
"Tapi di hati aku hanya ada kamu Vika" Ucap Bryan
"hah, Bryan aku rasa mulai sekarang, kamu harus bisa mencari tau apa itu rasa cinta dan obsesi. Keduanya hampir sama, tapi jika kamu bisa menemukan perbedaannya maka kamu akan mengerti.
Aku rasa cukup pembicaraan kita hari ini. Aku pulang dulu ya...sampai bertemu nanti malam, daa" Vika pamit kepada Bryan.
"Vika, kenapa...kenapa sulit sekali membuka hati kamu kembali Vika..." Ucap Bryan
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Hans telah pulang dari kantor dan langsung menuju kamar untuk melihat kondisi Diandra.
"Sayang aku pulang, berikan aku energi..." Hans membentangkan tangannya sambil memejamkan mata agar dipeluk Dinadra
Namun tidak seperti biasanya, Diandra tidak menjawab dan tidak ada pelukan, Hans membuka mata dan terkejut karena Diandra tidak ada di kamar.
"loh kemana dia....sayang kamu dimana?" Hans mencari Diandra, akhirnya Hans menemukan Diandra sedang menyiram bunga di taman rumah
"sayang....kamu kenapa diluar sih? dan infusnya kenapa dilepas, mana kamu nyiram tanaman lagi, sudah ya istirahat didalam" Hans mencoba menghentikan Diandra dengan mengambil alat penyiram tanamannya
"ihh kamu apaan sih...orang aku udah sehat kok pake diinfus, tadi dokter kesini nganterin obat, yaudah aku minta buat lepasin aja sekalian, soalnya ribet banget tau, aku mau mandi aja susah" Ucap Diandra dengan ekspresi kesal yang membuat Hans semakin gemas.
"Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini, hah..." Ucap Hans dengan ekspresi dibuat sedih
"apaan sih, cobaan apa?" Diandra heran
"Cobaan kamu, kenapa aku harus diberi cobaan untuk menahan agar aku tidak segera memakan kamu" Goda Hans
"makan makan, sembarangan aja kalo ngomong, memangnya aku ini makanan apa, enak aja kamu!" Diandra kesal
"kamu ini, bukan makanan itu tapi makan........" Hans mendekati Diandra dan memeluk dari belakang sambil mengendus leher Diandra
"Mas, ih jangan gitu lah geli tau, iya iya aku tauu" Ucap Diandra kesal
"ya lagian kamu ini kenapa cantik banget sih gemesin pula, kan aku jadi ga tahan sama kamu" Hans terus memeluk Dinadra dari belakang sambil menciumi leher mulus Diandra
"Mas....sudah kamu tu bau baru pulang kerja, cepetan ganti baju atau mandi sana deh" Diandra kesal.
"yaampun sayang, aku dikantor ngga sampai sore kenapa kamu bilang bau sih, oh iya sayang nanti malam ada pesta perjamuan, kamu tidak usah ikut ya, kamu kan baru sehat. Aku ga mau kamu kenapa Napa lagi, lagipula kalau kamu dirumah, itu bisa jadi alasan aku untuk pulang cepat." Ucap Hans
"pesta? hmmm kenapa tiba tiba aku ingin sekali ke pesta ya...baiklah kita akan datang nanti malam" Ucap Diandra lalu melepaskan tangan Hans.
"tunggu enggak pokoknya kamu dirumah, aku ga mau kalau kamu...."
"suuutt udah jangan bawel ya, aku mau ikut pokoknya, kamu ga liat aku itu udah kaya Rapunzel yang dikurung dirumah. Lagian aku juga pengen ikut sekaligus ngawasin kamu dari godaan cewek yang ganjen" Diandra kesal
"terserah kamu lah"
__ADS_1
-
Malam hari pun tiba, Pesta perjamuan yang dihadiri oleh para pengusaha dan konglomerat pun semakin banyak tamu yang datang.
Pak Jeremy beserta Bu Rosa dan Arya yang baru datang.
Bryan beserta kedua orang tuanya juga telah datang.
Erland datang sendiri karena sang ayah berada di luar negri, namun tidak seperti biasanya, Erland hanya datang sendiri, biasanya dia akan menyewa seorang wanita untuk menemaninya.
Riko datang bersama dengan Jihan yang begitu cantiknya dengan balutan dress panjang selutut berwarna hijau muda yang segar tanpa lengan
Vika juga datang bersama kedua orang tuanya.
Kini yang ditunggu akhirnya datang, Hans datang bersam dengan Diandra yang mengenakan baju berwarna biru laut dengan ornamen bling bling lengan pendek dan panjang baju semata kaki membuat penampilan Diandra bak ratu seperti di dongeng.
"Wahhh jadi seperti ini pesta perjamuan....banyak juga ya orang yang datang" Diandra kagum
"kamu belum pernah diajak orang tua kamu mengunjungi pesta, bukankah kedua orang tua kamu sering datang ke pesta?" Tanya Hans
"kan mas tau sendiri, bagaimana papa, papa hanya mengajak mama dan Danira. Aku disuruh tunggu rumah" Ucap Diandra
"Kamu nyindir aku?
"ngga nyindir, lagian aku pengen ikut ke pesta tapi kamu malah ngelarang aku" Diandra kesal
"Diandra!....." Jihan memanggil Diandra
"iyanih, aku diajak soalnya. Awalnya aku gamau tapi dipaksa sama itu tuuuh" Jihan menyindir Riko
"hahahaha ya gapapa dong, Jihan ternyata seru juga ya pesta seperti ini" Ucap Diandra
"Iyasih seru, tapi aku nggak pede disini orang kaya semua isinya, aku cuma anak penjual pecel lele bisa kesini" Ucap jihan
"ngga boleh gitu ih, justru kamu hebat kamu yang pekerja keras ini bisa hadir disini, oh ya kita cari Vika yuk. Pasti dia juga datang kesini" Ucap Diandra lalu menarik tangan Jihan dan melupakan Hans
"Hah....dasar wanita, kalau sudah bertemu lupa dengan suami, ya kan Riko" Hans berbicara dengan Riko yang dari tadi hanya diam karena masih terkesima dengan Jihan
"hei Riko...kamu ini tidak lihat saya disini!" Hans kesal
"astaga, tuan Hans, maafkan saya...saya benar benar tidak tau jika tuan Hans sudah datang, maaf tuan" Riko menunduk kepada Hans
"Kamu ini, dengar lebih baik kamu segera nikahi Jihan dengan begitu setiap hari kamu akan selalu memandanginya, setiap pulang kerja kamu lelah tetapi kamu akan mendapat energi dengan pelukan hangat sang istri, Pakaian ke kantor sudah disiapkan oleh istri, Ketika hasrat ingin melakukannya, sudah bisa melakukan karena sudah menjadi suami istri.....
Hah sungguh indah Riko" Hans dengan bangga mengatakan hal tersebut membuat Riko hanya menelan ludah, karena tanpa Hans sadari, Erland sudah berada disampingnya
"woiii" Teriak Erland tepat di telinga Hans
__ADS_1
"akhh Erland! Gila ya, kenapa kamu berteriak di telingaku" Hans kesal.
" lagian, aneh ga tau kondisi kita ini sedang berpesta, kamu malah bahas masalah pribadi dengan Riko pula" Erland kesal.
"hah, lupakan....kalian yang belum menikah ini belum bisa mengerti, aku akan menemui Arya dan kedua orang tuaku dulu"
Pesta telah berlangsung, Arya, Hans, Erland, Bryan, dan Riko telah berkumpul.
Kedua orang tua Hans, orang tua Bryan, serta orang tua Vika juga terlihat begitu akrab.
Diandra, Jihan dan Vika yang begitu asyik menikmati hidangan di pesta tersebut.
Mereka begitu senang dan saling menyapa satu sama lain.
Namun tiba tiba ponsel Arya berbunyi dan menampilkan pesan dari Sonya.
"aku permisi ke toilet" Arya ijin kepada sahabatnya dan berpura pura ke toilet.
"Bagaimana? kamu sudah siap?" Sonya yang sudah ada di pesta
"Apa kamu yakin?" Tanya Arya
"tentu saja aku yakin, cepat lakukan tugas kamu dengan baik. Setelah ini kita akan bersama dengan orang yang kita cintai" Ucap Sonya lalu memberikan sebuah plastik kecil, dimana didalamnya terdapat serbuk pemabuk.
Serbuk tersebut dapat membuat orang menjadi mabuk dan berhalusinasi.
"Baik aku mengerti" Ucap arya kemudian pergi
"cih, Diandra Diandra lihat saja nanti, kamu pikir kamu siapa berani melawan aku" Ucap Sonya dengan angkuh lalu mencari keberadaan Hans
Setelah menemukan, Sonya dengan tidak malunya langsung memeluk lengan Hans
"selamat malam Hans, apa kabar? Kamu datang kesini juga, dimana istri kamu?" Tanya Sonya
"Lepaskan, Bryan bukankah kamu punya banyak obat, setelah ini tolong berikan aku obat gatal serta pembasmi virus, rasanya aku sudah tidak tahan!" Hans kesal.
"hahahaha tentu Hans, hei Sonya kamu ini benar benar sudah tidak punya malu ya, berani kamu datang kesini" Ucap Bryan yang menghalangi Sonya mendekati Hans
"iihh kalian lihat saja, siapa yang tidak punya malu nanti...Hans, kamu akan tau bagaimana istri kamu itu!" Kesal Sonya
Sonya melihat Arya memberikan sebuah minuman kepada Diandra, betapa bahagianya Sonya karena Arya telah melakukan pekerjaannya dengan baik.
"cih, Arya Arya, kamu benar benar telah dibutakan cinta, tenang saja Arya setelah ini kamu akan mendapatkan Diandra dan aku akan mendapatkan Hans, Kamu lihat saja Diandra!" Ucap Sonya dalam hati sambil tersenyum
"astaga, Hans, sepertinya dia sudah mulai gila, lihatnya dia tersenyum sendiri, aku sangat merinding" Ucap Erland
"kalian lihat saja nanti, kalian akan tau bagaimana Diandra sesungguhnya!" Kesal Sonya lalu pergi meninggalkan Hans beserta sahabatnya
__ADS_1
"Hans, aku curiga dia itu sebenarnya sudah tidak waras" Ucap Erland
...ππππππππππ...