Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Menuju Bahagia


__ADS_3

"Mas, Kasihan ya Danira. Dia pasti masih teringat kejadian itu...hah salah aku juga sih nanya kek gitu harusnya kan aku ngga bahas itu...."


"gapapa sayang.....eh eh anak papa kenapa sih kok nangis....aduh sayang....kenapa bokongnya baby Setya hangat ya?" Hans yang mulai merasakan ada sesuatu dengan anaknya


"hahahaha sayang....sepertinya anak kita mengompol....Sini biar aku gantikan popoknya" Ucap Diandra


"jangan, kamu ini belum sembuh....udah biar aku aja...aku bisa kok" Ucap Hans dengan percaya diri


Hans lalu mulai membuka gedongan baby Setya dan mulai membuka celananya, benar saja....baby Setya mengompol hingga celananya basah.


"Cup cup anak papa yang ganteng jangan nangis ya....papa akan gantikan popoknya sabar ya nak ya...utututu...." Ucap Hans sambil melepas popok baby Setya


"Mas bisa nggak? sini biar aku bantu kalau kamu kerepotan" Ucap Diandra yang akan beranjak dari tempatnya


"Sayang! kamu jangan banyak bergerak. Kamu ini masih belum pulih. Udah ya aku bisa kok kamu tenang aja...lihat aku bisa membuka celananya, tapi setelah ini apa lagi?" Tanya Hans


"Kamu bersihkan pakai tissue basah mas"


"oke....sabar ya nak...udah ya jangan nangis ya nak....Nah selesai....terus apa lagi sayang?"


"Terus kamu kasih pelembab anti iritasi biar ngga iritasi selakangannya" Ucap Diandra sambil menunjukan pelembab anti iritasi nya


"Nah oke....sekarang kita pake popok dulu ya....Emm ini yang depan mana sayang?" Tanya Hans


"yang ada garis birunya itu depan" Ucap Diandra


"oh iya,....hap nah selesai deh anak papa udah ganteng lagi" Ucap Hans gemas dengan anaknya yang masih bayi itu.


"Mas udah sini ih biar dia minum dulu....kamu jangan cium dia terus dong, dia geli tau sama brewok kamu...Mas kok bisa Mas Hans ngga bersihin brewok sama kumisnya, lihat tu jadi ngga rapi kan" Ucap Diandra


"Sayang...aku mana kepikiran kek gitu sih, mikirin kamu koma aja aku stres nya minta ampun" Ucap Hans sambil memegang brewok dan kumisnya yang memang mulai tumbuh sedikit lebat.


"iya Suamiku maafin aku ya, aku udah bikin kamu khawatir....dan, Gara gara aku kamu pasti kelelahan. Mas, kamu adalah suami dan papa yang teeeerrrbaik" Ucap Diandra sambil mengacungkan jempolnya


"Sayang, aku iri sama anak kita....lihat deh dia agresif banget minumnya...kan aku jadi..."


"ih mas, masa sama anak sendiri cemburu.....Kayanya dia susah ngedotnya deh, apa asi nya kurang lancar ya" Ucap Diandra


"Masa sih, trus gimana? anak kita mau dikasih minum apa?" Tanya Hans


"Emm kasih susu formula dulu aja mas, kamu minta ke suster coba"

__ADS_1


Hans lalu menemui suster dan bertanya,


"Suster, asi istri saya kurang lancar, anak saya haus sus, tolong berikan susu formula terbaik ya" Ucap Hans


"baik pak, tunggu sebentar ya"


Suster lalu mengambil sekaleng susu formula dan mulai menyiapkan untuk baby Setya.


"Nah anak papa yang ganteng, kamu udah ngga haus lagi kan, Kamu kenapa sayang?" Hans yang melihat Diandra kesakitan saat memberi susu baby Setya


"Mas sakit" Ucap Diandra


Hans yang langsung panik lalu memanggil suster.


"Suster istri saya kenapa?" Tanya Hans


"Tidak apa apa pak, hanya saja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Ibu Diandra belum bisa memberikan asi untuk bayinya. Karena kan ibu Diandra baru selesai operasi, jadi itu akan mempengaruhi kerja oto jantung, saya sarankan jika ingin memberi asi, bisa dengan memakai pompa asi. Agar tidak terlalu sakit dibagian pasca operasi"


"Hah yasudah kalau begitu sus, terimakasih" Ucap Hans


"Sayang....kamu jangan buat aku takut lagi ya, aku udah ngga sanggup jika harus melihat kamu menderita lagi" Ucap Hans sambil mencium sang istri.


-


"Sayang, besok acara pernikahan Arya dan Vika. Apa baby Setya akan ikut?" Tanya Hans


"iya dong, dia ikut masa ditinggal sendiri sih" Ucap Diandra


"Tapi gimana kalo nanti semua orang pada gendong anak kita, mana dia gemesin banget lagi" Ucap Hans


"yaudah lah mas, gapapa anggap aja kita ada yang bantuin jaga" Ucap Diandra sambil tertawa


"Yaudah deh kalo gitu, sayang aku udah puasa lama banget, nanti malam berbuka yuk" Ajak Hans


"ishh kamu ini, ngga lihat apa anak kita"


"sayang, nanti malam biar anak kita dijaga sama baby sitter. Lagian kamu ngga kangen apa sama aku" Ucap Hans


"Mas ih jangan ngomongin itu disini deh, malu tau" Ucap Diandra


"Oke, nanti malam ya...aku tunggu"

__ADS_1


-


Vika dan Arya sedang mengecek bagaimana situasi perisapan pernikahan mereka besok. Mereka juga mengadakan gladi bersih. Setelah selesai gladi bersih, Vika lalu duduk karena lelah


"Kamu capek?" Tanya Arya


"heem aku capek banget, ternyata nikah itu butuh perjuangan juga ya, aku pikir bakal enak tinggal duduk dipelaminan, ternyata ada banyak prosesnya" Keluh Vika


"Nih minum dulu"


"Oh ya, mama papa kamu kapan sampainya?" Tanya Vika


"heem nanti sore mereka akan tiba di bandara. Kamu mau ikut aku menjemput mereka?" Tanya Arya


"emm boleh kok" Jawab Vika


"ehhh....Vika apa kamu bilang tadi? kamu mau ikut jemput? nggak boleh, nih ya Tante kasih tau kamu, calon pengantin itu rawan...Apalagi calon pengantin wanita, Pokoknya kamu ngga boleh keluar atau pergi jauh jauh. Pamali tau" Ucap Bu Rosa


"hadeh tante ini jadul banget sih" Ucap Arya


Bu Rosa langsung menjewer Arya


"Kamu ini dibilangin orang tua juga, kamu juga ga boleh pergi kemana mana, pokoknya kalian ngga boleh kemana mana sampai upacara pernikahan kalian selesai dilaksanakan, untuk urusan jemput orang tua kamu, biar Tante yang jemput mereka." Ucap Bu Rosa


"Hadeh emang dasar emak emak....Sayang kita cek lagi yuk siapa tau ada yang kurang" Arya menggandeng tangan Vika dan meninggalkan Bu Rosa


-


Malam hari dirumah Hans, Hans sudah bersiap untuk malam ini.


"Sayang gimana anak kita udah tidur?" Tanya Hans kepada Diandra yang baru masuk kamar


"sudah kok, Kamu kenapa sih" Diandra heran


"ngga apa apa kok, kamu kenapa cantik banget sih"


"hah udahlah....kamu emang ga pernah berubah, selalu saja gombal terus"


Hans lalu menarik tangan Diandra hingga ke pelukannya. Hans memulai aksinya dengan mencium lembut bibir Diandra, Hans mulai melancarkan aksinya dengan pelan karena mengingat Diandra yang baru selesai operasi


Malam tersebut menjadi malam yang indah bagi Diandra dan Hans. Setelah cukup lama mereka tidak melakukan hal itu, akhrinya mereka melakukannya malam itu.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2