
Bukan Mouza jika tidak menghabiskan semua makanan yang ada. Selera makan yang tinggi mampu menghabiskan seluruh pesannya. Terlebih dirinya baru saja di gempurboleh Keanu.
Karena saat ini Keanu sedang ada rapat, terpaksa Mouza harus menunggu sendirian ruang kerja suaminya. Matanya mulai berkeliaran untuk menyapu ruangan yang selama beberapa bulan tak ia kunjungi. Bahkan Mouza baru menyadari jika di atas meja kerja sang suami ada sebuah tanaman hias. Dalam hati, sejak kapan Keanu menyukai hiasan? Karena merasa penasaran, Mouza langsung mendekat dan untuk melihat tanaman hias itu.
"Sejak kapan Bang Ke suka beginian? Kok gue baru tahu?" Mouza menimang-nimang tanam hias itu.
Cukup lama pikiran Mouza berkenalan untuk memecahkan keganjalan hatinya, tiba-tiba pintu ruangan dibuka. Awalnya Mouza mengira jika itu adalah Keanu yang telah selesai rapat. Namun, saat mendengar derap langkah sepatu heels, Mouza langsung mengernyit.
"Maaf Anda siapa, berani berada di ruang kerja Pak Keanu?" Suara seorang memecahkan keheningan.
Mouza langsung menoleh dan mengamati sosok yang baru saja menegur dirinya. Seorang wanita berambut panjang dengan kacamata yang menempel di depan matanya, serta pakaian yang dianggap terlalu minim untuk seorang karyawan.
"Ditanya malah diam aja. Itu—" wanita itu langsung mengambil tanaman hias yang sedang dipegang oleh Mouza.
"Jangan sentuh hiasan ini! Ini mahal!" Wanita itu pun langsung merebut tanaman hias itu dan meletakkan kembali di tempatnya.
"Jika tidak ada keperluan, silahkan tinggalkan ruangan ini. Percuma kamu menunggunya, karena setelah rapat beliau akan mengadakan kunjungan dadakan. Lagian bisa-bisanya wanita hamil seperti kamu lolos masuk ke ruang kerja Pak Keanu. Heran aku sama petugas keamanan disini!"
Mouza semakin menautkan alisnya. Apakah yang sedang berada di hadapannya adalah karyawan baru atau sekretaris baru yang direkrut oleh suaminya, sehingga ia tidak bisa mengenali dirinya.
"Kamu siapa?" tanya Mouza.
"Kamu tanya? Baiklah akan aku beritahu, aku adalah sekretaris pak Keanu. Puas kamu? Mending kalau udah gak ada keperluan, kamu keluar deh!" usirnya.
Mouza hanya menatap tajam kearah sekretaris suaminya yang belum diketahui namanya. Tidak masalah jika saat ini Mouza harus meninggalkan ruangan Keanu, tetapi Mouza akan memastikan jika suatu saat itu yang akan keluar dari kantor suaminya.
"Oke, aku keluar! Semoga saja kamu tetap mengenali wajahku. Sampai jumpa dilain kesempatan." Mouza melambaikan tangannya pada sekretaris suaminya.
"Kamu tenang saja, karena wajahmu udah ku scan di otakku. Jangan berharap untuk bisa bertemu lagi!"
Mouza keluar dengan rasa kesal. Niatnya hanya ingin cari udara segar, tetapi saat mengingat wajah sekretaris suaminya, mendadak hati terasa sesak. Bisa-bisa sang suami merekrut sekretaris model pelakor seperti itu.
__ADS_1
"Bang Ke gak beres!" Mouza langsung mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan pada Reno.
[ Bang Ren, siapa nama sekretaris Bang Ke dan siapa yang merekrutnya? ]
Reno yang berada di ruang rapat mengernyit saat sebuah notifikasi pesan mengambang nama ibu negara. Ia pun penasaran ada pada Mouza mengirim pesan kepadanya. Apakah ada hubungannya dengan pesanan tadi?
Jangan sampai bikin repot lagi! Suami istri bisnisnya cuma bikin repot! Keluh Reno dalam hati.
Reno pun bernafas lega ketika Mouza hanya bertanya tentang sekretaris baru. Tangannya pun langsung mengetik sebuah balasan untuk Mouza.
[ Namanya Diana, sekretaris sementara karena saya belum menemukan sekretaris baru untuk Tuan Ke. Apakah ada masalah? ]
[ Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja. Bang Ren, makasih ya udah mau direpotkan tadi. Ngomong-ngomong, dimana Bang Reno beli seblaknya, sumpah itu seblak rasanya kayak mulut tetangga. ]
Reno yang membaca pesan balasan dari Mouza hanya menahan tawanya. Pantas saja Keanu dan Alan sama-sama nyaman berada disampingnya, karena Mouza adalah gadis yang humoris, meskipun menyebalkan.
Siapa yang menyangka jika gerak-gerik Reno telah diperhatikan oleh Keanu dengan mata uangnya. Karena Reno hanya fokus pada ponsel yang berada di tangannya, Keanu langsung berjalan mendekat dan mengambil paksa ponsel milik Reno.
Matanya membulat lebar saat nama Mouza muncul di bagian paling atas. Itu artinya Reno sedang berbalas pesan dengan istrinya.
"Apa ini?" tanyanya ke arah Reno.
"Maaf Tuan, saya bisa jelaskan," ucap Reno.
Karena mood-nya sedang tidak baik, Keanu memilih untuk mengakhiri rapatnya. Ia ingin berbicara empat mata kepada Reno untuk menjelaskan apa maksud dari pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.
"Ren, kamu nusuk aku?" tuduh Keanu tanpa basa-basi.
Reno membuang kasar nafasnya saat mendengar tuduhan Keanu yang salah besar. Bagaimana Keanu bisa berpikir jika Reno menusuk dirinya hanya karena sebuah pesan dari Mouza yang hanya bertanya siapa nama sekretaris dan ucapan terima kasihnya.
"Anda salah paham, Tuan. Saya hanya membalas pesan yang dikirimkan oleh Nona Mouza, tidak ada yang lain," jelas Reno.
__ADS_1
"Bohong! Bisa saja kan pesan baru telah kamu hapus!" Keanu bersikeras pada tuduhannya.
"Astaga Tuan! Pikiran Anda terlalu berlebihan! Saya sama sekali tidak menusuk Anda! Jika tidak percaya silahkan tanya saja pada istri Anda. Jangan berpikir kekanak-kanakan, Tuan!"
Keanu mendengus dengan kesal dan langsung melemparkan ponsel ke Reno. Beruntung saja dengan sigap Reno bisa menangkapnya, jika tidak, habislah ponsel yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu.
"Enggak Kakek, enggak kakak, nggak adek, enggak istrinya semua sama aja, suka menindas sesuka hati mereka sendiri. Mau heran tapi mereka pusat cuan," gerutu Reno setelah Keanu berlalu.
Dengan rasa kesal Keanu langsung menuju ke ruangannya untuk bertanya kepada Mouza mengapa tak langsung bertanya saja kepada dirinya mengenai sekretaris baru itu. Mengapa harus melalui Reno.
Keanu mendengus dengan kesal, bagaimana tubuh Mouza tidak melar jika hobinya hanya makan dan tidur. Bahkan tubuhnya juga sudah terasa berat saat menindih dirinya.
"Oza." Mata Keanu terbelalak saat tak menemukan keberadaan Mouza di dalam kamar khususnya. "Kemana perginya tuh anak!"
Keanu langsung mengecek CCTV yang telah terpasang untuk mengetahui kemana perginya Mouza.
"Ngapain Diana kesini?" tanya Keanu saat melihat rekaman CCTV yang ia putar. Saat mengecek CCTV yang berada halaman luar Keanu mengacak kasar rambutnya.
"Dasar Oza! Awas aja nanti!"
🌸🌸🌸
Disini lain untuk menghibur diri Mouza memutuskan untuk cuci mata di Mall, karena itu adalah obat terampuh untuk mengobati segala kegalauannya. Karena saat ini ia datang sendiri, ia berencana untuk menghabiskan waktunya di zona permainan. Sepertinya hanya tempat itu yang bisa membuatnya nyaman.
Mouza tak bisa membayangkan bagaimana reaksi sang Kakek ketika calon anaknya ternyata laki-laki, sedangkan sang Kakek menginginkan cicit perempuan.
"Duh, jadi males gue pulang. Di rumah langsung liat wajah Kakek. Pasti gue langsung di todong. Harusnya kakek merasa bersyukur karena calon pewarisnya laki-laki yang bisa meneruskan semua bisnis yang dimilikinya. Kalau perempuan tahunya, pacaran, nikah terus bunting kayak gini gak bisa ngapa-ngapain," keluh Mouza saat ia telah menaiki mobilan di zona permainan.
"Ya Allah, mengapa tidak Engkau berikan saja aku dua orang anak. Satu laki-laki satu perempuan. Dengan begitu semua akan merasa sangat bahagia. Kakek puas dan suamiku juga puas, karena mereka sama-sama mendapatkan apa yang mereka inginkan." Mouza membuang nafas beratnya.
...🥕🥕🥕...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...