hans kesal
"hmm ada kok yang ditakuti sama papa, yaitu nenek aku. Tetapi dia tidak tinggal disini, karena nenek ku mau nya tinggal di daerah asalnya diluar pulau." Ucap Diandra
"Luar pulau?..sayang, aku kepikiran bagaimana jika kita honeymoon di pulau asal nenek kamu, sekalian kita berkunjung kerumah nenek kamu, sewaktu kita menikah kan nenek kamu tidak hadir." Hans menyarankan
"hmm ide bagus juga, aku setuju...tapi aku juga pengen liburan ke luar negri, tapi tidak apa apa. Bertemu nenek lebih baik" Ucap Diandra
"hahahahahaha kamu ini ada ada saja, apa kamu lupa sekarang kamu adalah istri dari Hans Anderson Fernandez, apapun yang kamu mau, pasti akan aku turuti sayang, kamu mau liburan berkali kali pun bisa" Hans terkekeh
"iiih ga berkali kali juga, lagian kamu mana ada waktu? kamu kan sibuk kerja" Dinadra Kesal
"astaga kamu sebenarnya salah makan atau kepala kamu ini terbentur sih, kamu sering banget gombal" Ucap Diandra
"iya, aku seperinya terbentur.....terbentur cinta kamu" Goda Hans, lalu Hans pergi ke kamar mandi
"ih dasar, pak suami mode bucin on. Hah entah kenapa aku lupa bagaimana angkuhnya seorang Hans Anderson" Diandra geleng geleng sambil memperhatikan selang infusnya.
Karena bosan, Diandra lalu berjalan menuju balkon kamar dan melihat pemandangan luar.
Hans mendesain kamarnya agar terdapat balkon yang tepat dengan pemandangan luar, Di balkon kamar Hans, disediakan kursi santai dan meja.
Diandra duduk di balkon sambil memandang langit cerah.
"hmm sejuk sekali....hah, aku harus kuat, Diandra bertahanlah! semangat! kamu harus kuat!" Ucap Diandra dengan memejamkan mata karena tubuhnya belum pulih, Diandra lalu membaringkan tubuhnya di kursi santai tersebut lalu tertidur kembali.
Hans yang sudah selesai mandi lalu mencari keberadaan Diandra.
"sayang...sayang...kamu diamana?...astaga kenapa dia bisa tertidur disini sih, bagaimana jika kedinginan, huftt istriku, gadis kecilku..." Hans lalu menggendong Diandra sambil melepas infus dari tiang infus.
Setelah itu Hans mengambil tiang infus yang masih tertinggal kemudian dipasangkan kembali.
__ADS_1
Hans begitu terharu sekaligus bangga dengan Diandra, dirinya masih saja melayani Hans dengan baik meskipun kondisinya seperti itu.
Diandra tetap menyiapkan pakaian Hans waktu malam hari, dan semua kebutuhan Hans juga sudah Diandra siapkan.
Hans lalu memakai pakaian dan bersiap.
"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya, aku akan segera pulang, aku sudah menelfon mama agar kesini menjaga kamu" Ucap Hans kepada Diandra yang tertidur
"Mbok Jum, mbook " Hans keluar kamar sambil memanggil mbok Jum
"iya tuan ada apa?" Ucap mbok Jum
"mbok, tolong jaga istriku sampai mama datang, aku ke kantor sebentar, tunggu Diandra sampai mama datang ya mbok"
"Siap tuan, kalau begitu saya siapkan sarapan untuk tuan Hans dulu"
"tidak usah mbok, aku makan di kantor saja, klien sudah menungguku. Mbok Jum siapkan sarapan untuk Diandra ya, ingat makanan yang baik untuk istriku" Hans mengingatkan mbok Jum
Hans lalu berangkat ke kantor, tak lama kemudian Bu Rosa datang.
"Mbok Jum...." Bu Rosa memanggil mbok Jum
"eh nyonya...mari nyonya silahkan masuk" Ucap mbok Jum
"yasudah, bagaimana kondisi Diandra?" Tanya Bu Rosa
"Non Dinadra masih tidur, ini saya baru selesai buat sarapan untuk non Diandra"
"yasudah mbok, biar saya saja ya" Ucap Bu Rosa
Bu Rosa lalu masuk ke kamar Diandra
"Diandra sayang, bangun nak sarapan dulu" Ucap Bu Rosa
"loh mama, kenapa bisa disini?" Tanya Diandra yang langsung terbangun
"iya tadi Hans nelfon mama katanya dia harus ke kantor dulu sebentar, jadinya mama deh yang disuruh kesini, katanya semalam kamu sakit ya..gimana kondisi kamu sekarang?" Tanya Bu Rosa dengan senyum
"iya ma, tapi sekarang Diandra baik baik saja kok. Maafin Diandra ya ma, Diandra selalu bikin repot"
"kamu ngomong apa sih, sudah sekarang sarapan dulu ya mama suapin" Bu Rosa lalu menyuapi Diandra
Diandra merasa sedih dengan kondisinya saat ini, Diandra selalu berdoa. agar selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa membahagiakan orang disekitarnya
__ADS_1
...πππππππ...