
Satu minggu kehadiran bayi kecil mampu mengubah suasana rumah yang semula terasa sepi dan sunyi mendadak menjadi lebih berwarna. Sebuah tangisan yang hampir setiap malam menjadi sebuah alarm tentu saja sangat mengganggu.
Ternyata setelah Mouza melahirkan, kesialan yang menimpa Alan tidaklah berakhir begitu saja. Lagi-lagi Alan hanya hanya bisa pasrah ketika dirinya harus menjadi sasaran lagi atas kejahilan salah satu bayi yang baru lahir itu. Bayi perempuan yang mirip dengannya sedang menguji dirinya. Bagaimana tidak, selain memiliki wajah yang mirip dengannya, ternyata bayi itu hanya akan diam dari tangisnya ketika digendong olehnya.
Sebuah gedoran pintu kembali terdengar di tengah malam yang sunyi. Keanu selaku Daddy Kenza tentu saja tidak akan tinggal diam ketika babynya menangis tanpa henti. Dan satu-satunya cara untuk menghentikan tangisannya adalah memberikan baby Kenza agar di gendong oleh Alan.
"Lan, buka pintunya atau gue dobrak!" teriak Keanu dari luar.
Bukan Alan tidak mendengar, tetapi pria itu sudah merasa bosan jika setiap malam harus terbangun untuk menggendong bayi. Padahal dirinya tak ikut mencetak, tetapi harus kena getahnya untuk mengurus bayi itu.
"Astaga naga … sepertinya hidup gue gak akan pernah bisa tenang lagi setelah kehadiran monster kecil itu! Siapa yang menanam, siapa juga yang panen. Mending kalau panen berlian, lha ini malah gendongin bayi tiap hari, masih mending kalau anak gue sendiri, lah ini anak mantan pacar gue sendiri njir!" umpat Alan yang terpaksa bangkit untuk membuka pintu kamarnya.
"Lan, lo denger ga, sih?" bentak Keanu lagi.
"Bang, udahlah kalau Alan gak bangun gak papa," ucap Mouza yang terus menimang baby Kenza agar berhenti menangis. Namun, nyatanya bayi itu tetap saja masih menangis. Hingga akhirnya …
CKLEEK …. Suara pintu pun terbuka.
"Bisa nggak sih tiap malam nggak gangguin orang tidur?" gerutu Alan saat melihat Keanu tepat di depannya. Telinga Alan sudah tak terkejut lagi dengan suara tangisan bayi yang digendong oleh Mouza.
"Sini!" ketusnya lagi sambil mengulurkan tangannya untuk meminta baby Kenza. "Masih bayi udah ribet, gimana kalau udah besar. Nggak anak, nggak bapak, nggak emaknya, hobi sekali menindas!"
__ADS_1
Meskipun dengan perasaan kesal Alan tetap menggendong baby Kenza agar tidur kembali. Hanya dengan di timang-timang oleh Alan seketika bayi itu langsung terdiam. Perlahan matanya mulai menutup kembali.
"Ini masih bayi doyan kali ngerjain gue. Lo tau gak, yang nyetak lo itu bapak lo, bukan gue! Jadi kalau mau ngerjain, kerjain aja bapak lo. Masa iya, bapak lo yang enak-enakan nyetak lo, gue yang harus ngurusin elu. Itu gak adil tahu!" protes Alan saat melihat wajah mungil yang sudah terlelap. Karena bayi itu sudah tidur kembali, Alan pun berencana untuk langsung menyerahkan baby Kenza pada ibunya. Namun, baru saja berpindah ke tangan Mouza, bayi itu menangis kembali, akhirnya Mouza menyerahkan baby Kenza pada Alan.
"Ya Tuhan … apa salahku …. !" keluh Alan saat baby Kenza sudah kembali ditimangnya. Dengan wajah mungilnya bayi itu tertawa saat melihat ke arah Alan, seakan ia ingin mengatakan jika telah berhasil mengerjai uncle-nya.
"Sepertinya anak gue terlalu nyaman sama lo, Lan! Lo ambil aja lah dia!" ucap Keanu sambil mengusap karena rasa kantuknya. Namun, dengan cepat Mouza segera mencubit pinggangnya. "Aduh sakit, Za!"
"Makanya mulut jangan sembarang ngomong! Enak aja main di kasihankan aja. Rasa sakit pasca melahirkan aja belum hilang!" geram Mouza.
"Terus gimana dong, Za! Bayi kita lebih nyaman sama pamannya dari pada sama kita orang tuanya. Bahkan sekalipun kamu Mommy-nya itu gak ngaruh sama sekali," timpal Keanu.
"Sudahlah daripada ribut terus, biar aja Kenza tidur sama gue. Biar puas kalian nyetak lagi!" usir Alan.
"Ya udah kamu tidur aja sama gue!"
"Jangan kurang ajar lo, ya! Mouza istri gue, mana gue kasih tidur sama lo. Kalau lo mau tidur sama baby Kenza, dengan senang hati gue kasih," ucap Keanu.
Karena kesal hampir setiap jam dibangunkan karena Kenza bangun dan menangis yang tak bisa didiamkan oleh kedua orang tuanya, akhirnya Alan mencetuskan ide agar Kenza tidur dengan dirinya. Berharap dengan seperti bayi menyebalkan itu tak merepotkan dirinya yang harus bangun tiap jamnya.
Sebenarnya terasa sangat berat untuk melepaskan baby Kenza untuk tidur bersama dengan Alan. Namun, apa salahnya jika dicoba dulu. Mungkin dengan cara seperti itu anaknya bisa tidur dengan nyenyak sampai pagi.
__ADS_1
"Gue gak punya stok A.S.I adanya kopi. Jangan salahkan gue kalau nanti bayi kalian gue kasih kopi!" ujar Alan yang sudah menidurkan keponakan di atas tempat tidurnya.
"Sembarang! Yang bener aja bayi baru lahir lo kasih kopi, Lan?! Pokoknya gue nggak mau dengar cerita kalau lo kasih anak gue kopi. Kalau berani lu kasih macam-macam, gue kirim lo ke neraka!" ancam Keanu.
Alan hanya bisa mendesah dengan kasar setelah kepergian Mouza dan Keanu. Tak habis-habisnya ia merutuki nasib yang selalu sial semenjak Mouza menikah dengan Keanu. Kasih sayang sang Kakek telah pindah pada Mouza. Bahkan Keanu harus selalu dibuat repot oleh Mouza dari awal kehamilan sampai detik-detik melahirkan. Bahkan setelah keluar si jabang bayi, bocah itu juga menggemparkan jagat raya, lantaran wajahnya yang mirip dengan dirinya. Tidak sampai di situ bocah itu selalu rewel dan hanya pada dirinya bocah itu bisa diam. Padahal Alan sama sekali tak ikut andil dalam pencetakan baby Kenza.
"Dengerin gue, sekarang lo udah tidur sama gue jadi jangan coba-coba lo rewel dan ganggu tidur gue. Kalau lo sampai coba-coba rewel gue lakban mulut lo baru tau rasa loh!" Alan mengancam bayi mungil yang sudah terlelap disampingnya.
"Kayaknya gue harus mandi kembang tujuh rupa deh, biar nggak selalu sial terus hidup gue," gumam Alan sebelum memejamkan matanya untuk kembali tidur.
Cukup lama Alan merasa gelisah dan tak bisa melanjutkan kembali tidurnya. Entah mengapa tiba-tiba ia merasa sangat merindukan Azra, yang tak tahu di mana keberadaannya. Mungkinkah jika Azra mau memperbaiki hubungannya Alan juga akan mendapatkan bayi mungil seperti bayi yang di sampingnya saat ini?
"Zra, sampai kapanpun gue akan tetap menunggu lo pulang. Gue juga pengen hidup bahagia tanpa terus tertindas oleh Mouza dan Keanu. Asal lo tahu, saat ini bertambah lagi anggota yang bakalan menindasku setiap hari. Lihatlah bocah menfotocopy wajahku ini. Dia adalah penerus orang tuanya yang akan menindasku setiap hari. Jika lo ada disini, lo pasti akan berpikir kalau bocah ini adalah titisan gue. Tapi, nyatanya gak ada sama sekali bibit gue yang ikut menyemainya. Gue hanya berharap, apa yang pernah kita lewatkan satu malam langsung membuahkan hasil. Karena gue yakin jika bibit gue lebih unggul dari pada bibir Keanu," kata Keanu dengan mata yang terus melihat kearah baby Kenza. Wajah mungil membuatnya terasa teduh, meskipun menjengkelkan.
...🥕🥕🥕...
...BERSAMBUNG...
Author : Sabar ya, Alan. 😆
Alan : Gue udah sabar Lo buat menderita, Thor! Awas aja sampai gak ada happy ending buat gue! 😡
__ADS_1
Author : Sabar, kita lihat tanggal 1 nanti, ya. Karena nasib kamu akan ditentukan tanggal 1 besok 😆
Alan : Sialan lo, Thor! 😡