Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 45 | Positif


__ADS_3

Benar saja saat ini Mouza telah menarik dua garis bibirnya.


'Dih, enak banget bilang minta maaf. Dari pagi udah nguji kesabaran gue. Harus gue kerjain balik biar impas.' Mouza tertawa dalam hati.


"Ya udah aku maafin, tapi gendong dulu." Seperti biasa Mouza telah merentangkan tangan sambil mengadipkan kedua matanya.


"Kebiasaan," gerutu Keanu, tetapi pria itu tetap menggendong Mouza untuk ke kamarnya. Baru saja hendak menaiki tangga, mereka berdua berpapasan dengan Alan yang sudah rapi dengan pakaian casualnya.


Belum saja usai rasa kesal yang bersarang di dalam dadanya, kini ia harus melihat kemesraan antara Keanu dengan Mouza, yang seakan dunia hanya milik mereka berdua.


"Bayi kolot," sindir Alan.


Mouza yang merasa tersindir langsung mengernyit. Saat bergerak meminta turun, Keanu tak mengizinkan. "Gak usah didengerin Kang nyindir itu cuma iri karena gak bisa gendong-gendongan kayak kita," ujar Keanu.


"Tapi dia udah keterlaluan, Bang! Padahal aku gak ada nyenggol dia loh," protes Mouza.


"Biarkan aja. Gak usah ngurusin bocah itu! Mending sekarang kita bersiap untuk ke rumah sakit. Aku penasaran apakah ada benih-benih kecebong yang udah netas."


"Kok Bang Ke ngomongnya gitu sih? Itu kan anak kita, Bang. Masa disamain sama anak kodok sih?" Lagi-lagi Mouza memprotes ucapan Keanu.


"Kan buatnya nemplok kayak kodok, Za."


"Mulai dah otak mesuumm-nya."


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Mouza merasa sangat gugup ketika masuk ke salah satu ruangan dokter Obgyn. Ia takut jika apa yang diharapkan oleh Keanu tak sesuai dengan kenyataannya nanti dan hanya akan membuat suaminya merasa kecewa.


"Sudah telat berapa bulan?" tanya dokter itu dengan ramah.


"Lupa, Dok. Soalnya dah berapa bulan. tapi seingatku bulan ini belum dapat lagi deh," jelas Mouza.


"Ya sudah kamu berbaring dulu ya. Kita lihat dulu."


"Tapi, Dokβ€”" kata Mouza dengan ragu.


"Ada masalah?"


"Aku belum yakin jika aku hamil, karena aku tidak merasakan apa-apa Dok. Gimana nanti kalau hasilnya negatif, pasti bang Ke merasa kecewa, Dok," bisik Mouza pelan pada sang dokter yang ingin memeriksanya.


"Kalau negatif, ya teruslah berusaha agar menjadi positif."

__ADS_1


Mouza langsung mencebikkan bibirnya saat tak mendapatkan solusi dari dokter Obgy yang akan menanganinya.


Mouza pasrah ketika perutnya sudah diolesi dengan sebuah gel sebelum ditempelkan Sebuah alat untuk mendeteksi apakah ada janin di dalam perutnya yang tersambung ke sebuah monitor.


Butuh waktu untuk menemukan jawaban apakah sudah ada janin yang berkembang di rahim Mouza atau belum.


"Bagaimana, Dok?" tanya Keanu dengan mata yang fokus ke layar monitor.


"Alhamdulillah, sudah penghuninya meskipun masih sebesar biji kacang," kata sang dokter yang menunjukkan bentuk janin yang sedang menghuni rahim Mouza.


"Kenapa hanya sekecil biji kacang, Dok? Apakah ada masalah?" Keanu bertanya dengan rasa penasaran.


"Memang saat ini usianya masih kecil, Pak. Semakin bertambahnya usianya, maka janin juga akan membesar. Untuk saat ini kemungkinan usianya masih sekitar 4 sampai 6 minggu, jadi masih kecil."


Mendengar jika saat ini sudah ada janin yang sedang berkembang rahimnya, membuat Mouza merasa sangat bahagia dan terharu.


Setelah melakukan pemeriksaan dan hasilnya positif, dokter segera mengajak Mouza untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Berbincang-bincang sejenak untuk membahas keluhannya saat ini.


"Saya tidak tahu keluhan seperti apa, karena saya memang tidak merasakan apa-apa. Bahkan saya juga tidak merasakan mual, Dok," jelas Mouza apa adanya.


"Wah ... kamu adalah salah satu calon ibu muda yang sangat beruntung karena tidak mengalami morning sickness yang sering dialami oleh para calon ibu muda lainnya. Tapi tidak tahu untuk ke depannya bagaimana. Jika sewaktu-waktu mengalami mual dan muntah di pagi hari, jangan khawatir karena itu adalah hal yang wajar untuk para calon ibu muda," jelas dokter itu lagi.


"Iya, karena morning sickness itu pindah kepada saya, Dok. Saya yang harus tersiksa dengan rasa mual itu," timpal Keanu yang dari tadi mendengarkan penjelasan sang dokter.


"Iya, baru juga satu hari sudah mau mati."


Dokter dan Mouza hanya terkekeh pelan saat mendengarkan celotehan Keanu.


"Tidak apa-apa, Pak yang penting bukan istri anda yang mengalaminya."


..


Perasaan bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan tak pernah terlintas dalam benak Mouza ia akan hamil muda.


"Akhirnya kamu hamil, Za." Tak intinya bibir Keanu mengucap kata syukur saat mengetahui jika saat ini Mouza sedang hamil. Ia sudah tidak sabar untuk memberitahukan kepada kakek tua yang pasti akan merasa sangat bahagia.


Kayaknya aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengerjai Bang Ke. Nak, jangan salahkan mama jika harus memberikan hukuman kecil kepada ayah kamu karena sempat membuat mama hampir naik tensi. Maafkan mama juga jika beberapa hari kedepan akan memanfaatkanmu . Mouza tertawa dalam hati.


"Za, kita makan rujak dulu ya!" kata Keanu yang sudah memberhentikan mobilnya di depan kang rujak yang ada di pinggir jalan.


"Abang aja yang beli, aku gak suka."

__ADS_1


"Ya udah aku turun bentar."


Mouza tak peduli dengan Keanu yang ingin makan apa, selagi tidak merepotkan dirinya lagi. Dalam hati Mouza berdoa agar Keanu yang merasakan nyidam dan sakitnya saat melahirkan nanti.


Tak berapa lama ke anu masuk ke dalam mobil dengan membawa 1 cup rujak dan beberapa buah mangga muda. Mouza hanya menelan kasar salivanya dan bergidik ngilu saat melihat Keanu memakan buah mangga muda yang telah dicampur dengan saus bumbu kacang.


"Kamu gak mau, Za? Enak lho," tawar Keanu yang menyuburkan potongan mangga muda ke arah Mouza.


Mouza menggeleng karena ia tidak menyukai mangga muda yang pasti rasanya terasa masam.


"Gak ah. Aku gak suka! Abang aja yang makan biar anak kita nanti kalau lahir nggak ileran."


Karena Mouza tidak mau, akhirnya Keanu berhasil menghabiskan 1 cup rujak mangga muda tanpa campuran apa-apa.


Ngeri juga ya orang nyidam. Apapun diembat. Untuk saja bukan aku yang mengalaminya. batin Mouza yang masih bergidik ngilu.


Selama perjalanan pulang sudah beberapa kali Keanu berhenti untuk membeli jajanan yang ada di pinggir jalan. Hal itu membuat Mouza harus mengelus dadanya. Apakah kelak anak mereka akan rakus seperti Keanu saat ini? Mouza segera mengelus perutnya sambil mengucapkan mantra amit-amit jabang bayi berharap anaknya tak seperti Keanu yang rakus.


"Bang, kita pulang ya. Aku udah capek pengen bobok," pinta Mouza pada Keanu.


"Siap. Tapi kayaknya aku masih ingin makan batagor yang ada di ujung gang kompleks, deh. Kita singgah sebentar ya, habis itu baru kita pulang," tawar Keanu dengan menaik turunkan kedua alisnya.


Mouza hanya mendengus kesal. Sejak tadi nguyah tetapi tak membuat perutnya kenyang.


"Serah Bang Ke aja." Kali ini Mouza sudah lelah dan memilih pasrah ketika Keanu masih ingin bersinggah untuk mengisi perutnya.


Dengan wajah cemberut, Mouza memilih untuk membuang pandangannya keluar jendela. Lebih baik melihat pemandangan luar daripada melihat wajah Keanu yang semakin menyebalkan.


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo terima kasih atas dukungan kalian semua untuk novel ini, aku sangat terharu πŸ’“ meskipun banyak yang menjadi silent reader.


Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk karnaval teman aku yang judulnya TERPAUT 20 TAHUN mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2