Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 54 | Salah Sasaran Lagi


__ADS_3

Di sudut kamar, Mouza merasa bersalah ketika Keanu mengatakan ingin keluar sebentar malam ini. Mungkinkah Keanu sedang marah atas insiden yang baru saja terjadi tadi?


"Abang mau kemana?" tanya Mouza saat Keanu sudah mengenakan jaket tebalnya.


"Aku ada sedikit pekerjaan. Kamu gak usah nungguin aku pulang, karena aku akan pulang larut."


Hati Mouza mendadak terasa ngilu saat Keanu hendak meninggalkan kamar. Ia sudah yakin jika saat ini Keanu sedang marah padanya.


Keanu yang hendak melangkah pun menjadi tak tega saat melihat wajah Mouza yang sudah ditekuk seperti tumpukan baju yang kusut. Ia pun menghampiri dan memberikan sebuah pelukan hangat.


"Aku hanya pergi sebentar untuk menyelesaikan tugas. Kamu gak usah berpikir macam-macam. Aku pasti pulang," ujar Keanu sambil mendaratkan sebuah ciuman di kepala Mouza.


Namun, saat melihat Mouza tak ada perubahan ekspresi membuat Keanu semakin heran. "Za, kamu kenapa?"


Mouza masih menatap Keanu tanpa kata, tetapi bibirnya telah mengerucut. Bola matanya masih menatap lekat pria yang ada didepannya saat ini.


"Za, jangan seperti ini, dong! Aku keluar hanya untuk bekerja, gak mau ngapa-ngapain."


"Bang Ke gak lagi marah dan mau nanam ubi dengan wanita lain kan?"


Keanu menautkan kedua alisnya dan detik kemudian menjitak pelan kepala Mouza. "Pikiran macam apa itu? Kamu boleh berpikir jika aku adalah pria breeng.sek tapi kamu harus ingat jika aku telah mencintai seseorang, dunia dan seisinya juga sudah kuberikan padanya. Jadi jangan pernah berpikir jika aku akan berkhianat padamu. Aku sayang dan cinta sama kamu Za dan aku tak akan pernah menyakitimu," ujar Keanu serius.


Mouza tertegun untuk beberapa saat. Dalam hati ia merutuki pikiran kotornya karena takut Keanu akan meninggalkan dirinya dan kembali pada masa lalunya yang kelam.


Butuh drama untuk beberapa saat sebelum melepaskan Keanu malam ini. Setelah berhasil meyakinkan Mouza jika kepergian malam ini hanya untuk bekerja, Keanu pun langsung keluar dengan perasaan lega.


"Ternyata setelah menikah sangat sulit untuk bisa keluar malam sendirian. Bukan karena takut setan ataupun pocong, tapi takut istri ngambek." Keanu pun tertawa pelan sebelum menjalankan motornya untuk membelah kesunyian malam.


Malam ini Keanu terpaksa meninggalkan istrinya di rumah karena ingin menyelesaikan masalah yang pernah ia buat. Sore tadi ia sempat dihadang oleh kakeknya karena pria tua itu juga sudah melihat video yang telah beredar. Katanya tidak akan aman jika hidup berdampingan dengan wanita busuk seperti Madam Re.


Motor Keanu berbelok ke markas yang telah lama tak ia kunjungi. Karena sebelumnya ia sudah menghubungi teman-temannya, kini markas itu terdengar ramai dengan suara teman-temannya.


Baru saja masuk, semua mata tertuju pada Keanu dan menghentikan candaan mereka.


"Welcome back, Bang Keanu," ujar Angga dengan wajah berbinar. "Apakah malam ini kita akan party sampai pagi?"


Keanu tak menjawab ocehan Angga. Ia langsung mendudukkan kasar tubuhnya ke sebuah sofa.


"Kemana saja lo, Bang? Setelah menikah gak pernah nongol disini? Gue pikir lo tenggelam dalam buaian istri lo," ujar Jio, pria bertubuh kekar dan penuh tato, itu.


Keanu hanya mendengarkan ocehan yang menyuarakan kekesalan para temany karena Keanu yang tak pernah datang untuk bergabung lagi bersama dengan mereka.


"Tapi ada angin apa Bang, lo ngumpulin kita disini? Jangan bilang lo lagi berantem sama bini lo, terus lo mau nyari ketenangan, ya?" tebak Angga secara asal.

__ADS_1


"Sok tahu lo!"


"Terus apa, dong? Gak mungkin gak ada sesuatu," timpal Jio.


Dengan napas kasar, Keanu menatap satu persatu teman-teman sekaligus anak buahnya.


"Gue butuh bangun kalian untuk menyingkirkan Madam Re. Terserah mau lo apain, tapi jangan kalian bunuh! Kalian kirim ke pulau Samosir kalau perlu!"


Semua menatap Keanu dengan heran, karena mereka tahu siapa Madam Re dan ada hubungan apa Keanu dengannya.


"Bang, lo gak salah kan nurunkan perintah? Madam Re itu kan induk lo, masa lo mau nyingkirin dia, sih? Durhakim lo, bang?" celoteh Angga.


"Gue gak mau tahu! Yang gue tahu kalian harus selesaikan secepatnya, kalau tidak nyawa istri gue dalam bahaya."


Keanu akhirnya menjelaskan apa yang telah terjadi padanya setelah menikah dan tentang Mada Re yang ingin menjual istrinya pada pria hidung belang. Tentu saja teman-teman Keanu merasa tidak terima dan bersedia membawa Madam Re ke dasar pulau Samosir, jika mereka akan membuang Madam Re ke pulau Merauke yang jauh dari kehidupan manusia.


Setelah mengatakan bagaimana strategi untuk menangkap Madam Re, Keanu ingin segera pulang. Namun, Angga dan Jio menahan. Mereka ingin Keanu menemani mereka untuk minum. Karena Keanu merasa tidak enak, akhirnya dengan terpaksa ia pun menenggak minuman yang susah ia tinggalkan setelah menikah.


Dalam pikiran Keanu ia terus terngiang-ngiang akan istrinya. Ia yakin Mouza masih menunggunya dengan bibir yang mengerucut. Membayangkan saja sudah membuat Keanu merasa gemas, apalagi jika melihatnya dengan jarak dekat, pasti lebih akan menggemaskan lagi.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Sudah pukul satu dini hari, tetapi Keanu tak kunjung pulang membuat Mouza merasa sangat khawatir. Meskipun sebelumnya Keanu sudah mengatakan jika ia akan pulang larut.


Mouza akhirnya memutuskan turun ke dapur untuk mencari sisa makan yang masih tersisa. Ini adalah kali pertama Mouza kelaparan tengah malam. Mungkin karena terlalu khawatir sehingga menimbulkan rasa lapar.


Saat membuka tudung nasi, ternyata tak ada apa-apa. Mouza pun terduduk lesu di meja makan.


"Giliran gue lapar, gak ada sisa makanan. Coba telepon Bang Ke aja, kali aja dia udah mau pulang." Tanpa pikir panjang, Mouza segera mengambil telepon dan langsung menghubungi Keanu. Mouza sempat mengira jika panggilan akan diabaikan, ternyata langsung di jawab oleh Keanu.


"Halo Za, ada apa?"


"Abang masih lama pulangnya?"


"Ada apa?"


"Aku lapar, Bang Tapi gak ada sisa makanan. Kalau Bang Ke pulang, beli sesuatu gitu kek, biar bisa ganjal perut aku."


Keanu tak bisa menahan senyum dibibirnyanya saat mendengar suara Mouza yang terdengar seksi ditelinganya.


"Kamu mau apa, biar aku belikan nanti?"


"Terserah apa aja yang penting bisa buat ganjal perut."

__ADS_1


Sebenarnya Mouza masih ingin berbicara dengan Keanu, tetapi karena suara di sekitar Keanu terlalu berisik, akhirnya Mouza memutuskan untuk mengakhiri panggilannya. Dalam hati ia bertanya-tanya sedang berada dimana suaminya sekarang, mengapa ia juga mendengar suara musik.


"Lo ngapain malem-malem di sini, Za?" Tiba-tiba suara Alan mengagetkan Mouza yang sedang menebak-nebak apa yang dilakukan oleh Keanu di luar sana.


Mouza yang sedikit terkejut hanya membuang napas beratnya. "Lo juga ngapain disini? Muncul kayak setan!" gerutu Mouza dengan kesal.


"Gue mau ngapain aja terserah gue dong, ini kan rumah gue," sarkas Alan yang kemudian berlalu untuk meninggalkan Mouza.


"Perasaan tiap gue ke dapur lo selalu nongol kayak hantu. Jangan-jagan lo ngintilin gue kan?" tuduh Mouza asal.


Alan mendapatkan tuduhan tak jelas hanya menautkan kedua alisnya. "Amit-amit gue ngintilin lo!"


"Udah ah sana, lo naik aja ke kamar! Bikin neg aja muka lo!" usir Mouza.


Alan hanya mendengus kesal. Namun, sebelum kembali ke kamar Alan menatap lekat wajah mantan kekasihnya di bawah tameran lampu malam. "Gue sumpahin anak lo nanti mirip gue! Biar mereka pada ngira itu anak gue!"


Jelas saja Mouza tidak terima akan ucapan Alan, dengan refleks Mouza mengambil sandal yang ia pakai dan kemudian ia lemparkan ke arah Alan. Namun, sayangnya pria itu menghindar dan akhirnya ....


Teplek ...


( Kek mana sih suara sandal kena kelapa itu πŸ™ˆ othor gak tahu )


Sandal itu terlempar tepat pada wajah, tetapi sayangnya bukan wajah Alan yang terkana, melainkan wajah kakek Wijaya.


Mouza yang menyadari jika sasarannya salah segera menghampiri kakek Wijaya dan langsung meminta maaf. Ia sangat menyesali perbuatannya.


"Kek, maafin Oza, Kek. Oza gak sengaja. Lagian Kakek ngapain malam-malam keluyuran kesini?" Dengan gugup Mouza menci.umi tangan kakek Wijaya dengan penuh sesal.


Alan yang berada disamping kakeknya tak kuasa untuk menahan tawa. Hingga akhirnya ... PLAK!


Satu tabokkan tepat mengenai mulut Alan. "Kok malah Alan yang ditabok, Kek. Kan Mouza yang melempar sandalnya." protes Alan dengan memegangi bibirnya yang terasa memar.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo selamat pagi πŸ₯° terima kasih untuk kalian yang masih tetap di sini untuk menemani Author πŸ’‹


Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman Author KAGET NIKAH mampir ya

__ADS_1



__ADS_2