
Tak terasa sinar mentari pagi pun mulai menyinari cakrawala.
(Dirumah keluarga Pak Abraham)
Bu Rosa sedang memasak sarapan untuk keluarganya tanpa sadar dirinya memanggil Diandra, "Di, sayang tolong bantu mama sebentar nak,.....di....Diandra, eh kok aku panggil Diandra sih, hah aku lupa kan sekarang Diandra sudah menjadi istri orang". Ucap bu Rosa kepada dirinya sendiri.
sedangkan didalam kamar, Danira yang sedang asyik mendengarkan musik dikamarnya tiba-tiba saja memanggil nama sang kakak, "kak di, kakakk......kak Diandraaaa. Iiih kemana sih dipanggil juga" seru Danira sambil beranjak dari tempat tidur ke kamar Diandra.
Sambil membuka kamar Diandra, Danira baru sadar kalau kakaknya itu sudah menjadi istri orang dan sudah pindah rumah, "hah aku lupa kalo kak Diandra udah nikah, hmm ternyata kalo ngga ada kak Diandra bosen juga ya dirumah, apa aku keluar aja ya sama temen-temen". Ucap Danira yang merasa rindu dengan sang kakak...
Danira adalah gadis manja, cerewet, boros, dan sombong. Memang berbeda sifat dengan Diandra, hal ini karena Danira sangat dimanja oleh ayahnya. Danira masih bersifat kekanak"an, dan sering merasa iri kepada Diandra. Meski begitu dalam lubuk hati Danira, dia menyayangi kakaknya dan selalu manja dengan Diandra, Walau kadang Danira selalu merasa iri kepada Diandra.
Sang ayah, Pak Abraham yang tengah bersiap berangkat kantor pun selalu tersenyum sumringah karena apa yang dia inginkan akhirnya tercapai, Pak Abraham menuruni tangga dan bersiap untuk sarapan.
(Di rumah keluarga Hans)
Semua anggota keluarga Hans sedang menikmati sarapan mereka, Semua menikmati sarapan mereka kecuali Diandra.
"sayang, kamu kenapa nak apa kamu kurang suka makanannya?" , tanya Bu Rosa kepada Diandra.
"engga ma bukan begitu, Diandra cuma terharu soalnya ini baru pertama kali Diandra makan bersama keluarga seperti ini", jawab Diandra dengan senyum.
__ADS_1
Hans yang hanya menatap Diandra merasa heran sekaligus bingung kenapa bisa dirinya jarang makan bersama keluarganya. "ma, pa besok Hans akan pindah ke Mansion, dan kamu segera siap-siap dan kemasi barang kamu besok kita akan pindah ke Mansion" Ucap Hans sambil menunjuk ke arah Diandra
Diandra hanya mengangguk pelan, kedua orang tua Hans hanya saling menatap, mereka sudah tau keputusan Hans dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah selesai sarapan, Mereka pergi dengan kesibukan masing-masing, Pak Jeremy yang sudah berangkat ke kantor, Bu Rosa yang pergi mengecek butiknya, Hans yang sedang berada di ruang bacanya, kini tersisa Diandra yang sedang melamun di teras samping rumah sambil menatap bunga.
Karena bosan, Diandra pun mencoba mencari kesibukan dengan menata ulang taman samping rumah.
Hans yang melihat Diandra dari kaca lantai dua ruang bacanya merasa aneh, mengapa Diandra malah melakukan hal yang menurut sebagian wanita sangat membosankan, Selama ini yang dirinya tau, kalau wanita yang dia kenal itu tidak mau melakukan hal yang membuat tubuh mereka kotor.
Hans lalu berpikir sejenak dan menelpon Riko untuk mencari tau tentang latar belakang Diandra, "halo Riko, kamu tolong cari info mengenai Diandra dan berikan kepada saya secepatnya", titah Hans kepada riko melalui sambungan telepon.
Diandra yang sedang asyik menata dan mendesain ulang taman tersebut seketika melupakan kesedihannya, ya karena selama ini Diandra berkuliah dan mengambil jurusan desain interior, maka dari itu tak jarang Diandra mendekorasi beberapa bagian dirumahnya. Dan jika ada waktu luang dirinya akan mendesain berbagai macam rancangan interior.
Dengan uang yang dia kumpulkan akhirnya Diandra memberanikan diri untuk berkuliah dengan jurusan desain interior tanpa persetujuan sang ayah.
( Di ruang baca Hans)
Hans terdiam sesaat melihat senyuman yang terlukis manis di bibir indah Diandra.
Hans selalu bertanya dalam hatinya apakah Diandra itu sama dengan wanita yang dia kenal yang hanya memikirkan harta atau memang dirinya itu wanita yang tulus. "arghhh....sial kenapa aku selalu memikirkan wanita itu, dan kenapa aku seperti tidak asing dengannya". Kata Hans sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
-
-
Malam pun tiba, keluarga Hans sedang menikmati hidangan makan malam mereka. Ditengah menikmati hidangan, ayah Hans membuka percakapan mereka dengan menanyakan kepada sang istri, "oh ya ma, tadi pas papa pulang dari kantor masuk rumah, papa lihat taman samping kok jadi bagus banget ya ma, apa mama nelfon seseorang untuk mendekorasi taman samping?" tanya ayah Hans kepada sang istri.
"oh itu, Diandra pa yang ngerjain semuanya. Mama tadi pas pulang dari butik juga kaget kenapa jadi bagus banget trus kata pelayan yang ngerjain semuanya Diandra Lo pa hebat kan menantu kita". Balas ibu Hans sambil tersenyum kepada Diandra.
Ayah Hans yang kaget sekaligus merasa bangga kepada menantunya tersebut, "wah Diandra kamu tau nggak tata letak dan lainnya itu seperti seorang desain interior profesional Lo, papa pikir tadi mama nyuruh seorang desain interior buat ngerjainnya ternyata kamu ya, tapi kok kamu bisa sih merancang seperti itu?" tanya ayah Hans kepada Diandra.
"ah itu sebenarnya Diandra dulu kuliah di jurusan desain interior pa, jadi Diandra tau sedikit mengenai hal-hal seperti itu". Jawab Diandra sambil tersipu malu.
Hans hanya diam sambil menikmati makanannya. Tanpa terasa makanannya sudah habis dan dengan segera Hans meninggalkan ruang makan tersebut, "pa, ma permisi aku udah selesai makan". Ucap Hans sambil mendorong sendiri kursi roda miliknya menuju kamar.
Setelah sampai dikamar, Hans menerima email dari Riko kemudian membukanya. Ternyata file tersebut berisi mengenai bagaimana kehidupan Diandra.
Alangkah terkejutnya Hans saat membaca file tersebut yang ternyata Diandra merupakan gadis kecil yang selama ini dia cari. Didalam data tersebut tertulis bahwa Diandra memiliki riwayat penyakit jantung beserta rumah sakit yang menjadi langganannya tersebut yaitu RS. Permata, dimana dirumah sakit tersebut dulu Hans pernah bertemu gadis kecil yang membuatnya begitu jatuh hati.
Saat melihat foto masa kecil Diandra, Hans semakin terbelalak saat foto Diandra kecil mirip dengan gadis kecil yang dia cari.
"ternyata kamu orangnya, gadis yang selama ini aku cari, itu kamu". ucap Hans sambil tersenyum dan senang karena dia sudah menemukan gadis yang dia cari selama ini.
Hans lalu beranjak dari kursi roda ke tempat tidurnya, tempat tidur Hans memang didesain memiliki penyangga agar memudahkan Hans. Sambil menatap langit kamarnya Hans terus tersenyum sambil berkata dalam hati, "gadis kecilku, aku janji aku akan menjaga kamu, melindungi kamu, dan aku yakin mulai saat ini aku akan sembuh demi kamu tunggu saja gadis kecilku" , ucap Hans sambil tersenyum sendiri dikamarnya.
__ADS_1