Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 39 | Datang Ke Perusahaan


__ADS_3

Sesuai dengan janji kakek Wijaya, pagi ini ia akan membawa Alan dan Keanu ke perusahaan untuk memperkenalkan mereka pada semua karyawan. Namun, karena Mouza sedang ada ujian praktek, Keanu memilih untuk menunggu istrinya terlebih dahulu baru akan menyusul ke kantor.


Semua karyawan sudah mendengar kabar jika pemilik perusahaan akan memperkenalkan cucu mereka yang akan menggantikan posisinya.


Saat ini semua karyawan sedang menyambut kedatangan Tuan Wijaya beserta cucunya. Karena Keanu sedang menunggu Mouza, sang Kakak pun hanya menggandeng Alan untuk masuk ke dalam perusahaan. Semua mata terpana akan sosok Alan. Mereka berpikir jika Alan yang akan menggantikan posisi kakek Wijaya.


"Katakan kepada mereka semua jika acara akan diundur selama 2 jam!" titah kakek Wijaya kepada Reno


"Baik Tuan, akan saya sampaikan kepada mereka," kata Reno yang segera undur diri dari hadapan tuannya.


Alan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan merasa sangat terkagum. Ternyata perusahaan milik keluarganya itu sangat besar.


"Bagaimana, apakah kamu sudah berubah pikiran untuk segera terjun ke dalam perusahaan ini?" tanya kakak Wijaya yang bisa menebak isi pikiran Alan.


"Aku memang tertarik, tetapi tidak untuk saat ini. Aku masih Ingin menggapai cita-citaku terlebih dahulu, Kek."


"Bagus. Sebenarnya kamu adalah anak yang baik. Namun, sayangnya satu kesalahan membuat namamu hancur seketika. Perlu kamu ingat Nak, jangan pernah tergiur oleh bujuk dan rayuan seseorang yang pada akhirnya akan menjerumuskanmu. Berpeganglah pada keteguhan iman, jangan kamu lihat rumput tetangga itu lebih indah, mengerti?" Kakek Wijaya memberikan petuah kepada cucu bungsunya.


"Kakek tahu sesuatu?" Kedua alis Alan menaut.


Sang kakak yang ditanya hanya tertawa kecil sambil melihat ke arah Alan dengan wajah yang sedikit memerah.


"Kamu pikir Kakek tidak tahu apa yang terjadi kepada kalian semua. Meskipun diam bukan berarti Kakak tidak tahu, terlebih tentangmu yang sedang digoyang oleh Mili saat itu," ujar kakeknya.


"Jadi Kakek tahu jika Mouza jika Mouza adalah kekasih Alan, dong?"


"Lebih tepatnya mantan, Lan. Kamu harus tahu sekarang Mouza adalah kakak iparmu. Kakek harap kamu bisa mengambil hikmah atas apa yang telah kamu perbuatkan."


...


Didalam sebuah ruang kerja semua karyawan sibuk dengan acara penyambutan pemilik perusahaan.


"Dimana anak baru itu?" tanya Daniel manager pemasaran.


"Saya tidak tahu, Pak." jawab karyawan yang satu ruangan dengan Keanu.


"Baru juga kerja dua hari sudah seenak jidat bapaknya sendiri. Dikira perusahaan ini milik kakeknya apa?" gerutu Daniel dengan kesal. "Jika dia datang, katakan padanya untuk ke ruanganku, aku ingin memberinya hadiah!"


"Baik, Pak."


..


Berkat bisikan dari Keanu, akhirnya dosen mempersilahkan Mouza untuk pulang meskipun ujian praktek belum selesai.


"Mouza, kamu pulang saja. Saat ini ibumu masuk rumah sakit dan sedang membutuhkanmu," ujar dosen pengawasan.


Kening Mouza mengernyit, bagaimana bisa ibu yang telah lama tiada bisa masuk rumah sakit. Saat ingin memperjelas, Mouza menangkap bayangan Keanu diluar. Ia sudah bisa menebak jika semua ini ulah Keanu.

__ADS_1


"Tapi ujian belum selesai, Pak."


"Tidak apa-apa, lusa kamu bisa mengulangi. Kasihan ibumu yang sedang membutuhkanmu."


Mouza tertawa dalam hati karena lepas dari praktek yang membuatnya sakit kepala. Sesampainya di luar Mouza segera bergelayutan manja di lengan Keanu.


"Bang Ke memang keren. Makasih ya, akhirnya aku bebas," kekeh Mouza.


"Anggap aja ini adalah hari keberuntunganmu, Za. Udahlah ayo!"


Sesampainya diparkiran Mouza merasa ada yang janggal. Seingatnya waktu berangkat mereka mengendarai sepeda motor, tetapi mengapa saat ini Keanu malah mengajaknya naik mobil?


"Bang kayak kita tadi naik motor, deh," kata Mouza yang berusaha untuk mengingat.


"Gak usah banyak mikir, ayo buruan masuk! Kakek sudah menunggu!"


Dengan ragu akhirnya Mouza masuk kedalam Namun, karena rasa terkejut ia menjerit. Bagaimana tidak didalam mobil seorang wanita duduk dan tersenyum padanya. Mouza memegangi jantungnya. "Dia siapa?" tanyanya.


"Maaf jika saya mengagetkan Anda, Nona. Cepatlah masuk!"


"Aku lupa memberitahumu Za, jika aku membawa tukang rias untuk meriasmu," timpal Keanu.


"Hanya melihat peresmian saja harus dirias segala," cibir Mouza.


Mouza tak banyak kata saat wajahnya telah di jamah oleh mbak-mbak perias. Tak sampai disitu, setelah selesai dirias, Mouza disuruh berganti pakaian.


Keanu yang sedang menyetir tersenyum saat melihat ekspresi wajah Mouza dari kaca spion. "Tidak usah malu. Aku sudah melihat semua dengan jelas!" timpal Keanu.


Mouza hanya mende.sah pelan dan akhirnya menuruti ucapan mbak-mbak perias.


15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan. Tiba-tiba dada Mouza bergerumuh saat tangan Keanu menggandengnya. Terlebih saat ini penampilan Keanu telah mengenakan pakaian formal. Dengan nekat Keanu juga mengganti pakaiannya didalam mobil.


"Aku yang mau dilantik menjadi pengganti kakek, kenapa kamu yang keringat dingin, Za?" tanya Keanu.


"Siapa juga yang keringat dingin? Cuma keringat biasa, kok," kilah Mouza.


Keanu menyendikkan bahunya lalu melangkah untuk masuk kedalam. Stelah sampai di dalam Keanu segera mencari tempat dimana acaranya diselenggarakan. Karena Keanu baru dua hari bekerja di kantor makan belum ada yang mengenalinya, kecuali teman satu ruangannya.


"Bang, dimana sih acaranya? Jangan sampai aku nyeker ya? Udah tahu aku gak bisa pakai sandal beginian!" protes Mouza dengan mencebikkan bibirnya.


"Tapi kayaknya kamu harus terbiasa dengan high heels deh, Za. Karena setelah aku menggantikan kakek pasti akan sering diundang ke acara malam. Masa iya kamu mau pakai sandal jepit? Dah, nanti malam aku pijitin."


Mouza hanya mende.sah pelan dan mengikuti langkah Keanu untuk menuju ke aula di mana acara diselenggarakan. Namun, langkahnya terhenti karena seseorang telah menghadangnya. Dia adalah orang yang telah mengerjainya berapa hari yang lalu. Pria itu melihat Keanu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya. "Cih, anak baru aja belagu pakai jas segala," cibirnya.


"Maaf aku tidak punya urusan denganmu," kata Keanu.


"Siapa bilang kamu tidak punya urusan denganku? Gara-gara kamu tak mengerjakan apa yang aku perintahkan malam itu, aku harus di sidang oleh Pak Reno," kata pria itu dengan kesal.

__ADS_1


"Bisakah untuk membahas masalah ini nanti saja? Aku sedang terburu-buru."


"Kamu itu anak baru nggak usah belagu. Oh iya, aku sampai lupa, kamu dipanggil sama Pak Daniel. Aku rasa nasib kamu di perusahaan ini akan berakhir hari ini juga."


Mouza hanya mengernyit. "Sepertinya bukan nasib anak baru ini yang akan berakhir, tetapi nasib Anda," timpal Mouza yang merasa kesal dengan ucapan pria yang bernama Doni. Mouza tahu namanya dari tanda pengenal yang gantung di depan dadanya.


"Udahlah Bang. Nggak usah diladenin orang kayak gini. Aku juga sudah menandai wajahnya," kata Mouza untuk meninggalkan Doni.


"Hati-hati karena setelah ini nasibmu akan berakhir," lirih Mouza saat melewati Doni.


Doni pun hanya menggelengkan kepala. "Dasar stress. Kita lihat saja siapa yang akan berakhir hari ini. Baru kerja satu hari aja udah belagu!"


πŸ₯•πŸ₯•


Saat Keanu tiba, ternyata acara telah dimulai. Bahkan saat ini ia melihat Alan sedang memperkenalkan diri. Semua orang yang hadir mengira jika Alan adalah pengganti Tuan Wijaya. Namun, saat Keanu ingin berjalan ke depan langkahnya kembali ditahan. Kali ini yang menahannya adalah Daniel, manajer pemasaran.


"Eh, siapa yang menyuruhmu masuk ke sini? Kamu tidak dibutuhkan di sini, mending keluar sana!" bentaknya pada Keanu.


Semua mata yang hadir tertuju ke arah Daniel yang sedang membentak Keanu. Semua bibir berkomat-kamit karena mereka belum pernah melihat Keanu sebelumnya.


"Kamu lagi! Sepertinya kamu bukan karyawan di tempat ini. Jangan-jangan kalian penyusup yang sedang dikirim untuk menghancurkan perusahaan ini. Ayo ngaku?" Kini tangan Daniel menunjuk ke arah Mouza.


Melihat istrinya ditunjuk Keanu tidak terima dan menepis tangan Daniel. "Jaga tangan Anda, terlebih mulut Anda!"


Perseteruan kecil itu menjadi pusat perhatian. Kakek Wijaya yang melihat kejadian itu hanya menghela napas beratnya dan menyuruh Reno untuk turun tangan. Dengan cepat Reno memisahkan antara Daniel dengan Keanu.


"Sudah Tuan, tidak usah Anda hiraukan dia. Nanti saya yang akan memberikan teguran padanya," kata Reno sambil menyilahkan Keanu untuk maju ke depan.


Semua mata yang melihat merasa terheran mengapa Keanu terlihat begitu istimewa di mata Reno.


"Pak Reno tapi diaβ€”"


"Kamu tidak tahu apa-apa jadi kamu diam saja!"


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo selamat hari senin selamat beraktifitas kembali πŸ₯° sambil nungguin update selanjutnya mampir dulu yuk ke novel teman aku HARTA TATA PERJAKA ( Playboy sejati mencari istri ) mampir ya.


__ADS_1


__ADS_2