
Meskipun sejak kecil berada dalam asuhan Alan dan sudah kebal dengan sifatnya, tetapi untuk kali ini Kenza benar-benar merasa sakit, terlebih saat dirinya mendengar jika isterinya sudah kembali dengan seorang anak. Itu artinya sebentar lagi dirinya akan dibuang oleh Alan yang sudah dianggap ayahnya sendiri.
Setelah tersadar, Kenza tak banyak bicara. Matanya terus menatap ke arah pintu, berharap pria yang sudah dianggap sebagai Daddy-nya masuk lagi kedalam. Namun, nyatanya harapan itu tak akan pernah terjadi. Apalagi saat istrinya yang hilang telah kembali pulang.
Mouza dan Keanu tahu jika sebenarnya Kenza sangat membutuhkan kehadiran Alan. Akan tetapi, rasa kecewanya masih menyelimuti hatinya. Dengan pelan, Keanu menghampiri putri tercintanya untuk memberikan sebuah pengertian agar putrinya bisa membuang jauh egonya.
"Sayang, Daddy tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Seharusnya Daddy merasa sangat bahagia karena kamu tidak peduli lagi kepada Daddy sialan itu. Tetapi, Daddy tahu jika semua itu palsu. Kamu tidak serius mengabaikan Daddy sialan itu! Sayang, kamu itu anak kandung Daddy dan Mommy. Daddy dan Mommy sangat mencintai kamu dan selalu menginginkan yang terbaik, meskipun hati kami harus terluka, kami tidak peduli asalkan kamu bahagia. Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Daddy dan Mommy," ucap Keanu panjang lebar.
"Benar, Sayang. Meskipun Mommy memang sangat berharap kamu bisa pulang dan tinggal di rumah baru, tetapi Mommy tidak bisa memaksakan keinginan Mommy jika kamu tidak mau. Kebahagiaan kamu adalah kebahagian untuk Mommy," timpal Mouza.
Semua ucapan Keanu dan Mouza langsung ke dada Kenza. Meskipun bibirnya mengatakan bahwa dia tidak peduli lagi dengan Daddy Alan-nya, tetapi dalam hatinya bocah itu masih sangat mengharapkan jika Alan datang kembali dan membujuknya untuk pulang. Namun, Kenza mata Kenza memerah saat dia menyadari jika saat ini keluarga Daddy Alan-nya sudah kembali.
"Eza mau tidur, Momm," lirih Kenza yang memilih memiringkan tubuhnya untuk memunggungi Daddy dan Mommy.
Mengerti jika saat ini anaknya sedang membutuhkan waktu untuk sendiri, Mouza dan juga Keanu pun memilih memutuskan untuk keluar.
"Baiklah. Mommy dan Daddy akan keluar. Kamu tidurlah, nanti siang biar kita pulang," ucap Keanu.
__ADS_1
"Iya, Dadd."
🌸🌸
Karena saat ini keadaan Kenza sudah membaik, Keanu pun menyuruh Mouza untuk pulang bersama dengan Kenzo. Meskipun dengan hati yang berat, Mouza pun mengikuti saran suaminya karena melihat Kenzo yang memang merasa tidak nyaman berada di rumah sakit.
"Ya udah. Aku pulang. Kalau ada apa-apa segera kasih kabar ya, Bang," kata Mouza sebelum pulang.
"Kamu tenang saja, karena ada Alan disini. Aku yakin bocah sialan itu bisa menangani Eza."
Menyebut nama Alan, Mouza pun langsung celingukan untuk mencari keberadaan Alan yang tidak ada di ruang tunggu. "Bang, tapi Alan dimana?" tanya Mouza dengan alis yang menaut.
Setelah kepergian Mouza, Keanu memilih untuk kembali masuk ke ruang dimana Kenza dirawat. Selama hampir delapan tahun, baru kali ini ia melihat Kenza sangat kecewa pada Alan hingga membuatnya demam. Sebagai seorang ayah, Keanu bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Kenza.
"Eza, Daddy tahu kamu sedang kecewa, tetapi tidak seperti ini caranya, Nak. Daddy Alan itu selama ini sudah menderita karena ditinggal pergi oleh istrinya. Dan saat ini Daddy Alan baru mengetahui jika istrinya sudah kembali dan tanpa sepengetahuan Daddy Alan, ternyata dia sudah punya anak yang sebesar kamu, Sayang. Wajar kalau Daddy Alan ingin menemui anak dan istrinya terlebih dahulu. Daddy yakin, posisi kamu di hati Daddy Alan tak akan pernah terganti, sekalipun Daddy Alan telah menemukan kebahagiaannya. Kamu akan selamanya menjadi anak Daddy Alan," ucap Keanu sambil membelai rambut Kenza.
"Are you seriose, Dadd?"
__ADS_1
"Yes. Daddy serius, Sayang. Percayalah!"
Meskipun Keanu tidak terlalu dekat dengan Kenza, tetapi dia bisa meyakinkan darah dagingnya, karena Kenza juga titisan Mouza yang bisa dia taklukan. Jadi tak perlu diragukan lagi jika Keanu sudah tahu bagaimana cara membujuk Kenza.
"Apakah kamu ingin Daddy sialan itu kesini?"
Kepala Kenza hanya mengangguk dengan pelan tanpa kata. Mengerti jika Kenza memang sedang membutuhkan Alan, Keanu pun langsung menghubungi Alan untuk segera datang ke ruangan Kenza.
Tak butuh waktu lama pun, Alan langsung meluncur ke kamar Kenza. Berharap tidak terjadi sesuatu kepada monster kecilnya.
Dengan napas tersengal, akhirnya Alan sampai juga di kamar Kenza.
"Eza, kamu gak papa?" tanya Alan dengan sisa napasnya.
Kepala Kenza menggeleng dengan pelan. Bola mata kecil itu hanya bisa menatap Alan yang terlihat sangat cemas.
"I'm fine, Dadd. Sorry for making you worry, Dadd!" lirih Kenza.
__ADS_1
Alan menarik kedua sudut bibirnya. "Dasar monster kecil! Kamu sudah berhasil membuatku patah hati. Awas saja kamu ulangi lagi!"