Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Mengenal Edward


__ADS_3

"Saya paham apa yang anda rasakan, semoga itu menjadi pelajaran untuk anda kedepannya, Tetapi saran saya, jangan terlalu larut dengan masa lalu, Setidaknya anda pernah mengisi hari-harinya, dan anda adalah cinta terkahirnya. Saya harap anda bisa hidup tanpa bayangan masa lalu, karena itu hanya akan menyakiti diri anda dan jika anda nanti menemukan orang yang tepat, itu akan lebih menyakitkan baginya" Hans menasehati Edward


"Terimakasih oh ya, anda dan Diandra sudah berapa lama menikah?" Tanya Edward


"belum lama, baru sekitar dua bulan" Ucap Hans


"oo pengantin baru, kalian sedang honeymoon ternyata, sekali lagi maafkan saya jika sempat membuat anda salah paham, tetapi saya melihat jika Diandra itu sangat menyayangi anda, saya bisa merasakan itu" Ucap Edward


"yah anda benar, saya sangat beruntung telah mengenal dia dan saya tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Kalau boleh tau anda asalnya dari sini?" Tanya Hans


"oh bukan, saya asli orang Tangerang saya memang sering kemari, karena saya sudah menganggap bibi saya itu seperti ibu sendiri karena semenjak ibu saya meninggal. Saya melihat bibi saya begitu mirip dengan ibu saya, jadi saya sering kemari" Jawab Edward


"begitu"


"tapi maaf, saya seperti tidak asing dengan nama anda, apakah anda itu pemilik SC group, ah Hans Anderson Fernandez, benar itu anda kan" Edward menebak


"hahahaha yah lebih tepatnya saya Presdir, pemiliknya adalah ayah saya" Ucap Hans


"sama saja. Perkenalkan Saya Edward John."


"tunggu, John. Bukankah?" Tanya Hans


"iya Perusahaan yang tiba-tiba menghilang, anda pasti ingin mengatakan itu kan. Perusahaan saya bukan menghilang lebih tepatnya kami hanya bersembunyi. Sejak kematian ayah saya dua tahun yang lalu. Kami merubah perusahaan kami. Dan anda pasti tau 'The Cobra' kan" Ucap Edward


"Kamu..." Hans terkejut


"iya, saya memang pernah bersama mereka, tetapi setelah kematian ayah saya dua tahun yang lalu, saya sangat dendam dengan mereka, ternyata mereka yang mengadu domba kami. Itu sebabnya saya membuat markas sendiri. Dan setelah saya mendengar jika 'The Eve' adalah musuh bebuyutan mereka, saya mencari tahu tetapi hanya informasi mengenai nama anda saja yang tertera, semua begitu tertutup termasuk keluarga anda"


"iya, saya memang sengaja, itu semua demi keselamatan keluarga saya, Senang bertemu anda" Hans menjabarkan tangannya


"Eagle, kami bernama Eagle. Memang tidak sebesar anda, tetapi saya jamin jika kekuatan kami cukup kuat." Ucap Edward


"apa anda sudah tau jika mereka kembali lagi?" Tanya Hans


"yah, saya tau. Saya sangat senang karena ini adalah kebetulan yang emas, Saya bertemu dengan....Mafia terhebat di negara ini" Edward berbisik


"cih, Saya juga senang, ternyata tujuan kita sama. Tetapi saya sedikit khawatir jika mereka tidak melakukan penyerangan senjata, tetapi saya takut jika mereka menyerang orang terdekat saya" Ucap Hans


"Anda benar, mereka sudah melakukan itu kepada saya. Mereka menyerang ayah saya. Dan bodohnya saat itu saya malah tergabung dengan mereka. Bahkan membayar mereka" Ucap Edward


"Ini, datanglah ke markasku lain kali" Ucap Hans


Mereka lalu bercerita sampai larut malam, hingga akhirnya mereka mengantuk.

__ADS_1


Hans lalu kembali ke kamar menyusul Diandra yang sudah tertidur dari tadi.


"Sayang, aku janji aku akan melakukan apapun untuk kamu. Aku janji, tetapi kamu harus berjanji, kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku" Ucap Hans sambil mengelus rambut Diandra


Diandra merasakan ada yang memeganginya lalu bergeliat, Hans yang tidak ingin Diandra terbangun lalu memeluk Diandra dan menidurkan Diandra hingga mereka berdua terlelap dalam mimpi.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Hari menjelang esok, dikantor Hans. Arya sedang berada di ruang kerja Hans.


"Riko, kapan Hans Diandra pulang?" tanya Arya


"emm sepertinya nanti sore mereka baru akan menuju bandara" Ucap Riko


"baiklah, hah aku menjadi sekretaris, tetapi juga kadang menjadi Presdir" Arya mengeluh


"Saya asisten pribadi tetapi terkadang saya juga menjadi supir" Ucap Riko


"hahahaha kamu ini bisa saja" Ucap Arya


-


Sementara itu dirumah nenek Diandra, Diandra yang sudah bangun terlebih dahulu dan membantu sang nenek berbelanja dan memasak.


"sayang ayo sarapan" Ucap Diandra sambil membangunkan Hans


"emmmhhh sayang aku mengantuk" Hans kembali menarik Diandra dalam pelukannya


"Ihh awas ya kalo kamu nggak bangun, aku mau sarapan sama Edward!" Ucap Diandra yang membuat Hans langsung terbangun begitu saja


"Hahahahahaha rasain, cepet cuci muka, setelah itu keruang makan ya udah ditunggu nenek" Ucap Diandra


Setelah Hans selesai cuci muka kemudian Hans menuju ruang makan dan sarapan.


"Hans, nanti kamu bantuin nenek mau nggak, nenek punya perkebunan disini" Ucap nenek Diandra


"emm tentu ya aku mau nek, hahaha pasti menyenangkan kan" Ucap Hans dengan sedikit tidak yakin


"Nek, tetapi kita nanti sore mau pulang, tidak usah lama lama ya nek" Ucap Diandra


"kamu ngga ikut sayang?" Tanya Hans


"tentu tidak, aku tidak mau cucuku lelah, jadi kamu dirumah saja ya sayang, biar suami kamu yang membantu nenek" Ucap nenek Diandra

__ADS_1


Setelah selesai dengan sarapan mereka, kemudian nenek Mustika menyuruh Hans untuk bersiap.


"Hans, ayo segera bersiap kita akan berangkat" Ucap nenek Mustika


"hah apa? tapi ini jam berapa nek, ini masih pagi" Ucap Hans


"lalu kenapa kalau masih pagi, kamu mau tidur lagi?" Ucap nenek Mustika


"ya bukan begitu..."


"mas, udah deh buruan siap siap kasihan Lo nenek udah nungguin tu" sambung Diandra


"yasudah kalau begitu." Hans lalu berganti pakaian menggunakan pakaian khas petani di daerah tersebut. Diandra yang melihat pun menjadi tertawa karena tubuh kekar Hans begitu lucu ketika dipakaikan pakaian seperti itu


"kamu jangan tertawa ya" Kesal Hans


"iya maaf, yaudah cepet sama udah ditungguin nenek tuh" Ucap Diandra yang masih tertawa karena melihat Hans yang lucu.


"hei Hans sudah siap?" Ucap Edward dengan membawa motor beroda tiga.



"kita naik ini?" Tanya Hans


"cepat, nanti kesiangan" Ucap nenek Mustika


Dengan terpaksa, Hans dan nenek Mustika naik ke bagian belakang dengan disetir oleh Edward


Tak jauh dari desa tersebut, akhirnya mereka telah sampai di perkebunan milik nenek Mustika, Perkebunan nya sangat luas, terdapat banyak sayuran seperti jagung, Cabai, Kubis dan Wortel.


"ini dia kebun nenek, nah mereka itu bertugas untuk menjaga kebun ini" Ucap nenek


"lalu kalau nenek sudah membayar mereka, kenapa Hans juga ikut nek?" Tanya Hans


"astaga kamu ini benar benar ya, kamu kan suami Diandra, kamu harus tau seperti apa kehidupan nenek nya istri kamu, supaya kamu tau bagaimana susahnya hidup di pedalaman seperti ini" Ucap nenek Mustika sambil menjewer Hans


"aduh nek sakit, nek iya iya Hans minta maaf. Akhh" Ucap Hans


"hah, aku di Jakarta sangat disegani, tapi disini akhh sial" Batin Hans


"kamu mengatai nenek dalam hati?" Tanya nenek Mustika


"Tidak kok nek" Ucap Hans

__ADS_1


...💕💕💕💕💕💕💕💕...


__ADS_2