Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Kedatangan Papa Erland


__ADS_3

Setelah mengantar Tasya, kini Bryan telah sampai di rumah sakit dan segera menemui ruangan Diandra untuk memberikan rujak cingurnya.


"Nih Hans untung dapet" Ucap Bryan


"Syukur deh, Diandra ngga mau tidur sebelum makan ini" Ucap Hans


"yaudah buruan kasih"


Hans dan Bryan masuk keruang Diandra.


"Sayang coba liat ini rujak cingurnya" Ucap Hans


"Waah... Mas Bryan akhirnya dapet juga rujaknya"


Hans segera menyiapkan piring untuk Diandra, lalu Diandra langsung melahap rujak cingur tersebut.


Hans dan Bryan hanya bisa melihat bumil satu ini makan dengan begitu lahap.


"Sayang, setelah makan kamu harus tidur ya" Ucap Hans yang dibalas anggukan oleh Diandra


"yaudah kalo gitu, gua pamit dulu ya Diandra aku pulang dulu ya" Ucap Bryan


"iya mas Bryan terimakasih ya, hati-hati" Ucap Diandra


Diandra langsung menghabiskan rujaknya tanpa tersisa, setelah selesai makan, Hans langsung membereskan semua dan menidurkan Diandra. Akhirnya Diandra bisa tidur dengan nyenyak, Hans pun lalu tidur di sofa tamu.


-


Keesokan harinya.


Arya harus menggantikan Hans untuk rapat karena Hans tidak mau meninggalkan Diandra, padahal Diandra sudah menyuruh nya untuk segera berangkat.


"Pak Arya, meeting hari ini saya sangat suka, yah bisa dibilang anda sangat mirip dengan pak Hans, ya tidak bisa dipungkiri kalian itu kan saudara sepupu kandung, jadi mungkin kalian memiliki banyak kesamaan, Saya rasa tidak salah bekerjasama dengan perusahaan ini"


"terimaksih pak, kalau begitu, saya permisi dulu ya pak," Ucap Arya


"Hah selesai juga akhirnya. Jam berapa ini? Hmm aku ingin makan sesuatu. Hah aku keluar saja cari makan, biar Riko yang mengurus ini sebentar."


Arya lalu mencari makan keluar. Kini Arya tertuju pada sebuah rumah makan yang tak jauh dari kantor. Saat Arya memarkirkan mobilnya, Arya dibuat terkejut saat melihat Vika.


"Vika, dia disini? tapi kenapa malah kesana?" Arya bingung. Kemudian mulai mengikuti Vika.


"Buk, jangan dimakan ya, itu nasinya basi, ini saya ada makanan untuk ibu dan adek cantik. Apa kamu baru pulang sekolah?" Tanya Vika


"iya kak cantik, aku baru pulang berangkat sekolah, Tapi aku belum makan, semalam ibu sakit jadi tidak dapat uang"

__ADS_1


"Oh yaampun kamu kasihan sekali, Bu, ini dimakan ya, kamu juga ya, dan ini ada sedikit rejeki buat ibu" Ucap Vika


"Ya Allah terimaksih banyak ya nak, alhamdulilah, nak kamu sangat cantik parasnya dan juga hatinya, semoga Allah membalas semua kebaikan kamu" Ucap ibu tersebut.


"iya Bu, ini uangnya bisa untuk ibu jualan kecil-kecilan, kan lumayan uangnya bisa untuk biaya sekolah anaknya. Dan lihat kakak bawa sesuatu untuk kamu" Vika mengeluarkan sebuah plastik yang berisi alat tulis lengkap dan seragam lengkap


"wahh kak cantik, terimaksih banyak ya. Kak cantik baik banget"


"iya, solanya meskipun kamu masih kecil tapi kamu masih mau bantuin ibu kamu, dan kamu juga masih semangat sekolah, jadi Kakak salut sama kamu" Ucap Vika


"terimakasih kak cantik, semoga kak cantik selalu diberi kesehatan dan dilancarkan rejekinya"


"amiin, yaudah Bu, saya permisi dulu ya..daa adik cantik"


Saat Vika akan masuk mobil, Arya lalu memanggilnya dan menghalangi pintu mobil Vika


"Tunggu Vika"


"loh mas Arya, ngga ke kantor?" Tanya Vika


"emm dari kantor kebetulan aku lapar, dan ingin makan disini, kamu habis makan atau"


"oh aku udah selesai makan kok...kalau gitu aku permisi dulu"


"mas Arya, Begini....Kita ini adalah teman, aku cuma bersikap seperti teman pada umumnya, lagipula kita kan juga baru kenal dan yah intinya kita ngga akrab juga kan"


"oke vika, aku minta maaf soal sebelumnya yang aku pernah bilang kalau,....baiklah kamu pasti merasa sakit hati dengan perkataan aku, tapi aku sama sekali tidak pernah berniat seperti itu. Aku mohon Vika, kita bisa seperti dulu lagi kan?" Tanya Arya


"Maaf tapi aku takut, aku takut kalau.....aku akan terlalu dalam dengan semua ini karena.....jujur aku suka sama mas Arya. Oke aku tau ini mendadak dan pasti tidak terduga, tapi yah aku menyukai mas Arya, terserah mas Arya suka atau tidak tapi setidaknya saya bisa mengungkapkan perasaan saya, Kamu ngerti kan, permisi" Vika lalu pergi meninggalkan Arya


Arya hanya bisa diam dan dia juga tidak tau dengan perasaannya saat ini, Arya takut jika dia masih memiliki perasaan kepada Diandra dan itu akan membuat Vika menjadi tersakiti.


-


Dirumah Erland, Erland sedang menunggu Danira yang tengah di rias.


"Tuan.... bagaimana?" Tanya Danira


Erland tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa menganga melihat Danira yang begitu cantiknya, entah kenapa hatinya kini berdegup semakin kencang


"ekhmm biasa saja"


"oh kalau gitu sebaiknya tuan ganti saja jangan saya" Ucap Danira


"apaan sih, udah ayo kita jemput papa dibandara" Ucap Erland

__ADS_1


Kini Erland dan Danira berada dalam satu mobil untuk menjemput ayah Erland. Didalam mobil, Erland sangat tidak nyaman karena hatinya berdegup kencang saat berdekatan dengan Danira


"sial, ada apa ini, tidak biasanya aku seperti ini, biasanya aku kan selalu bersama wanita bayaran itu, tapi kenapa ini berbeda" Ucap Erland dalam hati


"tapi, tuan....kalau papa tuan Erland kembali, itu artinya dia akan tinggal dirumah tuan Erland, dan saya....saya kan pembantu lalu bagaimana nanti papa tuan Erland mengetahuinya?" Tanya Danira


"udah tenang Aja, pokoknya selama papa disini, kamu akan tinggal di apartemen milikku, nanti aku antar kamu, dan ingat kamu jangan bilang nama kamu Juminten. Buatlah nama yang bagus, siapa ya?" Erland berpikir.


"emm Danira gimana? kan namanya bagus" Saran Danira


"wah, betul juga. Oke Danira, ingat jangan buat malu didepan papa saya" Erland mengingatkan Danira.


"hah, ngga perlu dilatih aku juga bisa kali, lagian kan kesehatanku emang seperti itu" Ucap Danira dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini Danira dan Erland telah sampai di bandara.


Tak butuh waktu lama, Erland akhirnya menemukan sang ayah.


"papa, selamat datang pa" Ucap Erland


"hmm, dimana kekasihmu?" Tanya papa Erland


"duh pa, apaan sih orang baru dateng tu tanya kek anaknya ini malah nanya yang lain" Ucap Erland kesal


"Cepat dimana dia" Tanya ayah Erland


"Danira, sini" Ucap Erland


"eh halo om, nama saya Danira. Senang bertemu dengan om. Dan selamat datang di Indonesia om" Ucap Danira dengan sopan


"Yah selera kamu bagus sekali nak, Danira ayo sekarang kita makan, kamu tunjukan restoran yang paling enak disini" Ucap ayah Erland dengan semangat


"Papa kok bisa langsung akrab sih, biasanya kalo aku video call sama papa, dan aku berada di samping wanita malam, papa sangat tidak suka, Bahkan aku sempat membayar wanita untuk berpura pura pun papa juga tau. Tapi kenapa saat Juminten, papa malah sepertinya senang" Batin Erland


"Emm bagaimana jika kita ke Nusantara Resto, Disana menunya Indonesia banget Lo om, kan om dari luar negri, nah pas banget om pasti kangen masakan Indonesia, di Nusantara Resto itu rasanya bener-bener Indonesia banget Lo om. Om pasti suka" Ucap Danira


"hahaha kamu tau saja apa yang om mau, oke kita kesana"


"tapi pa..." sambung Erland


"diam kamu! sudah menurut saja" Ucap ayah Erland.


Erland hanya bisa pasrah karena dia takut jika resto yang direkomendasikan oleh Danira adalah resto yang biasa.


"Duhh gimana nih, kalo Juminten ketahuan, mana pilih restorannya yang indonesia lagi, papa suka nggak ya" Batin Erland yang cemas karena takut kebohongannya akan terbongkar

__ADS_1


__ADS_2